Anda di halaman 1dari 20

KIMIA INTI DAN RADIOKIMIA

INTI DAN RADIOAKTIVITAS

Disusun oleh Kelompok A1:

Siti Lailatul Arifah

12030234021/ KB 2012

Nuril Khoiriyah

12030234022/ KB 2012

Nurma Erlita Damayanti 12030234204/ KB 2012


Amardi Suprasetyo

12030234208/ KA 2012

Amalia Nabilah

12030234224/ KA 2012

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN KIMIA
PRODI KIMIA
2014

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ................................................................................................ 1
DAFTAR ISI ............................................................................................................ 2
BAB I: KAJIAN TEORI
1.1 Inti dan Radiaktif ........................................................................................ 3
1.2 Stabilitas Inti .............................................................................................. 5
1.3 Jenis Emisi Radiaktif .................................................................................. 7
1.4 Reaksi Inti dan Persamaan Inti ................................................................... 10
1.5 Laju Peluruhan Radioaktif ......................................................................... 15
BAB II: PENUTUP
2.1 Kesimpulan ................................................................................................. 19
2.2 Soal Latihan ................................................................................................ 19

Nukleus dan Radioaktivitas| 2

BAB I
KAJIAN TEORI
1.1

Inti dan Radioaktif


Perjalanan kita menuju pembahasan inti atom dimulai dengan review singkat.

Seperti yang telah dipelajari pada bab 2 dimana proton dan neutron pada tiap atom
berukuran sangat kecil, pusat inti berukuran sekitar 1/100.000 dari diameter atom. Juga
telah dipelajari bahwa atom tiap unsur tidak mesti sama. Dua atau lebih atom, dengan
jumlah proton sama namun jumlah neutron berbeda, disebut dengan isotop. Perbedaan
isotop dari unsur sama yang memiliki nomor atom sama, namun nomor massanya
berbeda, yakni jumlah proton dan neutron dalam inti. Pada konteks sains nuklir, proton
dan neutron disebut dengan nukleon (inti atom), karena mereka berada pada nukleus
(inti).
Nomor massa atom biasa disebut jumlah nukleon, dan ciri khusus dari inti,
karakterisasi dari nomor atom spesifik dan jumlah nukleon, disebut nuklida. Nuklida
dalam notasi kimia diwakili oleh penulisan nomor atom (Z) dan jumlah nukleon/ nomor
massa (A) pada sisi kiri simbol unsur (X)

Sebagai contoh, nuklida paling berlimpah dari uranium memiliki 92 proton dan
146 neutron, sehingga nomor atomnya adalah
(92+146), dan disimbolkan dengan

92, nomor massanya adalah 238

. Sering kali, nomor atom tidak dituliskan

pada simbol unsur. Hal ini karena suatu nomor atom adalah tetap dan menjadi
karakteristik masing-masing unsur.

Nuklida juga dapat dituliskan dengan nama unsur diikuti dengan nomor massa.
Misalnya,

juga dapat ditulis

238

U atau uranium 238. Contoh 1.1.1 dan 1.1.2

dapat digunakan sebagai latihan penulisan dan penerapan simbol nuklida.

Nukleus dan Radioaktivitas| 3

1.1.1 Contoh Simbol Nuklida


Sebuah nuklida mempunyai 26 proton dan 33 neutron digunakan untuk mempelajari
persenyawaan kimia dari darah. Tuliskan simbol nuklida dengan rumus . Tulis 2 cara
lain untuk mewakili nuklida ini.
Penyelesaian
Karena nuklida ini memiliki 26 proton, nomor atomnya, Z, adalah 26, yang dapat
diidentifikasi sebagai unsur besi, Fe. Inti atom dari Fe mempunyai total nukleon 59 (26
proton + 33 neutron), sehingga jumlah nukleonnya, A, adalah 59.

