Anda di halaman 1dari 13

PROPOSAL

POLA PEMANFAATAN SUMBER DAYA PERIKANAN


TERPADU TERHADAP POTENSI KEBAHARIAN DI
KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT, PANGKALAN BUN

Diajukan untuk memenuhi persyaratan Mengikuti


Seleksi Kegiatan Kapal Pemuda Nusantara (KPN) 2015

Oleh :
OKI MAARIF
(ASAL : UNIVERSITAS PALANGKARAYA)

PEMERINTAH KOTA PALANGKARAYA


DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

KALIMANTAN TENGAH
TAHUN 2015

DAFTAR ISI
COVER .....................................................................................................................i
DAFTAR ISI .............................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...............................................................................................1
B. Rumusan Masalah ..........................................................................................3
C. Tujuan ............................................................................................................3

BAB II RENCANA KEGIATAN


A. Letak Geografis ..............................................................................................4
B. Potensi Kebaharian.........................................................................................5
C. Rencana Program dan Kegiatan .....................................................................6

BAB III PENUTUP ..................................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................11

ii

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perairan Kabupaten Kotawaringin Barat mempunyai potensi Sumberdaya
Ikan yang besar. Berdasarkan data hasil tangkapan ikan di perairan umum setiap
tahun cenderung mengalami penurunan, hal tersebut disebabkan karena semakin
menurunnya kualitas perairan umum dan pola pemanfaatan sumberdaya perikanan
yang tidak seimbang antara aspek pemanfaatan dan aspek perlindungan.

Upaya pengelolaan perairan umum, diantaranya adalah melakukan


pengaturan penangkapan, Pencadangan dan penetapan kawasan konservasi,
Optimalisasi pengawasan pemanfaatan sumberdaya, menekan usaha penebangan
liar (illegal logging), restocking, menegakkan aspek legal dan sebagainya. Bila
usaha diatas dapat diterapkan secara konsisten oleh semua pihak maka aspek
pemanfaatan dan aspek perlindungan akan seimbang dan pada gilirannya
sumberdaya perikanan akan tetap lestari.

Sumberdaya ikan yang berada di perairan baik laut maupun perairan


umum cenderung mengalami degradasi dalam satu dekade terakhir ini, utamnya
yang berada di perairan umum maupun perairan pantai. Beberapa faktor yang
menyebabkan penurunan kualitas sumberdaya ikan terkait dengan degradasi
kualitas lingkungan pesisir, termasuk oleh aktivitas manusia yang menimbulkan
pencemaran baik laut maupun tawar, kegiatan perikanan yang merusak
(destructive fishing), penangkapan ikan yang dilakukan secara berlebih
(overfishing) yang dilakukan secara ilegal baik oleh pelaku dalam negeri, seperti
penggunaan metode penangkapan ikan yang merusak lingkungan (bahan
peledak,racun,listrik dan obat bius), penggunaan alat penangkapan ikan yang tidak
sesuai dengan izin dan yang tidak berizin, maupun oleh pihak asing yang
melakukan praktik-praktik ilegal di Indonesia.

Kondisi penurunan sumberdaya ikan ini mengakibatkan kesulitan dalam


upaya meningkatkan produksi secara nyata (signifikan) melalui kegiatan
perikanan tangkap. Gambaran mengenai kondisi tersebut memberikan kosnsep
dalam penanganan pada potensi Perikanan untuk kembali bertumpu pada kegiatan
perikanan budidaya, sementara upaya konservasi dan rehabilitasi lingkungan
perairan laut dan perairan umum, kapasitas dan cakupannya terus ditingkatkan.
Kegiatan perikanan budidaya diprediksi mampu menaikkan produksi perikanan
secara nyata. Peningkatan produksi perikanan budidaya ini pun tetap berada di
bawah ancaman kerusakan lingkungan.
Secara garis besar permasalahan yang dihadapi, dapat di bagi menjadi :
a. Masalah internal bidang kelautan dan perikanan :

Sebagian besar nelayan perikanan tangkap masih tradisional


dengan struktur armada penangkapan masih didominasi perikanan
skala kecil tonase < 10 GT

Ketimpangan pemanfaatan stock ikan antar kabupaten

Praktek ilegal fishing

Pengembangan perikanan budidaya belum optimal

Kerusakan ekosistem pesisir dan laut

Belum optimalnya pengelolaan konservasi laut dan perairan umum

Akses pasar produk perikanan nasional belum ada

b. Masalah eksternal yang mempengaruhi kelautan dan perikanan :

