Anda di halaman 1dari 86

BAGIAN II.

Pemesinan Nontradiosional
PROSES MEKANIKAL
OLEH:
IR.NAFSAN UPARA.MM.MT

PEMESINAN

Pemesianan
Ultrasonik
(Ultrasonic
Machining USM)
Pemesinan Jet Abrasif (Abrasive Jet
Machining AJM)
Pemesinan jet air (Water jet Machining WJM)
Pemesinan jet air abrasif (Abrasive water jet
machining AWJM)
Pemesinan jet es ( Ice jet machining-IJM)
Penyelesaian akhir abrasif magnetik
(Magnetic Abrasive Finishing-MAF)

PEMESINAN ULTRASONIK
(ULTRASONIC MACHINING USM)

PEMESINAN ULTRASONIK
(ULTRASONIC MACHINING USM)
Pemesinan ultrasonik (ultrasonic machining)
merupakan proses mekanis digunakan untuk
memotong bahan yang keras dan rapuh

Struktur mekanikal dasar dari


pemesinan Ultrasonik

Prinsip Kerja Transduser ultrasonik

Pengaruh plezuelektrik
Pengaruh magnetostriktif
Pengarus elektrostriktif

Bentuk bentuk corong (horn)

Kerucut (tepered atau conical)


Eksponensial
Bertingkat (stepped)

Panjang Transducer
l

c 1 E

fr fr
c 1 E
l
2 fr 2 fr

C : kecepatan akustik pada material


magnetostriktor (m/s)
fr : frekuensi resonansi (1/s)
E : modulus elasitas/young material
magnetostriktor (MPa)
: densiti material magnetostriktor
(kg/m3)
l : panjang transducer
: panjang gelombang

Proses Pelepasan Material


Abrasi mekanikal oleh pukulan
langsung dari butir abrasif
terdapat antara pahat bergetar
dan permukaan kerja yang
berdekatan.
Pengelupasan
mikro
oleh
tumbukan bebas dari partikel
yang terbang melintasi celah
pemesinan dan memukul benda
kerja pada lokasi acak.
Erosi pada permukaan benda
kerja oleh kavitasi dalam aliran
adukan.

Faktor yang mempengaruhi kinerja


Pemesinan ultrasonik

Parameter proses pemesinan


ultrasonik

Amplitudo getaran (ao) : 15 ~ 50 m


Frekuensi getaran (f) : 19 ~ 25 kHz
Gaya hantar (F) : sesuai dengan ukuran perkakas
Tekanan hantar (p)
Ukuran abrasif : 15 ~ 150 m
Bahan abrasif :
- Al2O3
- SiC
- B4C
- Boronsilicarbide
- Intan
Kekuatan aliran dari benda kerja
Kekuatan aliran dari perkakas
Luas kontak perkakas (A)
Konsentrasi volume abrasif dalam air (C)

Mekanisme Pelepasan Bahan


Pelepasan bahan terjadi karena adanya lekukan
akibat butiran abrasif keras pada bahan yang rapuh.
Dikarenakan perkakas bergetar, butiran abrasif akan
membuat lekukan pada benda kerja.
dg : diamater butiran abrasif rata-rata
db : diamater tonjolan (bulge)
db = dg2

Mekanisme Pelepasan Bahan

Pelepasan bahan per butiran abrasif :


3

2
W (d bW ) 2
3
W : kedalaman lekukan benda kerja

laju pelepasan bahan (material


removal rate) :
3

2
MRRW W .n. f (d bW ) 2 .n. f
3
n : jumlah butiran abrasif
f : frekuensi getar perkakas

Deformasi Permukaan Perkakas


Waktu lekukan :

T T (W t )

4ao
4ao

t : kedalaman lekukan perkakas


Gaya Rata-rata hantar perkakas :

