Anda di halaman 1dari 17

Diferensiasi Sel

Perkembangan organisme multiseluler

Diferesiasi seluler

Genom

Diferensiasi sel :
Proses perubahan sel yang belum terspesialisasi (sel primordia/stem
cells) menjadi sel spesifik /tipe tertentu.
Sel primordia embrio (embryonic stem cells) perubahan dari zigot
menjadi sel-sel jaringan berdiferensiasi berkali-kali menjadi
bermacam-macam sel tubuh (totipotent).
Sel primordia dewasa (adult stem cells) membelah dan
berdiferensiasi menjadi sel spesifik pada pemulihan jaringan
(tissue repair) atau pada pergantian sel secara normal
(pluripotent).
Perubahan yang terjadi : ukuran
morfologi
potensial membran
aktifitas metabolik

respon terhadap sinyal


Diferensiasi sel pada embrio
- Perubahan dari sel primordia (stem cells) menjadi sel
yang terspesialisasi mempunyai struktur dan fungsi
spesifik.
- Sel primordia adalah sel yang mempunyai potensi
berproliferasi dan berubah menjadi beberapa galur/ klon
sel yang berbeda sifat/karakternya sesuai dengan
peran/fungsinya dalam menunjang kehidupan spesies/
organisme.
- Diferensiasi memerlukan :
sinyal sel dan membran molekul seperti : receptor, adhesi
sel dan ion channel dan gen regulatory proteins
differential gene expression.

Pada fase deferensiasi sel mengalami


perubahan struktur, komposisi dan fungsinya.
Diferensiasi sel adalah proses yang irreversibel.
Perubahan yang terjadi :
- eliminasi struktur dan komponen sel yang tidak
relevan dengan fungsi sel/jaringan.
- pembentukan struktur dan komponen yang
relevan
dengan fungsi sel/jaringan.
contoh : deferensiasi eritrosit
- eliminasi nukleus & organel (mitokhondria, RE,
lisosom) yang tidak diperlukan.
- pembentukan hem dan rantai globin.

Potency
The range of commitment options available to a cell

Totipotent

Pluripotent

Multipotent

Oligopotent

Unipotent

Potency

Embryonic

Adult

Totipotent
Kemampuan sel tunggal membelah dan memproduksi seluruh sel di
dalam organisme . Ex : sel sel embrionik

Pluripotent
Sel yang mempunyai kemampuan berdiferensiasi ektoderm,
mesoderm dan endoderm
Multipotent
Sel-sel yang dapat berdiferensiasi menjadi sel-sel yang terbatas
misalnya : sel-sel hematopoeitik menjadi beberapa tipe sel darah

Oligopoten:
Kemampuan sel-sel progenitor berdiferiensiasi menjadi beberpa tipe
sel misalnya sel-sel vaskular membentuk sel endotelial atau sel otot
polos

Unipotent
Kemampuan suatu sel menjadi sel-sel dengan tipe yang sama
misalnya : sel kulit

Perubahan terjadi akibat kontrol dan modifikasi


ekspresi gen diferensiasi hampir tidak pernah
disertai perubahan komposisi gen/DNA sel jaringan
berbeda mempunyai sifat/karakter berbeda, tetapi
mempunyai komposisi genom yang sama.
Dediferensiasi :
Sel yang telah terdiferensiasi parsial atau sempurna
berubah menjadi sel stadium primordia
- pada sel tumbuh-tumbuhan
- kultur sel hewan/manusia
- proses regenerasi (metamorfosis) larva amfibia,
insekta, dll.
- penyimpangan siklus & diferensiasi normal sel
kanker.

Setiap jenis sel mengekspresikan sebagian gen (gene subset) dari


keseluruhan genom yang dimiliki.
Diferensiasi adalah stadium transisi antara sel primordia dan sel
dewasa terjadi perubahan ekspresi gen dari satu sistem ke
sistem ekspresi lain.
Selama diferensiasi sejumlah gen (kombinasi gen tertentu) diexpresikan
(turned on), sebagian lain direpresi (turned off) untuk mengatur
perubahan morfologi dan fungsi sel.
Pengaturan expresi dan represi gen ini terjadi melalui isyarat atau faktor
baik berasal dari dalam (intrinsik) atau dari luar sel (ekstrinsik).
Interaksi antara isyarat dengan genom menghasilkan proses esensial
untuk diferensiasi waktu embriogenesis maupun stem cell dewasa.
Experimen nuclear transfer pada enucleated telur kodok dan domba dolly
mebuktikan bahwa nukleus sel terdeferensiasi tidak kehilangan genom,
tetapi berubah ekspresinya.

Faktor intrinsik yang mengatur (perubahan ) ekspresi gen


Modifikasi DNA (gen) mengubah ekspresi gen tertentu.
Ikatan DNA dan histon (khromatin) dapat dimodifikasi oleh sistem
sel sendiri (cells own machinery).
Perubahan (modifikasi) pada khromatin menyebabkan perubahan
ekspresi
karena mengubah akses faktor transkripsi (transcription factors)
gen menjadi accessible atau inaccessible thd transcription factors disebut perubahan epigenetik tidak mengubah komposisi gen
(sikuens DNA), tetapi mengubah materi (kimia) DNA.
Metilasi DNA dan modifikasi histon (metilasi dan asetilasi) dapat
mengubah akses transcription factors sel dapat mengkopi
informasi epigenetik ini pada waktu mitosis sel generasi baru
mempunyai sistem ekspresi yang sama dengan sel induk
informasi epigenetik terdistribusi secara clonal di dalam tubuh.

Faktor extrinsik yang berpengaruh & mengatur ekspresi gen


Kontrol ekspresi gen pada diferensiasi sel umumnya diatur dengan
sistem transduksi sinyal (cell signaling).
Molekul sinyal yang mendistribusikan informasi satu sel ke sel lain
pada waktu diferensiasi sel disebut growth factors.
Growth factor (ligand) bergabung dengan reseptor dipermukaan
sel target menginduksi perubahan konformasi reseptor
domain sitoplasmik berubah & reseptor mempunyai aktivitas
enzim mengkatalisa reaksi fosforilasi protein fungsional
menjadi aktif fosforilasi bertahap akhirnya mengaktifkan
faktor transkripsi yang inaktif (dormant) menjadi aktif atau
mengaktifkan sitoskeleton memacu diferensiasi sel target.

TERIMA KASIH