Anda di halaman 1dari 14

METODE DALAM GEOFISIKA

Geofisika

adalah

metoda

yang

mempelajari

Bumi

dan

Batuan

menggunakan pendekatan-pendekatan Fisika dan Matematika. Ilmu Geofisika


merupakan gabungan dari konsep-konsep Ilmu Geologi dan Fisika. Ilmu
geofisika memiliki cakupan yang luas, dimulai dari Fisika ujungnya pada Geologi

Eksplorasi, malah mungkin masuk ke Domain Tambang dan Petroteur Engineer,


Domain yang termasuk Pure Geophysics atau Theoritical Geophysics, digeluti

pada bidang Ilmu Fisika, Ilmu Geofisika yang mempelajari bumi secara umum
juga disebut Global geophysics yang mengamati dan menganalisa bumi, interior,

gempa, dll, diketahui di bidang lain Solid Eart Geophysics. Aplikasi geofiisika
unutk eksplorasi disebut Eksploration Geophysics, atau Geofisika eksplorasi atau
Geofisika terapan.

Bumi sebagai tembat tingal manusia secara alami menyediankan


sumberdaya alam yang berlimpaKekayaan sumberdaya alam Indonesia sangat
melimpa. kita sebagai generasi penerus bangsa untuk harus berupaya untuk
dapat

memanfaatkan

sumberdaya

yang

ada

untuk

kesejahtraan

bangsa.Keterbatasan ilmu untuk mengolah sumberdaya alam tersebut menjadi


kendala untuk melangkah lebih lanjut. Sehingga kita merasa perlu untuk

mempelajari cara atau metode untuk mengungkap suatu informasi yang terdapat
di dalam perut bumi. Salah satu cara atau metode untuk memperoleh informasi

tersebut dengan menggunakan metode survei geofisika. Metode tersebut


merupakan salah satu cabang ilmu fisika yang mempelajari bidang bumi
khususnya perut bumi berdasarkan konsep fisika. Survei geofisika yang sering

dilakukan selama ini antara lain Metode gravitasi (gayaberat), magnetik, seismik,
geolistrik (resistivitas) dan elektromagnetik. Mari kita pelajari dimanakah
perbedaan dan keunggulan dari tiap masing-masing metode geofisika tersebut.

1. Metode Gravitasi (metode gayaberat)


Dilakukan untuk menyelidiki keadaan bawah permukaan berdasarkan

perbedaan rapat masa cebakan mineral dari daerah sekeliling (r=gram/cm3).

Metode ini adalah metode geofisika yang sensitive terhadap perubahan vertikal,
oleh karena itu metode ini disukai untuk mempelajari kontak intrusi, batuan

dasar, struktur geologi, endapan sungai purba, lubang di dalam masa batuan,
shaff terpendam dan lain-lain. Eksplorasi biasanya dilakukan dalam bentuk kisi
atau lintasan penampang. Perpisahan anomali akibat rapat masa dari kedalaman

berbeda dilakukan dengan menggunakan filter matematis atau filter geofisika. Di

pasaran sekarang didapat alat gravimeter dengan ketelitian sangat tinggi (mgal),
dengan demikian anomali kecil dapat dianalisa. Hanya saja metode penguluran

data, harus dilakukan dengan sangat teliti untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Pengukuran ini dapat dilakukan dipermukaan bumi, di kapal maupun diudara.


Dalam metode ini yang dipelajari adalah variasi medan gravitasi akibat variasi
rapat massa batuan di bawah permukaan sehingga dalam pelaksanaannya yang

diselidiki adalah perbedaan medan gravitasi dari suatu titik observasi terhadap
titik observasi lainnya. Metode gravitasi umumnya digunakan dalam eksplorasi

jebakan minyak (oil trap). Disamping itu metode ini juga banyak dipakai dalam
eksplorasi mineral dan lainnya. Prinsip pada metode ini mempunyai kemampuan

dalam membedakan rapat massa suatu material terhadap lingkungan sekitarnya.