1
2 T ( w t )
F nfW x
2
4ao

W : kekuatan alir bahan benda kerja

n : jumlah butiran abrasif


C : Konsentrasi butiran abrasif

6 AC
d g 2

Deformasi Permukaan Perkakas


Kedalam lekukan bahan benda kerja
4ao F

3AC W (1 )
2
W

t W

W t

MRR benda kerja (MRRW)


MRRW d g f

1
4

3
4

3
4
o

C Ap 4 F a
3

W4 (1 )

3
4

Faktor yang mempengaruhi laju


pelepasan material
Getaran pahat
Butiran butiran Abrasif
Kekerasan benda kerja
Bentuk pahat

Pengaruh laju pelepasan material (MRR)

LATIHAN

Glass is being machined at a


MRR of 6 mm3/min by Al2O3
abrasive grits having a grit dia
of 150 m. If 100 m grits
were used, what would be the
MRR?

Pemakaian Pemesinan Ultrasonik

PRODUK DARI USM

Keuntungan Pemesinan Ultrasonik

Dapat melakukan pemesinan untuk benda kerja yang rumit


bentuk, kompleks, dan berongga baik untuk material
konduktif listrik atau nonlistrik
Pahat potong dapat tidak berotasi, proses USM tidak
terbatas untuk menghasilkan lubang yang melingkar
Menghasilkan akurasi ukuran dan kualitas permukaan yang
tinggi
Khusus untuk benda kerja material tidak konduktif listrik,
proses USM tidak dapat bersaing dengan keakurasian
proses pemesian nontradisional yang lain mengenai laju
pelepasan material.
Selama dalam proses tidak ada kenaikan temperatur
sehingga material benda kerja tidak mengalami perubahan
sifat fisik maupun struktur mikronya

Kelemahan Pemesinan Ultrasonik

Ketika melakukan pemesinan benda kerja material konduktif listrik (kecuali karbon),
nilai aktual MRR terbatas dibandingan dengan pemesinan kimia listrik
(Electrochemical Machining-ECM) dan pemesinan pelepasan listrik Electrodischager
Machining-EDM).
USM tidak mampu membuat lubang dan rongga dengan ekstensi lateral lebih dari 2530 mm dengan kedalaman potong terbatas.
Pahat mengalami keausan yang berlebihan pada bagian depan dan sisi jika
melakukan pemesinan terhadap bahan konduktif seperti baja dan karbida. Keausan
sisi pahat akan merusak keakuratan lubang dan rongga dan dapat terjadi kesalahan
kerucutan.
Setiap pekerjaan membutuhkan pahat yang khusus dengan biaya tinggi sehingga
menambah biaya pemesinan.
Laju konsumsi daya tinggi
Bilamana pemesinan lubang, bahan benda kerja harus bisa dimesin untuk mencegah
pecah, jika tidak maka gaya statik dan besar amplitude harus sejalan dengan yang
diprogramkan pada langkah akhir pemesinan.
Dalam pemesinan lubang buta (blind hole), rancangan tidak ada sudut tajam karena
tidak dapat dibuat oleh USM.
Terdapat biaya tambahan ketika adukan abrasif baru secara teratur diberikan untuk
menggantikan abrasive yang telah dipakai.

PEMESINAN JET ABRASIF


(ABRASIVE JET MACHINING AJM)

PEMESINAN JET ABRASIF


(ABRASIVE JET MACHINING AJM)

Memotong bahan keras rapuh.


Pancaran yang dikeluarkan memakai bahan abrasif yang
lebih halus dengan ukuran butiran dan kecepatan dalam
kontrol ketat.
Aksi pemotongan dilakukan oleh udara atau CO2 adalah
medium pembawa butiran abrasif yang menumbuk benda
kerja dengan kecepatan 150 s/d 300 m/detik
Serbuk oksida aluminium atau karbida silicon dipakai
untuk memotong sedangkan serbuk yang lebih lunak,
misalkan dolomite atau natriumbikarbonat dipakai untuk
mencuci, mengetc (etching), dan memoles
Untuk mencegah pengotoran yang menyumbat system
maka serbuknya tidak didaur ulang.

