Anda di halaman 1dari 1

Kemampuan Membaca Kritis Siswa

Nurhadi (2010: 59) menyatakan bahwa membaca kritis adalah


kemampuan pembaca mengolah bahan bacaan secara kritis untuk
menemukan keseluruhannya makna bahan bacaan, baik
makna
tersurat
maupun
makna
tersiratnya
melalu
tahap
mengenal,
memahami,
menganalisis, mensintesis, dan menilai. Mengolah secara kritis artinya dalam
proses membaca, seorang pembaca tidak hanya menangkap makna yang
tersurat, tetapi juga menemukan makna antara baris, baik makna di balik
baris. Nurhadi (2010: 59-60) menguraikan aspek-aspek membaca kritis yang
dikaitkan dengan ranah kognitif dalam taksonomi Bloom sebagai berikut: (1)
menginterpretasi makna tersirat, (2) mengaplikasikan konsep-konsep bacaan,
(3) kemampuan menganalisis, (4) kemampuan membuat sintesis, dan (5)
kemampuan menilai isi bacaan.