Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN KASUS BEDAH

HERNIA SCROTALIS INKARSERATA DEKSTRA

Oleh
Made Angga diningrat
H1A004031
Dosen pembimbing
Dr. I Gede Ardita Sp.B

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK MADYA


DI BAGIAN/SMF BEDAH RUMAH SAKIT PROVINSI NTB
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM
2010

HALAMAN PENGESAHAN
Judul Laporan Kasus

: Post op Hernia Scrotalis Inkaserata Dekstra

Nama Mahasiswa

: Made Angga Diningrat

NIM

: H1A004031

Fakultas

: Kedokteran

Laporan kasus ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian
Kepaniteraan Klinik Madya pada Bagian/SMF Bedah Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa
Tenggara Barat/ Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

Mataram, 30 April 2010


Dosen Pembimbing

Dr. I Gede Ardita SpB

LAPORAN KASUS BEDAH I


HERNIA SCROTALIS INKARSERATA DEKSTRA
LAPORAN KASUS I
IDENTITAS PASIEN
Tanggal

: 23 April 2010

Nama

: Tn J

Kelamin / usia

: Laki-laki / 82 tahun

Alamat

: BT GALANG SEMOYANG GANTI

Status perkawinan

: Kawin

Pekerjaan

:-

Tanggal MRS

: 12 April 2010

Waktu

: 01.45

I.

KELUHAN UTAMA : Nyeri pada perut kanan bawah dan scrotum kanan.

II.

ANAMESA (alloanamesa) :
Riwayat penyakit sekarang : os post operasi dengan hernia inkarserata dekstra hari
ke-14. Nyeri dirasakan seperti ditusuk-tusuk pada daerah scrotum kanan dan perut
bagian bawah yang sifatnya hilang timbul. Nyeri timbul pada saat mengedan dan batuk.
Nyeri dirasakan meningkat 3 hari terakhir, namun pada saat nyeri muncul os tidak
merasakan mual ataupun muntah. Os juga mengeluh tidak bisa BAB dan sulit BAK
sejak 3 hari yang lalu, perut dirasakan kembung dan nyeri bila di tekan os. Nyeri
kepala, sesak, dan pandangan menjadi kabur disangkal os.
OS kiriman PKM Ganti dengan hernia inguinalis dekstra, mengeluh adanya benjolan di
buah zakar sebelah kiri sejak 5 tahun yang lalu. Awalnya benjolan kecil sebesar
kelereng namun makin lama makin membesar hingga memenuhi buah zakar. Benjolan
hilang timbul. Benjolan timbul saat mengedan, batuk atau berjalan. Benjolan
menghilang sendiri jika os dalam posisi berbaring dan tidak perlu dimasukkan dengan
tangan. Awalnya benjolan tidak nyeri, namun sekitar satu bulan yang lalu, di rumah os
tiba-tiba mengeluhkan benjolan di buah zakarnya mendadak sakit. Nyeri dirasakan
3

seperti tertusuk-tusuk dan sifatnya hilang timbul. Pada saat nyeri muncul os merasakan
mual, muntah dan perut kembung, namun satu hari sebelum MRS di RSUP NTB nyeri
dirasakan makin hebat. Os tidak dapat BAK dan BAB.
Os kemudian dibawa ke IRD RSUP NTB untuk mendapatkan perawatan dan
direncanakan untuk dilakukan tindakan operasi segera.
Os mendapatkan tindakan operasi dengan diagnose pre op hernia scrotalis dekstra
inkarserata, pasien intra op usus caecum nekrosis dilakukan jahit 2 lapis, diagnose post
op Hernia inkarserata dekstra. Setelah tindakan operasi keadaan os makin melemah,
sehingga os dirawat di ruang ICU dengan syok hipovolemia selama 3 hari, yg
kemudian dipindahkan ke ruangan setelah kondisi pasien stabil.
Riwayat penyakit dahulu :
Riwayat sakit maag, riwayat hipertensi, riwayat DM, riwayat sakit jantung, riwayat
sakit ginjal, riwayat sakit paru-paru disangkal os.
Riwayat penyakit keluarga : tidak ada keluarga yang menderita gejala sakit seperti os.
Riwayat alergi : tidak ada riwayat alergi makanan maupun alergi obat.
III.

