Anda di halaman 1dari 2

Etiologi AVM:

Penyebab AVM belum diketahui sepenuhnya. Kelainan ini didapatkan secara


kongenital yang artinya telah terjadi sejak seseorang dilahirkan. AVM dapat rupture akibat
tekanan dari arteri yang tinggi yang tiba-tiba menempati vena dengan kelenturan yang lebih
rendah dari pada arteri sehingga menyebabkan kebocoran darah ke sekitar jaringan.
Meskipun terjadi sejak lahir, namun gejala yang terjadi dapat muncul pada usia berapapun,
kebanyakan pada usia 15 tahun keatas (Jasmin, 2012).
AVM dianggap suatu lesi kongenital yang terjadi akibat kegagalan deferensiasi
pleksus vaskular pada masa embrional untuk berkembang menjadi capillary bed pada lokasi
yang terkena. Beberapa faktor biologi molekular seperti Vascular Endothelial Growth Factor
(VEGF) dan basic Fibroblast Growth Factor (bFGF) dianggap faktor yang cukup penting
dalam perkembangan AVM. Jaringan yang berdekatan dengan lokasi terjadinya AVM dapat
mengalami hipoksia karena kurangnya aliran darah didaerah tersebut dan hal ini akan
memicu terjadinya angiogenesis (Altschul, 2014).
Dapus:
Altschul, D. (2014). Intracranial Arteriovenous Malformation. Retrieved Agustus 12, 2014,
from

Medscape:

http://emedicine.medscape.com/article/252426-

overview#aw2aab6b3
Jasmin, L. (2012). Arteriovenous Malformation - Cerebral. Retrieved Agustus 12, 2014, from
Medline Plus: http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000779.htm
Definisi Ulkus Peptikum:
Ulkus peptikum merupakan suatu istilah untuk menunjuk kepada suatu kelompok
penyakit ulserative saluran makanan bagian atas terutama melibatkan gater dan bagian
proksimal duodenum yang mana mempunyai patogenesis yang sama - sama melibatkan asam
pepsin. (McGuigan, 2014)
Dapus: James E. McGuigan. 2014. Harrison Prinsip Prinsip Ilmu Penyakit Dalam. Ed. 13
Jakarta: EGC

Patogenesis Gastritis (Lewis, Heitkemper & Dirksen, 2000)


Lewis , Heitkemper, Dirksen. (2000). Medical Surgical Nursing fifth edition, St Louis
Missouri : Mosby.
Iskemia lambung terjadi
sekunder akibat vasokonstriksi
pembuluh darah yang
disebabkan oleh respon stres

Faktor Ofensif

Faktor Defensif

OAINS, Obat Corticosteroid,


Mucus bicarbonate, sel epitel
alkohol, radiasi, Helicobacter
mukosa dan mikrosirkulasi darah
pillory, Bile refluks, sekresi
pankreas, merokok, stress fisiologis,
irritating food, stresspsikologis
Difusi balik asam lambung (HCl) ke mukosa
Kerusakan mukosa lambung
Stimulasi konversi pepsinogen pepsin Stimulasi histamin

Pembengkakan jaringan dan kerusakan


Perdarahan

Episode berulang gastritis akut

Gastritis kronis