Anda di halaman 1dari 13

PEMBINAAN KOMPETENSI MENGAJAR

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


SISTEM GERAK (MEKANISME GERAK)

DISUSUN OLEH
RINNY IRIANTI (3415126639)

PENDIDIKAN BIOLOGI BILINGUAL


JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2015

RPP

(Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)

A.

Satuan Pendidikan

: SMA

Mata pelajaran

: Biologi

Kelas/Semester

: X MIA /1(Satu)

Materi Pokok

: Sistem Gerak

Materi Sub pokok

: Mekanisme Gerak

Alokasi Waktu

: 1 x 15 menit (1 pertemuan)

Kompetensi Inti (KI)

KI 1

: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI 2

: Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah


lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan
menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam

KI 3

menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.


: Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan,

kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan

kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang


KI 4

spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.


: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar (KD)


1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang struktur dan fungsi sel,
jaringan, organ penyusun sistem dan bioproses yang terjadi pada mahluk hidup.
1.2 Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses
1.3 Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan menyayangi
lingkungan sebagai manisfestasi pengamalan ajaran agama yang dianutnya.

2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung jawab,
dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan
pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta
damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam dalam setiap
tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium
maupun di luar kelas/laboratorium.
2.2 Peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan menerapkan prinsip
keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan dan percobaan di laboratorium
dan di lingkungan sekitar.
3.5

Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem gerak dan
mengaitkan dengan bioprosesnya sehingga dapat menjelaskan mekanisme gerak serta
gangguan fungsi yang mungkin terjadi pada sistem gerak manusia melalui studi literatur,
pengamatan, percobaan, dan simulasi.

4.5

Menyajikan hasil analisis tentang kelainan pada struktur dan fungsi jaringan gerak yang
menyebabkan gangguan sistem gerak manusia melalui berbagi bentuk media presentasi.

C.

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

3.2.1

Menganalisis manfaat keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia

3.2.2

Mendiskusikan berbagai macam manfaat keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia


secara ilmiah dan kritis

D. Tujuan Pembelajaran
Setelah proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan
mengomunikasikan melalui kegiatan di dalam kelas atau di luar kelas :
1. Siswa dapat menemukan berbagai keanekaragaman hayati dengan mengamati lingkungan
sekitar dan yang ada di Indonesia
2. Siswa dapat menganalisis berbagai manfaat keanekaragaman hayati di Indonesia dengan
memperhatikan lingkungan sekitarnya
E. Materi Pembelajaran
Terlampir
F. Pendekatan dan Metode Pembelajaran
1. Model
: Active learning, kooperatif learning

2. Metode
3. Pendekatan

: Diskusi, Ceramah, Tanya jawab, Penugasan


: Sciencetific, Student Center Approach

G. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Media

: Berbagai tanaman di lingkungan sekitar

2. Alat/Bahan
: Spidol, Papan Tulis,
3. Sumber belajar
: Buku Biologi Kelas X
Subardi, dkk. 2009. BSE: BUKU BIOLOGI 1. Kelas X SMA/MA . Pusat Perbukuan

Departemen Pendidikan Nasional.


Internet

H. Kegiatan Pembelajaran:
No
.
1

Kegiatan
Pendahuluan
(Kegiatan
Awal)

Alokasi
Waktu

Deskripsi
Komunikasi

Guru masuk dengan memberi salam, menanyakan kabar

siswa, serta mengecek kehadiran siswa


Siswa dimotivasi oleh guru dengan materi yang akan

4
menit

dipelajari serta menyampaikan tujuan pembelajaran


Apersepsi

Guru mengaitkan pelajaran pada hari ini dengan pelajaran


yang akan disampaikan dan memfokuskan siswa dengan
pertanyaan

Kegiatan Inti

mengenai

materi

hari

ini

yang

ada

hubungannya dengan materi sebelumnya.