Dengan demikian struktur bawah permukaan dapat diketahui. Pengetahuan

tentang struktur bawah permukaan ini penting untuk perencanaan langkahlangkah eksplorasi baik minyak maupun meneral lainnya.
2.Metode Magnetik
Dilakukan berdasarkan pengukuran anomaly geomagnet yang diakibatkan

oleh perbedaan kontras suseptibilitas, atau permeabilitas magnetik tubuh

cebakan dari daerah sekelilingnya. Perbedaan permeabilitas relatif itu


diakibatkan oleh perbadaan distribusi mineral ferromagnetic, paramagnetic,

diamagnetic. Metode ini sensitive terhadap perubahan vertical, umumnya


digunakan untuk mempelajari tubuh intrusi, batuan dasar, urat hydrothermal
yang kaya akan mineral ferromagnetic, struktur geologi. Dan metode ini juga

sangat disukai pada studi geothermal karena mineral-mineral ferromagnetic

akan kehilangan sifat kemagnetannya bila dipanasi mendekati temperatur Curie


oleh karena itu digunakan untuk mempelajari daerah yang dicurigai mempunyai
potansi Geothermal.

Metode eksplorasi disukai karena data acquitsition dan data proceding

dilakukan tidak serumit metoda gaya berat. Penggunaan filter matematis umum
dilakukan untuk memisahkan anomaly berdasarkan panjang gelombang maupun
kedalaman sumber anomaly magnetic yang ingin diselidiki. Di pasaran banyak
ditawarkan alat geomagnet dengan sensitifitas yang tinggi seperti potongan
PROTON MAGNETOMETER dan lain-lain

Metode magnetik didasarkan pada pengukuran variasi intensitas medan

magnetik di permukaan bumi yang disebabkan oleh adanya variasi distribusi


benda termagnetisasi di bawah permukaan bumi. Variasi yang terukur (anomali)

berada dalam latar belakang medan yang relatif besar. Variasi intensitas medan
magnetik yang terukur kemudian ditafsirkan dalam bentuk distribusi bahan
magnetik di bawah permukaan, yang kemudian dijadikan dasar bagi pendugaan

keadaan geologi yang mungkin. Metode magnetik memiliki kesamaan latar


belakang fisika dengan metode gravitasi, kedua metode sama-sama berdasarkan

kepada teori potensial, sehngga keduanya sering disebut sebagai metoda


potensial. Namun demikian, ditinjau dari segi besaran fisika yang terlibat,
keduanya mempunyai perbedaan yang mendasar. Dalam magnetik harus

mempertimbangkan variasi arah dan besar vektor magnetisasi. sedangkan dalam

gravitasi hanya ditinjau variasi besar vektor percepatan gravitasi. Data


pengamatan magnetik lebih menunjukan sifat residual yang kompleks. Dengan

demikian, metode magnetik memiliki variasi terhadap waktu jauh lebih besar.

Pengukuran intensitas medan magnetik bisa dilakukan melalui darat, laut dan
udara. Metode magnetik sering digunakan dalam eksplorasi pendahuluan

minyak bumi, panas bumi, dan batuan mineral serta serta bisa diterapkan pada
pencarian prospeksi benda-benda arkeologi.
3.Metode Seismik
Merupakan salah satu metoda geofisika yang digunakan untuk eskplorasi sumber
daya alam dan mineral yang ada di bawah permukaan bumi dengan bantuan
gelombang seismik. Eksplorasi seismik atau eksplorasi dengan menggunakan

metode seismik banyak dipakai oleh perusahaan-perusahaan minyak untuk

melakukan pemetaan struktur di bawah permukaan bumi untuk bisa melihat


kemungkinan adanya jebakan-jebakan minyak berdasarkan interpretasi dari
penampang seismiknya.Dalam metoda seismik pengukuran dilakukan dengan

menggunakan sumber seismik (ledakan, vibroseis dll). Setelah sumber diberikan


maka akan terjadi gerakan gelombang di dalam medium (tanah/batuan) yang

memenuhi hukum-hukum elastisitas ke segala arah dan mengalami pemantulan

ataupun pembiasan akibat munculnya perbedaan kecepatan. Kemudian, pada


suatu jarak tertentu, gerakan partikel tersebut di rekam sebagai fungsi waktu.