Rendahnya kesadaran masyarakat dan pemerintah daerah dalam


pengembangan pembangunan kelautan dan perikanan

Konflik antar nelayan daerah karena ekses dari pengertian


penerapan otonomi daerah yang salah

Penerapan teknologi yang masih rendah

Belum adanya dukungan permodalan yang memadai

Keamanan dan kepastian hukum dalam berusaha

Penegakan hukum (law enforcement) masih lemah

Melihat hal ini, maka sebuah program yang akan di rencanakan pada
nantinya yakni, Kegiatan Pembinaan Ekonomi Masyarakat Pesisir, Pendampingan
pada kelompok Perikanan Tangkap dan Budidaya, Pembentukan Kelompok
swakarsa pengamanan sumber daya kelautan. Kegiatan ini akan di lakukan dengan
bantuan dari berbagai kalangan pemerintah setempat.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang menjadi dasar dari kegiatan ini yaitu
Bagaimana Cara Memanfaatkan Sumberdaya Perikanan Terpadu Terhadap
Potensi Kebaharian di Kabupaten Kotawaringin Barat, Pangkalan Bun?

C. Tujuan
Tujuan dari rencana kegiatan ini sebagai pembenahan pola pemanfaatan
sumberdaya perairan di Kabupaten Kotawaringin Barat baik dalam jangka
menengah dan jangka panjang adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan Peran Kelautan dan Perikanan sebagai penunjang PDRB
Daerah serta peningkatan ekonomi masyarakat
2. Meningkatkan Mutu dan Akses Pasar Produk Hasil Perikanan
3. Memperkuat Kelembagaan dan SDM secara Terintegrasi
4. Meningkatkan Produktivitas dan daya Saing berbasis Sumber daya
Kelautan dan Perikanan
5. Meningkatkan Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Sumberdaya
Kelautan dan Perikanan

BAB II
RENCANA KEGIATAN
A. Letak Geografis
Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki luas 10.795 km2, secara
geografis terletak pada koordinat 1o19 - 3o36 LS dan 110o25 sampai dengan
112o50 BT. Adapun batas-batas wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat adalah :

Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kabupaten Seruyan

Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kabupaten Sukamara

Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kabupaten Lamandau

Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Laut Jawa


Topografis Kabupaten Kotawaringin Barat digolongkan menjadi 4 bagian

dengan ketinggian antara 0 - 500 m dari permukaan laut dan kemiringan antara 0 40%, yaitu dataran, daerah datar berombak, daerah berombak berbukit dan daerah
berbukit-bukit yang terdiri dari :

Sebelah Utara adalah pegunungan dan macam tanah Lotosal tahan


terhadap erosi

Bagian Tengah terdiri dari tanah Podsolik Merah Kuning, juga tahan
terhadap erosi

Sebelah Selatan terdiri dari danau dan rawa Allupial/Organosal banyak


mengandung air
Terdapat 3 sungai yang melintasi Kabupaten Kotawaringin Barat yaitu

Sungai Arut, Sungai Kumai, dan Sungai Lamandau dengan kedalaman rata-rata 5
meter dan lebar 100 - 300 meter.
Aksesbilitas menuju Kabupaten Kotawaringin Barat dari ibu kota provinsi
(Palangka Raya) menggunakan moda darat ditempuh selama 12 -14 jam, dan dari
ibu kota Negara (Jakarta) menggunakan moda udara ditempuh sekitar 60 menit.
Selanjutnya dari Ibu Kota Kabupaten Kotawaringin Barat (Pangkalan Bun) Ke

Kecamatan terjauh (Kecamatan Kotawaringin Lama) menggunakan moda


Sungai/Darat dengan waktu tempuh kurang lebih 2 4 Jam, kecuali 2 Desa di
Pesisir yakni Desa Teluk Pulai dan Desa Sei Cabang Timur hanya dapat dilalui
melalui Laut, dengan waktu tempuh menggunakan speed boat kurang lebih 2 3
jam.
Panjang Garis pantai Kabupaten Kotawaringin Barat 156 km, yaitu
kecamatan Kumai 144 km dan Kecamatan Arut Selatan 12 km. Wilayah pesisir
terdiri dari 4 kecamatan yakni Kecamatan Arut Selatan, Kumai, Pangkalan Lada,
dan Pangkalan Banteng, Desa/kelurahan di wilayah pesisir berjumlah 18
Desa/kelurahan. Wilayah pesisir ini didasari pada daerah peralihan antara
ekosistim darat dan laut yang dipengaruhi oleh perubahan di darat dan di laut.
Kecamatan Pangkalan Lada dan Pangkalan Banteng Posisinya tidak berada di
pinggir laut, atau tidak mempunyai garis pantai, akan tetapi sebagian wilayahnya
berada di pinggir sungai Kumai. Sungai Kumai sampai pada bagian hulunya
dominan dipengaruhi oleh ekosistem laut, baik ikannya maupun tumbuhan,
misalnya mangrove tumbuh baik dipinggir sungai kumai sampai bagian hulunya,
disamping itu kadar garam disungai cukup tinggi sehingga tidak dapat
dikumsumsi, dengan demikian termasuk wilayah pesisir.