Mengamati (Observing)

Siswa mengamati sedikit penjelasan dan pengarahan serta


pembatasan materi oleh guru

Menanya(Quesioning )
Siswa dimotivasi untuk menganalisis dan menjawab pertanyaan
tentang:
1. Apa jenis-jenis keanekaragaman hayati di Indonesia
terutama dilingkungan sekitar
2. Apa manfaat keanekaragaman hayati yang ada di
Indonesia

12
menit

No
.

Kegiatan

Alokasi
Waktu

Deskripsi
Mengumpulkan Data (Eksperimen/Eksplorasi)

Siswa mengumpulkan informasi sebagai bahan diskusi


yang

akan

didiskusikan

mengenai

manfaat

keanekaragaman hayati di Indonesia


Mengasosiasikan(Associating )

Siswa

mendiskusikan

mengenai

berbagai

manfaat

keanekaragaman hayati yang ada di lingkungan sekitar


atau yang ada di Indonesia dan akan di nilai oleh guru
Mengkomunikasikan (Comunicating )
1. Siswa menanyakan hal yang belum dimengerti mengenai
materi
2. Siswa lain memberikan tanggapan atas pertanyaan yang
diberikan oleh temannya
3. Siswa mendapat
mengklarifikasi atau konfirmasi
3

Penutup
(Kegiatan
Akhir)

jawaban yang telah dijawab oleh guru sebagai fasilitator


Siswa menyimpulkan hasil pembelajaran hari ini
Siswa yang berani menyimpulkan materi hari ini

diberikan penghargaan atau reward oleh guru


Siswa dimotivasi oleh guru untuk meningkatkan
pemahaman manfaat keanekaragaman hayati terhadap

anugrah yang diberikan Tuhan


Guru memberi pengarahan untuk kegiatan pembelajaran
selanjutnya dan menugaskan siswa untuk menemukan
jenis-jenis

keanekaragaman

hayati

di

lingkungan

rumahnya serta merangkum mengenai materi selanjutnya

yaitu pelestarian keanekaragaman hayati


Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam

I. Evaluasi
Penilaian

Jenis penilaian :
- Non Test
1. Lembar penilaian sikap dan kinerja
- Test

4
menit

2. Penugasan.
Teknik dan Bentuk Instrumen
Teknik

Bentuk Instrumen

Pengamatan Sikap
Tes Kinerja

Lembar Pengamatan Sikap


Rubrik penilaian kinerja
Jakarta, 1 Maret 2015

Mengetahui
Kepala Sekolah

Guru Biologi

..

Rinny Irianti
NIM. 3415126639
LAMPIRAN

A. Rubrik Penilaian Sikap

N
o

Mata Pelajaran

: Biologi

Semester

: 1 (satu)

Kelompok

: 1/2/3/4/5/6/7/8*

Kelas

: X (sepuluh)
Nila

Skor
Ramah

Nama Siswa

jujur

disiplin

Tanggung

lingkunga

jwab

1
2
3
*) coret yang tidak perlu
Kriteria Penskoran

Kriteria Penilaian

1. Baik Sekali
2. Baik
3. Cukup 2

10 12
7 9

4
3
46

A
B
C

Jumla
Bekerjasama

h skor

4. Kurang

B. Rubrik Penilaian Tugas


Penilaian Tugas
Nama Siswa:

Tanggal:

Tingkat Kualitas

Aspek yang Dinilai

1. Informasi dibubuhi dengan sumber referensi yang


akurat
2.

Pemaparan dengan menggunakan Bahasa Indonesia


yang baik dan benar.

3. Penyajian tugas rapi dan menarik


4. Ketepatan penyerahan tugas.
Jumlah

Kriteria Penskoran

Kriteria Penilaian

1. Baik Sekali 4

Kelas:..........

