Anda di halaman 1dari 11

Terapi infeksi endokarditis (buku medicine at a glance hal 161)

Teraoi antibiotic merupakan terapi utama , berdasarkan hasil kultur darah dan
sensitifitas organism. Pemberiannya harus berkerja sama dengn dengan ahli
mikrobiologi. Antibiotik biasannya diberikan melalui intravena, seringkali berupa
kombinasi obat untuk mendapatkan daya bunuh bakteri dan daya tmbus jaringan
yang baik. Terapi umumnya berlangsung selama 4 atau 6 minggu.
Terapi infeksi miokarditis (buku medicine at a glance hal 161)
Terapi spesifik jarang ada . Diberikan terapi antigagal jantung standart. Prognosis
pada miokarditis akut berat baik shingga penyakit ini tidak membahayakan jiwa :
kebutuhan akan dukungan sirkulasi bisa diatasi dengan alat pembantu ventrikel kiri
(VL) yang ditanam. Transplantasi jantung harus dipertimbangkan dalam mengobati
kasus yang refrakter.

Definisi:Sindrom Marfan
Sindrom Marfan adalah gangguan dominan autosomal dengan berbagai tingkat keparahan.
Kondisi ini mempengaruhi jaringan ikat dan dalam jangka panjang berpengaruh pada
ekstremitas: lengan, tungkai, jari tangan dan jari kaki tidak proporsional panjangnya. Orang
dengan sindrom Marfan biasanya tinggi, langsing dan persendian agak longgar atau lentur.
Mereka juga mungkin memiliki masalah mata. Sindrom Marfan dapat menyebabkan aneurisma
aorta dan diseksi aorta serta regurgiasi mitral dan regurgiasi aorta.
Istilah yang mungkin terkait dengan Sindrom Marfan :
Diseksi aorta , Regurgiasi aorta , Aneurisma aorta abdomen sindrom kaki gelisah insufisiensi
aorta

Wednesday, May 26, 2010


Penyakit Infeksi Pada Jantung
PENYAKIT INFEKSI PADA JANTUNG
A. KONSEP DASAR
ENDOKARDITIS
1. Definisi
Endokarditis infeksi adalah infeksi katup dan permukaan endotel jantung yang
disebabkan oleh invasi langsung bakteri atau organisme lain dan menyebabkan
deformitas bilah katup.
2. Etiologi
Mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit ini paling banyak adalah
Streptococcus viridans untuk endokarditis subakut, dan Staphylococcus aureus
untuk endokarditis infektif akut. Etiologi lain adalah Streptococcus faecalis,
Streptococcus dan Staphylococcus lain, bakteri Gram negatif aerob dan anaerob,
jamur, virus, dan kandida.
Faktor predisposisi adalah kelainan katup jantung, terutama penyakit jantung
reumatik, katup aorta bikuspid, prolaps katup mitral dengan regurgitasi, katup
buatan, katup yang floppy pada sindrom Marfan, tindakan bedah gigi atau orofaring
yang baru, tindakan atau pembedahan pada saluran urogenital atau saluran napas,
pecandu narkotika intravena, kelainan jantung bawaan, luka bakar, hemodialisa,
penggunaan kateter vena sentral, dan pemberian nutrisi parenteral yang lama.
3. Manifestasi Klinik
Awitan endokarditis infeksi biasanya mendadak. Tanda dan gejala berkembang
akibat efek toksik infeksi, akibat destruksi katup jantung, dan akibat emboli
fragmen vegetatif di jantung.
Manifestasi umum, mirip dengan influensa, mencakup keluhan yang tidak jelas
tentang adanya kelemahan, tidak ada nafsu makan, berat badan menurun, batuk,
nyeri sendi dan punggung. Terjadi demam intermitten dan mungkin tidak ada
demam pada pasien yang sudah mendapat antibiotik atau kortikosteroid atau pada
manula, dan pada mereka yang mengalami gagal jantung kongestif atau gagal
ginjal. Perdarahan splinter (garis atau goresan perdarahan) bisa dilihat di kuku jari
tangan atau kaki, dan petekia dapat muncul di konjungtiva dan membran mukosa.
Perdarahan dengan bagian tengah pucat (spot Roth) yang dapat terlihat di fundus
okuli disebabkan oleh emboli di lapisan serabut saraf di mata.
Manifestasi jantung mencakup murmur jantung, yang pada mulanya tidak ada.

