Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Administrasi pembangunan berkembang sebagai salah satu kecenderungan
baru dalam Ilmu Administrasi Negara. Administrasi pembangunan dapat diartikan
sebagai ilmu dan seni tentang bagaimana pembangunan suatu sistem administrasi
negara dilakukan, sehingga dengan demikian sistem administrasi tersebut mampu
menyelenggarakan berbagai fungsi pemerintahan dan pembangunan secara efisien
dan efektif. Menurut Bintoro, Administrasi Pembangunan adalah proses
pengendalian usaha (administrasi) oleh negara/pemerintah untuk merealisirkan
pertumbuhan yang direncanakan ke arah suatu keadaan yang dianggap lebih baik
dan kemajuan di dalam berbagai aspek kehidupan bangsa. Menurut Edward W.
Weidner, Administrasi

Pembangunan

pengembangan

administratif

yang

menggambarkan
dan

administrasi

sebagai
dalam

suatu
program

pengembangan. Karena administrasi menyangkut pengembangan, maka perlu


bahwa perangkat yang administratif sendiri harus ditingkatkan dan dikembangkan
agar memungkinkan dalam mengkoordinir dan melakukan pendekatan multi
fungsional ke arah pemecahan masalah nasional pada dalam pembangunan.
Istilah paradigma ini semakin lama semakin berkembang dan biasa dipergunakan
dalam berbagai bidang kehidupan dan ilmu pengetahuan misalnya politik, hukum,
ekonomi, budaya dan bidang-bidang ilmu lainnya. Begitupun juga dengan ilmu
administrasi negara yang memiliki fungsi menurut Goodnow sebagai pelaksana
kebijkasanaan-kebijaksanaan negara. Disiplin ilmu ini memiliki pengertian dan

implementasi yang berbeda dari setiap negara. Hal tersebutlah yang memperluas
pengertian dari ilmu administrasi negara hingga saat ini, Perkembangan
administrasi secara dinamis telah menimbulkan berbagai macam paradigma.
1.2. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam
penulisan ini adalah:
1. Bagaimana ruang lingkup administrasi pembangunan?
2. Bagaimnakah paradigma administrasi Negara?
1.3. Tujuan penulisan
1. Untuk mengetahui ruang lingkup administrasi pembangunan.
2. Untuk mengetahui paradigma administrasi Negara.
1.4. Manfaat penulisan
Manfaat dari penulisan makalah ini yaitu sebagai bahan acauan

atau

referensi bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa administrasi Negara dan lebih


mengetahui lagi tentang ruang lingkup adminnistrasi pembagunan serta paradigma
administrasi Negara.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1. Definisi administrasi pembangunan
Menurut Bintoro, Administrasi Pembangunan adalah proses pengendalian
usaha (administrasi) oleh negara/pemerintah untuk merealisirkan pertumbuhan
yang direncanakan ke arah suatu keadaan yang dianggap lebih baik dan kemajuan
di dalam berbagai aspek kehidupan bangsa
2.2. Definisi paradigma
Mustopadidjaja (2001) mengartikan paradigma adalah sebagai teori dasar
atau cara pandang fundamental, dilandasi nilai-nilai tertentu, berisikan teori
pokok, konsep, metodologi atau cara pendekatan yang dapat dipergunakan para
teoritisasi dan praktisi dalam menanggapi suatu permasalahan baik dalam kaitan
pengembangan ilmu maupun dalam upaya pemecahan permasalahan bagi
kemajuan hidup dan kehidupan manusia.
American Heritage Dictionary merumuskan paradigma sebagai :

Serangkaian asumsi, konsep, nilai-nilai, dan praktek-praktek yang diyakini


oleh suatu komunitas dan menjadi cara pandang suatu realitas ( A set of
assumptions, concepts, and values, and practices that constitutes a way of
viewing reality for the community that shares them)

2.3. Definisi administrasi Negara


Gerald Caiden (1982) Adminisrasi negara melingkupi segala kegiatan
yang berhubungan dengan penyelenggaraan urusan publik atau kebutuhan publik.
Ruang lingkup administrasi adalah bagaimana orang mengorganisir diri mereka
3

sebagai publik secara kolektif dan dengan tugas dan kewajiban masing-masing
memecahkan masalah publik untuk mencapai tujuan bersama.
Administrasi Negara adalah ilmu sosial yang dinamis, setiap saat dapat
mengalami perubahan sesuai dengan perubahan zaman, peradaban dan
teknologi.Berbagai aspek administrasi sebenarnya telah ada dan dijalankan
semenjak peradaban manusia mulai terstruktur

BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Ruang Lingkup Administrasi Pembangunan
Ruang lingkup Administrasi Pembangunan:
1.