Peralatan Pemesinan Jet Abrasif

MEKANISME OPERASI JET GAS


PADA NOZLE
Gas kering dipakai dengan tekanan 210 Bar dialirkan melalui lubang nosel
dengan diameter 0,2 sampai 0,8 mm
pada kecepatan 150 sampai 300 m/s.
Gas yang digunakan adalah udara
kering, nitrogin, dioksida karbon, dan
helium. Untuk mengarahkan nosel
pada bendakerja biasanya dilakukan
secara manual oleh seorang operator.
Tempat kerja harus disiapkan dengan
ventilasi yang cukup memadai untuk
operator.

PRODUKSI PEMESINAN JET ABRASIF

Parameter proses

Abrasif
Material : Al2O3/ SiC / butiran kaca
Bentuk : tidak beraturan/sperikal
Ukuran : 10 50 m
Laju aliran masa (mass flow rate) :
2 20 gm/mnt

Parameter proses

Gas pembawa
Komposisi : Udara, CO2, N2
Densiti : Udara = sampai dengan
1.3 kg/m3
Kecepatan : 500 700 m/dtk
Tekanan : 2 10 bar
Laju aliran : 5 30 lpm

Parameter proses

Jet Abrasif
Kecepatan : 100 300 m/dtk
Perbandingan campuran :
Perbandingan aliran masa abrasive
dengan gas adalah :
M abr

M gas

Jarak dari permukaan nosel (standoff distance) : 0.5 5 mm


Sudut tumbukan : 60o 90o

Parameter proses

Nosel
Material : WC/ batu nilam
Diameter : 0.2 0.8 mm (bagian
dalam)
Usia : 10 300 jam

Karakteristik pemesinan utama


Laju pelepas bahan
(MRR) mm3/mnt atau
gm/mnt
Akurasi pemesinan
Usia dari nosel

Material Removal Rate - MRR

HASIL POTONG BERDASARKAN


JARAK NOSEL

Model Pelepasan Bahan

r: radius lekukan
dg : diameter butiran
: lekukan
F = r2H
F : Gaya tumbukan
H : kekerasan

V : kecepatan partikel abrasif


g : density butiran

Model Pelepasan Bahan


Volume bahan yang dilepaskan untuk bahan yang rapuh

Volume bahan yang dilepaskan untuk bahan yang mudah dibentuk

Energi kinetik partikel abrasif tunggal

1
1

EK g mg v 2 d g 3 g v 2 d g 3 g v 2
2
2 6
12

Pelepasan Material Per tumbukan = Volume


lekukan (B)
B= MRR/N = 2/3 .r3
Dimana,
N
: Jumlah Tumbukan Perwaktu
= ma/mg
ma
: Aliran masa abrasif
mg
: masa grit
= /6.dg3.g
r
: radius lekukan

Model Pelepasan Bahan


Laju pelepasan bahan (MRR)
dari bahan yang rapuh

Untuk bahan yang mampu


dibentuk/lunak

Dimana :
ma : Aliran masa abrasif
V : kecepatan partikel abrasif
H : kekerasan/kekuatan aliran
g : density butiran/abrasif
dg : diameter butiran

LATIHAN
1. Estimate the material removal rate in AJM
of a brittle material with flow strength of
4 GPa. The abrasive flow rate is 2 g/min,
velocity is 200 m/s and density of the
abrasive is 3 g/cc.
2.Material removal rate in AJM is 0.5 mm3/s.
Calculate material removal per impact if
mass flow rate of abrasive is 3 gm/min,
density is 3 g/cc and grit size is 60 m as
well as indentation radius.