Perkembangan murmur yang progressif sesuai perkembangan waktu dapat terjadi


dan menunjukkan adanya kerusakan katup akibat vegetasi atau perforasi katup
atau chordae tendineae. Pembesaran jantung atau adanya bukti gagal jantung
kongestif juga bisa terjadi.
Manifestasi sistem saraf pusat mencakup sakit kepala, iskemia serebral transien
atau sementara, dan stroke, yang mungkin diakibatkan oleh emboli pada arteri
serebral.
Embolisasi mungkin merupakan gejala yang ada, terjadi setiap waktu dan mengenai
berbagai sistem organ. Fenomena emboli dapat termanifestasi di paru (pneumonia
berulang, abses pulmo), ginjal (hematuria, gagal ginjal), limpa (nyeri abdomen
kuadran kiri atas), jantung (infark miokardium), otak (stroke), atau pembuluh
perifer.
4. Pemeriksaan Penunjang
Pada pemeriksaan laboratorium terdapat leukositosis (neutrofilia), anemia
normositik normokrom, peningkatan LED, imunoglobulin serum meningkat, uji fraksi
gamaglobulin positif, total hemolitik komplemen dan komplemen C3 dalam serum
menurun, serta kadar bilirubin darah yang sedikit meningkat. Pada pemeriksaan
urin didapatkan proteinuria dan mikrohematuria.
Pembiakan darah dilakukan selama 1-3 minggu untuk mencari mikroorganisme
yang mungkin berkembang biak agak lambat. Darah diambil tiap hari berturut-turut
selama 2-5 hari sebanyak 10 ml, sebelum diberikan antibiotik. Bila antibiotik telah
diberikan, hentikan selama 3-7 hari. Paling kurang dua kali pembiakan harus
memberikan hasil yang sama. Pada hasil yang positif dilakukan uji resistensi
terhadap antibiotik.
Foto toraks dilakukan untuk mencari tanda-tanda gagal jantung kongestif sebagai
komplikasi yang sering, adanya bercak infiltrat kecil multipel pada penyalahgunaan
narkotika intravena, dan klasifikasi katup.
EKG diperlukan untuk mencari infark tersembunyi yang disebabkan emboli atau
vegetasi pada arteri koronaria, dan gangguan hantaran yang disebabkan
endokarditis.
Endokardiografi perlu untuk melihat vegetasi pada katup aorta, terutama vegetasi
yang besar (>5 mm), melihat dilatasi atau hipertrofi atrium atau ventrikel yang
progresif, mencari penyakit yang menjadi predisposisi endokarditis, dan melihat
penutupan katup mitral yang lebih dini.
5. Penatalaksanaan
Pengobatan akan berhasil baik bila dimulai sedini mungkin, obat tepat (terutama
sesuai dengan uji resistensi), dan waktu yang cukup.