B. Potensi Kebaharian
Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki luas laut lebih kurang 1.250 km
dengan garis pantai sepanjang 156 km, dengan potensi sumberdaya terutama
sumberdaya perikanan laut yang cukup besar, baik dari segi kuantitas maupun
diversitas. Potensi lestari sumberdaya ikan
Kabupaten Kotawaringin Barat diperkirakan sebesar 25.000 ton/tahun
untuk perikanan laut dan 10.800 ton/tahun untuk perikanan umum, dan jumlah
tangkapan yang diperbolehkan (JTB) 20.160 ton per tahun untuk perikanan laut
dan 8.640 ton per tahun untuk perikanan umum (80 % dari Potensi Lestari) baru
termanfaatkan sekitar 47,35 % dari JTB. Dari kedua potensi yang ada baru

termanfaatkan sebesar 8.897,6 ton (44,13%) dari JTB dan 874 ton (10,11%) dari
JTB. Sedangkan sisi diversitas dari sekitar 25.000 jenis ikan yang ada di
Indonesia, yang ditemukan di perairan Kabupaten Kotawaringin Barat kurang
lebih 800 jenis ikan. Disamping potensi penangkapan ikan terdapat potensi
pembangunan perikanan disektor budidaya (a) budidaya laut yang terdiri dari
budidaya rumput laut sebesar 1.000 Ha, budidaya ikan kakap, kerapu dan juga
teripang (b) budidaya air payau seluas 35.200 Ha untuk tambak (c) budidaya air
tawar terdiri dari perairan umum (sungai, danau, rawa), kolam air tawar (d)
bioteknologi kelautan untuk pengembangan industri seperti bahan baku pakan,
benih ikan dan juga industri pangan.
Peluang pengembangan usaha kelautan dan perikanan Kabupaten
Kotawaringin Barat masih memiliki prospek yang baik. Potensi ekonomi
sumberdaya kelautan dan perikanan dapat dimanfaatkan untuk mendorong
pemulihan ekonomi akibat krisis global.
Potensi dan peluang pengembangan sektor kelautan dan perikanan
meliputi (1) perikanan tangkap (2) perikanan budidaya (3) industri pengolahan
perikanan (4) industry bioteknologi (5) pengembangan wisata bahari (6)
pengembangan kawasan industri perikanan terpadu.
Untuk mengoptimalkan potensi sumber daya kelautan dan perikanan dan
menjadikan sektor perikanan sebagai Prime Mover pembangunan ekonomi
daerah, diperlukan upaya percepatan dan terobosan dalam pembangunan sektor
kelautan dan perikanan yang perlu didukung dengan kebijakan politik, ekonomi
serta iklim investasi yang kondusif. Dalam hal ini koordinasi dan dukungan
stakeholder menjadi salah satu persyaratan yang sangat penting.
Disamping potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang besar,
terdapat pula potensi kelembagaan seperti Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia
(HNSI) Cabang Kotawaringin Barat, LSM daerah yang peduli akan pembangunan
sektor kelautan dan perikanan yang dimasa yang akan datang perlu disinergikan
guna keberhasilan bersama. Potensi lain adalah sarana dan prasarana yang telah

ada seperti Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kumai, Balai Benih Udang Galah
(BBUG) Sei Kapitan, Balai Benih Udang (BBU) Sei Bakau, Balai Benih Ikan
(BBI) Pinang Merah, SMK Perikanan, Jurusan Perikanan pada universitas
Antakusuma Pangkalan Bun.
C. Rencana Program Dan Kegaitan
Adapun rencana program dan kegiatan ini akan dibantu oleh Pemerintah
serta Dinas Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Kotawaringin Barat.
a. Bidang Perikanan Tangkap
Sasaran prioritas program bidang perikanan tangkap adalah : Program
Pengembangan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan, Program ini
diprioritaskan kepada kegiatan
1. Peningkatan Produksi Perikanan tangkap
2. Peningkatan Sarana perikanan tangkap
3. Modernisasi armada dan alat tangkap
4. Optimalisasi Pangkalan Pendaratan Ikan

b. Bidang Perikanan Budidaya


a) Program Pengembangan Budidaya Perikanan
Program pengembangan perikanan budidaya mempunyai prioritas
kegiatan adalah sebagai berikut :
1. Pengembangan bibit ikan unggul
2. Pembinaan dan Pengembangan Perikanan
3. Pendampingan pada kelompok pembudidaya ikan

b) Kajian Kawasan Budidaya Air Laut, Air Payau dan Air Tawar
Program ini merupakan program yang tidak terpisahkan dari
program Pengembangan Budidaya Perikanan, mengingat besar
potensi budidaya ikan dan untuk pengembangannya perlu kajiankajian mendalam agar kegiatan budidaya dapat berlangsung sesuai

dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Adapun kegiatan


dalam program ini adalah Kajian budidaya air laut, air payau dan
air tawar yang mencakup Study dan Uji coba , meliputi ikan,
kesehatan lingkungan dan uji klinik kesehatan ikan budidaya.