PEMERIKSAAN FISIK :
Tanda vital :

TD : 60/P

FR : 16x/menit

FN : 90x/menit (lemah)

Suhu : 38,9 C (pengukuran di axila)

Pemeriksaan fisik umum :


KU

: sedang

Keadaan sakit

: sedang

Kesadaran/GCS

: composmentis/E4V5M6

Keadaan gizi

: cukup

Habitus

: astenik

Kulit

: turgor cukup

Kepala
Umum

: ekspresi tenang

Mata

: anemis -/-, ikterus -/-, mata cowong -/-, hematom subkonjungtiva -/-,
pupil bulat dan isokor

Wajah

: kulit muka pucat (-), sianosis (-), flushing (-)

Telinga

: deformitas (-)

Hidung

: deformitas (-)

Mulut

: sianosis bibir (-), mukosa mulut dan lidah pucat (-), stomatitis (-), lidah
kotor (-)

Leher

: simetris, pembesaran KGB colli (-), pembesaran KGB supraclavikula (-),


pembesaran tyroid (-), distensi V. Jugularis ()

Thorak
Bentuk normal simetris, pembesaran kel. Axilla ()
Pulmo
Inspeksi

: Bentuk dan pergerakan simetris, pathecie (-), retraksi sela iga (-),

penggunaan otot bantu intercostal (-), pelebaran sela iga (), fossa supraclavikular
cekung normal, virchow nodes (-), retraksi (-), fossa suprasternal cekung normal,
retraksi (-), fossa infraclavikular normal, frekuensi nafas meningkat dan dalamnya
nafas normal
Palpasi

: Pergerakan dan fremitus raba simetris, provokasi nyeri ()

Perkusi

: Sonor di kedua lapangan paru, nyeri ketok ()

Auskultasi

: Suara nafas vesikuler +/+, suara tambahan rhonki -/-, wheezing -/-, suara
gesek pleura (), fremitus auditori normal

Jantung dan kardiovaskular


Inspeksi

: Iktus tak terlihat, pulsasi jantung tak terlihat, voussure cardiaque tidak
ada

Palpasi

: Iktus tak teraba, pulsasi jantung denyut prekordial (-), thrill tidak ada

Perkusi

: Batas atas

: ICS 2

Batas bawah : ICS 4


5

Batas kanan : linea sternalis dextra


Batas kiri : linea midclavikularis sinistra
Auskultasi punctum maksimum :

S1S2 tunggal reguler,, murmur (-), gallop ()

Abdomen
Inspeksi

: Distensi (+) ,darm contour (-), darm steifung(-), ikterus(-) luka jahit
sepanjang 2 cm dengan 2 hecting pada bagian lateral inferior dari umbilicus,
pus (-),darah (-) dan tanda radang (-)

Auskultasi

: bising usus (+) menurun.

Perkusi

: Hyper tympani (+), pada seluruh kuadran abdomen.

Palpasi

: Defense muscular (+), nyeri tekan (+) pada seluruh kuadran abdomen,
dengan punctum maksimum pada abdomen kuadran inferior dekstra.
Perabaan massa (-), hepar, lien dan ginjal tidak teraba

Inguinal (posisi berbaring)


Inspeksi

: Luka operasi pada daerah inguinal kanan sepanjang 12 cm dengan 11


hecting, pus(-), darah (-), tanda radang (-)

Auskultasi

: tidak dilakukan karena adanya luka operasi.

Perkusi

: Tidak dilakukan karena nyeri.

Palpasi

: Nyeri tekan (+), pada inguinal kanan.

Urogenital
Inspeksi

:
:

Scrotum dextra membesar dengan diameter 10 cm, warna kulit pada scrotum berbeda
dengan kulit disekitarnya, berwarna pucat, bersisik dengan kontur yang tidak teratur.
Tanda-tanda radang (-), testis (-)

Scrotum sinistra tidak membesar, tanda radang (-), tanda-tanda radang (-), testis (-)

Auskultasi

: Bising usus (-)

Perkusi

: Tidak dilakukan karena nyeri.

Palpasi

Scrotum dextra membesar dengan ukuran 10 cm, mobile, konsistensi lunak, batas
jelas, nyeri tekan (+), testis teraba ukuran normal, transluminasi (-).

Scrotum sinistra teraba testis ukuran normal, nyeri tekan (-), transluminasi (-).

Ekstremitas atas

: Terpasang infus RL pada ekstremitas kanan, akral hangat +/+,


pitting edema +/+, luka atau ulkus -/-

Ekstremitas bawah : Akral hangat +/+, pitting edema +/+, luka atau ulkus -/Tulang belakang

: kifosis (-), lordosis (-), skoliosis (-)

Pemeriksaan fisik lokal (status lokalis regio inguinal dextra dan scrotum dextra) :
Regio ingunalis (posisi berbaring) :
Inspeksi

: Luka operasi pada daerah inguinal dekstra sepanjang 12 cm dengan 11


hecting, pus(-), darah (-), tanda radang (-)

Auskultasi

: Tidak dilakukan karena adanya luka operasi.

Perkusi

: Tidak dilakukan karena nyeri.

Palpasi

: Nyeri tekan (+), pada inguinal kanan.