Pengobatan empiris untuk endokarditis akut adalah dengan nafsilin 2 g/4 jam,
ampisilin 2 g/4 jam dan gentamisin 1,5 mg/kg/ BB/8 jam. Sedangkan untuk
endokarditis subakut, cukup dengan ampisilin dan gentamisin.
Pada orang dewasa atau anak-anak dengan endokarditis disertai kelainan jantung
reumatik dan bawaan dapat diberi penisilin G 2,4-6 juta unit/hari dan diteruskan
selama 4 minggu. Penisilin diberi secara parenteral selama 2 minggu dan
selanjutnya diberi secara parenteral atau oral (penisilin V). Dapat ditambahkan
streptomisin 0,5 mg tiap 12 jam selama 2 minggu.
Pada orang tua atau wanita setelah tindakan obstetrik dan ginekologis dapat diberi
penisilin G 1,2-2,4 juta unit/hari parenteral ditambah gentamisin 3-5 mg/kg BB yang
dibagi dalam 2-3 dosis. Ampisilin dapat dipakai dengan dosis 6-12 g sehari. Lama
pengobatan minimal 4-6 minggu.
Bila kuman resisten terhadap penisilin, dapat dipakai sefalotin 1,5 g tiap 3 jam IV
atau nafsin 1,5 g tiap 4 jam, oksasilin 12 g/hari atau vankomisin tiap 6 jam atau
eritromisin 0,5 g tiap 8 jam.
Endokarditis yang disebabkan oleh jamur biasanya fatal, diberikan amfoterisin B0,51,2mg/kgBB/hari IV dan flurositosin 150 mg/kgBB per oral.
Risiko mortalitas dan morbiditas tinggi pada tindakan bedah yang terlalu awal, tapi
bila pembedahan terlambat dilakukan, pasien dapat meninggal karena
hemodinamik yang buruk atau komplikasi berat. Indikasi bedah adalah gagal
jantung yang tidak dapat diatasi dengan obat-obatan, septikemia yang tidak
berespons dengan pengobatan antibiotik, emboli multipel, endokarditis relaps,
endokarditis pada katup buatan, perluasan infeksi intrakardiak, endokarditis pada
lesi jantung bawaan, dan endokarditis karena jamur.
Profilaksis antibiotik diperlukan pada tindakan yang memungkinkan terjadinya
bakteremia, misalnya operasi atau pencabutan gigi, American Heart Association
merekomendasikan pemberian amoksisilin 3 g secara oral pada 1 jam sebelum
prosedur diikuti 1,5 g pada 6 jam setelah dosis inisial. Bila pasien alergi terhadap
penisilin, dapat diberikan 800 mg eritromisin etilsuksinat atau 1 g eritromisin
stearat 2 jam sebelum prosedur, atau 300 mg klindamisin oral 1 jam sebelum
prosedur, diikuti pemberian berikutnya 6 jam setelah dosis inisial.
MIOKARDITIS
1. Definisi
Miokarditis akut adalah proses inflamasi di miokardium.
2. Etiologi
Miokarditis biasanya diakibatkan oleh proses infeksi, terutama oleh virus, bakteri,
jamur, parasit, protozoa, dan spiroseta, atau dapat juga disebabkan oleh keadaan

hipersensitifitas seperti demam rematik. Jadi, miokarditis dapat terjadi pada pasien
dengan infeksi akut, yang menerima terapi imunosupresif, atau yang menderita
endokarditis infeksi.
3. Patofisiologi
Jantung merupakan organ otot, jadi efisiensinya tergantung pada sehatnya tiap
serabut otot. Bila serabut otot sehat, jantung dapat berfungsi dengan baik
meskipun ada cedera katup yang berat; bila serabut otot rusak, maka hidup dapat
terancam.
Miokarditis dapat menyebabkan dilatasi jantung, trombus dalam dinding jantung
(mural trombi), infiltrasi sel darah yang beredar di sekitar pembuluh koroner dan di
antara serabut otot, dan degenerasi serabut otot itu sendiri.
4. Manifestasi Klinik
Gejala miokarditis akan tergantung pada jenis infeksinya, derajat kerusakan
jantung, dan kemampuan miokardium memulihkan diri. Gejala bisa ringan atau
tidak ada sama sekali. Berdebar-debar, dan kadang rasa tak nyaman di dada dan
perut atas. Pemeriksaan klinis mungkin memperlihatkan pembesaran jantung, suara
jantung tambahan, irama galop, dan bising sistolik. Friction rub perikardial dapat
juga terdengar bila pasien mengalami perikarditis. Denyut alternans (denyut
dimana terdapat perubahan reguler antara denyut kuat dan lemah) mungkin
ditemukan. Demam dan takikardia sering ada dan gejala gagal jantung kongestif
bisa terjadi.
5. Pemeriksaan Penunjang
Diagnosis ditegakkan dengan biopsi jantung.
6. Penatalaksanaan
Pasien diberi pengobatan khusus terhadap penyebab yang mendasarinya, bila
diketahui (mis: penisilin untuk Streptococcus hemolitikus), dan dibaringkan di
tempat tidur untuk mengurangi beban jantung. Berbaring juga membantu
mengurangi kerusakan miokardial residual dan komplikasi miokarditis.
Fungsi jantung dan suhu tubuh selalu dievaluasi untuk menentukan apakah
penyakit sudah menghilang dan apakah sudah terjadi gagal jantung kongestif. Bila
terjadi disritmia, pasien harus dirawat di unit yang mempunyai sarana pemantauan
jantung berkesinambungan sehingga personel dan peralatan selalu tersedia bila
terjadi disritmia yang mengancam jiwa.
Bila telah terjadi gagal jantung kongestif, harus diberikan obat untuk
memperlambat frekuensi jantung dan meningkatkan kekuatan kontraktilitas.
Stoking elastik dan latihan aktif dan pasif harus dilakukan, karena embolisasi dari

trombosis vena dan mural trombi dapat terjadi.