APLIKASI

Membuat lubang, memotong slot, membersihkan permukaan


keras, deburing, poles, dan membuat radius.
Deburing lubang silang, slot, membuat ulir yang persisi pada
katup hidraulik, sistem bahan bakar pesawat udara, dan
peralatan medis.
Pemesinan bentuk yang rumit atau lubang yang sensitif, rapuh,
tipis,atau pemesinan bahan yang sulit.
Pengupasan isolasi dan pembersihan kawat konduktor tanpa
ada pengaruh.
Deburing untuk jarum suntik mikro.
Gelas hiasan dan memotong papan sirkuit, resistor sirkuit
hibrida, kapasitor, silikon, dan gallium.
Penghilangan film dan membersihkan permukaan halus tidak
teratur karena aliran abrasif mampu mengikuti kontur.

Keuntungan

Karena AJM adalah proses permesinan dingin, adalah terbaik


cocok untuk pemesinan bahan rapuh dan sensitif panas seperti
kaca, kuarsa, safir, dan keramik.
Proses ini digunakan untuk pemesinan bahan paduan super
dan bahan tahan api.
Tidak reaktif dengan bahan benda kerja.
Tidak dibutuhkan perubahan pahat.
Bagian-bagian rumit dari sudut yang tajam dapat di mesin.
Bahan yang dimesin tidak mengalami pengerasan.
Tidak ada lubang awal yang diperlukan untuk memulai operasi
seperti yang dipersyaratkan oleh kawat EDM.
Tinggi utilisasi bahan.
Material tipis dapat dimesin.

Kelemahan

Laju pelepasan lambat.


Penyimpangan pemotongan tidak dapat dihindari
(akurasi rendah 0,1 mm).
Pengaruh lonjong mungkin terjadi terutama ketika
pengeboran logam.
Abrasif
mungkin mendapatkan hambatan di
permukaan benda kerja.
Sistem pengumpulan debu tersedia.
Bahan lembut tidak dapat dilakukan proses
pemesinan.
Debu silika mungkin berbahaya bagi kesehatan.
Udara biasanya disaring untuk menghilangkan uap air
dan minyak.

PEMESINAN JET AIR (WATER JET


MACHINING WJM)

Pemesinan Jet Air


Unsur utama dalam pemesinan jet air (Water
Jet Machining-WJM) adalah air, dimana
bergerak dengan kecepatan 900 m/s (sekitar 3
Mach).
Ketika aliran air menghantam/menumbuk
permukaan benda kerja, kekuatan erosi air
melepaskan material dengan cepat. Air
bertindak seperti gergaji dan memotong benda
kerja menyerupai alur kecil.

Sistem Pemesinan

Parameter Proses
1.

Nosel
Jarak buntu adalah jarak antara nosel
(diameter 0, 1 0,3 mm) dengan benda kerja
(2,5 6 mm). Namun untuk material papan
sirkuit dengan ketebalan bisa 13 sampai 19
mm. Untuk nozzle diameter 0,12 mm dan laju
pemotongan 1,1 mm/s terjadi penurunan
kedalaman potong lebih besar pada jarak
buntu.

MRR
2 pw
wj
w

2 2 pw3
Pwj cd x do x
4
w

2 pw

qw cd x do2 x
4
w

2
mw w. qw w do vm
4

2 pw3
2
MRR u x Cd x d o x
4
w

cd

qw

: koefisien vena-contracta
: koefisien pelepasan orifis
: laju aliran volume air (m3/min)

wj

w
w

: kecepatan jet air (m/s)


: koefisien kecepatan orifis
: tekanan air (kg/m2)
: densiti air (kg/m2)

mw : laju aliran masa air (kg/min)


u

: energi spesifik

Contoh soal
Dengan asumsi tidak ada kerugian, tentukan
kecepatan jet air, ketika tekanan air adalah
4000 bar, yang dikeluarkan dari sebuah
lubang dengan diameter 0,3 mm. Asumsi
koefisien kecepatan orifis adalah 1 dan
tentukan laju aliran masa air dengan asumsi
semua koefisien terkait adalah 1