atau

59Fe

atau besi-59

1.1.2 Contoh Simbol Nuklida


Dokter dapat menafsirkan fungsi paru-paru seorang pasien dengan bantuan kripton-81.
Berapakah nomor atom dan nomor massa dari senyawa ini? Berapa banyak proton dan
neutron yang ada dalam inti dari tiap atom? Tuliskan 2 cara lain untuk mewakili
nuklida ini?
Penyelesaian
Tabel periodik menunjukkan bahwa nomor atom untuk kripton adalah 36, sehingga tiap
kripton memiliki 36 proton. Nomor yang mengikuti nama unsur pada kripton-81
merupakan nomor masa nuklida. Selisih antara nomor massa (jumlah proton dan
neutron) dan nomor atom (jumlah proton) menunjukkan banyaknya neutron, sehingga
kripton-81 memiliki 45 neutron (81 36).
Nomor atom = 36; nomor massa = 81; 36 proton dan 45 neutron

atau

81Kr

Nukleus dan Radioaktivitas| 4

1.2

Stabilitas Inti
Dua gaya bertindak atas partikel dalam inti untuk menghasilkan struktur inti.

Gaya pertama, disebut gaya elektrostatik (atau gaya elektromagnetik), adalah gaya yang
menyebabkan muatan listrik yang berlawanan saling menarik satu sama lain dan
muatan yang sama saling menolak. Proton bermuatan positif dalam inti atom memiliki
gaya elektrostatik yang mendorong untuk terpisah. Gaya lain dalam inti, disebut gaya
kuat, menjaga nukleon (proton dan neutron) tetap bersama-sama.
Jika suatu proton bertemu dengan proton yang lain, gaya elektrostatis yang
mendorong untuk terpisah akan lebih besar daripada gaya kuat yang menarik mereka
bersama-sama, dan dua proton akan terbang dalam arah yang terpisah. Oleh karena itu,
inti yang mengandung lebih dari satu proton dan tidak ada neutron tidaklah ada.
Neutron dapat digambarkan sebagai perekat nuklir yang memungkinkan proton untuk
tetap bersama dalam inti. Karena neutron tidak bermuatan, tidak ada tolakan
elektrostatik antara mereka dan partikel lainnya. Pada saat yang sama, setiap neutron
dalam intiatom tertarik ke arah neutron lain dan proton oleh gaya kuat. Oleh karena itu,
menambahkan neutron pada inti meningkatkan gaya tarik menarik yang menjaga
partikel inti tetap bersama-sama tanpa meningkatkan jumlah tolakan antara partikelpartikel tersebut. Akibatnya, meskipun inti yang terdiri dari hanya dua proton tidak
stabil, inti helium yang terdiri dari dua proton dan dua neutron sangatlah stabil.
Stabilitas yang meningkat tercermin dalam jumlah yang signifikan dari energi yang
dilepaskan ketika dua proton dan dua neutron bergabung membentuk inti helium.

Gb 1. Dua proton dan dua neutron bergabung membentuk inti helium diikuti
dengan pelepasan energi yang cukup besar
Sumber: Nuclear Chemistry Chapter 18
Untuk unsur-unsur yang lebih ringan, kepemilikan jumlah yang samaantara
proton dan neutron menyebabkan atom stabil. Sebagai contoh, atom karbon-12, C,

dengan enam proton dan enam neutron, dan atom oksigen-16,

O, dengan delapan

proton dan delapan neutron, keduanya sangat stabil. Atom yang lebih besar dengan

lebih banyak proton dalam inti mereka memerlukan rasio neutron yang lebih tinggi
Nukleus dan Radioaktivitas| 5

terhadap proton untuk menyeimbangkan peningkatan tolakan elektrostatik antar proton.


Tabel 1 menunjukkan peningkatan yang stabil dalam rasio neutron-proton dari isotop
berlimpah unsur-unsur dalam golongan 15 pada tabel periodik.
Tabel 1.

Ada 264 nuklida stabil yang ditemukan di alam. Grafik pada Gambar 2
menunjukkan rasio neutron-proton nuklida stabil tersebut. Secara kolektif, nuklida ini
terdapat dalam apa yang dikenal sebagai pita stabilitas.

Gb 2. Rasio proton-neutron 264 nuklida stabil di alam membentuk pita stabilitas.