PERIKARDITIS
1. Definisi
Perikarditis adalah peradangan perikardium parietal, perikardium viseral, atau
kedua-duanya. Terbagi atas perikarditis akut dan kronik.
2. Etiologi
Perikarditis akut
Infeksi virus, infeksi bakteri spesifik atau nonspesifik, uremia, trauma, sindrom
pasca infark miokard, sindrom pasca perikardiotomi, neoplasma, dan idiopatik.
Perikarditis kronik
Merupakan kelanjutan dari perikarditis akut.
3. Manifestasi Klinik
Perikarditis akut
Trias klasiknya adalah nyeri dada substernal atau parasternal yang kadang-kadang
menjalar ke bahu, pericardial friction rub, dan kelainan EKG yang khas. Dari
pemeriksaan fisik juga dapat ditemukan pembesaran jantung, peningkatan tekanan
vena, hepatomegali, edema kaki, dan mungkin tanda-tanda tamponade.
Perikarditis kronik
Keluhan berupa rasa lelah, lemah, dispnea saat bekerja, ortopnea, dan keluhan
gagal jantung lainnya. Pada pemeriksaan fisik ditemukan peningkatan tekanan vena
jugularis, bunyi jantung melemah, dapat terdengar pericardial knock, pulsus
paradoksus, hepatosplenomegali, ikterus, asites, dan edema.
4. Pemeriksaan Penunjang
Perikarditis akut
Pada pemeriksaan EKG ditemukan elevasi segmen ST, depresi segmen PR, dan
sinus takikardi. Setelah beberapa waktu dapat ditemukan inversi gelombang T.
Sebagai komplikasi dapat ditemukan aritmia supraventrikular, termasuk fibrilasi
atrium.
Foto toraks tampak normal bila efusi perikard hanya sedikit, tapi bila banyak dapat
terlihat bayangan jantung membesar seperti botol air.
Adanya inflamasi dapat diketahui dari peningkatan LED dan leukositosis.
Pemeriksaan lain dilakukan atas dasar indikasi bila terdapat kecurigaan mengenai
etiologinya, misalnya tes tuberkulin.
Perikarditis kronik

EKG memperlihatkan penurunan voltase pada lead di ekstremitas. Foto toraks


menunjukkan klasifikasi perikardium, kadang dapat terlihat kardiomegali. Dengan
ekokardiografi dapat dideteksi penebalan yang terjadi namun sulit. Untuk
memastikan daignosis dapat dilakukan kateterisasi jantung kiri dan kanan.
5. Penatalaksanaan
Perikarditis akut
Terapi bergantung pada penyebabnya. Misalnya diberikan salisilat atau obat anti
inflamasi nonsteroid lain bila penyebabnya virus atau idiopatik. Bila gejala tidak
membaik, dapat diberikan kortikosteroid. Sebagian besar kasus sembuh sendiri
dalam beberapa minggu. Sebagian kambuh kembali, hanya sedikit yang menjadi
kronik, dan jarang yang menjadi perikarditis konstriktif bila berasal dari virus atau
idiopatik.
Perikarditis kronik
Perikardiektomi adalah satu-satunya pengobatan yang dapat dilakukan.

Endokarditis Infektif : infeksi di selaput & katup jantung


Endokarditis Infektif adalah infeksi pada endokardium (selaput jantung) dan katup
jantung.
Endokarditis infektif dapat terjadi secara tiba-tiba dan dalam beberapa hari bisa
berakibat fatal (endokarditis infektif akut); atau bisa terjadi secara bertahap dan
tersamar dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan (endokarditis infektif
subakut).
Bakteri penyebab endokarditis bakterialis akut kadang-kadang cukup kuat untuk
menginfeksi katup jantung yang normal; bakteri penyebab endokarditis bakterialis
subakut hampir selalu menginfeksi katup abnormal maupun katup yang rusak.