10 12

2. Baik

7 9

3. Cukup

46

4. Kurang

MATERI PEMBELAJARAN
KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA
Di lingkungan sekitar kita banyak sekali jenis-jenis tumbuhan dan hewan. Jika kita
perhatikan dengan saksama, ternyata setiap jenis makhluk hidup yang ada di sekitar kita
mempunyai ciri tersendiri, meliputi variasi ukuran, bentuk, jumlah, dan warna yang berbedabeda sehingga terbentuklah keanekaragaman makhluk hidup yang disebut keanekaragaman
hayati.
Apakah setiap tempat yang berada di lingkungan sekitar kita memiliki keanekaragaman
makhluk hidup yang sama? Kita bisa membuat perbandingan dengan melakukan pengamatan
pada keragaman jenis tumbuhan di tempat panas dan di tempat teduh. Contohnya, tumbuhan
jenis rumput-rumputan karena tumbuhan ini dapat tumbuh di mana-mana dan mudah kita
jumpai. Di tempat yang panas pada kondisi tanah lapang terbuka, biasanya terdapat rumput yang
berdiri tegak seperti rumput teki.
Keadaan tumbuhan menjadi seperti itu disebabkan tanah terbuka dan terkena intensitas
sinar matahari yang tinggi sehingga menyebabkan ketersediaan air dan kelembapan udara
rendah. Adapun di tempat yang teduh pada tanah di bawah pohon yang rindang akan ditemukan
jenis rumput-rumputan yang tumbuh menjalar di permukaan tanah dan berdaun lebar. Kondisi
ini, disebabkan di tempat teduh terkena intensitas sinar matahari yang rendah, sehingga
menyebabkan ketersediaan air dan kelembapan udara tinggi.
Kenyataan itu menunjukkan bahwa di sekitar lingkungan tempat tinggal kita maupun
tempat-tempat lain di negara Indonesia dapat dijumpai jenis makhluk hidup yang beraneka
ragam. Keanekaragaman makhluk hidup dapat terlihat dari makanan, bentuk tubuh, ukuran
tubuh, warna tubuh, cara berkembang biak, dan cara beradaptasi.
Di muka bumi ini, tidak ada satu pun makhluk hidup yang bisa hidup sendiri, termasuk
manusia. Dalam hidupnya, manusia selalu membutuhkan makhluk hidup lain, misalnya manusia

akan membutuhkan pasangan hidup dari jenisnya, manusia juga sangat membutuhkan tumbuhan
dan hewan sebagai sumber makanan atau bahan tempat tinggalnya, dan masih banyak peranan
tumbuhan dan hewan bagi kehidupan manusia. Coba Anda sebutkan! Beraneka ragam jenis
tumbuhan dan hewan mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia, antara lain,
sebagai sumber pangan, sumber sandang, bahan bangunan untuk tempat tinggal, sumber
pendapatan, sumber plasma nutfah, sumber bahan obat-obatan, sumber keilmuan, dan keindahan.
Hewan mamalia menduduki peringkat pertama di dunia hamper mencapai 515 jenis, 125
jenis diantaranya endemik, artinya tidak diketemukan di daerah lain. Peringkat kedua diduduki
oleh kupu-kupu meliputi 151 jenis. Reptil menduduki peringkat tiga dunia, lebih dari 600 jenis.
Sedangkan, burung menduduki peringkat keempat yang mencapai 1519 jenis dan 420 jenis
bersifat endemik. Peringkat kelima diduduki oleh amfibi meliputi hampir 270 jenis.
Perkiraan jumlah lumut yang ditemukan di Indonesia sekitar 4.250 sampai 12.000 jenis
dari 47.000 jenis yang ada di dunia. Tumbuhan lumut ditemukan hampir 3.000 jenis dari 15.000
jenis lumut yang ada di dunia. Sedangkan, tumbuhan paku-pakuan mencapai 4.000 jenis
mewakili seperempat jumlah paku-pakuan yang ada di dunia. Kelompok terbesar terdiri dari
tumbuhan berbiji dengan 20.000 jenis, mewakili 8% jumlah yang ada di dunia.
Manfaat keanekaragaman hayati
Tahukah kalian apakah kegunaan keanekaragaman hayati Indonesia bagi kita? Untuk
menjawabnya ikutilah uraian berikut.
1. Keanekaragaman hewan
Dari potensi keanekaragaman hayati hewan dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein
hewani, baik dimanfaatkan dagingnya maupun susunya. Beberapa hewan dapat dimanfaatkan
tenaganya untuk membantu mengolah lahan pertanian seperti kerbau, sapi dan gajah. Di
beberapa daerah di Indonesia ada yang memanfaatkan kuda dan lembu sebagai alat transportasi
tradisional. Tidak sedikit hewan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, seperti ikan arwana, ayam
cemani, beberapa jenis burung berkicau yang sengaja dikembangbiakkan untuk dikomersialkan
maupun sebagai hewan piaraan sekaligus untuk meningkatkan status sosial pemiliknya. Dalam
bidang pertanian kehadiran serangga dan beberapa jenis burung sangat berarti sebagai polinator
atau sebagai musuh alami dari hama.
2. Keanekaragaman tumbuhan
Banyak potensi dari kekayaan keanekaragaman tumbuhan di Indonesia. Sebagian besar
penduduk Indonesia mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Berbagai varietas padi banyak
ditanam untuk kepentingan swasembada pangan tanpa meninggalkan jenis umbi-umbian, jagung,
sagu maupun ketela sebagai alternatif bahan makanan pokok nonberas. Pemenuhan kebutuhan
protein dan lemak nabati dapat diperoleh dari beberapa jenis kacang-kacangan dan