Berdasar data rekaman inilah dapat diperkirakan bentuk lapisan/struktur di


dalam tanah (batuan)

Metode seismik didasarkan pada gelombang yang menjalar baik refleksi maupun
refraksi.
Ada beberapa anggapan mengenai medium dan gelombang dinyatakan sebagai
berikut :

Anggapan yang dipakai untuk medium bawah permukaan bumi antara lain :

Medium bumi dianggap berlapis-lapis dan tiap lapisan menjalarkan gelombang


seismik dengan kecepatan berbeda.

Makin bertambahnya kedalaman batuan lapisan bumi makin kompak.


Anggapan yang dipakai untuk penjalaran gelombang seismik adalah :

Panjang gelombang seismik << ketebalan lapisan bumi. Hal ini memungkinkan
setiap lapisan bumi akan terditeksi.

Gelombang seismik dipandang sebagai sinar seismik yang memenuhi hukum


Snellius dan prinsip Huygens.

Pada batas antar lapisan, gelombang seismik menjalar dengan kecepatan


gelombang pada lapisan di bawahnya.

Kecepatan gelombang bertambah dengan bertambahnya kedalaman.


4.Metode Geolistrik
Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang mempelajari sifat aliran

listrik di dalam bumi dan bagaimana cara mendeteksinya di permukaan bumi.


Dalam hal ini meliputi pengukuran potensial, arus dan medan elektromagnetik

yang terjadi baik secara alamiah ataupun akibat injeksi arus ke dalam bumi. Ada
beberapa macam metoda geolistrik, antara lain : metode potensial diri, arus
telluric, magnetoteluric, elektromagnetik, IP (Induced Polarization), resistivitas

(tahanan jenis) dan lain-lain. Dalam bahasan ini dibahas khusus metode
geolistrik tahanan jenis. Pada metode geolistrik tahanan jenis ini, arus listrik

diinjeksikan ke dalam bumi melalui dua elektroda arus.Kemudian beda potensial

yang terjadi diukur melalui dua elektroda potensial. Dari hasil pengukuran arus
dan beda potensial untuk setiap jarak elektroda yang berbeda kemudian dapat

diturunkan variasi harga hambatan jenis masing-masing lapisan di bawah titik


ukur (sounding point). Metoda ini lebih efektif jika digunakan untuk eksplorasi
yang sifatnya dangkal, jarang memberikan informasi lapisan di kedalaman lebih

dari 1000 feet atau 1500 feet. Oleh karena itu metode ini jarang digunakan

untuk eksplorasi munyak tetapi lebih banyak digunakan dalam bidang

engineering geology seperti penentuan kedalaman batuan dasar, pencarian

reservoar air, juga digunakan dalam eksplorasi geothermal.Berdasarkan letak

(konfigurasi) elektroda-elektroda arus, dikenal beberapa jenis metode resistivitas


tahanan jenis, antara lain :
Konfigurasi Schlumberger
Konfigurasi Wenner

Konfigurasi Dipole-dipole
Konfigurasi Pole-dipole
Konfigurasi pole-pole
5.Metode Elektromagnetik VLF (Very Low Frequency)
Salah satu metode yang banyak digunakan dalam prospeksi geofisika adalah

metode elektromagnetik. Metode elektromagnetik biasanya digunakan untuk

eksplorasi benda-benda konduktif. Perubahan komponen-komponen medan


akibat variasi konduktivitas dimanfaatkan untuk menentukan struktur bawah

permukaan. Medan elektromagnetik yang digunakan dapat diperoleh dengan


sengaja membangkitkan medan elektromagnetik di sekitar daerah observasi,

pengukuran semacam ini disebut teknik pengukuran aktif. Contoh metode ini

adalah Turam elektromagnetik. Metode ini kurang praktis dan daerah observasi
dibatasi oleh besarnya sumber yang dibuat. Teknik pengukuran lain adalah

teknik pengukuran pasif, teknik ini memanfaatkan medan elektromagnetik yang


berasal dari sumber yang tidak secara sengaja dibangkitkan di sekitar daerah

pengamatan. Gelombang elektromagnetik seperti ini berasal dari alam dan dari
pemancar frekuensi rendah (15-30 Khz) yang digunakan untuk kepentingan

navigasi kapal selam. Teknik ini lebih praktis dan mempunyai jangkauan daerah
pengamatan yang luas.