PENYEBAB

Katup & ruang jantung Endokarditis infektif

Bakteri (atau jamur) yang terdapat di dalam aliran darah atau yang mencemari
jantung selama pembedahan jantung, dapat tersangkut pada katup jantung dan
menginfeksi
endokardium.
Yang paling mudah terkena infeksi adalah katup yang abnormal atau katup yang
rusak; tetapi katup yang normalpun dapat terinfeksi oleh bakteri yang agresif,
terutama
jika
jumlahnya
sangat
banyak.
Timbunan bakteri dan bekuan darah pada katup (vegetasi) dapat terlepas dan
berpindah ke organ vital, dimana mereka menyebabkan penyumbatan pada aliran
darah
arteri.

Penyumbatan seperti ini sangat serius, karena bisa menyebabkan stroke, serangan
jantung dan infeksi, juga merusak daerah tempat terbentuknya penyumbatan.
Faktor
resiko
terjadinya
endokarditis
infektif:
# Cedera pada kulit, lapisan mulut atau gusi (karena mengunyah atau menggosok
gigi), yang memungkinkan masuknya sejumlah kecil bakteri ke dalam aliran darah
Gingivitis (infeksi dan peradangan pada gusi), infeksi kecil pada kulit dan infeksi
pada bagian tubuh lainnya, bisa bertindak sebagai jalan masuk bakteri ke dalam
aliran
darah.
# Pembedahan tertentu, prosedur gigi dan beberapa prosedur medik juga dapat
mempermudah
bakteri
untuk
masuk
ke
dalam
aliran
darah.
Contohnya adalah penggunaan infus intravena untuk memasukkan cairan, makanan
atau obat-obatan; sitoskopi (memasukkan selang untuk memeriksa kandung kemih)
dan kolonoskopi (memasukkan selang untuk memeriksa usus besar).
#
Katup
jantung
yang
telah
mengalami
kerusakan
Pada orang yang memiliki katup jantung normal, sel darah putih pada tubuh akan
menghancurkan bakteri-bakteri ini. Tetapi katup jantung yang telah mengalami
kerusakan bisa menyebabkan bakteri tersangkut dan berkembangbiak disana.
#
Katup
jantung
buatan
Pada katup jantung buatan, bakteri juga bisa masuk dan bakteri ini lebih kebal
terhadap
pemberian
antibiotik.
# Kelainan bawaan atau kelainan yang memungkinkan terjadinya kebocoran darah
dari
satu
bagian
jantung
ke
bagian
jantung
lainnya
#
Septikemia
Bakteremia (adanya bakteri di dalam darah) yang sifatnya ringan mungkin tidak
segera menimbulkan gejala, tetapi bakteremia bisa berkembang menjadi
septikemia.
Septikemia adalah infeksi berat pada darah, yang sering menyebabkan demam
tinggi,
menggigil,
gemetar
dan
menurunnya
tekanan
darah.
# Pemakai obat-obat suntik, karena mereka sering menggunakan jarum atau
larutan
yang
kotor.
Pada pemakai obat suntik dan penderita endokarditis karena penggunaan kateter
berkepanjangan, katup yang sering terinfeksi adalah katup yang menuju ke
ventrikel
kanan
(katup
trikuspidalis).
Pada sebagian besar kasus lainnya, yang terinfeksi adalah katup yang menuju ke
ventrikel kiri (katup mitralis) atau katup yang keluar dari ventrikel kiri (katup aorta).
Pada pengguna katup buatan, resiko terbesar terjadinya endokarditis adalah selama
1 tahun setelah pembedahan; setelah itu resikonya berkurang, tetapi tetap lebih
tinggi
dari
normal.
Untuk alasan yang tidak diketahui, resiko selalu lebih tinggi pada katup aorta
buatan dibandingkan dengan katup mitral buatan; dan resiko pada katup mekanis
lebih
tinggi
dibandingkan
dengan
katup
babi.