pengembangan perkebunan kelapa sawit untuk kepentingan penyediaan bahan industri minyak
goreng. Seiring dengan makin menipisnya deposit minyak bumi, sekarang mulai dirintis
pengembangan tanaman jarak untuk menghasilkan bahan bakar biodiesel sebagai alternatif
pengganti bensin dan solar.
Beraneka ragam tanaman buah dan sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral yang
penting bagi kesehatan. Berbagai jenis tanaman obat, terutama dari keluarga Zingiberaceae, akar,
dedaunan maupun biji-bijian sudah banyak dibudidayakan untuk apotik hidup atau untuk
keperluan penyediaan bahan baku industri jamu dan farmasi.
Beberapa jenis tanaman seperti jati, meranti, mahoni dan beberapa jenis lain merupakan
pemasok bahan baku mebel, bahan konstruksi rumah maupun industri berbasis kayu. Jenisjenis
pinus menghasilkan minyak terpentin atau bahan baku kertas, pohon karet, dan damar untuk
disadap getahnya dan masih banyak potensi yang dapat diambil dari keanekaragaman tumbuhan
untuk kesejahteraan manusia.
3. Keanekaragaman mikroorganisme
Beberapa jenis makanan dan minuman tradisional Indonesia dalam proses pembuatannya
melibatkan mikroorganisme. Jamur Saccharomyces sp. sangat diperlukan dalam fermentasi
minuman beralkohol. Demikian pula jenis Aspergillus sp. membantu proses fermentasi tape.
Beberapa jenis jamur dan bakteri juga menghasilkan antibiotika. Pembuatan susu asam (yoghurt)
maupun nata (sejenis jeli) untuk campuran minuman juga melibatkan bakteri.
Dalam rekayasa genetika pun keterlibatan mikroorganisme tidak dapat diabaikan.
Pembuatan insulin sintetis membutuhkan bakteri sebagai plasmid. Demikian juga dalam proses
degradasi sampah kehadiran mikroorganisme pengurai sangat diperlukan. Dalam bidang
pertanian beberapa bakteri pengikat nitrogen sangat membantu meningkatkan kesuburan tanah.
Di bidang industri logam beberapa jenis bakteri membantu proses pemurnian bijih besi. Dengan
demikian mikroorganisme merupakan salah satu kekayaan sumber daya alam hayati yang vital
bagi kehidupan.
Manfaat keanekaragaman hayati yang lainnya
Kebutuhan pangan, sandang, obat-obatan, bahan bangunan, dan oksigen hampir 100 %
berkat jasa keanekaragaman hayati. Seluruh penduduk dunia, kebutuhan makanannya bergantung
kepada tumbuhan dan hewan yang langsung diambil dari alam. Di Asia dan Amerika Latin,
menggunakan semua bagian dari pohon palem, seperti memakan buahnya, menggunakan batang
dan daunnya untuk bahan bangunan, alat penyapu lantai, bahan bakar, memeras minyaknya
untuk memasak, obat-obatan, serta untuk penerangan. Para ilmuwan dunia percaya bahwa sekitar
80.000 spesies tumbuhan dapat dimakan. Namun, hanya sekitar 30 spesies saja yang mampu
menyediakan 90 % kebutuhan gizi manusia. Sebenarnya alam masih menyimpan banyak
keanekaragaman hayati yang belum tersentuh atau tergali oleh tangan manusia, bahkan