Development Of Administration.
Penyusunan kebijakan penyempurnaan Administrasi Negara, meliputi:
Kepemimpinan,

koordinasi,

pengawasan,

Administrasi

fungsional:

(kepegawaian, keuangan, sarana-sarana lain dan perlembagaan dalam arti


sempit)
2. Administration Of Development.
Proses perumusan kebijakan pembangunan, biasanya dalam bentuk rencana
pembangunan. Pelaksanaannya secara efektif.
Kedua ruang lingkup tersebut saling berkaitan satu sama lain untuk
menghasilkan kebijakan. Proses perumusan kebijakan masuk ke dalam ranah
administrasi negara sedangkan substansinya bisa berasal dari ilmu lain (politik,
ekonomi, sosial, budaya, hankam, dan sebagainya). Formulasi kebijakan bisa saja
merupakan proses politik maupun proses administrasi. Kebijakan yang sudah
diambil, perlu ada partisipasi masyarakat. Di akhir dari dua ruang lingkup tadi
adalah tercapainya perubahan suatu negara ke arah modernisasi, pembangunan
bangsa, pembangunan sosial ekonomi. Sehingga dapat dikatakan bahwa
Administrasi Pembangunan menggunakan dua sisi yaitu: Pembangunan
Administrasi dan Administrasi Pembangunan. Kedua sisi tersebut saling
melengkapi untuk menghasilkan suatu kebijakan. Partisipasi masyarakat

diperlukan agar kebijakan tersebut bisa berhasil dan tercapailah perubahan ke arah
modernisasi, pembangunan bangsa dan pembangunan sosial. Fungsi pokok
administrasi pembangunan adalah menyelenggarakan peranan pemerintah
dalam proses pembangunan.
3.2. Paradigma Administrasi Negara
Pada awal masa perkembangannya, Ilmu Administrasi Negara memiliki
pandangan dari beberapa ahli Administrasi Negara. Para ahli Ilmu Administrasi
Negara menciptakan paradigma yang menjadi ciri Administrasi Negara. Ada 5
paradigma dalam ilmu administrasi negara yang di ungkapkan oleh Nicholas
Henry dalam bukunya. Kelima paradigma itu antara lain :
1.

Paradigma I Dikotomi Politik/Administrasi Negara(1900-1926)


Waktu yang menandai periode Paradigma I adalah dipublikasikannya buku
yang di tulis oleh Frank J. Goodnow dan Leonard D. White. Di dalam buku
Politics Administration (1900), Goodnow berpendapat bahwa ada dua fungsi
yang berbeda dari pemerintah. politik menurut Goodnow, harus
berhubungan dengan kebijaksanaan atau berbagai masalah yang berhubungan
dengan tujuan negara. Sedangkan Administrasi harus berkaitan dengan
pelaksanaan kebijaksanaan tersebut. Dengan demikian yang menjadi dasar
pembeda adalah pemisahan kekuasaan. Penekanan paradigma I adalah pada
lokus (tempat) di mana administrasi negara berada. Goodnow dan para
pengikutnya berpendapat administrasi negara seharusnya memfokuskan diri
pada birokrasi pemerintahan. Hasil paradigma I memperkuat pemikiran

dikotomi politik/administrasi yang berbeda,dengan menghubungkannya


dengan dikotomi nilai/fakta yang berhubungan. Segala sesuatu yang di
pelajari oleh para ahli administrasi negara dalam lembaga eksekutif akan
memberi warna dan legitimasi keilmiahan dan kefaktualan administrasi
negara, sedang studi pembuatan kebijakan publik menjadi kajian para ahli
ilmu politik.
2.

Paradigma II Prinsip-Prinsip Administrasi Negara(1927-1937)