GEJALA
Endokarditis bakterialis akut biasanya dimulai secara tiba-tiba dengan demam
tinggi (38,9-40,9 Celsius), denyut jantung yang cepat, kelelahan dan kerusakan
katup
jantung
yang
cepat
dan
luas.
Vegetasi endokardial (emboli) yang terlepas bisa berpindah dan menyebabkan
infeksi
tambahan
di
tempat
lain
Penimbunan nanah (abses) dapat terjadi di dasar katup jantung yang terinfeksi atau
di
tempat
tersangkutnya
emboli
yang
terinfeksi.
Katup jantung bisa mengalami perforasi (perlubangan) dan dalam waktu beberapa
hari
bisa
terjadi
kebocoran
besar.
Beberapa penderita mengalami syok; ginjal dan organ lainnya berhenti berfungsi
(sindroma
sepsis).
Infeksi arteri dapat memperlemah dinding pembuluh darah dan meyebabkan
robeknya
pembuluh
darah.
Robekan ini dapat berakibat fatal, terutama bila terjadi di otak atau dekat dengan
jantung.
Endokarditis bakterialis subakut bisa menimbulkan gejala beberapa bulan sebelum
katup
jantung
rusak
atau
sebelum
terbentuknya
emboli.
Gejalanya berupa kelelahan, demam ringan (37,2-39,2 Celsius), penurunan berat
badan,
berkeringat
dan
anemia.
Diduga suatu endokarditis jika seseorang mengalami demam tanpa sumber infeksi
yang jelas, jika ditemukan murmur jantung yang baru atau jika murmur yang lama
telah
mengalami
perubahan.
Limpa
bisa
membesar.
Pada kulit timbul binti-bintik yang sangat kecil, juga di bagian putih mata atau
dibawah
kuku
jari
tangan.
Bintik-bintik ini merupakan perdarahan yang sangat kecil yang disebabkan oleh
emboli
kecil
yang
lepas
dari
katup
jantung.
Emboli yang lebih besar dapat menyebabkan nyeri perut, penyumbatan mendadak
pada
arteri
lengan
atau
tungkai,
serangan
jantung
atau
stroke.
Gejala
-

lainnya

dari

denyut

endokarditis

bakterialis

nyeri
kulit
jantung

akut

dan

yang

subakut

adalah:
menggigil
sendi
pucat
cepat

adanya

darah

dalam

air

kebingungan
kemih.

Endokarditis pada katup jantung buatan dapat bersifat akut maupun subakut.
Dibandingkan dengan infeksi pada katup yang asli, infeksi pada katup buatan lebih
mudah menyebar ke otot jantung di dasar katup dan melonggarkan katup. Perlu
segera dilakukan pembedahan untuk mengganti katup karena gagal jantung yang
disebabkan
oleh
kebocoran
katup
yang
berat
bisa
berakibat
fatal.
Atau bisa terjadi gangguan pada sistem konduksi listrik jantung yang
mengakibatkan melambatnya denyut jantung dan menyebabkan penurunan
kesadaran
secara
mendadak
atau
bahkan
kematian.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya, terutama pada orang-orang
yang
memiliki
kecenderungan
untuk
menderita
penyakit
ini.
Pada ekokardiografi (penggambaran jantung menggunakan gelombang suara) bisa
ditemukan
adanya
vegetasi
dan
kerusakan
katup
jantung.
Pembiakan
darah
dilakukan
untuk
menentukan
bakteri
penyebabnya.
Pemeriksaan darah dilakukan 3-4 kali pada waktu yang berbeda, karena bakteri
hanya
terdapat
di
dalam
darah
pada
waktu-waktu
tertentu.
PENGOBATAN
Penderita dirawat di rumah sakit dan mendapatkan antibiotik intravena dosis tinggi
selama
minimal
2
minggu.
Pemberian
antibiotik
saja
tidak
cukup
pada
infeksi
katup
buatan.
Mungkin perlu dilakukan pembedahan jantung untuk memperbaiki atau mengganti
katup
yang
rusak
dan
membuang
vegetasi.
Sebagai tindakan pencegahan, kepada penderita kelainan katup jantung, setiap
akan menjalani tindakan gigi maupun pembedahan sebaiknya diberikan antibiotik.
(medicastore