Bila pita dilanjutkan maka akan berakhir pada pulau stabilitas.
Sumber: Nuclear Chemistry Chapter 18
Nukleus dan Radioaktivitas| 6

Sebuah nuklida dengan jumlah proton dan neutron yang menempatkannya di


luar pita stabilitas akan tidak stabil sampai mengalami satu atau lebih reaksi nuklir
sehingga membawanya ke pita stabilitas. Atom tidak stabil ini disebut nuklida
radioaktif, dan perubahan untuk mencapai stabilitas disebut peluruhan radioaktif.
Perhatikan bahwa pita stabilitas berhenti pada proton 83.
Semua nuklida dengan lebih dari 83 proton merupakan radioaktif, tetapi para
ilmuwan telah berpostulat bahwa harus ada pulau stabilitas kecil di sekitar titik yang
mewakili 114 proton dan neutron 184. Stabilitas relatif dari atom terberat yang sejauh
ini telah disintesis di laboratorium menunjukkan bahwa ini benar.
1.3

Jenis Emisi Radioaktif

1.3.1

Emisi Alfa (, He)

Salah satu cara yang nuklida dengan lebih dari 83 proton berubah untuk
mencapai pita stabilitas adalah dengan melepaskan dua proton dan dua neutron dalam
bentuk inti helium, yang dalam konteks ini disebut partikel alfa. Uranium alam, yang
ditemukan dalam banyak formasi batuan di bumi, memiliki tiga isotop yang mengalami
emisi alfa, pelepasan partikel alfa.
Komposisi isotop uranium alam adalah 99,27% uranium-238, 0,72% uranium235, dan jejak uranium-234. Persamaan nuklir untuk emisi alfa dari uranium-238,
isotop yang paling melimpah, adalah
U

Th + He

Sumber: Nuclear Chemistry Chapter 18

Nukleus dan Radioaktivitas| 7

Dalam persamaan nuklir untuk emisi alfa, partikel alfa ditulis sebagai atau
He. Perhatikan bahwa dalam emisi alfa, nuklida radioaktif berubah menjadi

elemenberbeda, dengan nomor atom berkurang 2 dan nomor massa berkurang 4.


1.3.2

Emisi Beta ( , )

Beberapa nuklida radioaktif memiliki rasio neutron-proton yang terlalu tinggi,


menyebabkan mereka berada di atas pita stabilitas. Untuk mencapai keadaan yang lebih
stabil mereka mengalami emisi beta ( -). Dalam proses ini, neutron menjadi proton dan
elektron. Proton tetap di inti, dan elektron, yang disebut partikel beta dalam konteks ini,
dikeluarkan dari atom.
n p + eDalam persamaan nuklir untuk emisi beta, elektron ditulis sebagai ,

, atau

e. Iodin-131, yang memiliki beberapa kegunaan medis, termasuk pengukuran serapan

yodium oleh tiroid, adalah emitor beta:

Xe + e

Sumber: Nuclear Chemistry Chapter 18


Perhatikan bahwa dalam emisi beta, nuklida radioaktif berubah menjadi elemen yang
berbeda, dengan nomor atom bertambah 1 namun nomor massanya sama.
1.3.3

Emisi Positron (+ , + )

Jika nuklida radioaktif memiliki rasio neutron-proton yang terlalu rendah,

menyebabkan mereka berada di bawah pita stabilitas, maka dapat bergerak ke arah
stabilitas dengan salah satu dari dua cara, emisi positron atau penangkapan elektron.
Emisi positron ( +) mirip dengan emisi beta, tetapi dalam kasus ini, proton menjadi
neutron dan elektron anti-materi, atau anti-elektron. Anti-elektron juga disebut positron
karena, meskipun menyerupai sebuah elektron di sebagian besar cara, ia memiliki
Nukleus dan Radioaktivitas| 8

muatan positif. Neutron tetap dalam inti, dan positron kecepatan dari inti dengan
kecepatan tinggi.
p n + e+
Dalam persamaan nuklir untuk emisi positron, elektron ditulis sebagai
atau

e,

e. Kalium-40, yang penting dalam penanggalan geologi, mengalami emisi

positron:

Ar + + e

Sumber: Nuclear Chemistry Chapter 18


Perhatikan bahwa dalam emisi positron, nuklida radioaktif berubah menjadi elemen
yang berbeda, dengan nomor atom berkurang 1 namun nomor massanya sama.
1.3.4

Penangkapan elektron (

Cara kedua yang atom dengan rasio neutron-proton rendah dapat mencapai
keadaan yang lebih stabil adalah proton dalam intinya menangkap salah satu elektron
atom. Dalam proses ini, yang disebut penangkapan elektron, elektron bergabung
dengan proton untuk membentuk neutron.
e- + p n
Iodin-125, yang digunakan untuk menentukan kadar hormon darah, bergerak
ke arah stabilitas melalui penangkapan elektron.