kemungkinan besar masih banyak spesies-spesies yang sebenarnya jauh lebih berpotensi untuk
menghasilkan bahan kebutuhan manusia namun belum diketahui.
Banyak industri yang memerlukan bahan baku dari keanekaragaman hayati hewan dan
tumbuhan. Industri benang memerlukan beberapa jenis tumbuhan dan hewan. Tumbuhan ada
yang diambil batangnya, umbi, buah, bunga, daun, daging, susu, telur, dan lainlain. Industri
kertas memerlukan jutaan ton batang tumbuhan, begitu pula industri obat-obatan dan kosmetik
memerlukan berbagai jenis hewan dan tumbuhan yang memiliki khasiat tertentu.

Nilai estetika dan budaya

Keanekaragaman hayati juga memberikan pemandangan alam yang indah. Tidak


mengherankan apabila para wisatawan mancanegara senang berkunjung ke kawasan hutan alam,
sungai, arung jeram, dan laut yang masih alami. Tidak sedikit keanekaragaman hewan
mempunyai bentuk fisik yang bagus atau perilaku yang lucu, menjadi incaran koleksi manusia.
Hewan-hewan yang memiliki sifat tersebut dapat mendatangkan hiburan bagi manusia.

Nilai ekologi

Keberadaan keanekaragaman hayati pada suatu daerah sangat berperan besar untuk menjaga
proses ekosistem, seperti daur zat, dan aliran energi. Di samping itu, keberadaan
keanekaragaman hayati, khususnya keanekaragaman tumbuhan, mempunyai peran besar dalam
menjaga tanah dari erosi dan terjaganya proses fotosintesis. Dalam skala luas, keanekaragaman
tumbuhan menjaga daerah aliran sungai serta stabilitas iklim.

Nilai religius

Keanekaragaman hayati juga memiliki fungsi untuk mengingatkan kita akan kebesaran
Tuhan yang telah menciptakan alam raya ini dengan keindahan yang tiada tara.

Sumber Pangan

Setiap hari kita membutuhkan makanan dan minuman agar kita memperoleh energi untuk
aktivitas hidup kita. Manusia tidak dapat membuat makanannya sendiri. Manusia memperoleh
makanan dari makhluk hidup lain, yaitu tumbuhan dan hewan. Sumber bahan makanan dari
berbagai jenis tumbuhan dan hewan yang dimanfaatkan manusia di antaranya sebagai berikut.

Bahan makanan yang berfungsi sebagai makanan pokok, misalnya padi, jagung, gandum,
sagu, umbi, singkong, dan talas.
Bahan makanan yang berfungsi sebagai lauk-pauk, misalnya ikan, ayam, sapi, kambing, dan
udang.
Bahan makanan yang berfungsi sebagai sayuran, seperti bayam, kangkung, kubis, sawi,
tomat, wortel, buncis, dan jagung.

