Anda di halaman 1dari 13

Logam tanah jarang (LTJ) adalah kumpulan 17 unsur kimia pada tabel periodik, terutama

15 lantanida ditambah skandium dan yttrium. [2] Skandium dan yttrium dianggap sebagai logam tanah
jarang karena sering ditemukan pada deposit-deposit bijih lantanida dan memiliki karakteristik kimia yang
mirip dengan lantanida.
Meskipun namanya logam tanah jarang, tapi logam-logam ini cukup melimpah jumlahnya di kerak bumi,
dengan serium sebagai unsur paling melimpah ke-25 dengan 68 bagian per juta (mirip tembaga). Meski
begitu, karena karakteristik geokimianya, logam tanah jarang ditemukan pada kondisi sangat tersebar dan
sedikit ditemukan dalam jumlah yang banyak, sehingga nilai ekonominya kecil. Sumber-sumber deposit
logam tanah jarang yang banyak dan bernilai ekonomis biasanya menyatu menjadi mineral tanah jarang.
[3]

Mineral pertama yang ditemukan adalah gadolinit, senyawa kimia yang tersusun dari

serium, yttrium, besi, silikon, dan unsur lainnya. Mineral ini diekstrak dari sebuah tambang di
desa Ytterby di Swedia. Beberapa nama logam tanah jarang juga mendapatkan namanya dari lokasi
tambang ini
Berikut ini adalah daftar 17 logam tanah jarang, nomor atom beserta simbol, asal namanya, dan
penggunaan utama dari logam tersebut (lihat juga aplikasi teknologinya disini. Beberapa logam-logam ini
dinamai dari ilmuwan yang menemukannya, dan beberapa lagi diambil dari tempat dimana logam tersebut
ditemukan.

Simb

Nam

ol

Etimologi

Penggunaan

dari
21

Sc

Skandium

bahasa Latin Scandia (Skandinav


ia), tempat dimana bijih ini
pertama kalinya ditemukan.

Campuran aluminiumskandium ringan yang dipakai


untuk komponen pesawat
terbang dan aditif untuk Lampu
uap-merkuri.[4]

Laser Yttrium-aluminium
garnet (YAG), yttrium vanadat
dinamai dari Ytterby, Swedia,
39

Yttrium

tempat logam ini pertama


ditemukan.

(YVO4) untuk pembuatan


europium pada TV fosfor
merah, YBCO Superkonduktivi
tas suhu tinggi,
filter gelombang mikro yttrium
iron garnet (YIG).[4]

57

La

Lantanum

dari bahasa Yunani "lanthanein",

Kaca dengan indeks

artinya tersembunyi.

refraktif tinggi, penyimpanan


hidrogen, elektroda baterai,
lensa kamera,

Simb

Nam

ol

Etimologi

Penggunaan

katalis ''cracking'' katalitik


cairan pada kilang minyak

Agen oksidasi kimia, bubuk


pemoles, pewarna kuning
58

Ce

Serium

diambil dari nama salah satu

pada kaca dan keramik, katalis

planet katai Ceres, dari nama

untuk oven ''self-cleaning'',

Dewi Pertanian Romawi.

katalis ''cracking'' katalitik


cairan pada kilang
minyak, feroserium

Magnet tanah jarang, laser,


bahan inti untuk lampu karbon,
59

Pr

Praseodimiu

dari bahasa Yunani "prasios" dan

"didymos".

pewarna pada kaca


dan enamel, aditif untuk
kacadidymium yang dipakai
pada kacamata las,
[4]

60

61

62

Nd

Pm

Sm

Neodimium

Prometium

Samarium

dari bahasa Yunani "neos" (baru)


dan "didymos" (kembar).

produk feroserium (flint).

Magnet tanah jarang, laser,


pewarna ungu pada kaca dan
keramik, kapasitor keramik

dari mitologi Titan Prometheus.

Baterai nuklir

dinamai dari Vasili Samarsky-

Magnet tanah

Bykhovets, yang menemukan

jarang, laser, penangkap

bijih tanah jarang samarskit.

neutron, maser

Fosfor merah dan


63

Eu

Europium

dinamai dari benua Eropa.

biru, laser, lampu uap merkuri,


agen relaksasi NMR

Simb

Nam

ol

Etimologi

Penggunaan

Magnet tanah jarang, laser,


dinamai dari Johan
64

Gd

Gadolinium

Gadolin (17601852), sebagai


persembahan atas dedikasinya
pada logam tanah jarang.

kaca dengan indeks refraktif


tinggi atau garnet, tabung Xray, memori
komputer,penangkap
neutron, agen kontras MRI,
agen relaksasi NMR

65

Tb

Terbium

66

Dy

Disprosium

dinamai dari desa Ytterby,

Fosfor hijau, laser, lampu

Swedia.

fluorescent

dari bahasa Yunani "dysprositos"


(susah untuk didapatkan).

Magnet tanah jarang, laser

dinamai dari
67

Ho

Holmium

kota Stockholm (dalam bahasa


Latin, "Holmia"), kota dari salah

Laser

satu penemunya.

