Anda di halaman 1dari 5

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

JURU LEDAK PENAMBANGAN BAHAN GALIAN

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBERDAYA MINERAL R.I.


BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBERDAYA MINERAL

PUSDIKLAT TEKNOLOGI MINERAL DAN BATUBARA


BANDUNG
2004

KATA PENGANTAR

ii

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..
DAFTAR ISI
GLOSARIUM ..

Hal.
ii
iii
iv

PENDAHULUAN
Tujuan Umum .
Standar kompetensi dan criteria unjuk kerja ....
Sasaran
Pasyarat peserta
Petunjuk penggunaan modul
Pedoman penilaian

1
1
1
2
2
2
3

Pembelajaran

REAKSI DAN KLASIFIKASI BAHAN PELEDAK


1. Tujuan khusus
2. Bahan peledak
3. Reaksi dan produk peledakan .
4. Klasifikasi bahan peledak
5. Klasifikasi bahan peledak industri ..
6. Rangkuman
7. Tugas-tugas 1 dan kunci jawaban

4
4
4
5
7
8
9
10

KARAKTERISTIK BAHAN PELEDAK .........


1. Tujuan khusus
2. Sifat fisik bahan peledak ..
3. Karakter detonasi bahan peledak ...
4. Rangkuman
5. Tugas-tugas 2 dan kunci jawaban

13
13
13
18
23
23

JENIS DAN TIPE BAHAN PELEDAK INDUSTRI ...


1. Tujuan khusus
2. Agen peledakan (blasting agent)
3. Bahan peledak berbasis nitrogliserin ..
4. Bahan peledak permissible .
5. Bahan peledak black powder ..
6. Rangkuman
7. Tugas-tugas 3 dan kunci jawaban

26
26
26
39
41
42
43
44

DAFTAR BACAAN .

49

iii

GLOSARIUM
Air gap test : Cara pengujian sensitivitas bahan peledak
Cartridge : Bahan peledak kuat atau high explosive jenis emulsi dan watergel
(slurry) yang dikemas atau dibungkus dengan ukuran tertentu (seperti dodol).
Chapman-Jouguet (C-J Plane) : Bidang pembatas antara zone reaksi peledakan
dengan zona reaksi kimia yang stabil.
Confinement degree atau derajat pengurungan : Tingkat pengurungan bahan
peledak oleh penyumbat atau stemming.
Coupling ratio
: Perbandingan antara volume kolom bahan peledak dengan
volume bahan peledak sepanjang kolom bahan peledak tersebut.
Critical diameter atau diameter kritis : Diameter lubang ledak yang merupakan
batas antara meledak dan gagal meledak dari suatu bahan peledak.
De-coupling : Diameter bahan peledak sepanjang kolom bahan peledak lebih
kecil disbanding diameter kolom lubang ledaknya.
Delay time : Waktu tunda dalam ukuran milisekon (milidetik) antar lubang ledak.
Besaran atau angka waktu tunda diperlihatkan pada detonator tunda atau
delay detonator.
Detonation wave : Gelombang detonasi yang merambat sepanjang kolom bahan
peledak di dalam lubang ledak
Eksotermis : Reaksi kimia yang produk reaksinya menghasilkan panas
Hot spot atau titik api
: Fenomena terjadinya pembakaran butiran bahan
peledak di dalam zona reaksi peledakan.
Impedance : Perbandingan antara tekanan dengan kecepatan rambat partikel
gelombang suara pada suatu titik.
Impedance matching : Kecepatan gelombang detonasi bahan peledak melebihi
kecepatan gelombang suara, sehingga menghasilkan gelombang kejut untuk
menghancurkan batuan.
Safety distance
: Jarak aman antar lubang untuk menghindari terjadinya
symphatetic detonation
Shock compression wave
: shock wave yang menghasilkan efek tekanan
terhadap batuan yang dilaluinya.
Shock tension wave : shock wave yang menghasilkan efek tarikan terhadap
batuan yang dilaluinya.
Shock wave : Gelombang kejut efek dari peledakan yang merambat menjauhi
lubang ledak
Symphatetic detonation : Peristiwa meledaknya suatu bahan peledak akibat jarak
yang terlalu dekat dengan bahan peledak lainnya yang diinisiasi.

iv