Parameter Proses
2. Fluida Jet
Tipe tekanan fluida/air sekitar 150 1000 MPa dengan daya
yang tersedia sekitar 8 80 kW. Untuk diameter nosel yang
tersedia (diameter 0, 1 0,3 mm), peningkatan tekanan
memungkinkan digunakan banyak daya pada proses
permesinan, yang pada gilirannya meningkatkan kedalaman
potong. Kecepatan jet berkisar antara 540 -1400 m/s.
Kualitas pemotongan meningkat pada tekanan yang lebih
tinggi dengan memperluas diameter jet dan dengan
menurunkan kecepatan melintasi. Dalam kondisi seperti itu,
bahan yang ketebalan dan kepadatan lebih besar dapat
dipotong. Selain itu, semakin besar tekanan pompa, semakin
besar kedalaman potong.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja WJM

Parameter Proses
3. Material
Memotong material ulet, ketebalan sekitar 0,8 - 25

mm

APLIKASI
1.

2.

Pengeboran/Penggurdian
Pemesinan jet air dapat membuat sudut dan
bentuk lubang dengan presisi untuk
berbagai material
Pemesinan Bahan Plastik yang diperkuat
serat

APLIKASI
3. Pemotongan batuan
Pemotongan batu granit kedalaman 51 mm
pada 275 Mpa.
4. Tonjolan
Tonjolan/deburing tinggi 3 mm dalam
diamater 12 mm pada poros yang berlubang
dengan bahan baja molibdenum-kromium
pada 15 detik serta tekanan 700 bar dan laju
aliran 27 L/min dapat dilakukan

APLIKASI
5. Pemotongan Papan Sirkuit
PCB-Printed circuit board dapat dipotong
dengan kecepatan yang lebihi 8 m/min dan
keakurasian sekitar 0,13 mm

APLIKASI
6. Perawatan Permukaan

Menghilangkan endapan dan sisa tanpa bahan kimia beracun,


yang mengurangi biaya pembersihan dan masalah
pembuangan.
Pembersihan permukaan pipa dan coran, pekerjaan akhir
dekorasi, dekontaminasi nuklir, membersihkan perkakas
makanan,
pembersihan,
memoles,
persiapan
untuk
pemeriksaan yang akurat, dan permukaan tekstur.
Persiapan permukaan yang ekonomis dan menghilangkan
lapisan.
Menghilangkan korosi, sisa semprotan, garam yang terlarut,
kimia, dan kerusakan permukaan yang diutamakan untuk
dilapisi ulang atau di cat.

APLIKASI
7. Pengupasa Kawat
Proses ini dapat melepaskan bahan
isolasi kawat tanpa merusak logam atau
melepaskan
timah
pada
kawat
tembaga.

Keuntungan

Memiliki kapasitas pemotong banyak arah


Tidak ada panas yang dihasilkan
Pemotongan dapat dimulai pada setiap lokasi tanpa
membutuhkan lebih dahulu dilakukan lubang pengeboran
Minimal benda kerja dibasahi
Tidak ada defleksi pada benda kerja
Tonjolan yang dihasilkan minimal
Pahat tidak aus sehingga tidak dibutuhkan pengasahan
Proses pemesinan tidak merusak lingkungan atau aman untuk
lingkungan
Bahaya kontaminasi debu di udara dan pembuangan limbah
umumnya dapat dieliminasi bila memakai metode pembersihan
lainya
Terdapat beberapa pusat pemrosesan

Keuntungan

Perlengkapan sederhana dari perkakas dapat mengurangi


kemahalan dan kerumitan sehingga mengurangi waktu
penyelesaian dan menurunkan biaya
Pekerjaan penggerindaan dan pemolesan dibatasi sehingga
biaya operasi pekerjaan selanjutnya berkurang
Goresan sempit yang rapat diperbolehkan bilamana beberapa
bagian dipotong dari suatu kekosongan tunggal
Sangat ideal untuk material kasar yang mendekati bentuk
Sangat ideal untuk material yang memantul laser seperti tembaga
dan aluminium
Dapat memotong lebih akurat untuk material yang lunak
Pemotongan dapat dilakukan untuk material yang amat tebal
yaitu 383 mm pada titanium dan 307 mm untuk inkonel