68

Er

Erbium

69

Tm

Thulium

70

Yb

Ytterbium

dinamai dari desa Ytterby,


Swedia.

diambil dari asal usul Thule.

Mesin X-ray jinjing

dinamai dari desa Ytterby,

Laser inframerah, agen

Swedia.

pereduksi kimia

diambil dari nama Lutetia, kota


71

Lu

Lutetium

Laser, baja vanadium

yang berganti nama


menjadi Paris.

Detektor pemindai PET, kaca


dengan indeks refraktif tinggi

Kelompok logam ini pertama kali ditemukan pada tahun 1787 oleh seorang letnan angkatan
bersenjata Swedia bernama Karl Axel Arrhenius. Ia mengumpulkan mineral hitam ytterbit dari
penambangan feldspar dan quartz kuarsa di dekat Desa Ytterby, Swedia. [5]Kemudian, mineral ini berhasil
dipisahkan oleh J. Gadoli pada tahun 1794, dengan memperoleh mineral Ytterbit. Selanjutnya, nama
mineral tersebut diganti menjadigadolinit pada tahun 1800.
Penemuan unsur baru ini, tentunya memicu penelitian yang membuahkan penemuan unsur-unsur logam
tanah jarang lain.

Tahun 1804 Klaproth dan rekan-rekannya menemukan seria yang merupakan bentuk oksida dari
Serium.

Tahun 1828, Belzerius memperoleh mineral thoria dari mineral thorit

Tahun 1842 Mosander memisahkan senyawa bernama yttria menjadi tiga macam unsur
melalui pengendapan fraksional menggunakan asam oksalat dan hidroksida. Unsur tersebut adalah
Yttria, Terbia dan Erbia. Sehingga, pada tahun 1842, ada 6 logam tanah jarang yang telah ditemukan,
yaitu yttrium, cerium, lanthanum, didymium, erbium dan terbium.

Tahun 1879, berkat petunjuk Marc Delafontaine, Paul mile Lecoq de Boisbaudran mampu
memperoleh samarium dari mineral samarskit.

Tahun 1885, Welsbach memisahkan praseodimium dan neodimium yang terdapat pada samarium

Tahun 1886, Boisbaudran memperoleh gadolinium dari mineral Ytterbia yang diperoleh J.C.G de
Marignac tahun 1880

Pada 1907 dari Ytterbia yang diperoleh Jean Charles Galissard de Marignac, de Boisbaudran
mampu memisahkan senyawa tersebut menjadi Neoytterium dan Lutesium. P.T. Cleve mampu
memisahkan tiga unsur dari erbia dan terbia yang dimiliki Marignac. Ia memperoleh Erbium,
Holminium dan Thulium. L. De Boisbaudran, mampu memperoleh unsur lain bernama Disporsium.

Logam tanah jarang tidak ditemukan berupa unsur bebas dalam lapisan kerak bumi. Namun ia berbentuk
paduan membentuk senyawa kompleks. Sehingga logam tanah harus dipisahkan terlebih dahulu dari
senyawa kompleks tersebut.
Secara umum, logam tanah jarang ditemukan dalam bentuk senyawa kompleks fosfat dan karbonat. Di
bawah ini adalah beberapa contoh mineral logam tanah jarang yang ditemukan di alam.

Bastnaesit (CeFCO3). Merupakan sebuah fluoro-carbonate serium yang mengandung


6070% Oksida logam tanah jarang seperti Lanthanum and Neodymium. Mineral bastnaesit

merupakan sumber logam tanah jarang yang utama di dunia. Bastnaesit dtemukan dalam
batuan kabonatit, dolomit breccia, pegmatit dan amphibole skarn.

Monazit ((Ce,La,Y,Th)PO3) Merupakan senyawa fosfat logam tanah jarang yang


mengandung 50-70% Oksida LTJ. Monasit diambil dari mineral pasir berat yang merupakan hasil
samping dari senyawa logam berat lain. Monasit memiliki kandungan thorium yang cukup tinggi.
Sehingga mineral tersebut memiliki sifat radioaktif. Thorium tersebut memancarkan radiasi
pengion. Monasite dalam jumlah tertentu dikategorikan sebagai TENORM (Technologically
Enhanced Naturally Occuring Radioactive Material) yaitu zat radioaktif alam yang dikarenakan
kegiatan manusia atau proses teknologi terjadi peningkatan paparan potensial jika dibandingkan
dengan keadaan awal, penanganan TENORM mesti mematuhi batasan paparan radiasi sebagai
berikut: Paparan pekerja 20 mSv/th atau 10 uSv/jam dan Paparan publik 1 mSv/th.

Xenotime (YPO4) merupakan senyawa ittrium phosphat yang mengandung 54-65% LTJ
termasuk erbium, cerium dan thorium. Xenotipe juga mineral yang ditemukan dalam mineral pasir
berat seperti pegmatite dan batuan leleh (igneous rocks)

zircon, merupakan senyawa a zirconium silicate yang didalamnya ditemukan thorium,


ittrium dan cerium.