EOFISIKA
Geofisika adalah bagian dari ilmu bumi yang mempelajari bumi menggunakan kaidah atau
prinsip-prinsip fisika. Di dalamnya termasuk juga meteorologi, elektrisitas atmosferis dan fisika
ionosfer. Penelitian geofisika untuk mengetahui kondisi di bawah permukaan bumi melibatkan
pengukuran di atas permukaan bumi dari parameter-parameter fisika yang dimiliki oleh batuan di
dalam bumi. Dari pengukuran ini dapat ditafsirkan bagaimana sifat-sifat dan kondisi di bawah
permukaan bumi baik itu secara vertikal maupun horisontal.
Bumi sebagai tempat tinggal manusia secara alami menyediakan sumber daya alam yang
berlimpah. Kekayaan sumber daya alam Indonesia sangat melimpah, sehingga kita sebagai
generasi penerus bangsa harus berupaya untuk dapat memanfaatkan sumber daya yang ada
tersebut untuk kesejahteraan bangsa. Keterbatasan ilmu untuk mengolah sumberdaya alam
tersebut memang menjadi kendala bagi kita untukmelakukan eksplorasi terhadap kekayaan alam
yang kita miliki tersebut. Sehingga kita merasa perlu untuk mempelajari cara atau metode untuk
mengungkap suatu informasi yang terdapat di dalam perut bumi. Salah satu cara atau metode untuk
memperoleh informasi tersebut adalah dengan menggunakan metode survei geofisika. Survei
geofisika yang sering dilakukan selama ini antara lain
1. Metode Geolistrik
2. Metode Seismik
3. Metode GPR
4. Metode Gravity
5. Metode Magnetik

1. Metode Geolistrik (metode resistivity/tahanan jenis)


Metoda ini menggunakan medan potensial listrik bawah permukaan sebagai objek pengamatan
utamanya. Kontras resistivity yang ada pada batuan akan mengubah potensial listrik bawah
permukaan tersebut sehingga bisa kita dapatkan suatu bentuk anomali dari daerah yang kita amati.
Dalam metoda geolistrik terdapat beberapa spesifikasi yaitu :
a. Self potensial (SP) > Metode ini memanfaatkan potensial listrik yang terdapat di alam.
b. Induced potential (IP) > Metode ini memanfaatkan potensial listrik yang kita induksikan sendiri
kedalam tanah.
Teori utama dalam metoda resistivity sesuai dengan hokum Ohm yaitu arus yang mengalir (I) pada
suatu medium sebanding dengan voltage (V) yang terukur dan berbanding terbalik dengan
resistansi (R) mdium, atau dapat dirumuskan sebagai berikut :
V = I.R
Dimana R (Resistansi) sebanding dengan panjang medium yang dialiri (x), dan berbanding terbalik
dengan luas bidang (A), yang sesuai dengan rumus :
R = x/A

Untuk mendapatkan pengukuran resistivity yang menghasilkan harga resistivitas semu


app(apparent resistivity) dirumuskan oleh :
app = K array . V / I
Dalam pelaksanaan survey dikenal beberapa metoda pengambilan data sesuai dengan peletakan
eloktroda yang dilakukan. Hal ini berpengaruh terhadap faktor geometri peneletian resistivity yang
kita lakukan. Adapun aturan/metoda tersebut antara lain :
1. Metoda Wenner
2. Metoda Gradien
3. Metoda Schlumberger
4. Metoda Dipole-dipole
5. Metoda Pole-dipole
Teknik akusisi data resistivity :
- Peralatan yang dibutuhkan :
1. Sepasang elektroda arus dan elektroda potensial
2. Accu (biasanya 12 v, 1 A)
3. Peralatan elektronik pengukuran (spt: Mc-Ohm, Phoenix Technology, Abem Terrameter dll)
- Tennik Pengukuran :
1. Sounding : untuk informasi bawah permukaan secara vertikal (model bumi berlapis)
2. Profilling : untuk informasi bawah permukaan secara mendatar (variasi lateral)
3. Offset Sounding : untuk informasi bawah permukaan profil sounding yang kontinyu secara lateral
- Tahapan akusisi :
1. Tentukan konfigurasi elektroda yang ingin dipakai
2. Pasang elektroda sesuai dengan konfigurasi yang dipilih
3. Ukur besar resistivity semunya
4. Catat hal-hal penting : posisi dan elevasi elektroda, arus dan potensial yang digunakan tiap
pengukuran, resistivity semu yang didapat di alat, kondisi geologi dilapangan secara umum
5. Plot pada kurva bi-log antara jarak AB/2 vs resistivity semu yang didapat
Setiap metode mempunyai Keunggulan dan Kekurangan , keunggulan dan kekurangan metode
geolistrik adalah sebagai berikut
Tabel Kelebihan dan Kekurangan Metode Geolistrik dengan Metode Geofisika lainya