Regio scrotum (posisi berbaring) :


Inspeksi

Scrotum dextra membesar dengan diameter 10 cm kulit pada scrotum berwarna pucat,
bersisik dengan kontur yang tidak teratur, testis (-), tanda-tanda radang (-),

Scrotum sinistra tidak membesar,testis (-), tanda radang (-), testis (-).

Auskultasi

: Bising usus (-)

Perkusi

: Tidak dilakukan karena nyeri.

Palpasi

Scrotum dextra membesar dengan ukuran 10 cm, mobile, konsistensi lunak batas
jelas, nyeri tekan (+), testis teraba ukuran normal. Transluminasi (-)

Scrotum sinistra teraba testis ukuran normal, nyeri tekan (-), transluminasi (-)

IV. RESUME :
Laki-laki, 82 tahun, dengan post operasi hernia inkarserata dekstra hari ke 14,
mengeluh nyeri pada perut kanan bawah dan scrotum dekstra, nyeri dirasakan hilang
timbul, mual (-), muntah (-), BAB (-) dan sulit BAK (-). Os rujukan PKM Ganti dengan
hernia scrotalis dekstra mengeluh nyeri yang hilang timbul pada regio scrotum dekstra.
Dilakukan tindakan operasi herniolaparotomi hernia, ditemukan usus caecum nekrosis,
jahit 2 lapis, diagnose post op Hernia inkarserata dekstra. OS mendapat perawatan post op
di ICU selama 3 hari karena syok hipovolemia.

Pada pemeriksaan fisik ditemukan keadaan sedang, keadaan sakit sedang dan
kesadaran composmentis (E4V5M6), tanda vital: TD : 60/P, FN : 90x/menit (lemah), FR :
16x/menit, T: 37,9 C (pengukuran di axila). Regio kepala, leher, thorak tidak didapatkan
kelainan, pada regio abdomen didapatkan Distensi (+) , darm contour (-), darm steifung (-),
ikterus (-), luka jahit sepanjang 2 cm pada bagian lateral inferior dari umbilicus, defense
muscular (+), nyeri tekan (+) pada seluruh kuadran abdomen, dengan punctum maksimum
pada abdomen kuadran inferior dekstra, perabaan massa (-), hepar, lien dan ginjal tidak
teraba. Pada regio ingunal dekstra tampak luka operasi sepanjang 12 cm, pus (-), darah (-),
tanda radang (-). Pada regio scrotum dextra, scrotum membesar, ukuran 10x7 cm, testis
teraba ukuran normal konsistensi kenyal, nyeri tekan (+), benjolan tidak dapat didorong
masuk dengan jari pemeriksa dalam posisi pasien berbaring warna kulit pada scrotum
berbeda dengan kulit disekitarnya, berwarna pucat, bersisik dengan kontur yang tidak
teratur, testis teraba. Pitting oedem pada extremitas baik atas dan bawah.
V.

DIAGNOSIS :
1. Post op Hernia scrotalis strangulata dekstra .
2. Sucpt peritonitis ec nekrosis caecum.
3. Syok sepsis.

VI.

DIFERENSIAL DIAGNOSIS : (-)

VII. USULAN PEMERIKSAAN :

DL, LFT, BUN, SC, AGD, Albumin, kultur darah

USG abdomen

VIII. RENCANA TERAPI :

Atasi syok. Mencakup tindakan airway (A), breathing (B),

circulation (C) dengan oksigenasi, terapi cairan (kristaloid dan/ atau koloid),
o Koreksi cairan untuk hipovolemia dilakukan dengan pemberian
cairan kristaloid (RL)
o Bila terjadi keadaan hipoksemia berat dan gagal napas bila disertai
dengan penurunan kesadaran atau kerja ventilasi yang berat, ventilasi
mekanik segera dilakukan

o Bila pada pemeriksaan lab ditemukan keadaan albumin rendah (<2


g/dL), koreksi albumin perlu diberikan.Transfusi PRC pada keadaan
perdarahan aktif atau bila kadar Hb rendah.
o Transfusi bila pada pemeriksaan lab menunjukkan hasil komponen
maupun jumlah yg perlu dikoreksi.
o Vasopresor/ inotropik diberikan setelah kondisi syok teratasi.

TPN (total parenteral nutrition).


Kebutuhan:
o Air : 50 kg x 40 mL: 2000 mL
o Energy :

50 kg x 30 kcal : 1500 kcal

o Asam amino 50 kg x 2.0 g : 1000 g


Mineral dan vitamin :
o Kalsium

15 mEq

o Sodium

100 mEq

o Zinc

5 mg

o Asam askorbat

100 mg

o Asam folat

100 mg

o Vitamin E

15 mg

Antibiotik broad spectrum :


Ciprofloxacin iv 1g/12 jam,
Metronidazole iv 750 mg/ Kg/BB

IX.

Obs vital sign. TD, Nadi, Pernafasan dan Suhu.

PROGNOSIS : dubia ad malam