Dalam memperoleh mineral di atas, tidak bisa didapatkan dengan mudah. Karena jumlah mineral tersebut
sangat terbatas. Telebih lagi, mineral di atas tidak terpisah sendiri,tetapi ia tercampur dengan mineral lain.
Seperti contohnya pada kepulauan bangka Belitung, mineral ini merupakan hasil samping dari
penambangan timah. Sehingga sebelum memperoleh mineral di atas, maka diperlukan proses pemisahan
terlebih dahulu.
Mineral-mineral yang mendominasi dalam senyawa logam tanah jarang di atas adalah Lanthanum, Cerium,
Neodymium. Sehingga mineral ini, menjadi ekonomis untuk dilakukan proses ekstraksi. Sehingga
pemanfaatan ketiga mineral ini, sangat tinggi dibanding mineral logam tanah jarang lainnya.

Aplikasi logam tanah jarang


Logam tanah jarang telah banyak digunakan pada berbagai macam produk. Penggunaan logam tanah
jarang ini memicu berkembangnya material baru. Material baru dengan menggunakan Logam Tanah
Jarang memberikan perkembangan teknologi yang cukup signifikan dalam ilmu material. Perkembangan
material ini banyak diaplikasikan di dalam industri untuk meningkatkan kualitas produk mereka. Contoh
perkembangan yang terjadi pada magnet. Logam Tanah Jarang mampu menghasilkan neomagnet, yaitu
magnet yang memiliki medan magnet yang lebih baik dari pada magnet biasa. Sehingga memungkinkan
munculnya perkembangan teknologi berupa penurunan berat dan volume speaker yang ada.
Memungkinkan munculnya dinamo yang lebih kuat sehingga mampu mengerakkan mobil. Sehingga
dengan adanya logam tanah jarang, memungkinkan munculnya mobil bertenaga listrik yang dapat
digunakan untuk perjalanan jauh. Oleh karenanya mobil hybrid mulai marak dikembangkan.

Dalam aplikasi metalurgi, penambahan logam tanah jarang digunakan dalam pembuatan Baja High
Strength, low alloy (HSLA), baja karbon tinggi, superalloy, stainless steel. Karena logam tanah jarang
memiliki kemampuan untuk meningkatkan kemampuan material berupa kekuatan, kekerasan dan
peningkatan ketahanan terhadap panas. Contohnya pada penambahan logam tanah jarang dalam bentuk
additif atau alloy pada paduan magnesiaum dan alumunium, maka kekuatan dan kekerasan paduan
tersebut akan meningkat dengan signifikan.
Pemanfaatan logam tanah jarang yang lain berupa pelat armor, korek gas otomatis, lampu keamanan di
pertambangan, perhiasan, cat, lem. Untuk instalasi nuklir, logam tanah jarang digunakan dalam detektor
nuklir dan pengkounter, rod kontrol nuklir.
Peluang logam tanah jarang
Walaupun kita jarang mendengar nama logam tanah jarang, pemanfaatannya sudah sangat banyak di
dunia industri. Berbagai macam pemanfaatan dari logam tanah jarang, menyatakan bahwa material ini
merupakan material masa depan. Karena material ini menjadi pemicu lahirnya teknologi baru yang masih
akan terus berkembang seperti LCD, magnet dan baterai hybrid. Hal ini mengakibatkan permintaan logam
tanah jarang yang akan terus meningkat. Berdasarkan penelitian pasar oleh BBC report untuk Lynas Co.
menyatakan bahwa permintaan logam tanah jarang akan terus meningkat hingga menjadi 10% pada tahun
2010 . Sehingga industri logam tanah jarang menjadi sebuah industri yang menjanjikan yang akan terus
berkembang di masa depan.
Logam Tanah Jarang juga bersifat tidak tergantikan. Hal ini disebabkan sifat Logam Tanah Jarang yang
unik. Sehingga sampai saat ini, tidak ada material lain yang mampu menggantikannya. Jika ada,
kemampuan yang dihasilkan tidak sebaik material logam tanah jarang. Sifat logam tanah jarang yang
digunakan sebagai material berteknologi tinggi dan belum ada penggantinya, membuat logam tanah jarang
manjadi material yang vital
Negara Tiongkok merupakan produsen utama logam tanah jarang di dunia. Tahun 2005, mereka mampu
memproduksi 43,000,000 ton. Kapasitas produksi ini merupakan 50% dari produksi logam tanah jarang
dunia. Perkembangan logam Tanah jarang di China dimulai sejak tahun 1985. Saat itu, China sudah
berhasil mengolah dua deposit logam tanah jarangnya. Depositnya di bayan Obo yang megandung ironniobium-LTJ. Sehingga setelah mereka melakukan pemisahan besi dan niobium, maka didapatkan logam
tanah jarang. Mereka mengolah Logam Tanah Jarang tersebut sehingga dapat dimanfaatkan.
Selanjutnya, dengan produksi logam tanah jarang yang besar tersebut, China mampu mendorong
pertumbuhan teknologi industrinya. Kemudian dia mulai mendirikan industri elektronik nasional yang dapat
bersaing dengan industri elektronik luar dengan kemampuannya menggunakan material Logam Tanah
Jarang. Saat ini, China tidak hanya menguasai pasar barang elektronik seperti komponen komputer,
televisi, monitor dan handycam. Tapi hampir semua lini industri dengan harga yang sangat kompetitif.
Seperti industri baja, otomotif dan manufaktur lainnya.
Potensi besar dari logam tanah jarang tersebut akan sangat menguntungkan jika Indonesia turut serta
untuk mengembangkannya. Terlebih lagi, pasir monasite sebagai sumber logam tanah jarang, hanya
dijadikan sebagai sampah pembuangan timah. Sehingga sangat luar biasa keuntungan yang didapat,
ketika sampah dijadikan material yang jika dilakukan pemprosesan lanjut memiliki nilai jual yang melebihi
emas.
Tentunya proses pemanfaatan ini, membutuhkan bantuan dan dukungan dari pemerintah. Yaitu dengan
penetapan regulasi yang mendukung pengolahan mineral logam tanah jarang seperti pembuatan sarana