Kelebihan
Harga peralatan murah

Kekurangan
Tidak efektif untuk pemakaian di
kawasan karst
Biaya survei relatif murah
Untuk mendeteksi air tidak bisa
diketahui berapa jumlah volume pasti
air tersebut
Peralatan relatif kecil dan ringan
Tidak bisa membedakan air mengalir
dan yang statis
Waktu yang dibutuhkan relatif cepat, Tidak bisa menjangkau wilayah yang
bisa mendapatkan 4 titik dalam sehari
dalam karena jankauannya berkisar
1000-1500 kaki dibawah permukaan

bum

2. Metode Seismik
Metode seismik merupakan salah satu bagian dari seismologi eksplorasi yang dikelompokkan dalam
metode geofisika aktif, dimana pengukuran dilakukan dengan menggunakan sumber seismik (palu,
ledakan,dll). Setelah usikan diberikan, terjadi gerakan gelombang di dalam medium (tanah/batuan)
yang memenuhi hukum-hukum elastisitas ke segala arah dan mengalami pemantulan ataupun
pembiasan akibat munculnya perbedaan kecepatan. Kemudian, pada suatu jarak tertentu, gerakan
partikel tersebut di rekam sebagai fungsi waktu. Berdasar data rekaman inilah dapat diperkirakan
bentuk lapisan/struktur di dalam tanah.
Eksperimen seismik aktif pertama kali dilakukan padatahun 1845 oleh Robert Mallet, yang oleh
kebanyakan orang dikenal sebagai bapak seismologi instrumentasi. Mallet mengukur waktu
transmisi gelombang seismik,yang dikenal sebagai gelombang permukaan, yang dibangkitkan oleh
sebuah ledakan. Mallet meletakkan sebuah wadah kecil berisi merkuri pada beberapa jarak dari
sumber ledakan dan mencatat waktu yang diperlukan oleh merkuri untuk be-riak. Pada tahun
1909, Andrija Mohorovicic menggunakan waktu jalar dari sumber gempa bumi untuk eksperimennya
dan menemukan keberadaan bidang batas antara mantel dan kerak bumi yang sekarang disebut
sebagai Moho.
Hukum Fisika Gelombang Seismik
Gelombang seismik mempunyai kelakuan yang sama dengan kelakuan gelombang cahaya,
sehingga hukum-hukum yang berlaku untuk gelombang cahaya berlaku juga untuk gelombang
seismik. Hukum-hukum tersebut antara lain:
1. Huygens mengatakan bahwa gelombang menyebar dari sebuah titik sumber gelombang ke
segala arah dengan bentuk bola.
2. Hukum snellius menyatakan bahwa bila suatu gelombang jatuh diatas bidang batas dua
medium yang mempunyai perbedaan densitas, maka gelombang tersebut akan dibiaskan jika
sudut datang gelombang lebih kecil atau sama dengan sudut kritisnya. Gelombang akan
dipantulkan jika sudut datangnya lebih besar dari sudut kritisnya. Gelombang datang,
gelombang bias, gelombang pantul terletak pada suatu bidang datar.
Di dalam eksplorasi seismik dikenal 2 macam metode, yaitu:
A. Metode seismik bias (refraksi)
Seismik refraksi dihitung berdasarkan waktu jalar gelombang pada tanah/batuan dari posisi sumber
ke penerima pada berbagai jarak tertentu. Pada metode ini, gelombang yang terjadi setelah
gangguan pertama (first break) diabaikan,sehingga sebenarnya hanya data first break saja yang
dibutuhkan. Parameter jarak (offset) dan waktu jalar dihubungkan oleh cepat rambat gelombang
dalam medium. Kecepatan tersebut dikontrol oleh sekelompok konstanta fisis yang ada di dalam
material dan dikenal sebagaiparameter elastisitas batuan.

