Anda di halaman 1dari 10

SKENARIO PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING KELOMPOK

A. PERENCANAAN KEGIATAN
Bagi guru pembimbing di sekolah, pelaksanaan kegiatan layanan bimbingan kelompok
dan konseling kelompok mengikuti lima urutan kegiatan, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan,
(3) evaluasi, (4) analisis hasil evaluasi, dan (5) tindak lanjut. Perencanaan kegiatan

*)

meliputi

penetapan :
1. Materi layanan **)
2. Tujuan yang ingin dicapai, yaitu tujuan bimbingan kelompok atau konseling
kelompok
3. Sasaran kegiatan, yaitu kelompok yang dimaksudkan
4. Bahan atau sumber bahan untuk kelompok tugas, mungkin ada bahan-bahan tertentu
yang perlu disiapkan oleh guru Pembimbing.
5. Rencana Penilaian
6. Waktu dan tempat
Apabila guru pembimbing telah mengenal siswa-siswa yang akan menjadi peserta
kelompok, guru pembimbing dapat terlebih dahulu lebih mendalami pengenalan itu
melalui himpunan data yang tersedia.
B. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan yang telah direncanakan itu selanjutnya dilaksanakan melalui :
1. Persiapan Pelaksanaan
a. Persiapan menyeluruh
Persiapan untuk pelaksanaan layanan bimbingan kelompok atau konseling
kelompok meliputi :
(1)

Persiapan fisik : tempat dan kelengkapannya

(2)

Persiapan bahan --- khususnya untuk kelompok tugas

(3)

Persiapan keterampilan

(4)

Persiapan administrasi

b. Persiapan keterampilan
Mengenai persiapan keterampilan, untuk penyelenggaraan bimbingan dan
konseling kelompok guru pembimbing diharapkan mampu melaksanakan :
(1)

Teknik umum :
(a)

Tiga M, yaitu mendengar dengan baik, memahami secara penuh,


dan merespon secara tepat dan positif

(2)

(3)

(b)

Dorongan minimal

(c)

Penguatan

(d)

keruntutan

Keterampilan memberikan tanggapan : *)


(a)

Mengenal perasan peserta

(b)

Mengungkapkan perasaan sendiri

(c)

Mereflaksikan

Keterampilan memberikan pengarahan : *)


(a)

Memberikan informasi

(b)

Memberikan nasehat

(c)

Bertanya secara langsung dan terbuka

(d)

Mempengaruhi dan mengajak

(e)

Menggunakan contoh pribadi

(f)

Memberikan penafsiran

(g)

Mengkonfrontasikan

(h)

Mengupas masalah

(i)

Menyimpulkan

Teknik-teknik tersebut diatas sama dengan teknik-teknik tang dipergunakan dalam


layanan konseling perorangan. Hal itu memang demikian, mengingat pada dasarnya tujuan dan
proses pengembangan pribadi dan pemecahan masalah klien melalui layanan bimbingan tersebut,
konseling kelompok, dan konseling perorangan dalah sama. Perbedaannya hanya terletak pada
proses interaksi antar pribadi yang amat terbatas antara klien dan konselor pada konseling
perorangan, dan interaksi antarpribadi yang lebih luas dalam dinamika kelompok pada
bimbingan kelompok dan konseling kelompok. Dalam kaitan itu, maka aplikasi teknik-teknik
tersebut dalam bimbingan kelompok dan konseling kelompok perlu mendapatkan nuansa

kelompok dalam kesuburan dan semangat dinamika kelompok.


2. Pelaksanaan tahap-tahap kegiatan
Pelaksanaan tahap-tahap kegiatan dapat dilihat pada bagan dibawah ini:
BAGAN I
PEMBENTUKAN
TAHAP I
PEMBENTUKAN

TEMA : -pengenalan,pelibatan diri danpemasukan diri

Tujuan :

Kegiatan :

Anggota memahami pengertian dan kegiatan


Mengungkapkan
kelompok dalam
pengertian
bimbingan
dankelompok
tujuan kegiatan kelompok dalam ra
Tumbuhnya suasana kelompok

Menjelaskan cara dan asas-asas kegiatan kelompok

Tumbuhnya minat anggota mengikuti kegiatan


Saling
kelompok
memperkenalkan dan mengungkapkan diri
Tumbuhnya saling mengenal ,percaya menerima
Teknik khusus
dan membantu di antara para anggota.
Tumbuhnya suasana bebas dan terbuka

Permainan penghangatan/ pengakraban

Dimulainya pembahasan tentang tingka laku dan perasaan dalam kelompok

PERANAN PEMIMPIN KELOMPOK :


Menampilkan diri secara utuh dan terbuka

Menampilkan penghormatan kepada orang lain, hangat,tulus,bersedia membantu dan penuh e


Sebagai contoh

BAGAN 2
TAHAP II: PERALIHAN
TAHAP II
PERALIHAN

TEMA : Pembangunan jembatan antara tahap pertama d

Tujuan :

Kegiatan :

Terbebasnya anggota dari perasaan atau sikap enggan,Menjelaskan


ragu, malu atau
kegiatan
saling
yang
tidak
akan
percaya
di tempuh
untuk pada
memasuki
tahap