Kerugian

Tarif per jam relatif tinggi


Tidak cocok untuk produksi masal karena
persyaratan pemeliharaan yang tinggi

PEMESINAN JET AIR ABRASIF


(ABRASIVE WATER JET MACHINING
WJM)

PEMESINAN JET AIR ABRASIF (ABRASIVE WATER JET


MACHINING AWJM)

Pemotongan bahan keras seperti kaca, keramik, beton dan


bahan komposit sulit dilakukan dengan pemotongan jet air.
Pemotongan bahan keras yang demikian dapat dilakukan
dengan menambah bahan abrasif pada jet air sehingga disebut
pemotongan dengan pemesinan jet air abrasif.
Penambahan bahan abrasif pada jet air meningkatkan laju
pelepasan material dan menghasilkan kecepatan pemotongan
antara 51 sampai 460 mm/min.
AWJM menggunakan tekanan rendah 4,2 bar untuk
mempercepat suatu campuran volume air yang besar (70
persen) dan abrasif (30 persen) sampai dengan kecepatan 30
m/s. Silikon karbida, korundum, dan butir gelas dengan ukuran
butiran 10-150 m sering digunakan sebagai bahan abrasif

PEMESINAN JET AIR ABRASIF (ABRASIVE WATER JET


MACHINING AWJM)

SISTEM PEMESINAN

SISTEM PEMESINAN

A. Kepala Potong

SISTEM PEMESINAN

B. Ruang pencampuran

1
vawj
vwj
1 R

1
vawj
vwj
1 R

R : Faktor beban

mabrasif

mw

vawj
vwj

:
:
:
:
:

faktor kehilangan momentum


kecepatan jet air abrasif
kecepatan jet air
masa abrasif
masa air

CAMPURAN
kecepatan jet air

vwj

2 pw

Laju aliran volume air

qw x

2 pw

do2

2 2 pw
qw cd x do x
4
w

Daya /Tenaga total dari jet air


: koefisien kecepatan dari orifis
: koofisien vena-contracta
Cd : koofisien discharge dari orifis

2 2 pw3
Pwj cd x d o x
4
w

KECEPATAN JET AIR (Vwj )

Vwj (2
pw : tekanan air
w : densiti air

pw

MASA AIR

mwj wxqw w. 4 d .Vw

2
o

HUBUNGAN KECEPATAN JET AIR ABRASIF


(AWJ) DAN JET AIR (WJ)

mw vwj mw mabrasif vawj

1
vawj
vwj
1 R

vawj

m m

abrasif
w

R : Faktor beban

kecepatan jet air abrasif

1
vawj
vwj
1 R

mw

: faktor kehilangan momentum

mabrasif

mw

v wj

PEMESINAN JET AIR ABRASIF

Pada pemesinan ini air


ditambahkan
partikel
abrasif
seperti
silikon
karbida untuk meingkatkan
kemampuan MRR.

JET SUSPENSI

Dalam pemesinan jet air abrasif, jet air


abrasif tersatukan datang dari tabung
pemumpun atau nosel akan digunakan
untuk bahan berbeda mesinan.
Pada pemesinan jet air abrasif suspensi,
jet air abrasif dibentuk berbeda sama
sekali.
Ada tiga tipe yang berbeda dari pemesinan
jet air abrasif suspensi yaitu metoda
pompa langsung, tidak langsung, dan
bypass

Skematik pemesinan jet air abrasif


( tipe suspensi)

PENAMPUNG (CATCHER)

Penampung (catcher) digunakan untuk menyerap dan


menghilangkan energy sisa dari jet air abrasive.
Ada tiga tipe penampung yaitu tipe kolam air (water basin),
submerged steel balls dan tipe pelat TiB2 .

