Anda di halaman 1dari 2

Fisiologi Tiroid dalam Kehamilan

Hormon tiroid tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3) disintesis di dalam folikel tiroid.
Tiroid-stimulating hormone (TSH) merangsang sintesis dan pelepasan T3 dan T4,
yang sebelumnya didahului dengan pengambilan iodide yang penting untuk sintesis
hormon tiroid. Walaupun T4 disintesis dalam jumlah yang lebih besar, namun di
jaringan perifer T4 dikonversi menjadi T3 yang lebih poten melalui proses
deiodinasi. Selama kehamilan normal kadar tiroid binding globulin (TBG) dalam
sirkulasi meningkat dan juga akhirnya T3 dan T4 ikut meningkat.
Hormon tiroid sangat penting untuk perkembangan otak bayi dan sistem saraf.
Selama trimester pertama kehamilan, fetus bergantung pada ibu untuk
menyediakan hormon tiroid melalui plasenta karena fetus tidak dapat menghasilkan
hormon tiroid sendiri sampai trimester kedua. Pada minggu ke-10-12, kelenjar tiroid
fetus mulai berfungsi namun fetus tetap membutuhkan iodin dari ibu untuk
menghasilkan hormon tiroid. Selama trimester kedua dan ketiga, hormon tiroid
disediakan oleh ibu dan fetus, namun lebih banyak oleh ibu.
Selama kehamilan, fungsi kelenjar tiroid maternal bergantung pada tiga faktor
independen namun saling terikat, yaitu :
Peningkatan konsentrasi hCG yang merangsang kelenjar tiroid,
Peningkatan ekskresi iodide urin yang signifikan sehingga menurunkan
konsentrasi iodin plasma, dan
Peningkatan thyroxine-binding globulin (TBG) selama trimester pertama,
menyebabkan peningkatan ikatan hormone tiroksin.
Pada akhirnya, faktor-faktor ini bertanggung jawab terhadap peningkatan
kebutuhan tiroid.
a. Human Chorionic Gonadotropin (hCG)
Seperti yang disebutkan di atas, human chorionic gonadotropin (hCG) merupakan
hormon peptid yang bertanggung jawab untuk produksi progesteron dalam
konsentrasi yang adekuat pada awal kehamilan, sampai produksi progesteron
diambil alih oleh plasenta yang sedang berkembang. Konsentrasi hCG meningkat
secara dramatis selama trimester pertama kehamilan dan menurun secara
bertahap setelahnya. Secara struktural, peptide hCG terdiri atas dua rantai, sebuah
rantai dan rantai , dimana rantai dari hCG identik dengan struktur yang
membentuk TSH. Struktur yang homolog ini menjadikan hCG mampu merangsang
kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon tiroid, namun tidak sekuat TSH.
Kadar TSH turun selama kehamilan trimester pertama, berbanding dengan
peningkatan hCG Walaupun hCG sebagai stimulan kelenjar tiroid, konsentrasi
hormon tiroid bebas (tidak terikat) pada umumnya dalam batas normal atau hanya
sedikit di atas normal selama trimester pertama. Efek perangsangan dari hCG pada
kehamilan normal tidak signifikan dan normalnya ditemukan pada pertengahan
awal kehamilan. Pada awal minggu ke-12 atau pada kondisi patologis tertentu,
termasuk hipermesis gravidarum dan tumor trofoblastik, konsentrasi hCG mencapai
kadar maksimal yang akan menginduksi keadaan hipertiroid dimana kadar tiroksin
bebas meningkat dan kadar TSH ditekan.

b. Ekskresi Iodin Selama Kehamilan


Konsentrasi iodine plasma mengalami penurunan selama kehamilan, akibat
peningkatan filtrasi glomerulus (GFR). Peningkatan GFR menyebabkan
meningkatnya pengeluaran iodine lewat ginjal yang berlangsung pada awal
kehamilan. Ini merupakan faktor penyebab turunnya konsentrasi iodine dalam
plasma selama kehamilan. Kompensasi dari kelenjar tiroid dengan pembesaran dan
peningkatan klirens iodin plasma menghasilkan hormon tiroid yang cukup untuk
mempertahankan keadaan eutiorid. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa
pembesaran kelenjar tiroid adalah hal yang fisiologis, merupakan kompensasi
adaptasi terhadap peningkatan kebutuhan iodin yang berhubungan dengan
kehamilan.
c. Thyroxine Binding Globulin
Hormon tiroid dalam serum diangkut oleh tiga protein, yaitu thyroxine binding
globulin (TBG), albumin, dan thyroxine binding prealbumin (TBPA) atau transtiretin.
Dari ketiga protein tersebut, TBG memiliki afinitas yang lebih tinggi terhadap
tiroksin. Pada pasien tidak hamil, sekitar 2/3 dari hormon tiroksin diikat oleh TBG.
Pada kehamilan normal, terjadi peningkatan dari konsentrasi TBG sekitar dua kali
lipat dari normal selama kehamilan sampai 6-12 bulan setelah bersalin. Hal ini
menggambarkan peningkatan kadar hormon tiroksin total (TT4) pada semua wanita
hamil, namun kadar tiroksin bebas (FT4) dan indeks tiroksin total (FTI) normal.
Untuk menjamin kestabilan kadar hormon bebas, mekanisme umpan balik
merangsang pelepasan TSH yang bekerja untuk meningkatkanpengeluaran hormon
dan menjaga kestabilan hemostasis kadar hormon bebas. Peningktan konsentrasi
TBG merupakan efek langsung dari peningkatan kadar estrogen selama kehamilan.
Estrogen merangsang peningkatan sintesis TBG, memperpanjang waktu paruh
dalam sirkulasi, dan menyebabkan peningkatan konsentrasi TBG serum. Estrogen
juga merangsang hati untuk mensintesis TBG dan menyebabkan penurunan
kapasitas TBPA. Pada akhirnya, proporsi hormon tiroksin dalam sirkulasi yang
berikatan dengan TBG meningkat selama kehamilan, dan dapat mencapai 75%.
Kadangkala perubahan hormonal ini dapat membuat pemeriksaan fungsi tiroid
selama kehamilan sulit diinterpretasikan.

Anda mungkin juga menyukai