c. Bidang Pengolahan Sumberdaya Kelautan Dan Perikanan


a) Program Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan.
Sasaran program ini adalah untuk meningkatkan kapasitas
kelembagaan pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan
sumberdaya
perencanaan,

kelautan

dan

pengawasan

perikanan
dan

melalui,

pengendalian

sumberdaya serta pengembangan teknologi

penguatan
pemanfaatan

kelautan, adan

alternative usaha masyarakat. Kegiatan pokok yang akan


dilaksanakan adalah :
1. Pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut melalui penguatan
basis

data

dan

informasi

perikanan

dan

kelautan,

pengembangan dan penelitian mata pencaharian alternatif,


penerapan IPTEK, penyiapan SDM yang berteknologi.
2. Pengendalian dan pengawasan sumberdaya kelautan dan
perikanan melalui penanggulangan illegal fishing dan
pencurian

ikan,

pelaksanaan

dan

pengembangan

Monitoring, Control, dan Surveilance (MCS), peningkatan


gelar operasi penertiban penangkapan ikan, pengembangan
system pengawasan berbasis masyarakat (SISWASMAS),
konservasi dan restocking ikan.

b) Program Pemberdayaan Masyarakat Nelayan, Pembudidayaan Ikan


dan Masyarakat Pesisir lainnya.
Sasaran program ini adalah peningkatan kegiatan ekonomi
produktif yang terkait langsung dengan kehidupan nelayan,

pembudidayaan ikan dan masyarakat pesisir lainnya yang masih


miskin. Kegiatan pokok yang akan dilakukan adalah :
1. Pemberdayaan

usaha

masyarakat

nelayan

dan

pembudidayaan ikan melalui pemberdayaan ekonomi


masyarakat

pesisir,

fasilitas

pembangunan

SPDN,

pengembangan kapal penangkap ikan, pengembangan


usaha perikanan air tawar, pengembangan aneka produk
olahan.
2. Pengembangan intensifikasi budidaya perikanan melalui
penyediaan
perikanan,

dana

ekonomi

pengembangan

produktif
usaha

dan

perikanan

stimulan
melalui

peningkatan perijinan, mutu dan diversifikasi produk,


peningkatan pelayanan sertifikasi mutu hasil perikanan,
pengembangan kelembagaan tani nelayan.

c) Program Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Sektor Kelautan dan


Perikanan.
Sasaran program adalah meningkatnya sumbangan terhadap
pendapatan asli daerah, kontribusi terhadap PDRB, penyerapan
tenaga kerja dan peningkatan konsumsi ikan.
Kegiatan pokok yang akan dilakukan adalah pengembangan
sarana dan prasarana perikanan budidaya, perikanan tangkap dan
pengolahan hasil perikanan, pengembangan sistem rantai dingin
hasil perikanan, revitalisasi tambak rakyat, optimalisasi fungsi unit
pelaksana teknis dinas.

BAB III
PENUTUP
Permasalah yang dihadapi oleh masyarakat pesisir dan nelayan di
Kabupaten Kotawaringin Barat masih sangat kompleks, yaitu : (a). Tingkat
Kemiskinan Nelayan yang Tinggi, (b). Rendahnya produktifitas, (c). Gejala
Tangkap Lebih dan Masalah Kapal Ilegal, (d). Masalah Kawasan Pesisir dan
Pulau-Pulau Kecil, (e). Rendahnya Kemampuan Penanganan dan Pengolahan
Hasil Perikanan, (f). Lemahnya Kemampuan Pemasaran Produk Perikanan, (g).
Tidak Stabilnya Harga-Harga Faktor Produksi, (h). Pengembangan Teknologi,
Data dan Informasi.

Untuk itu diperlukan kerja sama dan pemahaman bersama dalam


pengelolaan Sumber daya Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Kotawaringin
Barat.

10

DAFTAR PUSTAKA

SKPD, 2014. Satuan Kerja Perangkat Daerah, Pemerintah Kabupaten


Kotawaringin Barat.

http://borneonews.co.id/berita/5318-potensi-kelautan-kobar-belumtergarap
http://palangkaraya.bkipm.kkp.go.id/Pangkalan_Bun,_Arut_Selatan,_Kota
waringin_Barat.html

11