Makin mantapnya suasana kelompok dan kebersamaanMenawarkan atau mengamati apakah para anggota su
Makin mantapnya minat untuk ikut serta dalam kegiatan( tahap
kelompok
ke tiga)
Membahas suasana yang terjadi
Meningkatkan kemampuan keikut sertaaan anggota
Kalau perlu kembali kebeberapa aspek tahap pertama

PERANAN PEMIMPIN KELOMPOK :

Menerima suasana yang ada secara sabar dan terb

Tidak mempergunakan car-cara yang bersifat langsung atau meng


Mendorong dibahasnya suasana perasaan

Membuka diri, sebagai contoh, dan penuh empa

BAGAN 3
TAHAP III
KEGIATAN
TAHAP III

Kegiatan Kelompok

TEMA : Kegiatan Pencap


Tujuan :

Kegiatan :

Terungkapnya secara bebas masalah atau topic yang dirasakan, dipikirkan dan dialami
Masing-masing
oleh anggota
anggota
kelompo
se
Terbahasnya masalah dan topic yang dikemukakan secara mendalam dan tuntas Menetapkan masalah atau

Ikut sertanya seluruh anggota secara aktif dan dinamis dalam membahas masalahAnggota
dan topicmembahas
baik yang masing
menya

PERANAN PEMIMPIN KE

Sebagai pengatur lalulintas yan

Aktif tetapi tidak ban

Memberikan dorongan dan pengua

BAGAN 4
TAHAP IV
PENGAKHIRAN
TAHAP IV
PENGAKHIRAN

TEMA : Penilaian dan Tindak Lanjut


Tujuan :

Kegiatan :

Terungkapnya kesan-kesan anggota kelompok tentang Pemimpin


pelaksanaan
kelompok
kegiatan
mengemukakan bahwa kegiatan a

Terungkapnya hasil kegiatan kelompok yang telah dicapai


Pemimpin
yang dikemukakan
dan anggotasecara
kelompok
mendalam
mengemukakan
dan tuntas
kesa
Terumuskannya rencana kegiatan lebih lanjut

Membahas kegiatan lanjutan

Tetap merasakannya hubungan kelompok dan rasa kebersamaan


Mengemukakan
meskipun
pesan
kegiatan
dan harapan
diakhiri

PERANAN PEMIMPIN KELOMPOK :


Tetap mengusahakan suasana hangat, bebas dan terbuka

Memberikan pernyataan dan mengucapkan terima kasih atas keikutsertaaan a


Memberikan semangat untuk kegiatan lebih lanjut
Penuh rasa persahabatan dan empati

TAHAP IV
PENGAKHIRAN

TEMA : Penilaian dan Tindak Lanjut


Tujuan :

Kegiatan :

Terungkapnya kesan-kesan anggota kelompok tentang Pemimpin


pelaksanaan
kelompok
kegiatan
mengemukakan bahwa kegiatan a

Terungkapnya hasil kegiatan kelompok yang telah dicapai


Pemimpin
yang dikemukakan
dan anggotasecara
kelompok
mendalam
mengemukakan
dan tuntas
kesa
Terumuskannya rencana kegiatan lebih lanjut

Membahas kegiatan lanjutan

Tetap merasakannya hubungan kelompok dan rasa kebersamaan


Mengemukakan
meskipun
pesan
kegiatan
dan harapan
diakhiri

PERANAN PEMIMPIN KELOMPOK :


Tetap mengusahakan suasana hangat, bebas dan terbuka

Memberikan pernyataan dan mengucapkan terima kasih atas keikutsertaaan a


Memberikan semangat untuk kegiatan lebih lanjut
Penuh rasa persahabatan dan empati

C. EVALUASI KEGIATAN
Penilaian terhadap kegiatan bimbingan kelompok atau konseling kelompok dapat
dilakukan secara tertulis, baik melalui essai, daftar cek, maupun daftar isian sederhana. Secara
tertulis para peserta diminta mengungkapkan perasaannya, pendapatnya, harapannya, minat dan
sikapnya terhadap berbagai hal, baik yang telah dilakukan selama kegiatan kelompok (yang
menyangkut isi maupun proses); maupun kemungkinan keterlibatan mereka untuk kegiatan
serupa selanjutnya. Kepada para peserta juga dapat diminta untuk mengemukakan (baik lisan
maupun lisan) tentang hal-hal yang paling berharga dan atau kurang mereka senangi selama
kegiatan berlangsung.
Penilaian terhadap layanan tersebut lebih bersifat penilaian dalam proses yang dapat
dilakukan melalui :
1. Mengamati partisipasi dan aktivitas peserta selama kegiatan berlangsung
2. Mengungkapkan pemahaman peserta atas materi yang dibahas
3. Mengungkapkan kegunaan layanan bagi mereka, dan perolehan mereka sebagai
hasil dari berikut sertaan mereka
4. Mengungkapkan minat dan sikap mereka tentang kemungkinan kegiatan lanjutan
5. Mengungkapkan kelancaran proses dan suasana penyelenggaraan layanan.
Hasil akhir penilaian tersebut di atas berupa deskripsi yang menyangkut aspek-aspek
proses dan isi penyelenggaraan bimbingan kelompok dan konseling kelompok, baik yang
menyangkut penyelenggaraan itu sendiri maupun pribadi-pribadi pesertanya.
D. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT
Hasil penilaian kegiatan layanan perlu dianalisis untuk mengetahui lebih lanjut seluk
beluk kemajuan para peserta dan seluk beluk penyelenggaraan layanan. Perlu dikaji apakah
hasil-hasil pembahasan dan/atau pemecahan masalah sudah dilakukan sedalam atau setuntas
mungkin, atau sebenarnya masih ada aspek-aspek penting yang belum dijangkau dalam
pembahasan itu. Dalam analisis itu guru pembimbing sebagai pemimpin dan pembimbing
kelompok perlu meninjau kembali secara cermat hal-hal tertentu yang agaknya amat perlu
diperhatikan, seperti : penumbuhan dan jalannya dinamika kelompok, peranan dan aktivitas