B. Metode seismik pantul (refleksi)


Sedangkan dalam seismik refleksi, analisis dikonsentrasikan pada energi yang diterima setelah
getaran awal diterapkan. Secara umum, sinyal yang dicari adalah gelombang-gelombang yang
terpantulkan dari semua interface antar lapisan di bawah permukaan. Analisis yang dipergunakan
dapat disamakan dengan echo sounding pada teknologi bawah air, kapal, dan sistem radar.
Informasi tentang medium juga dapat diekstrak dari bentuk dan amplitudo gelombang refleksi yang
direkam.Struktur bawah permukaan dapat cukup kompleks, tetapi analisis yang dilakukan masih
sama dengan seismik refraksi, yaitu analisis berdasar kontras parameter elastisitas medium.
Tabel Kelebihan dan Kekurangan Metode Seismik dengan Metode Geofisika lainya

Kelebihan
Dapat mendeteksi variasi baik lateral
maupun kedalaman dalam parameter
fisis yang relevan, yaitu kecepatan
seismik.
Dapat menghasilkan citra kenampakan
struktur di bawah permukaan

Kekurangan
Banyaknya data yang dikumpulkan
dalam sebuah survei akan sangat besar
jika diinginkan data yang baik
Perolehan data sangat mahal baik
akuisisi dan logistik dibandingkan
dengan metode geofisika lainnya.
Reduksi dan prosesing membutuhkan
banyak waktu, membutuhkan komputer
mahal dan ahli-ahli yang banyak.
Peralatan yang diperlukan dalam
akuisisi umumnya lebih mahal dari
metode geofisika lainnya.

Dapat dipergunakan untuk membatasi


kenampakan stratigrafi dan beberapa
kenampakan pengendapan.
Respon pada penjalaran gelombang
seismik bergantung dari densitas batuan
dan konstanta elastisitas lainnya.
Sehingga, setiap perubahan konstanta
tersebut
(porositas,
permeabilitas,
kompaksi, dll) pada prinsipnya dapat
diketahui dari metode seismik.
Memungkinkan untuk deteksi langsung Deteksi langsung terhadap kontaminan,
terhadap keberadaan hidrokarbon
misalnya pembuangan limbah, tidak
dapat dilakukan.
Perbandingan Seismik Refraksi Seismik Refleksi

Metode Seismik Refraksi (Bias)


Keunggulan
Pengamatan refraksi membutuhkan
lokasi sumber dan penerima yang kecil,
sehingga
relatif
murah
dalam
pengambilan datanya

Metode Seismik Refleksi (Pantul)


Kelemahan
Karena lokasi sumber dan penerima
yang cukup lebar untuk memberikan
citra bawah permukaan yang lebih baik,
maka biaya akuisisi menjadi lebih
mahal.
Prosesing refraksi relatif simpel Prosesing seismik refleksi memerluakn
dilakukan kecuali proses filtering untuk komputer yang lebih mahal, dan sistem
memperkuat sinyal first berak yang data base yang jauh lebih handal.
dibaca.
Karena pengambilan data dan lokasi Karena banyaknya data yang direkam,

yang cukup kecil, maka pengembangan


model untuk interpretasi tidak terlalu
sulit dilakukan seperti metode geofisika
lainnya

pengetahuan terhadap database harus


kuat, diperlukan juga beberapa asumsi
tentang model yang kompleks dan
interpretasi membutuhkan personal
yang cukup ahli.
Kelemahan
Keunggulan
Dalam pengukuran yang regional , Pengukuran
seismik
pantul
Seismik refraksi membutuhkan offset menggunakan offset yang lebih kecil
yang lebih lebar.
Seismik bias hanya bekerja jika Seismik
pantul
dapat
bekerja
kecepatan
gelombang
meningkat bagaimanapun perubahan kecepatan
sebagai fungsi kedalaman.
sebagai fungsi kedalaman
Seismik bias biasanya diinterpretasikan
dalam bentuk lapisan-lapisan. Masingmasing lapisan memiliki dip dan
topografi
Seismik bias hanya menggunakan
waktu tiba sebagai fungsi jarak (offset)