dan prasarana, perlindungan pemasaran sebagai inkubator awal industri nasional, dan yang utama
bantuan permodalan untuk pendirian industri ini. Karena pendirian industri pertambangan yang kompetitif,
memerlukan permodalan yang tinggi. Hal ini bertujuan untuk membeli peralatan berefisiensi tinggi
sehingga menurunkan biaya (cost) produksi sehingga memiliki harga jual yang kompetitif.
Pemanfaatan logam tanah jarang ini mampu membuka Indonesia terhadap penguasaan dan
pengembangan teknologi. Terutama teknologi elektronik yang selama berpuluh-puluh tahun ini masuk dan
berkembangnya industri-industri elektronik asing selama di Indonesia, namun tidak menghasilkan
transformasi teknologi elektronik yang signifikan. Kemudian adanya ini mampu meningkatkan kualitas
industri metalurgi di Indonesia dengan dihasilkannya spesifikasi baja dan logam paduan baru tentunya
dengan kualitas yang lebih baik. Kemudian masih banyak lagi manfaat besar yang dapat diperoleh
Indonesia dari pengolahan logam ini yang mampu meningkatkan perkembangan teknologi di Indonesia

Sifat-sifat umum
Secara tegas, keempat belas unsur di atas mengikuti La yang mana elektron-elektron 4f ditambahkan
berurutan pada konfigurasi La. Istilah lantanida sendiri diambil dari kata unsur lanthanum yang mana
unsur-unsur yang lainnya mengikuti unsur lanthanum ini. Unsur Lanthanum adalah prototip bagi kempat
belas unsur berikutnya. Penurunan yang tajam dalam jari-jari atom dan ion dari unsur-unsur ini disebut
dengan istilah pengerutan lantanida. Unsur-unsur lanthanida memiliki keelektropositifan yang tinggi dengan
potensial M3+/M mulai dari -2,25 V (Lu) sampai -2,52 V (La).
Yttrium, yang terletak di atas La dalam golongan III A memiliki ion +3 yang mirip dengan inti gas mulia;
sehubungan dengan pengaruh pengerutan lantanida, jari Y3+ dekat pada nilai bagi Tb3+ dan Dy3+.
Akibatnya, Y terdapat pada mineral Lantanida. Unsur yang lebih ringan dalam golongan IIIA ini yaitu
Skandium. Meskipun ia memiliki jari-jari ionik yang lebih kecil dan memperlihatkan sifat
kimia intermediat antara jari-jari ionik Al dan Y dan lantanida.

Valensi yang beragam[sunting | sunting sumber]


Lantanida tertentu membentuk ion-ion +2 atau +4. Ion +2 mudah dioksidasi dan ion +4 mudah direduksi
menjadi +3. Penjelasan yang sederhana bagi keberadaan valensi ini adalah bahwa kulit yang kosong terisi
setengah atau terisi penuh sangat stabil. Fenomena yang mirip ini berhubungan dengan entalpi pengionan
unsur deret transisi pertama dan kulit 3d yang terisi setengah menjadi penyebab atas kestabilan mangan
(II). Bagi lantanida, tingkat oksidasi IV untuk cerium memberikan Ce 4+ dengan konfigurasi kulit f yang
kosong dari f14. Konfigurasi f7 yang terisi setengah dari Gd3+ dibentuk oleh reduksi menghasilkan Eu2+ atau
oksidasi menghasilkan Tb4+. Faktor-faktor lain yang terlibat, dengan demikian diperlihatkan oleh adanya
banyak ion +2 yang distabilkan dalam kisi CaF2 dan Kompleks Pr4+ dan Nd4+.