Bahan yang makanan berfungsi sebagai buah-buahan, misalnya mangga, apel, durian,
rambutan, stroberi, kelengkeng, dan anggur.
Sumber Sandang

Manusia hidup selalu membutuhkan pakaian, walaupun pakaian yang dikenakan penduduk di
dunia memiliki bentuk, model, dan bahan yang berbeda-beda. Dari manakah asal bahan pembuat
pakaian yang Anda kenakan pada saat ini? Bahan pakaian yang dimanfaatkan manusia antara
lain berasal dari berbagai jenis tumbuhan atau hewan, misalnya kapas, pisang abaka, ulat sutera,
bulu dan biri-biri.

Sumber Bahan Bangunan dan Alat-Alat Rumah Tangga

Coba amati pintu atau jendela serta beberapa perabotan di rumah Anda! Sebagian besar
komponen barang-barang itu terbuat dari bahan besi, plastik, atau kayu. Bahan kayu berasal dari
tumbuh-tumbuhan. Beberapa jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagai sumber bahan
bangunan dan alatalat rumah tangga antara lain jati, mahoni, sonokeling, bangkirai, sengon,
kruing, ulin, kelapa, dan bambu.

Sumber Pendapatan

Saat ini banyak orang yang berwirausaha dengan mengembangkan usaha di bidang
keanekaragaman hayati, baik hewan maupun tumbuhan. Berbagai hewan dikembangkan manusia
sebagai sumber pendapatan, misalnya dengan memelihara ayam petelur, pedaging, sapi perah,
usaha perikanan air tawar, dan sebagainya. Selain hewan, banyak pula orang yang
menggantungkan sumber pendapatannya dari usaha pembudidayaan tanaman, seperti tanaman
buah-buahan, sayuran, tanaman hias, tanaman perkebunan, dan lain-lain.
Selain itu, keanekaragaman hayati yang tinggi dapat pula dijadikan masyarakat sebagai
sumber pendapatan misalnya sebagai bahan bangunan dan alat-alat rumah tangga, bahan baku
industri, dan rempah-rempah. Sumber pendapatan manusia misalnya jati dan mahoni dapat
dijadikan sebagai bahan baku industri ukir; teh dan kopi sebagai bahan baku industri minuman;
kenanga dan nilam sebagai bahan baku industri minyak wangi; rempahrempah sebagai bahan
baku industri makanan; dan sebagainya.

Sumber Plasma Nutfah

Plasma nutfah atau sering disebut gen merupakan substansi atau sumber sifat keturunan
makhluk hidup yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan jenis unggul baru. Di Indonesia
terdapat keanekaragaman hayati yang tinggi, di antaranya banyak jenis tumbuhan maupun hewan
yang memiliki sifat-sifat unggul seperti perakarannya kuat, tahan terhadap hama dan penyakit,
tahan terhadap kekeringan, maupun tahan terhadap air asin.

Sumber Keilmuan

Telah disebutkan sebelumnya bahwa kehidupan manusia sangat tergantung dari tumbuhan
dan hewan. Tumbuhan dikembangkan manusia melalui usaha pertanian, sedangkan hewan
dikembangkan melalui kegiatan peternakan. Salah satu cara yang dilakukan manusia untuk
meningkatkan hasil pertanian adalah dengan mengupayakan perkembangbiakan secara vegetatif
Masih banyak potensi lain yang perlu digali dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan
masyarakat. Hal itu menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negeri dengan keanekaragaman
hayati yang sangat tinggi. Tinggal bagaimana kita mengelola dan memanfaatkan potensi tersebut.
Dengan mempelajari keanekaragaman hayati, diharapkan kalian mengetahui potensi kekayaan
keanekaragaman hayati, mampu memanfaatkan dengan bijak dan ikut berperan aktif dalam
melestarikan keanekaragaman hayati demi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain