Anda di halaman 1dari 1

APA PENYEBAB INFEKSI PADA TRAKTUS RESPIRATORIUS?

Batuk berdarah disertai lendir, sesak napas, dan juga demam hilang timbul
merupakan gejala klinis dari tuberkulosis paru. Tuberkulosis paru (TB paru) masih
merupakan problem penting pada infeksi HIV/AIDS dan menjadi penyebab kematian
pada sekitar 11% penderita.

Batuk berlendir disertai darah

Gejala ini banyak ditemukan pada penderita TB paru. Batuk terjadi karena adanya
iritasi pada bronkus. Batuk ini diperlukan untuk membuang produk-produk radang
keluar. Karena terlibatnya bronkus pada setiap penyakit tidak sama, mungkin saja
batuk baru ada setelah penyakit berkembang dalam jaringan paru yakni setelah
berminggu-minggu atau berbulan-bulan peradangan bermula. Sifat batuk dimulai
dari batuk kering (non produktif) kemudian setelah timbul peradangan menjadi
produktif (menghasilkan sputum). Keadaan yang lanjut adalah berupa batuk darah
karena terdapat pembuluh darah yang pecah. Kebanyakan batuk darah pada
tuberculosis terjadi pada kavitas, tetapi dapat juga terjadi pada ulkus dinding
bronkus.

Sesak napas

Pada penyakit yang ringan (baru tumbuh) belum dirasakan sesak napas. Sesak
napas akan ditemukan pada penyakit yang sudah lanjut, yang infiltrasinya sudah
meliputi setengah bagian paru-paru.

Mekanisme Tuberkulosis paru pada penderita HIV

Jurnal Aspek pulmonologis infeksi oportunistik


pada infeksi HIV/AIDS, FK Unud