Sifat magnetik dan spektra[sunting | sunting sumber]


Ion lantanida yang memiliki elektron tidak berpasangan berwarna dan paramagnet. Terdapat perbedaan
mendasar dari unsur grup d dalam hal bahwa elektron-elektron 4f adalah elektron dalam dan terlindung
sangat efektif dari pengaruh gaya luar oleh tumpukan kulit 5s2 dan 5p6. Dengan demikian, hanya terdapat
pengaruh yang benar-benar lemah dari medan ligan . Sebagai hasilnya, transisi elektron antara orbitalorbital fmenimbulkan pita-pita serapan yang sangat sempit, sama sekali tidak mirip dengan pita lebar yang
dihasilkan dari transisi d-d, dan sifat magnetik ion-ion sedikit dipengaruhi oleh sifat kimia sekelilingnya.

Bilangan Koordinasi dan Stereokimia[sunting | sunting sumber]

Hal ini adalah kekhasan ion M3+ bahwa bilangan koordinasi lebih dari enam adalah biasa. Sangat sedikit
unsur terkoordinasi enam diketahui, namun bilangan koordinasi 7,8,9 adalah penting. Dalam ion
[Ce(NO3)6]2-, Ce dikelilingi oleh 12 atom oksigen dari gugus khelat NO 3.
Penurunan jari-jari dari La ke Lu juga memeliki pengaruh bahwa struktur kristal yang berbeda dan bilangan
koordinasi yang berbeda dapat terjadi untuk bagian-bagian yang berbeda dari golongan lantanida. Sebagai
contoh, atom logam dalam triklorida La-Gd terkoordinasi 9, sedangkan klorida dari Tb Lu memiliki sejenis
struktur AlCl3 dengan logam yang terkoordinasi oktahedral. Perbedaan yang mirip dalam bilangan
koordinasi terjadi bagi ion dalam larutan

Keberadaan dan cara mengisolasinya


Sc, La, Y, & Tm
Skandium adalah unsur yang sangat biasa yang melimpah seperti As dan dua kali kelimpahan Boron.
Meskipun demikian, ia tidak mudah tersedia, sebagian disebabkan oleh langkanya bijih yang kaya, dan
sebagian lainnya karena sulitnya dalam pemisahannya. Ia mungkin dipisahkan dari Y dan lantanida yang
mungkin bergabung dengan mineral Sc dengan cara penukar kation yang menggunakan asam oksalat
sebagai pengelusi.
Unsur-unsur lantanida, termasuk La dan Y, mula-mula dikenal sebagai Unsur Tanah jarangkeberadaannnya dalam campuran oksida. Mereka sebenarnya bukan unsur-unsur jarang dan juga
kelimpahannya absolutnya relatif tinggi. Jadi, walaupun yang paling langka, Tm adalah sama umumnya
dengan Bi, dan lebih umum daripada As, Cd, Hg atau Se. Sumber utamanya adalah mineral monazite,
pasir gelap yang berat dengan komposisi beragam. Monazite sesungguhnya adalah lantanida ortofosfat,
tetapi dapat mengandung sampai 30% thorium. La, Ce, Pr dan Nd biasanya terdapat sebanyak 90%
kandungan lantanida suatu mineral dengan Y dan unsur-unsur yang lebih berat sebagai sisanya. Mineral
yang mengandung lanthanida dalam tingkat oksidasi +3 biasanya sedikit sekali mengandung Eu yang
disebabkan oleh kecenderungannya menghasilkan keadaan +2 dan seringkali terdapat dalam mineral
golongan Ca.

Promethium, Europium
Promethium terdapat hanya hanya dalam jumlah runutan bijih Uranium sebagai fragmen Fisi spontan
dari 238U. Garam 147Pm3+ merah jambu dalam jumlah miligram, dapat diisolasi dengan metode penukar-ion
dari produk fisi dalam simpanan bahan bakar reaktor nuklir di mana

147

Pm (-, 2,64 tahun) dibentuk.

Lantanida dipisahkan dari unsur lain dengan pengendapan oksalat atau fluorida dari larutan HNO 3, dan
dari satu sama lain dengan penukar ion dalam resin.
Cerium dan Europium biasanya dipisahkan pertama kali. Cerium dioksidasi menjadi Ce (IV) dan kemudian
diendapkan dari HNO3 6M sebagai ceric iodat atau dipisahkan dengan ekstraksi pelarut. Europium
direduksi menjadi Eu2+ dan dipisahkan dengan pengendapan sebagai EuSO 4.
Perilaku penukar ion pertama-pertama tergantung kepada jari-jari ion terhidrasi. Seperti dengan alkali, ion
terkecil secara kristalografi yaitu Lu memiliki jari-jari terhidrasi terbesar, sedangkan La memiliki jari-jari
terhidrasi terkecil. Dengan demikian, La adalah yang paling kuat terikat dan Lu yang paling lemah
ikatannya. Dan urutan elusinya adalah Lu menuju La. Kecenderungan ini dipertegas oleh penggunaan zat
pengompleks pada pH yang tepat; ion dengan jari-jari terkecil juga membentuk komplek terkuat , dan
dengan demikian , pilihan terhadap fase akua bertambah. Ligan pengompleks yang khas adalah hidroksiisobutirat, (CH32<CH(OH)COOH,EDTAH4 dan asam-asam hidrokso dan amino karboksilat lainnya.