e +

Te

Sumber: Nuclear Chemistry Chapter 18


Nukleus dan Radioaktivitas| 9

Seperti emisi positron, penangkapan elektron menyebabkan nuklida radioaktif


untuk berubah menjadi elemen baru, dengan nomor atom berkurang 1 tetapi dengan
nomor massa yang sama.
1.3.5

Emisi Sinar Gamma ()


Oleh karena peluruhan radioaktif mengarah ke produk yang lebih stabil, maka

selalu melepaskan energi. Beberapa energi ini dilepaskan dalam bentuk energi kinetik,
menambah gerak anpartikel produk, tetapi sering sebagian dilepaskan sebagai bentuk
energi radiasi yang disebut sinar gamma. Sinar gamma dapat dipandang sebagai aliran
foton energi tinggi. Misalnya, cesium-137 adalah emitor beta yang juga melepaskan
radiasi gamma. Energi yang dipancarkan pada emisi beta menyebabkan elemen produk,
barium-137, dalam keadaan tereksitasi. Ketika barium-137 turun kekeadaan dasar,
memancarkan fotondi wilayahsinar gamma dari spektrumenergi radiasi.

Sumber: Nuclear Chemistry Chapter 18


1.4

Reaksi Inti dan Persamaan Inti


Setelah melihat beberapa contoh reaksi inti, mari kita lihat lebih dekat

bagaimana mereka berbeda dari reaksi kimia yang telah kita pelajari di seluruh teks ini.
-

Reaksi inti melibatkan perubahan dalam inti, sedangkan reaksi kimia melibatkan
kehilangan, tambahan, dan berbagi elektron.

Isotop yang berbeda dari unsur yang sama dapat mengalami reaksi inti yang sangat
berbeda, meskipun isotop unsur ini karakteristik kimianya sama.

Tidak seperti reaksi kimia, laju reaksi inti tidak dipengaruhi oleh suhu, tekanan,
dan adanya atom lain yang dapat berikatan dengan atom radioaktif.

Reaksi inti, pada umumnya, mengeluarkan lebih banyak energi daripada reaksi
kimia.

Nukleus dan Radioaktivitas| 10

Persamaan yang menggambarkan

reaksi inti berbeda dengan yang

menggambarkan reaksi kimia karena dalam persamaan nuklir muatan diabaikan. Jika
mempelajari perubahan inti untuk emisi alfa, beta, dan positron sudah dijelaskan pada
bagian ini, Anda akan melihat bahwa produk harus bermuatan. Sebagai contoh, ketika
partikel alfa dilepaskan dari inti uranium-238, dua proton bermuatan positif hilang.
Dengan asumsi bahwa atom uranium tidak bermuatan awalnya, atom torium yang
terbentuk akan memiliki muatan -2. Karena partikel alfa terdiri dari dua proton
bermuatan positif dan dua neutron tak bermuatan (dan tidak ada elektron), memiliki
muatan +2 keseluruhan.

Ion-ion kehilangan muatan mereka dengan cepat dengan bertukar elektron


dengan partikel lain. Karena biasanya muatan diabaikan untuk reaksi inti, dan karena
muatan ini tidak berlangsung lama, mereka biasanya tidak disebutkan dalam persamaan
inti.
Pada konteks kimia inti yang menjadi fokus adalah perubahan yang terjadi
dalam inti partikel awal dan akhir. Oleh karena itu, persamaan inti harus jelas
menunjukkan perubahan nomor atom nuklida (jumlah proton) dan perubahan nomor
massa mereka (jumlah dari nomor proton dan neutron).
Perhatikan bahwa dalam setiap persamaan berikut, jumlah dari superskrip
(nomor massa, A) untuk reaktan sama dengan jumlah dari superskrip untuk produk.
Demikian juga, jumlah dari subskrip (nomor atom, Z) untuk reaktan sama dengan
jumlah dari subskrip untuk produk. Untuk menunjukkan bahwa hal tersebut benar,
partikel beta dituliskan sebagai

e, dan positron dituliskan + e.

Nukleus dan Radioaktivitas| 11

Persamaan umum berikut menjelaskan perubahan inti:

Tabel 2 merangkumkan perubahan inti yang dijelaskan dalam bab ini.