Seismik pantul lebih mampu melihat


struktur yang lebih kompleks

Seismik
pantul
merekan
dan
menggunakan semua medan gelombang
yang terekam.
Model yang dibuat didesain untuk Bawah permukaan dapat tergambar
menghasilkan waktu jalar teramati.
secara langsung dari data terukur
3. Metode GPR (Ground Penetrating Radar)
Metode ground penetrating radar atau georadar merupakan salah satu metode geofisika yang
mempelajari kondisi bawah permukaan berdasarkan sifat elektromagnetik dengan menggunakan
gelombang radio dengan frekuensi antara 1-1000 MHz. Georadar menggunakan gelombang
elektromagnet dan memanfaatkan sifat radiasinya yang memperlihatkan refleksi seperti pada
metode seismik refleksi.
Pengukuran dengan menggunakan GPR ini merupakan metode yang tepat untuk mendeteksi benda
benda kecil yang berada di dekat permukaan bumi (0,1-3 meter) dengan resolusi yang tinggi yang
artinya konstanta dielektriknya menjadi rendah.
Ada tiga jenis pengukuran yaitu refleksi, velocity sounding, dan transiluminasi. Pengukuran refleksi
biasa disebut Continuous Reflection Profiling (CRP). Pengukuran velocity Sounding disebut
Common Mid Point (CMP) untuk mementukan kecepatan versus kedalaman, dan transiluminasi
disebut juga GPR Tomografi.
Teori Dasar
GPR terdiri dari sebuah pembangkit sinyal, antena transmitter dan receiver sebagai pendeteksi
gelombang EM yang dipantulkan. Signal radar ditransmisikan sebagai pulsa-pulsa yang tidak
terabsorbsi oleh bumi tetapi dipantulkan dalam domain waktu tertentu. Mode konfigurasi antena
transmitter dan receiver pada GPR terdiri dari mode monostatik dan bistatik. Mode monostatik yaitu

bila transmitter dan receiver digabung dalam satu antena. sedangkan moded bistatik bila kedua
antena memiliki jarak pemisah.
Transmitter membangkitkan pulsa gelombang EM pada frekuensi tertentu sesuai dengan
karaketristik antena tersebut (10 MHz 4 GHz). Receiver diset untuk melakukan scan yang secara
normal mancapi 32-512 scan per detik. Setiap hasil scan ditampilkan pada layar monitor (real-time)
sebagai fungsi waktu two-way traveltime, yaitu waktu yang dibutuhkan gelombang EM menjalar dari
transmitter, target dan ke receiver. Tampilan ini disebut radargram.
Fenomena elektromagnetik dapat dijelaskan dengan persamaan Maxwell. Persamaan ini terdiri dari
4 persamaan medan dan untuk tiap-tiap persamaan merupakan hubungan antara medan dengan
distribusi

sumber

yang

bersangkutan.

Persamaan yang menghubungkan sifat fisik medium dengan medan yang timbul pada medium
tersebut dapat dinyatakan dengan :
Keterangan :
H = intensitas medan magnet (ampere/m)
2
D = perpindahan listrik (coulomb/m )
? = permitivitas listrik (farad/m)
= konduktivitas (1/ohm-m)
Untuk menyederhanakan masalah, sifat fisik medium diasumsikan tidak bervariasi terhadap waktu
dan posisi (homogen isotropi). Maka persamaan Maxwell dapat ditulis sebagai berikut :
Persamaan Maxwel ini adalah landasan berpikir dari perambatan gelombang elektromagnet. Pada
material dielektrik murni suseptibilitas magnetik () dan permitivitas listrik (?) adalah konstan dan
tidak terdapat atenuasi dalam perambatan gelombang. Tidak sama halnya jika berhadapan dengan
material dielektrik yang ada.
Sifat-sifat dari material bumi bergantung dari komposisi dan kandungan air material tersebut.
Keduanya ini mempengaruhi cepat rambat perambatan gelombang dan atenuasi gelombang
elektromagnet.
Keberhasilan dari metoda GPR bergantung pada variasi bawah permukaan yang dapat
menyebabkan gelombang tertransmisikan. Perbandingan energi yang direfleksikan disebut koefisien
refleksi (R) yang ditentukan oleh perbedaan cepat rambat gelombang elektromagnet dan lebih
mendasar lagi adalah perbedaan dari konstanta dielektrik relatif dari media yang berdekatan. Hal ini
dapat