Dari eluat, ion-ion M3+ diperoleh kembali dengan pengasaman dengan HNO 3 encer dan penambahan ion
oksalat, yang mengendapkan oksalat secara benar-benar kuantitatif. Ini kemudian dipijarkan menjadi
oksidanya.

Cerium
Cerium (IV) juga Zr(IV), Th(IV) dan Pu(IV) mudah diekstraksi dari larutan HNO 3 oleh tributil fosfat yang
dilarutkan dalam kerosen atau pelarut inert lainnya dan dapat dipisahkan dari ion-ion lantanida +3. Nitrat
Lantanida +3 juga dapat diekstraksi dalam kondisi tertentu bertambah dengan bertambahnya nomor atom;
ia lebih tinggi dalam asam kuat dan konsentrasi NO3- yang lebih encer.

Unsur yang lebih ringan nomor massanya


Unsur-unsur yang lebih ringan (La Gd) diperoleh dengan reduksi triklorida dengan Ca pada 1000 oC atau
lebih. Bagi Tb, Dy, Ho, Er, Tm, dan juga Y, trifluorida digunakan karena klorida terlalu mudah menguap. Pm
dibuat dengan mereduksi PmF3 dengan Li. Eu, Sm, dan Yb triklorida direduksi hanya menjadi dihalida oleh
Ca. Reduksi oksida +3 dengan La pada suhu tinggi menghasilkan logam logamnya .
Logamnya putih keperakan dan sangat elektropositif. Mereka bereaksi denga air melepaskan hidrogen ,
berlangsung lambat dalam keadaan dingin, dan cepat pada pemamasan . mereka bernoda jika kena udara
dan mudah terbakar menghasilkan oksida M2O3; cerium adalah perkecualian menghasilkan CeO2. Batu
api yang lebih ringan adalah campuran logam, kebanyakan cerium. Yttrium tahan terhadap udara
meskipun sampai 1000oC menyebabkan pembentukan suatu lapisan oksida pelindung. Logam-logamnya
bereaksi dengan H2, C, N2, Si, P, S, halogen, dan nonlogam lainnya pada suhu tinggi.
Banyak sifat fisika logam berubah perlahan-lahan sepanjang deret, kecuali bagi Eu dan Yb dan kadangkala
Sm dan Tm. Penyimpangan terjadi dengan lantanida yang memiliki kecenderungan besar untuk berada
dalam keadaan +2; asumsikan bahwa unsur-unsur ini cenderung menyumbangkan hanya dua elektron
pada pita konduksi logam, jadi meninggalkan inti yang lebih besar dan menghasilkan gaya ikatan yang
lebih rendah. Perlu dicatat juga, Bahwa Eu dan Yb larut dalam amonia.

Keadaan trivalensi
Oksidasi dan Hidroksida
Oksida Sc2O3 kurang basa dibandingkan oksida lainnya dan sangat mirip Al 2O3; ia sama-sama larut secara
amfoter dalam NaOH menghasilkan ion skandat [Sc(OH) 6]3-. Oksida unsur lainnya mirip CaO dan
menyerap CO2 dan H2O dari udara membentuk berturut-turut karbonat dan hidroksida. Hidroksida, M(OH) 3,
benar-benar senyawaan yang kebasaannya menurun dengan naiknya Z, seperti yang diharapkan dari
penurunan jari-jari ion. Mereka diendapkan dari larutan akua dengan basa sebagai massa gelatin. Mereka
tidak amfoter.

Halida
Halida Skandium sekali lagi juga merupakan perkecualian. Fluoridanya mirip AlF 3, menjadi larut dalam HF
berlebihan menghasilkan ion ScF63-; Na3ScF6 adalah seperti kryolit. Meskipun demikian , ScCl3 bukanlah
katalis Friedel-Craft seperti AlCl3 dan tidak berperilaku sebagai asam lewis; strukturnya seperti FeCl 3.
Fluorida lantanida adalah penting karena ketidak larutannya. Penambahan HF atau F - mengendapkan
MF3bahkan dari larutan 3M HNO3 dan merupakan uji khas ion lanthanida fluorida dari lantanida yang lebih
berat agak larut dalam HF berlebih yang menyebabkan pembentukan kompleks. Fluorida dapat dilarutkan

kembali dalam HNO3 3M jenuh dengan H3BO3 yang menghilangkan F- sebagai BF4-. Kloridanya larut dalam
air, yang mana mereka mengkristal sebagai hidrat. Klorida anhidrat dibuat paling baik dengan reaksi
M2O3 + 6NH4Cl 2MCl3 + 3H2O + 6NH3