Tabel 2. Perubahan Inti
Jenis
Perubahan
Emisi alfa
Emisi beta
Emisi positron
Penangkapan
elektron
Emisi gamma

Simbol
atau
, -, atau
+

, + , atau

E. C

, atau

Perubahan
Proton (Nomor
Atom, Z)
-2

Perubahan
Neutron

Perubahan
Nomor Massa, A

-2

+1

-1

-1

+1

-1

+1

Nukleus dan Radioaktivitas| 12

Contoh di bawah memberikan latihan dalam menulis persamaan inti untuk emisi alfa,
emisi beta, emisi positron, dan penangkapan elektron.
1.4.1 Contoh Persamaan Inti
Tulis persamaan inti untuk (a) emisi alfa oleh polonium-210, yang digunakan dalam
terapi radiasi, (b) emisi beta oleh emas-198, yang digunakan untuk menilai aktivitas
ginjal, (c) emisi positron oleh nitrogen-13, digunakan untuk menggambarkan otak,
jantung, dan hati, dan (d) penangkapan elektronoleh gallium-67, digunakan untuk
melakukan scan seluruh tubuh untuk tumor.
Penyelesaian
a. Simbol untuk polonium-210 adalah

, dan simbol untuk partikel alfa adalah

. Oleh karena itu, persamaan awal adalah


____ +

Langkah pertama dalam menyelesaikan persamaan ini adalah menentukan


subskrip dari formula yang hilang dengan menentukan nomor yang akan
membuat jumlah dari bagian di sebelah kanan panah sama dengan bagian di
sebelah kiri. Angka ini merupakan nomor atom dari nuklida yang hilang.
Kemudian dari tabel periodik dapat diketahui elemen nuklida yang hilang.
Dalam persamaan tertentu, bagian di sebelah kanan harus menambahkan hingga
84, sehingga subskrip untuk nuklida yang hilang harus 82. Ini merupakan nomor
atom timbal, sehingga simbol untuk nuklida produk adalah Pb. Selanjutnya
menentukan superskrip untuk formula hilang dengan menentukan nomor yang
akanmembuat jumlah dari bagian di sebelah kanan panah sama dengan bagian
di sebelah kiri. Nomor massa untuk nuklida produk harus 206.

b. Simbol untuk emas-198 adalah


karena itu, persamaan awal adalah
____ +

, dan simbol untuk partikel beta

. Oleh

Nukleus dan Radioaktivitas| 13

Untuk menyeimbangkan bagian subskrip dalam persamaan ini, subskrip nuklida


yang hilang harus 80, menunjukkan bahwa simbol untuk nuklida produk adalah
Hg, merkuri. Nomor massa tetap sama dalam emisi beta, yaitu 198.

c. Simbol untuk nitrogen-13 adalah

, dan simbol untuk positron adalah

Oleh karena itu, persamaan awal adalah


____+ +

Untuk menyeimbangkan bagian subskrip dalam persamaan ini, superskrip


nuklida yang hilang harus 6, menunjukkan bahwa simbol untuk nuklida produk
adalah C, karbon. Nomor massa tetap sama dalam emisi positron, yaitu 13.

++

d. Simbol untuk gallium-67 adalah

, dan simbol untuk elektron adalah

Oleh karena itu, persamaan awal adalah

+ _____

Untuk menyeimbangkan bagian subskripdalam persamaan ini, bagian nuklida


yang hilang harus 30, menunjukkan bahwa simbol untuk nuklida produk adalah
Zn, seng. Nomor massa tetap sama dalam emisi positron, yaitu 67.
+
1.4.2

Contoh Persamaan Inti


Glenn Seaborg dan timnya, ilmuwan di Laboratorium Lawrence di Universitas

California, Berkeley, menemukan sejumlah elemen baru, beberapa di antaranyaberkelium, kalifornium, lawrensium-telah dinamai untuk menghormati pekerjaan
mereka. Lengkapi persamaan inti berikut yang menggambarkan proses yang digunakan
untuk membuat elemen-elemen ini.
___ +

a.

b.