terlihat

pada

persamaan

berikut

Keterangan :
V1 = cepat rambat geombang elektromagnet pada lapisan 1
V2 = cepat rambat geombang elektromagnet pada lapisan 2 , dan V1 < V2
?1 dan ?2 = konstanta dielektrik relatif lapisan 1 dan lapisan 2
Dalam semua kasus, besarnya R terletak antara -1 dan 1. bagian dari energi yang ditransmisikan
sama dengan 1-R. Persamaan diatas daplikasikan untuk keadaan normal pada permukaan bidang
datar. Dengan asumsi tidak ada sinyal yang hilang sehubungan dengan amplitudo sinyal.

Jejak yang terdapat pada rekaman georadar merupakan konvolusi dari koefisien refleksi dan
impulse georadar ditunjukkan oleh persamaan :
Keterangan :
r(t) = koefisien refleksi
A(t) = amplitudo rekaman georadar
F(t) = impulse radar
n(t) = noise radar
Besar amplitudo rekaman georadar r(t) akan tampak pada penampang rekaman georadar berupa
variasi warna. Refleksi atau transmisi di sekitar batas lapisan menyebabkan energi hilang. Jika
kemudian ditemukan benda yang memiliki dimensi yang sama dengan panjang gelombang dari
sinyal gelombang elektromagnet maka benda ini menyebabkan penyebaran energi secara acak.
Absorbsi ( mengubah energi elektromagnet menjadi energi panas ) dapat menyebabkan energi
hilang. Penyebab yang paling utama hilangnya energi karena atenuasi fungsi kompleks dari sifat
lstrik dan dielektrika media yang dilalui sinyal radar. Atenuasi () tergantung dari konduktifitas (),
peermeabilitas magnetik (), dan permitivity (?) dari media yang dilalui oleh sinyal dan frekuensi dari
sinyal itu sendir (2f). Sifat bulk dari material ditentukan oleh sifat fisik dari unsur pokok yang ada
dan komposisinya.
Tabel Kelebihan dan Kekurangan Metode GPR dengan Metode Geofisika lainya

Kelebihan
Biaya operasional lebih murah

Kekurangan
tidak bisa melakukan penetrasi / deteksi
sedalam gelombang bunyi.
resolusi yang sangat tinggi karena Kemampuan radar hanya puluhan meter
menggunakan
frekuensi
tinggi (kurang lebi 100 meter)
(broadbandatau wideband)
Pengoperasian yang cukup mudah
Antena GPR umum hanya untuk durasi
pulsa tertentu
merupakan
metoda non
destructivesehingga aman digunakan.
3. Metode Gravity
Metode Gravity adalah salah satu metode eksplorasi dalam geofisika, yang memenfaatkan
sifat daya tarik antar benda yang didapat dari densitasnya, jadi prinsip eksplorasi dengan
metode gravity ini yaitu mencari anomali gravity pada subsurface.
Adapun tahapan dari metode ini yaitu :
1. Pengambilan data dari lapangan
Pengambilan data dilapangan dapat menggunakan alat gravimeter, (contoh kasus
: LaCoste & Romberg Model G-525). pada alat ini terdapat 3 komponen besar (gravimeter,
dudukan cembung dan power supply -accu-),
Tahapan menggunakan alat ini yaitu dudukan cembung di posisikan pada titik pengukuran,
taruh gravimeter diatasnya, sentring kestabilan alat terhadap permukaan, buka kunci bandul,
baca perhitungan alat, catat datanya, tutup kunci bandul dan selesai.
5. Metode Magnetik
Survey magnetik merupakan metoda eksplorasi geofisika yang mengukur medan magnet

bumi di setiap titik yang ada di muka bumi. Penggunaan metode magnetik berdasarkan pada
adanya anomali medan magnetik bumi yang diakibatkan oleh adanya perbedaan sifat
kemagnetan dari berbagai macam batuan. Dalam kegiatan eksplorasi, survei magnetik dapat
dilakukan di darat, laut maupun udara.