Ion akuo, Garam okso dan Kompleks


Skandium membentuk suatu ion heksa-akuo [Sc(H2O)6]3+ yang mudah terhidrolisis. Skandium -diketon
merupakan suatu oktahedral seperti dengan Al dan tidak seperti lantanida. Bagi lantanida dan yttrium, ion
akuo, [M(H2O)n]3+, memiliki bilangan koordinasi melampaui 6 seperti [Nd(H 2O)9]3+. Ini mudah terhidrolisis
dalam air:
[M(H2O)n]3+ + H2O [M(OH)(H2O)n-1]2+ + H3O+
Kecenderungan menghidrolisis bertambah dari La ke Lu, yang konsisten dengan penurunan jari-jari ion.
Begitu pula Yttrium terutama Y(OH)2+ . Bagi Ce3+, meskipun demikian, hanya sekitar 1% ion logam
dihidrolisis tanpa membentuk suatu endapan, dan kesetimbangan utama Nampak sebagai:
3Ce3+ + 5H2O [Ce3(OH)5]4+ + 5H+
Dalam larutan akua, kompleks fluoride yang agak lemah, MFaq 2+ dibentuk. Anion kompleks tidak dibentuk,
suatu keistimewaan yang membedakannya dari lantanida +3 sebagai suatu golongan unsure aktinida +3
yang membentuk kompleks anionic dalam larutan HCl kuat.
Kompleks yang paling stabil dan umum adalah kompleks dengan ligan oksigen pengkhelat. Pembentukan
kompleks yang larut dalam air dengan sitrat dan asam hidrokso lainnya, dimanfaatkan dalam pemisahan
penukar ion seperti disebutkan di atas. Kompleks biasanya memiliki bilangan koordinasi lebih besar
daripada 6.
Ligan -diketon seperti asetilaseton khususnya adalah penting, karena beberapa -diketon terfluorinasi
memberikan kompleks yang mudah menguap dan cocok untuk pemisahan kromatografi gas.
Pembuatannya bila -diketon dengan cara kuno menghasilkan spesies yang terhidrasi atau tersolvasi
seperti M(acac)3.C2H5OH.3H2O, memiliki bilangan koordinasi 6. Pengeringan yang lama di atas
MgClO4 memberikan M(-diketon)3 yang sangat higroskopis.
Kegunaan penting kompleks Eu dan Pr -diketon yang larut dalam pelarut organic seperti yang diturunkan
dari 1,1,1,2,2,3,3-heptafluoro-7,7-dimetil-4,6-oktanedion, adalah sebagai pereaksi penggeser dalam
spektrometri nmr. Kompleks paramagnet melindungi kembali proton dari molekul yang rumit, dan
memperbaiki secara besar-besaran pemisahan garis resonansi dapat diperoleh.
Manfaat lain senyawaan lantanida bergantung kepada sifat spektroskopinya. Y dan Eu dalam kisi oksida
atau silikat memiliki sifat fluoresensi atau luminisensi, dan fosfornya digunakan dalam tabung televisi
berwarna. Dalam kisi CaF2, ion-ion +2 memperlihatkan keaktifan laser seperti halnya garam Eu (-dik)4-

Keadaan tetravalensi
Cerium (IV). Ini satu-satunya lantanida +4 yang ada dalam larutan akua demikian juga dalam padatan.
Dioksida, CeO2, diperoleh dengan pemanasan (Ce(OH)3, atau garam okso dalam air . Ini tidak reaktif dan
dilarutkan dengan asam hanya dengan adanya zat pereduksi H 2O2, SnII, dan sebagainya) menghasilkan
larutan Ce3+. Hidrat Ceric oksida, CeO2.nH2O adalah endapan gelatin berwarna kuning yang diperoleh
melalui perlakuan larutan Ce(IV) dengan OH-; Ia larut kembali dalam asam.

Ion ceric dalam larutan diperoleh dengan oksidasi Ce 3+ dalam HNO3 atau H2SO4 dengan S2O8 atau
bismuthat. Sifat kimianya mirip dengan larutan Zr4+, dan aktinida +4, Jadi Ce4+ menghasilkan fosfat yang
tidak larutdalam HNO3 4M, dan iodat tidak larut dalam HNO3 6M, demikian juga oksalat yang tidak larut.
Endapan fosfat dan iodat dapat digunakan untuk memisahkan Ce4+ dari lantanida trivalensi
Ion terhidrasi jingga kekuningan [Ce(H2)n]4+, adalah asam yang cukup kuat, mudah terhidrolisis, dan
mungkin hanya terdapat dalam larutan HCLO4 kuat. Dalam pembentukan kompleks asam lainnya
bertanggung jawab atas potensial:
Ce(IV) + e Ce(III) Eo = +1,28 V (2M HCl) + 1,44 V (1M H2SO4) + 1,61 V (1M HNO3), + 1,70 V (1M
HClO4)
Perbandingan potensial H2SO4, yang mana pada konsentasi SO4 besar, spesies utama adalah
[Ce( SO4)3]2- , terhadap potensial oksidasi dalam air:
O2 + 4H+ + 4e 2H2O Eo = +1,229 V Memperlihatkan bahwa larutan asam Ce(IV) yang biasanya
digunakan dalam analisis adalah metastabil. Cerium (IV) digunakan sebagai pengoksidasi dalam analisis
dan dalam kimia organik, dimana biasanya digunakan dalam asam asetat. Larutannya mengoksidasi
aldehida dan keton pada atom karbon-. Benzaldehida menghasilkan benzoin.
Kompleks anion sangat mudah dibentuk. Standar analitik ceric amonium nitrat yang dapat dikristalkan
dari HNO3, mengandung anion heksanitratocerat, [Ce(NO3)6]2Praseodymium (IV) dan Terbium (IV). Ini hanya ada dalam oksida dan fluorida. Sistem oksida sangat
rumit dan non stoikiometri. Potensial Pr(IV)/Pr(III) diperkirakan +2,9 V sehingga tidaklah mengherankan
bahwa Pr(IV) tidak ada dalam larutan akua.