Dalam Administrasi Negara memang ada prinsip-prinsipnya. Prinsip-prinsip
itu akan dapat di temukan dan para pegawai administrasi akan dapat
memperoleh keahlian dalam bidangnya, jika mereka belajar cara menerapkan
prinsip-prinsip tersebut. Selama fase, sebagaimana di gambarkan oleh
paradigma 2, inilah administrasi mencapai puncak kejayaannya. Para ahli
administrasi negara di terima baik oleh kalangan industri maupun kalangan
pemerintah selama tahun 1930-an dan awal tahun 1940an, karena kemampuan
manajerialnya. Fokus bidang ini yaitu keahlian dalam bentuk prinsip-prinsip
administrasi bertambah luas. Lokus administrasi negara berlaku di mana pun,
karena prinsip adalah tetap prinsip, dan tetap administrasi. Prinsip-prinsip
administasi ada dan tetap berlaku, dengan batasan, prinsip-prinsip bekerja
dalam suasana administrasi manapun, tanpa memandang budaya, fungsi,
lingkungan, misi, ataupun kerangka institusional serta tanpa pengecualian
prinsip-prinsip tersebut dapat di terapkan di mana pun juga dengan berhasil.
Bagi Gulick dan Urwick, prinsip-prinsip administrasi adalah penting,
sedangkan prinsip tersebut diterapkan tidaklah penting. Dengan kata lain

fokus lebih penting dari pada lokus. Gulick dan Urwick mengajukan tujuh
prinsip administrasi dalam, POSDCORB. Yang merupakan ungkapan akhir
prinsip-prinsip administrasi. itu adalah kepanjangan dari :
Planning,Organizing,Staffing,Directing,Coordinating,Ordinating,Reporting,B
udgeting.Itulah administrasi negara pada 1937.
3.

Paradigma III Administrasi Negara Sebagai Ilmu Politik(1950-1970)


Akibat dari perhatian dan kritik-kritik konseptual yang mengalir, administrasi
negara melompat kebelakang denga serta merta kedalam induk disiplin ilmu
politik. Hasilnya adalah diperbaharuinya kembali penentuan lokus yaitu
birokrasi pemerintah tetapi dengan demikian kehilangan fokusnya.
Pada 1962 administrasi negara tidak lagi termasuk dalam sub bidang ilmu
politik didalam laporan Komite Ilmu Politik sebagai disiplin asosiasi ilmu
politik Amerika. Paling tidak, ada dua perkembangan yang terjadi selama
periode ini yang cukup mencerminkan adanya perbedaan dalam masalah
mengurangi ketegangan antara para ilmuan administrasi dan ilmuan politik
secara berangsur-angsur. Peningkatan penggunaan studi kasus sebagai
instrumen epistomologi, perbandingan pembangunan administrasi yang mana
mengalami pasang surut sebagai sub bidang administrasi negara.
Kesulitan

kalangan

intelektual

dalam

menggunakan

studi

kasus

mencerminkan adanya keadaan administrasi pada saat itu: kalangan sarjana


yang

tidak

bersemangat,

terisolasi

dari

mengatasinya dengan cara yang mereka ketahui.


8

koleganya,

tapi

mencoba

4.

Paradima IV Administrasi Negara Sebagsi Ilmu Administrasi(1956-1970)


Dalam paradigma ilmu politik maupun ilmu administrasi adalah suatu
kebenaran yang penting bahwa administrasi negara tidak mempunyai identitas
dan keunikannya di dalam membatasi beberapa konsepnya yang lebih
besar. Istilah ilmu administrasi di sini di gunakan sebagai penangkap semua
frasa bagi kajian di dalam teori organisasi dan ilmu Manajemen. Sebagai
Paradigma, ilmu administrasi menyajikan suatu fokus, bukan lokus.
Sebagaimana dalam paradigma 2, administrasi adalah administrasi di
manapun ia di temui; fokus lebih di perhatikan dari pada lokus.
Awal tahun 1960-an pengembangan Organisasi makin banyak mendapat
perhatian sebagai bidang khusus ilmu administrasi. Sebagai suatu fokus,
pengembangan organisasi menawarkan alternatif ilmu politik yang menarik
bagi banyak ahli administrasi negara. Yale University merupakan promotor
utama gagasan Pengembangan Organisasi dalam administrasi negara:
lulusannya bergelar Doktor ilmu politik, namun transkrip mereka penuh
dengan pembahasan manajemen industri. Ada satu masalah dalam rute ilmu
administrasi, meskipun tidak terdapat prinsip-prinsip universal dalam ilmu
administrasi, ia berani berpendapat bahwa semua organisasi dan metodologi
manajerial pada umumnya memiliki pola-pola, karakteristik-karateristik dan
kelemahan-kelemahan tertentu. Dalam prakteknya ini sering berarti bidang
ilmu administrasi niaga akan menyerap bidang ilmu administrasi negara.
Apakah bidang studi yang mementingkan unsur keuntungan ini cukup
memperhatikan nilai kepentingan umum yang vital sebagai salah satu aspek

ilmu administrasi. Yang merupakan satu pertanyaan atas arti penting


administrasi negara.
Dewasa ini para ahli administrasi negara mulai menerima bahwa kata
negara dalam administrasi negara tak bisa di artikan dalam makna institusi
seperti masa sebelumnya. Kata tersebut kini di artikan sebagai makna
filosofis, normatif, dan etika.
5.

