Anda di halaman 1dari 5

Fenomena air hujan

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu
keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan
dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tiada juga beriman ?
(Q.S Al-Anbiya [21]: 30)










Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang
berlayar di laut dengan muatan yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan oleh
Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan
Dia tebarkan didalamnya bermacam macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang
dikendalikan antara langit dan bumi, semua itu sungguh, merupakan tanda kebesaran Allah
bagi orang-orang yang mengerti. (al-baqarah : 164)




Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi
minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat
tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air
hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum
yang memikirkan. (QS. An Nahl, 16:10-11)
Air hujan yang mencapai awan setelah diuapkan dari laut mengandung zat-zat tertentu
yang menghidupkan negeri yang telah mati. Air pemberi kehidupan ini disebut air tensi
permukaan. Air tensi permukaan terbentuk pada tingkat puncak permukaan laut yang oleh
para biolog disebut lapisan mikro. Di lapisan ini, yang ketipisannya kurang dari

sepersepuluh milimeter, terdapat banyak sisa organik yang disebabkan oleh polusi
zooplankton dan ganggang mikroskopik. Beberapa sisa ini menyeleksi dan menghimpun
dalam lubuk mereka beberapa unsur yang amat jarang di air laut, seperti fosfor, magnesium,
potasium, dan beberapa logam berat seperti tembaga, seng, kobalt, dan timah. Air yang
bermuatan penyubur ini terangkat ke langit oleh angin dan setelah beberapa saat kemudian
jatuh ke tanah di dalam air hujan. Benih dan tanaman di bumi mendapati banyak garam
metalik dan unsur-unsur yang esensial bagi pertumbuhan mereka di sini di air hujan ini.
Peristiwa ini diungkapkan di sebuah ayat lain dalam Al-Quran:


Dan Kami turunkan dari langit air yang membawa berkah, dan dengan itu Kami tumbukan
kebun-kebunan dan biji-bijian yang dapat dipanen. (Surat Qaaf, 9)
Garam-garam yang jatuh dengan hujan merupakan contoh kecil unsur-unsur tertentu
(kalsium, magnesium, potasiom, dsb.) yang dipakai untuk menambah kesuburan. Logamlogam berat yang terdapat di tipe-tipe aerosol ini merupakan unsur lain yang menambah
kesuburan dalam pertumbuhan dan pemproduksian tanaman.
Lebah

dan

cairan

madu

Aspek kimia madu merupakan petunjuk abadi bagi para ilmuwan untuk mengungkap
keajaiban Tuhan yang mengubah struktur, sifat, dan kegunaan berbagai unsur kimiawi dalam
kombinasi yang berbeda-beda. Dalam hal ini, Allah berfirman:
.

.

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah:Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di
pohon-pohon kayu, dan di tempat yang dibuat manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap
(macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari
perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya
terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya yang pada demikian itu
benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (Q.S AlNahl [16]: 68-69).

Bagi ahli kimia, ini merupakan indikasi yang jelas bahwa campuran unsur-unsur tertentu bisa
menghasilkan unsur yang baru sama sekali tidak berhubungan dengan unsur-unsur asalnya
dalam

hal

sifat,

zat,

atau

dampaknya.

Keseimbangan Di Atmosfer



Dialah Allah yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu kemudian Dia menuju
ke langit, lalu dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui
segala sesuatu. (al-baqarah :29)
.


.


Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata
kepadanya dan kepada bumi:Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka
hati atau terpaksa. Keduanya menjawab:Kami datang dengan suka hati. Maka Dia
menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit
urusan-Nya. Dan kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan
Kami menjadikannya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa
lagi

Maha

Penyayang

(Q.S

Fushshilat

[41]:

11-12)

Atmosfer bumi terdiri atas empat gas utama, yaitu nitrogen (78%), oksigen (21%),
argon (kurang dari 1%), dan karbon dioksida (0,03%). Gas yang ada di atmosfer dapat dibagi
ke dalam dua kelompok: gas yang reaktif dan gas yang tidak reaktif. Analisis terhadap
gas-gas reaktif mengungkap bahwa reaksi yang melibatkan gas reaktif sangat penting bagi
kehidupan, sedangkan gas-gas yang tidak reaktif akan menghasilkan senyawa yang merusak
jika bereaksi. Misalnya, argon dan nitrogen adalah gas tidak aktif, yang hanya dapat bereaksi
secara terbatas. Bila kedua gas tersebut mudah bereaksi seperti oksigen, lautan akan berubah
menjadi asam nitrat. Sebaliknya, oksigen bereaksi dengan atom-atom lain, senyawa organik,
dan bahkan batuan. Reaksi tersebut menghasilkan molekul-molekul dasar kehidupan seperti
air dan karbon dioksida.
Pasangan (Azwaajun) dalam Perspektif Ilmu Kimia

