Anda di halaman 1dari 3

KELOMPOK 5 :

1. ANDRONIKUS J TOMBO
(13031010)
2. ETI FITRIANI
(13031018)
3. INDAH DAMAYANTI
(13031019)
4. HANIFAH ALBANA NUR ADHINI(13031026)
5. FARID AHSAN AULIA
(13031027)
6. IKA NOVITA NUR HAFISHAH (13031029)

TUGAS FISIOLOGIS PASCA PANEN


1. Cara penyimpanan hasil pertanian buah dan sayur di daerah Temanggung,
Sleman dan Gunung Kidul :
a. Buah Salak
Sebelum didistribusikan buah salak yang telah dipanen
dibersihkan dari kotoran, ranting dan sisa-sisa duri dengan cara
dibersihkan menggunakan sapu kecil. Hal ini sesuai dengan
pernyataan Suhardjo et al.,(1995), pembersihan buah salak
dilakukan dengan menyikat buah menggunakan sikat ijuk atau
plastik dengan gerakan searah susunan sisik sehingga buah
salak bersih dari kotoran dan sisa-sisa duri. Kemudian
disimpan dengan cara diletakkan diatas plastic/terpal/karung
lalu diratakan agar buah salak tidak bertumpuk yang akan
mengakibatkan akumulasi panas sehingga buah salak cepat
membusuk. Selain itu, buah salak juga diletakkan pada
keranjang dari anyaman bambu yang dilapisi daun agar tidak
terjadi memar pada buah salak. Hal ini sesuai dengan
pernyataan (Suhardjo et al., 1995), bahwa buah salak yang
dipanen dimasukkan ke dalam keranjang bambu atau peti kayu
yang diberi alas daun daun. Namun salak tidak ditempatkan
ditempat yang teduh seperti pernyataan (Suhardjo et al., 1995)
Buah salak diletakkan di tempat yang teduh, seperti di bawah
pohon atau naungan, untuk melindungi dari sengatan matahari
yang
b.

dapat

meningkatkan

suhu

buah

salak

sehingga

mempercepat kerusakan, karena salak biasanya langsung dijual.


Buah Pepaya
Buah papaya harus dipanen pada saat setengah masak, ketika
daging buahnya masih keras. Pemanenan buah papaya
dilakukan dengan hati hati untuk menghindari luka dan
memar pada kulit buah. Buah yang luka akan mudah terinfeksi

KELOMPOK 5 :
1. ANDRONIKUS J TOMBO
(13031010)
2. ETI FITRIANI
(13031018)
3. INDAH DAMAYANTI
(13031019)
4. HANIFAH ALBANA NUR ADHINI(13031026)
5. FARID AHSAN AULIA
(13031027)
6. IKA NOVITA NUR HAFISHAH (13031029)

oleh bakteri dan jamur. Pemanenan dapat dilakukan pada pagi


hari

untuk

mencegah

kehilangan

kelembaban,

namun

pemanenan lebih baik dilakukan pada siang hari untuk


mengurangi kadar getahnya. Buah dipanen dengan cara dipetik
menggunakan

tangan

untuk

buah

yang

pendek

dan

menggunakan galah untuk buah yang tidak terjangkau oleh


tangan. Galah yang digunakan diberi songkok terbuat dari
bambu atau plastik untuk menampung buah agar tidak jatuh
ketanah. Menurut pustaka Andyana, M.O. dan Husni Kasim
(1994) bahwa panen dilakukan dengan berbagai macam cara,
pada

umumnya

panen/pemetikan

dilakukan

denggan

menggunakan songgo (berupa bambu yang pada ujungnya


berbentuk setengah kerucut yang berguna untuk menjaga agar

buah tersebut tidak jatuh pada saat dipetik).


Setelah dipanen kemudian dilakukan pemilahan buah sesuai
dengan ukuran dan buah juga dipisahkan dari yang luka serta
yang terkena penyakit. Untuk menyeragamkan kematangan
buah dilakukan

pemeraman menggunakan karbit. Hal ini

sesuai dengan pustaka Suyanti (1999) yang menyatakan bahwa


untuk menyeragamkan kematangan buah pepaya dapat
dilakukan pemeraman menggunakan karbit atau larutan ethrel.
Untuk pemasaran buah hanya dikemas di dalam keranjang
bambu atau plastik yang dialasi dengan koran. Kemudian buah
pepaya siap untuk dipasarkan.

KELOMPOK 5 :
1. ANDRONIKUS J TOMBO
(13031010)
2. ETI FITRIANI
(13031018)
3. INDAH DAMAYANTI
(13031019)
4. HANIFAH ALBANA NUR ADHINI(13031026)
5. FARID AHSAN AULIA
(13031027)
6. IKA NOVITA NUR HAFISHAH (13031029)

c. Cabai
Sebelum didistribusikan, cabai yang telah dipanen harus
melalui rangkaian proses pasca panen yang meliputi kegiatan
sortasi, curing, pengemasan dan penyimpanan.
Cabai yang telah dipanen kemudian dalakukan sortasi
Penyimpanan cabai merah pada ruang penyimpanan bersuhu 8
12 0C
dengan kelembaban 90 95 % dapat mempertahankan masa
simpan selama 3-8
hari. Cara terbaik untuk menyimpan cabai merah segar adalah
dengan
penyimpanan dingin. Menurut Asgar A.(2009) Penyimpanan
dingin bertujuan
untuk menekan tingkat perkembangan mikroorganisme dan
perubahan biokimia
Berdasarkan jenis bahan pengemas, daun pisang memberikan
kualitas
terbaik dalam penyimpanan cabai merah segar kemasan
dikarenakan daun pisng
memberikan nilai susut bobot terendah dan memberikan nilai
tertinggi dalam
mempertahankan kadar air, vitamin c, nilai uji organoleptik,
tekstrur, warna dan
aroma (Sembiring, 2009 dalam Sunarmani, 2012).
Menurut, Sembiring (2009) dalam Sunarmani (2012) lama
penyimpanan
yang memberikan kualitas terbaik cabai merah dalam kemasan
direkomendasikan
selama 1 minggu. Semakin lama penyimpanan maka susut

bobot semakin