Paradigma V Administrasi Negara Sebagai Administrasi Negara(1970Sekarang)


Belum ada fokus bidang studi yang bisa di sebut ilmu administrasi yang
murni. Yang ada adalah teori organisasi yang selama dua setengah dasawarsa
terakhir memusatkan perhatian tentang bagaimana dan mengapa organisasi
bekerja, bagaiman perilaku orang-orang di dalamnya dan mengapa demikian,
serta bagaiman dan mengapa keputusan di buat.
Para ahli administrasi negara semakin banyak memberi perhatian pada
bidang ilmu lain yang memang tak terpisahkan dari administrasi negara
seperti ilmu politik, ekonomi politik, proses pembuatan kebijakan negara,
serta analisisnya, dan perkiraan pengeluaran(output) kebijakan.
Buku ini membahas fokus, lokus, dan pertaliannya dalam administrasi
negara dengan paradigma yang terakhir. Dengan demikian kita membahas
administrasi negara dalam konteks paradigma yang tengah berlaku sekarang:
fokusnya adalah teori organisasi dan ilmu manajemen, sedangkan lokusnya

10

adalah kepentigan umum dan urusan umum. Buku ini akan membahas
administrasi negara yang telah tumbuh sebagai bidang ilmu tersendiri.
Meskipun program studi administrasi negara yang masih berada di
lingkungan Departemen ilmu politik (menganut sistem paradigma 3) juga
meningkat, peningkatan tersebut lebih merupakan usaha dari perguruan tinggi
yang relatif kecil untuk mempertahankan peminatnya di tengah suramnya
sumber-sumber pendidikan. Sekolah-sekolah umum ilmu administrasi
(menganut sistem paradigma 4) yang biasanya mengajarkan gabungan ilmu
administrasi niaga dan negara. Kecenderungan-kecenderungan yang pasti
dalam administrasi negara semakin menyeruak. Salah satu kecenderungan
tersebut adalah pertumbuhannya. Kecenderungan lainnya adalah agresifnya
pendidikan administrasi negara dalam merekrut mahasiswa minoritas dan
wanita.
3.3. Perbedaan New Public Management dan New Public Service
1. New Public Management
Mulai tahun 1990-an ilmu administrasi publik mengenalkan paradigma
baru yang sering disebut New Public Management (Hood, 1991). Walaupun juga
disebut dengan nama lain misalnya Post-bureaucratic Paradigm (Barzeley, 1992),
dan Reinventing Government (Osborne dan Gaebler, 1992), tetapi secara umum
disebut New Public Management karena berawal dari gagasan Christopher Hood
sebagai awal mula paradigma alternatif. Prinsip dasar paradigma New Public
Management adalah menjalankan administrasi negara sebagaimana menggerakkan
11

sektor bisnis (run government like a business atau market as solution to the ills in
public sector).
Ide atau prinsip dasar paradigma New Public Management (Dernhart dan
Dernhart, 2003) adalah:
1. Mencoba menggunakan pendekatan bisnis di sektor publik.
2. Penggunaan terminologi dan mekanisme pasar, dimana hubungan antara
organisasi publik dan customer dipahami sebagaimana transaksi yang
terjadi di pasar.
3. Administrator publik

ditantang

untuk

dapat

menemukan

atau

mengembangkan cara baru yang inovatif untuk mencapai hasil atau


memprivatisasi fungsi-fungsi yang sebelumnya dijalankan pemerintah
4. steer not row artinya birokrat tidak mesti menjalankan sendiri tugas
pelayanan publik, apabila dimungkinkan fungsi itu dapat dilimpahkan ke
pihak lain melalui sistem kontrak atau swastanisasi.
5. New Public Management menekankan akuntabilitas pada customer dan
kinerja yang tinggi, restrukturisasi birokrasi, perumusan kembali misi
organisasi, perampingan prosedur, dan desentralisasi dalam pengambilan
keputusan.
2. New Public Service
Paradigma New Public Service merupakan konsep yang dimunculkan melalui
tulisan Janet V.Dernhart dan Robert B.Dernhart berjudul The New Public
Service: Serving, not Steering yang terbit tahun 2003. Menurut paradigma New
Public Service, menjalankan pemerintahan tidaklah sama dengan organisasi
bisnis. Administrasi negara menggerakkan pemerintahan yang demokratis.Misi
organisasi publik tidak sekedar memuaskan pengguna jasa (customer) tapi juga
12