MEKANISME MELEPAS BAHAN


(MRR)
MRR u x Cd x

d o2 x

u : energi spesifik
Tenaga fase abrasif dari
pemesinan jet air abrasi

2 32 2
Pabr Cd x do R
pw
4 1 R
w
2

MRR Q

P abr
ubenda kerja

2 pw3

MRR kedalaman penetrasi dan lebar KERF


MRR = ht x W x Vf
ht: kedalaman penetrasi
W : lebar kerf
= ( Watas + Wbawah )/2
di , diameter focussing tube atau nosel atau insert
Vf : kecepatan gerak jet air abrasif atau kecepatan potong

KERF

Foto penampang longitudinal kerf

Foto penampang lintang kerf

KEDALAMAN PENETRASI
3

pw 2
2
2
ht Cd x d o R

4
1 R ubendaker ja di v f w
2

MRR

P abr

adalah koefisien

ubenda kerja

pw2
2
ht x Cd x do R

4
1

ubendaker ja di v f
2

HUBUNGAN R & T
R2
ht K
(1 R)2

m abr
mw

SOAL
1.

2.

3.

4.

Assuming no losses, determine water jet velocity, when


the water pressure is 4000 bar, being issued from an
orifice of diameter 0.3 mm.
Determine the mass flow rate of water for the given
problem assuming all related coefficients to be 1.
If the mass flow rate of abrasive is 1 kg/min, determine
the abrasive water jet velocity assuming no loss during
mixing process using the above data (data of Question.
1, 2 and 3).
Determine depth of penetration, if a steel plate is AWJ
machined at a traverse speed of 300 mm/min with an
insert diameter of 1 mm. The specific energy of steel is
13.6 J/mm3.

APLIKASI
Pelepasan cat

Penning

Pembersihan

Potong

Pemotongan material lunak

Frais kantong

Pemotongan daging beku

Penggurdian/bor

industri tekstil dan kulit

Bubut

Imunisasi masa

Pembongkaran/pelepasan
pabrik nuklir

Operasi/pembedahan

HASIL PEMESINAN JET AIR ABRASIF

PEMESINAN JET ES (ICE JET


MACHINING IJM)

KELEBIHAN IJM VS WJM & AWJM

Kelemahan utama dari pemesinan jet air


(WJM)
adalah
rendahnya
efisiensi
pemindahan energi antara jet dan benda
kerja. Hal ini menghasilkan laju pemotongan
rendah, yang membatasi penggunaan jet air
untuk pemesinan bahan lunak.
Untuk setiap bahan yang di enjinering, AWJM
dapat digunakan. Namun, efisiensi energi
AWJM masih rendah. Pencampuran air dan
abrasif terbatas pada diameter jet minimum
yang dipakai.

PROSES PEMESINAN

Pada pemesinan es jet (Ice Jet Machining-IJM),


bahan abrasif digantikan dengan partikel es yang
membentuk jet es.
Karena kekerasan partikel es kurang dibandingkan
dengan abrasif, maka laju pelepasan material lebih
rendah penghapusan dibandingkan dengan AWJM.
pengurangan biaya dan dampak lingkungan yang
baik membuat IJM lebih baik.
IJM umumnya digunakan pada industri makanan,
elektronik, medis, dan ruang angkasa di mana
pencemaran lingkungan tidak terjadi.

Skematik Pemesinan Jet Es

Perbandingan antara Penggurdian Jet Air dan Jet ES pada


tekanan 320 MPa dan diameter nosel 0,175 mm

TUGAS
1. Material removal rate in AJM is 1
mm3/s. Calculate material removal
per impact if mass flow rate of
abrasive is 2 g/min, density is 3
gm/cc and grit size is 50 m as well
as indentation radius.

TUGAS
2. For the above problem (USM), from

the initial setting the frequency is


increased from 20 kHz to 25 kHz.
Determine new MRR.
3. For the first problem (USM), the
feed force is increased by 50% along
with a reduction in concentration by
70%. What would be the effect on
MRR.