+ ___

c. ___ +

+2

+4
+5
Nukleus dan Radioaktivitas| 14

Penyelesaian
Pertama, menentukan subskrip untuk formula yang hilang dengan melihat nomor yang
merupakan jumlah dari subskrip di kiri panah sama dengan di sebelah kanan. Angka itu
merupakan nomor atom dari nuklida yang hilang sehingga diperoleh simbol unsur
untuk nuklida tersebut. Selanjutnya, menentukan superskrip untuk formula hilang
dengan menjumlah nomor dari superskrip di sebelah kiri panah sama dengan jumlah
dari superskrip di sebelah kanan.
+

a.
b.
c.
1.5

+2

+4

+5

Laju Peluruhan Radioaktif


Karena nuklida radioaktif yang berbeda memiliki kestabilan yang berbeda, laju

peluruhannya berbeda juga. Angka ini dijelaskan dengan waktu paruh nuklida, waktu
yang dibutuhkan untuk setengah dari sampel menghilang. Misalnya, radioaktif karbon14, yang meluruh untuk membentuk nitrogen-14 dengan memancarkan partikel beta,
memiliki waktu paruh 5730 tahun. Setelah 5730 tahun, setengah dari sampel tetap, dan
setengah telah menjadi nitrogen-14. Setelah 11,460 tahun (dua waktu paruh), setengah
dari sisanya yang akan meluruh untuk membentuk nitrogen-14, membuat sampel
menjadi seperempat dari jumlah aslinya. Setelah 17,190 tahun (tiga waktu paruh),
setengah dari apa yang tersisa setelah 11,460 tahun akan meluruh untuk membentuk
nitrogen-14, jadi seperdelapan dari sampel asli akan tetap. Ini terus berlanjut, dengan
satu-setengah dari sampel meluruh setiap paruh.
Bayangkan memiliki kue dan diberitahu bahwa Anda hanya diperbolehkan
untuk makan setengah dari jumlah semua di piring per hari. Hari pertama Anda makan
setengah dari kue. Hari berikutnya Anda makan setengah dari apa yang ada, tapi itu
hanya seperempat dari kue (1/2 1/2). Keesokan harinya Anda hanya bisa makan
seperdelapan dari kue asli (1/2 1/4 atau 1/2 1/2 1/2), dan pada hari berikutnya
seperenam belas (1/2 1/8 atau 1/2 1/2 1/2 1/2). Pada hari kelima (setelah lima
waktu paruh), potongan yang Anda makan hanya 1/32 dari kue asli (1/2 1/16 atau 1/2
1/2 1/2 1/2 1/2). Proses berlanjut sampai tidak ada cukup kue untuk dimakan.
Nukleus dan Radioaktivitas| 15

Ini adalah situasi yang sama dengan nuklida radioaktif. Setengah dari jumlah mereka
menghilang setiap paruh sampai tidak ada jumlah yang signifikan yang tersisa.
Lamanya waktu yang diperlukan untuk sampel radioaktif berkurang untuk tidak
signifikan tergantung pada waktu paruh dan jumlah sampel yang ada untuk memulai
peluruhan (Gambar 3).
Dalam kimia atau fisika, Anda bisa belajar teknik umum untuk menggunakan
waktu paruh nuklida untuk memprediksi lamanya waktu yang dibutuhkan untuk setiap
persentase tertentu dari sampel meluruh. Contoh 18.5 memberikan sekilas dari prosedur
ini dengan menunjukkan bagaimana untuk memprediksi lamanya waktu yang
dibutuhkan untuk nuklida radioaktif tertentu (dengan paruh yang diberikan) untuk
meluruh sampai 1/2, 1/4, 1/8, 1/16, atau 1/32 dari jumlah aslinya. Contoh waktu paruh
1.5.2 menunjukkan bagaimana Anda dapat memprediksi apa fraksi sampel akan tetap
setelah satu, dua, tiga, empat, atau lima waktu paruh.

Gb 3. Ilustrasi peluruhan radioaktif dan waktu paruhnya


Sumber: Nuclear Chemistry Chapter 18

Nukleus dan Radioaktivitas| 16

Tabel 3 berikut menunjukkan waktu beberapa paruh nuklida radioaktif berikut


jenis emisi yang dilakukan untuk berada pada keadaan stabil.
Tabel 3.