menyediakan pelayanan barang dan jasa sebagai pemenuhan hak dan kewajiban
publik (serving).
Denhardt dan Denhardt merumuskan prinsip-prinsip New Public Service yang
memiliki diferensiasi dengan prinsip-prinsip New Public Management. Ide atau
prinsip dasar paradigma New Public Service adalah :
1. Melayani masyarakat sebagai warga negara, bukan pelanggan; melalui
pajak yang mereka bayarkan maka warga negara adalah pemilik sah
(legitimate) negara.
2. Memenuhi kepentingan publik; kepentingan publik seringkali berbeda dan
kompleks, tetapi negara berkewajiban untuk memenuhinya. Negara tidak
boleh melempar tanggung jawabnya kepada pihak lain dalam memenuhi
kepentingan publik.
3. Mengutamakan warganegara di atas kewirausahaan; kewirausahaan itu
penting, tetapi warga negara berada di atas segala-galanya.
4. Berpikir strategis dan bertindak demokratis; pemerintah harus mampu
bertindak

cepat

dan

menggunakan

pendekatan

dialog

dalam

menyelesaikan persoalan publik.


5. Menyadari komplekstitas akuntabilitas; pertanggungjawaban merupakan
proses yang sulit dan terukur sehingga harus dilakukan dengan metode
yang tepat.

13

6. Melayani bukan mengarahkan; fungsi utama pemerintah adalah melayani


warga negara bukan mengarahkan.
7. Mengutamakan kepentingan masyarakat bukan produktivitas; kepentingan
masyarakat harus menjadi prioritas meskipun bertentangan dengan nilainilai produktivitas.

BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Ruang lingkup Administrasi pembangunan adalah proses penyelenggaraan
peranan pemerintah dalam proses pembangunan yang bertujuan dalam
peningkatan kemampuan pemerintah dalam melayani masyarakat dengan
melakukan investasi. Ruang lingkup administrasi pembangunan merupakan
14

Penyusunan kebijakan penyempurnaan Administrasi Negara dan Proses


perumusan kebijakan pembangunan.
Paradigma administrasi Negara meliputi lima para digma yaitu: Paradigma
pertama : Dikotomi Politik dan Administrasi(1990-1926), Paradigma ke dua:
Prinsip-Prinsip Administrasi(1927-1937), Paradigma ke tiga: Administrasi Negara
sebagai Ilmu Politik(1950-1970), Paradigma ke empat: Administrasi Negara
sebagai Ilmu Administrasi(1956-1970), Paradigma ke lima: Administrasi Negara
sebagai Administrasi Negara1970- sekarang).
4.2. Saran
Dalam administrasi pembangunan di Negara berkembang perlunya
peningkatan dan perhatian dari pemerintah dalam proses pembangunan sehingga
dengan demikian sistem administrasi tersebut mampu menyelenggarakan berbagai
fungsi pemerintahan dan pembangunan secara efisien dan efektif. Pada dasarnya
untuk kondisi di Indonesia menurut hemat penulis, kita tidak perlu menjadi
pengikut atau follower dari pemikiran-pemikiran luar mengenai paradigma
administrasi negara yang berkenaan dengan pelayanan publik mana yang harus
kita terapkan di Indonesia untuk meningkatkan kapasitas pelayan publik atau
birokrat dan memperbaiki kualitas pelayanan publik itu sendiri. Jika dilihat lebih
jauh, Indonesia punya banyak local wisdom dari berbagai budaya yang ada di
Indonesia yang dapat menyamai prinsip-prinsip yang ada dalam paradigma New
Public Service atau Governance.

15

DAFTAR PUSTAKA

Denny.

2012.

Paradigma

Administrasi

http://dennybl.blogspot.com/2012/05/paradigma-admnistrasinegara.html?m. diakses pada hari jumaat, 28 November 2014.


1. http://sriyuliani.staff.fisip.uns.ac.id/

16

Negara

2. http://dinoyudha.wordpress.com/2009/05/14/penerapan-new-publicmanagement-di-indonesia-sebuah-opini/
3. http://kouzinet.blogspot.com/2010/03/teori-administrasi-negara.html
4. wayuguci.edublogs.org/files/2010/10/Isi1.doc
5. http://kerjaituindah.blogspot.com/2011/06/paradigma-ilmu-administrasinegara_28.html

17