Keadaan divalensi
Keadaan +2 diketahui dalam senyawaan larutan maupun padatan Sm, Eu dan Yb seperti tabel dibawah ini.

Ion

Warna

E (V)

Jari-Jari Kristal (A)

Sm2+

Merah-Darah

-1,55

1,11

Eu2+

Tak Berwarna

-0,43

1,10

Yb2+

Kuning

-1,15

0,93

Yang paling kurang stabil adalah Tm2+ dan Nd2+, namun ion +2 dari semua lantanida dapat dibuat dan
distabilkan dalam kisi-kisi CaF2 atau BaF2 dengan reduksi, misalnya, MF3 dalam CaF2 dengan Ca.
Ion europous dapat dibuat dengan mereduksi larutan akua Eu3+ dengan Zn atau Mg. Ion-ion lain
memerlukan penggunaan amalgam Na. Ketiganya dapat dibuat dengan reduksi elektrolitik dalam larutan
akua atau dalam lelehan halida.

Ion-ion Sm2+ dan Yb2+ sangat mudah dioksidasi dengan air. Eu2+ dioksidasi oleh udara. Ion Eu2+ mirip
dengan Ba2+. Jadi sulfat dan karbonatnya tidak larut sedangkan hidroksidanya larut. Kestabilan kompleks
Eu2+dengan EDTA4- adalah intermediat antara kompleks Ca2+ dan Sr2+. Senyawaan kristal Sm, Eu, dan Yb
biasanya isostruktur dengan analog Sr2+ atau Ba2+. Jadi sulfat dan karbonatnya tidak larut sedangkan
hidroksidanya larut. Kestabilan kompleks Eu2+ dengan EDTA4- adalah intermediet antara kompleks
Ca2+ dan Sr2+. Senyawaan kristal Sm, Eu, dan Yb biasanya isostruktur dengan analog Sr 2+ atau Ba2+

Referensi
1.

^ "News and events". US Department of Agriculture. Diakses 2012-03-13.

2.

^ Edited by N G Connelly and T Damhus (with R M Hartshorn and A T Hutton), ed.


(2005). Nomenclature of Inorganic Chemistry: IUPAC Recommendations 2005. Cambridge: RSC
Publ. ISBN 0-85404-438-8. Diarsipkan dariaslinya tanggal 2008-05-27. Diakses 2012-03-13.

3.

^ "Haxel G, Hedrick J, Orris J. 2006. Rare earth elements critical resources for high
technology. Reston (VA): United States Geological Survey. USGS Fact Sheet: 08702.". Diakses 201203-13.
^ a b c C. R. Hammond, "Section 4; The Elements", in CRC Handbook of Chemistry and

4.

Physics, 89th Edition (Internet Version 2009), David R. Lide, ed., CRC Press/Taylor and Francis, Boca
Raton, FL.
5.

^ Gschneidner KA, Cappellen, ed. (1987). "17871987 Two hundred Years of Rare
Earths". Rare Earth Information Center, IPRT, North-Holland. IS-RIC 10.

1. Cotton, F Albert & Wilkinson, Geoffrey. Basic Inorganic Chemistry. Jhon Wiley and Son. 1976
2. Prakash, S. Advance Chemistry of Rare Earth Elements. New Delhi: S. Chand. Co (PVT). 1975,
3. Moris, B. Rare Earths. PIRSA Minerals - Mineral Resource Potential - Rare Earth Elements.htm.
2006
4. Gordon B. Haxel, James B. Hedrick, and Greta J. Rare Earth ElementsCritical Resources for
High Technology http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/rare_earths/. US Geological
Survey
5. W., Christopher. S. Study of the Rare Earth Resources and Markets for the Mt. Weld Complex.
Washingon : BBC Research.
6. http://www.mii.org/rareearths.html

7. Bayliss, Peter, A, A. Levinson. A system of nomenclature for rare-earth mineral species: Revision
and extension. http://www.minsocam.org/. Department of Geology and Geophysics, The
University of Calgary. Canada. 1988.