sebagai peserta, homogenitas/heterogenitas anggota kelompok, kedalaman dan keluasan


pembahasan, kemungkinan keterlaksanaan alternative pemecahan masalah yang dimunculkan
dalam kelompok, dampak pemakaian teknik tertentu oelh pemimpin kelompok dan keyakinan
penerapan teknik-teknik baru, masalah waktu, tempat, dan bahan acuan, perlu para sumber lain,
dan lain sebagainya. Dengan demikian, analisis tersebut dapat merupakan tolehan ke belakang
(mungkin merupakan analisis diagnosis), dapat pula ditinjauan ke depan (merupakan analisis
prognosis)
Dalam analisis tersebut, satu hal yang menarik ialah analisis tentang kemungkinan
dilanjutkannya pembahasan topik atau masalah yang telah dibahas sebelumnya. Sampai berapa
jauh hal itu perlu dan berguna. Bagaimana dampaknya kepada peserta?. Hal-hal apa saja yang
perlu dipersiapkan oleh guru pembimbing sebagai pemimpin kelompok apabila topic itu akan
digelar lagi (sebagai topic tugas) ?. hal-hal itu semua secara langsung terkait dengan
pemikirantentang topic atau permasalahan baru yang mungkin dibahas pada pertemuan
selanjutnya. Dalam kaitan ini, khusus untuk konseling kelompok, bagaimana kemungkinannya
membahas aplikasi alternative pemecahan masalah yang dikemukakan dalam pembahasan.
Agaknya hal ini sangat menarik, mengingat para peserta perlu mengetahui bagaimana efek dari
alternative yang telah dimunculkan itu di satu sagi, dan di segi lain peserta yang mengalami
masalah itu sendiri juga pelu mendengar pendapat dari kawan-kawannya tentang apa yang telah
ia lakukan berkenaan dengan pemecahan masalahnya itu. Dengan membahas lebih lanjut
pengalaman hasil-hasil aplikasi alternative pemecahan masalah itu, para peserta akan
memperoleh pengalaman yang lebih jauh tentang pemecahan masalah, dan makin terbuka
kemungkinan untuk dimuncukannya alternative-alternatif lain yyang mungkin lebih efektif untuk
menuntaskan pemecahan masalah yang dimaksudkan itu.
Usaha tindak lanjut mengikuti arah dan hasil analisis tersebut di atas. Tindak lanjut itu
dapat dilaksanakan melalui pertemuan bimbingan kelompok atau konseling kelompok
selanjutnya, atau melalui bentuk-bentuk kegiatan non layanan, atau kegiatan dianggap sudah
memadai dan selesai sehingga oleh karenanya upaya tindak lanjut secara tersendiri dianggap
tidak diperlukan.
Tindak lanjut yang berupa kegiatan dan/atau kegiatan lainnya memerlukan perencanaan
dan persiapan tersendiri pula dengan mengikutsertakan secara aktif siswa yang bersangkutan dan
sumber-sumber lain yang diperlukan. Siswa yang tadinya mengikuti bimbingan kelompok

mungkin perlu mengikuti konseling kelompok, atau sebaliknya; siswa tertentu perlu mengikuti
konseling kelompok lanjutan untuk pendalaman dan penuntasan pemecahan masalahnya; siswa
yang semula mengikuti bimbingan kelompok atau konseling kelompok perlu mendapat layanan
konseling perorangan, layanan pembelajaran, layanan penempatan dan penyaluran, perlu dites,
perly dikunjung rumahnya, perlua diadakan konferensi kasus, dan sesudah itu semua, mungkin
memerlukan alih tangan kasus.
Arah, bentuk dan isi kegiatan tindak lanjut itu tidak lain adalah untuk sepenuhnya
memberikan pelayanan secara tuntas kepada siswa. Dengan adanya upaya tindak lanjut, maka
pelayanan terhadap siswa tidak setengah-setengah atau berhenti di tengah jalan, ataupun tidak
lengkap, dan dilakukan secara acak belaka.

Anda mungkin juga menyukai