1.5.1 Contoh Waktu Paruh


Radon-222, yang ditemukan di udara dalam rumah yang dibangun di atas tanah yang
mengandung uranium, memiliki paruh 3.82 hari. Berapa lama sebelum sampel meluruh
hingga 1/32 dari jumlah awal?
Penyelesaian:
Dalam setiap paruh dari nuklida radioaktif, jumlah yang berkurang adalah setengah.
Fraksi 1/32 adalah x x x x , sehingga diperlukan lima waktu paruh untuk
membuat sampel menjadi 1/32. Untuk radon-222, lima waktu paruhnya adalah 19.1
hari (5 x 3.82 hari)
1.5.2 Contoh Waktu Paruh
Salah satu masalah yang terkait dengan penyimpanan limbah radioaktif dari
pembangkit listrik tenaga inti adalah bahwa beberapa nuklida radioaktif tetap ada dalam
waktu yang sangat lama. Contohnya adalah plutonium-239, yang memiliki waktu paruh

Nukleus dan Radioaktivitas| 17

2.44 x 104 tahun. Berapa fraksi yang dibutuhkan oleh plutonium-239 sehingga tersisa
setelah 9.76 x 104 tahun?
Penyelesaian:
Lamanya waktu dibagi dengan paruh menghasilkan jumlah paruh:
9. x
.44 x

tahun
= 4 waktu paruh
tahun

Dalam setiap paruh dari nuklida radioaktif, jumlah yang berkurang adalah setengah,

sehingga fraksi sisanya akan menjadi 1/16 ( x x x ).

Nukleus dan Radioaktivitas| 18

BAB II
PENUTUP
2.1

Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat diambil beberapa kesimpulan tentang inti dan

radioaktivitas sebagai berikut:


1. Pada konteks sains nuklir, proton dan neutron disebut dengan nukleon (inti
atom), karena mereka berada pada nukleus (inti). Nomor massa atom biasa
disebut jumlah nukleon, dan karakterisasi dari nomor atom spesifik dan jumlah
nukleon disebut nuklida.
2. Stabilitas inti atom dipengaruhi rasio proton-neutronnya. Atom yang tidak stabil
memiliki rasio proton-neutron kurang dari 1 atau lebih dari 1 disebut nuklida
radioaktif, dan perubahan untuk mencapai stabilitas disebut peluruhan
radioaktif.
3. Beberapa jenis peluruhan radioaktif, yaitu emisi alfa untuk nuklida dengan
jumlah proton lebih dari 83 dan berada di atas pita kestabilan, emisi beta untuk
nuklida di atas pita kestabilan, emisi positron untuk nuklida di bawah pita,
penangkapan elektron untuk nuklida di bawah pita, dan emisi sinar gamma pada
pemancaran energi kinetik.
4. Reaksi dan persamaan inti, berbeda dengan reaksi dan persamaan kimia, tidak
memperhatikan muatan unsur karena sifatnya yang sementara.
5. Nuklida radioaktif memiliki waktu tertentu yang diperlukan untuk meluruh
menjadi sebagian dari massanya yaitu waktu paruh.
2.2

Soal Latihan
Latihan 2.2.1 Simbol Nuklida

Sebuah nuklida yang digunakan pada terapi radiasi untuk pengobatan kanker memiliki
39 proton dan 51 neutron. Tuliskan simbol nulida dengan rumus . Tulis 2 cara lain
untuk mewakili nulida ini.

Latihan 2.2.2 Simbol nuklida


Sebuah atom dengan simbol

201

TI dapat digunakan untuk menafsirkan jantung pasien

pada tes ketegangan. Berapakah nomor atom dan nomor massanya? Berapa jumlah

Nukleus dan Radioaktivitas| 19

proton dan jumlah neutron yang ada pada inti tiap atomnya? Tuliskan 2 cara lain untuk
mewakili nuklida ini?
Latihan 2.2.3 Persamaan Inti
Tulis persamaan inti untuk (a) emisi alfa oleh plutonium-239, salah satu zat yang
dibentuk pada pembangkit listrik tenaga inti, (b) emisi beta oleh natrium-24, digunakan
untuk mendeteksi gumpalan darah, (c) emisi positron oleh oksigen-15, digunakan untuk
menilai efisiensi paru-paru, dan (d) penangkapan elektron oleh tembaga-64, digunakan
untuk mendiagnosa penyakit paru-paru.
Latihan 2.2.4 Persamaan Inti
Lengkapi persamaan inti berikut
a.
b.

___ +

+ ___

c. ____ +

+5
+

Nukleus dan Radioaktivitas| 20