Dalam ilmu kimia pasangan yang dimaksudkan dalam Al-Quran adalah pasangan partikel
yang menyusun atom. Suatu atom netral akan mengandung partikel positif dan negatif yang
akan membentuk pasangan. Pasangan tersebut adalah elektron dengan proton dan juga
pasangan elektron dengan positron. Elektron, proton dan positron merupakan partikel yang
terdapat dalam atom.
Pasangan partikel atom yang pertama adalah elektron dan proton. Elektron merupakan
partikel bermuatan negatif yang mengelilingi inti atom. Elektron ditemukan J. J. Thomshon,
ia mengajukan pandangannya bahwa suatu atom dapat dibayangkan sebagai suatu materi
yang seragam dan bermuatan positif dengan elektron yang tersebar merata mengelilingi
atom. Sedangkan proton merupakan partikel bermuatan positif yang terdapat dalam inti atom
bersama dengan neutron. Menurut proposisi Rutherford muatan positif atom seluruhnya
terkumpul dalam inti (nukleus), yaitu suatu inti pusat yang padat yang terletak didalam atom.
Dalam suatu percobaan ditemukan bahwa muatan setiap proton mempunyai magnitudo
(besar) yang sama dengan elektron dan massanya 1,67262 x 10-24 g, sekitar 1840 kali massa
atom yang muatannya berlawanan dengan elektron. (Chang, 2003 : 33 34)
Pasangan partikel yang selanjutnya
adalah elektron dan positron. Partikel positron ini muncul karena perpaduan teori mekanika
kuantum dan relatifitas. Teori mekanika kuantum merupakan teori mekanika bagi objek-objek
yang sangat kecil, atom dan penyusunnya yaitu elektron, proton dan neutron. Sedangkan teori
relatifitas merupakan teori mekanika bagi objek-objek yang bergerak dengan kecepatan
mendekati kecepatan cahaya.
Pada tahun 1928, Paul Andre Maurice Dirac ahli fisika dari inggris mengajukan teori
kuantum relatifistik dalam bentuk persamaan diferensial orde pertama dan dikenal sebagai
persamaan dirac. Persamaan dirac secara spesifik merupakan teoei untuk partikel dengan spin
setengah seperti elektron, proton dan neutron. Teori dirac memberi bonus teoretis partikel
yakni partikel yang mempunyai spin dan massa sama dengan elektron tetapi muatannya
positif. Partikel ini disebut positron yang terbukti benar secara eksperimen oleh carl anderson
pada tahun 1932. Positron sering dilambangkan dengan e+ untuk membedakannya dengan
elektron (e-). Positron mempunyai massa dan spin sama dengan elektron, tetapi muatannya
berlawanan (positif). Karena positron lahir dari kerangka teori untuk elektron maka positron
dikatakan pasangan dari elektron. (Purwanto, 2008 : 332 333)

Elektron nomor massanya nol, dan nomor atomnya -1 sebab muatannya negetif. Sedangkan
positron memiliki massa yang sama dengan elektron, tetapi membawa muatan +1. ( Chang,
2003 : 258)
Temuan positron ini memunculkan wacana baru anti-partikel, setiap partikel mempunyai
pasangan anti-partikelnya. Proton yang bermuatan positif mempunyai pasangan anti proton
yang bermuatan negatif, neutron mempunya pasangan anti neutron yang sama bermuatan nol.
Anti proton dan anti neutron ditemukan pada tahun 1955 dan 1957. Pasangan positron
elektron, proton anti protron, neutron anti neutron merupakan pasangan partikel anti
partikel. (Purwanto, 2008 : 333 334).
Pasangan partikel anti partikel yang disebutkan secara tersirat dalam Al-Quran yakni
dalam QS.Yaasiin 36 : 36. Terdapat dua kata kunci dari ayat tersebut, yaitu : Al-Azwaaja
yang berarti pasangan dan laa yalamuun yang berarti tidak mereka ketahui. Pasangan
yang tidak diketahui kebanyakan manusia dan hanya diketahui oleh orang orang tertentu
yang memang mendalami ilmu tersebut yakni ilmu kimia khususnya kimia kuantum.
Pasangan tersebut adalah pasangan partikel anti partikel yang terdapat dalam suatu materi
yang disebut atom. Atom bukanlah unsur terkecil, tetapi masih dapat dibagi lagi menjadi sub
atom penyusun penyusunnya dan atom berasal dari ketiadaan suatu materi (vacuum).
Pasangan elektron proton, positron elektron, proton anti protron, neutron anti neutron
merupakan pasangan partikel anti partikel.
Referensi :
Agama RI, Departemen, 2005, Al-Quran dan Terjemahnya, Bandung : Syaamil.
Chang, Raymond, 2003, Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti, Jilid 1, Alih bahasa :
Muhammad Abdulkadir M., dkk, Jakarta : Erlangga.
Chang, Raymond, 2003, Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti, Jilid 2, Alih bahasa : Suminar
Setia Achmadi, Jakarta : Erlangga.
Purwanto, Agus, 2008, Ayat-Ayat Semesta : Sisi Al-Quran yang Terlupakan, Bandung :
Mizan