Anda di halaman 1dari 20

FLUVIAL

Kelompok 12
Ikmal Maulana
Rafi Widyansyah
Muhammad Kamal
Ignatio Gelegar Raka S
Teknik Geofisika
Universitas Syiah Kuala
2015

1304107010010
1304107010040
1304107010052
1304107010058

FLUVIAL
Bentang alam yang dihasilkan oleh
proses fisika ataupun kimia yang timbul
akibat adanya aktifitas air, dikenal sebagai
proses fluviatil. Objek pada bentang alam
fluvial adalah aliran air permukaan yang
terkonsentrasi ataupun tidak. Namun,
objek yang terutama adalah aliran air
permukaan yang terkonsentrasi (sungai).

Proses Fluvial
Proses fluviatil terjadi akibat pergerakan sedimen
dan erosi atau pengendapan di dasar sungai.
1. Proses erosi
Proses erosi adalah suatu proses atau peristiwa
hilangnya lapisan permukaan tanah yang disebabkan
oleh pergerakan air atau angin.
2. Proses Transportasi
Proses transportasi adalah proses perpindahan/
pengangkutan material yang diakibatkan oleh tenaga
kinetis yang ada pada sungai sebagai efek dari gaya
gravitasi.

Proses Fluvial
3. Proses Sedimentasi
Adalah proses pengendapan material karena
aliran sungai tidak mampu lagi mengangkut
material yang di bawanya. Apabila tenaga
angkut semakin berkurang, maka material
yang berukuran besar dan lebih berat akan
terendapkan terlebih dahulu, baru kemudian
material yang lebih halus dan ringan.

Macam-macam Bentang Alam Fluvial


Bentang alam fluviatil dapat dibedakan menjadi
beberapa macam berdasar proses pembentukannya,
antara lain:
A. Sungai teranyam (braided stream)
Sungai teranyam terbentuk pada bagian hilir sungai
yang mempunyai kemiringan datar atau hampir datar.
Pembentukannya dikarenakan oleh erosi yang
berlebihan pada daerah hulu sungai sehingga terjadi
pengendapan pada bagian alurnya dan membentuk
gosong tengah (channel bar). Karena adanya gosong
yang banyak dan berjajar (berderet), maka alirannya
memberikan kesan teranyam.

Macam-macam Bentang Alam Fluvial


B. Bar deposit (endapan gosong)
Adalah endapan sungai yang terdapat pada bagian tepi
atau tengah alur sungai. Endapan pada tengah alur disebut
sebagai gosong tengah (channel bar) sedang endapan
pada tepi disebut sebagai gosong tepi (point bar).
C. Tanggul alam (natural levee)
Adalah tanggul yang terbentuk secara alamiah, hasil
pengendapan luapan banjir dan terdapat pada tepi sungai
sebelah menyebelah. Material pembentuk tenggul alam
berasal dari material hasil transportasi sungai saat banjir
dan diendapkan di luar saluran sehingga membentuk
tanggul-tanggul sepanjang aliran

Macam-macam Bentang Alam


Fluvial
D. Dataran banjir (Flood Plain)
Dataran banjir berupa dataran yang luas yang
berada pada kiri kanan sungai yang terbentuk oleh
sedimen akibat limpasan banjir sungai tersebut.
Umumnya berupa pasir, lanau, dan lumpur.
Dataran banjir merupakan bagian terendah dari
floodplain. Ukuran dan bentuk dari dataran banjir ini
sangat tergantung dari sejarah perkembangan banji,
tetapi umumnya berbentuk memanjang (elongate).
Endapan dataran banjir (floodplain) biasanya terbentuk
selama proses penggenangan (inundations).

E. Rawa belakang (Backswamps)


Backswamp atau Rawa belakang adalah
bagian dari dataran banjir dimana simpanan
tanah liat menetap setelah banjir. Backswamps
biasanya terletak di belakang sungai alam
sebuah tanggul.

Macam-macam Bentang Alam


Fluvial
F. Kipas alluvial (alluvial fan)
yaitu bentang alam alluvial yang terbentuk oleh onggokan material
lepas, berbentuk seperti kipas. Biasanya tersusun oleh perselingan pasir
dan lempung unconsolidated sehingga merupakan lapisan penyimpan air
yang cukup baik.

Macam-macam Bentang Alam


Fluvial
Tempat dimana sungai muncul dari pegunungan,
dan tempat ketinggian tertinggi pada kipas aluvial
disebut : apex.
Blissenbach, 1954 (dalam Reineck., H. E.,
1980) membedakan 3 zona pada kipas aluvial
(gambar 2) :
a) Fanhead (upper fan segmen), daerah kipas
aluvial yang dekat dengan apex;
b) Midfan, bagian tengah kipas aluvial;
c) Base, bagian terbawah kipas aluvial

Macam-macam Bentang Alam Fluvial


G. Delta
Delta yaitu tanah datar hasil
pengendapan yang dibentuk oleh
sungai, muara sungai, dimana timbunan
sedimen
tersebut
mengakibatkan
propagradasi yang tidak teratur pada
garis pantai.

Macam-macam Bentang Alam Fluvial


Syarat-syarat untuk terbentuknya suatu delta, antara lain :
a) Ada sungai yang menuju ke laut atau danau
b) Lautnya dangkal
c) Gelombang atau arus laut yang ada sangat kecil
d) Tidak ada gerakan tektonik yang menyebabkan
penurunan dasar laut atau danau di tempat muara
sungai tersebut
e) Arus pasang surut tidak kuat
f) Dari waktu ke waktu material batuan yang diendapkan di
laut atau danau cukup

Pada formasi delta purba telah diteliti


deposit (endapan)nya dalam urutan
umur stratigrafi, Sedimen yang ada di
delta sangat penting dalam pencarian
minyak, gas, batubara dan uranium.
Delta - delta modern saat ini berada
pada semua kontinen kecuali Antartica.
Bentuk delta yang besar diakibatkan
oleh sistem drainase yang aktif dengan
kandungan sedimen yang tinggi.

Adapun contoh dari formasi fluvial yang


menyimpan hidrokarbon yaitu pada kawasan
Delta Mahakam. Kawasan ini merupakan
wilayah yang kaya akan sumber daya alam,
terutama minyak bumi dan gas alam (migas).
Cadangan terbesar terdapat di lapangan
Peciko dan Tunu yang kini dieksploitasi
perusahaan migas multinasional asal Prancis,
Total
E&P
Indonesia.
Berdasarkan
pengamatan megaskopis, sedimen permukaan
daerah Delta Mahakam terdiri atas lempung,
lempung pasiran, pasir lempungan, lumpur
pasiran, pasir, lumpur dan kerikil.

Delta Mahakam

Klasifikasi dan pengendapan delta


Berdasarkan sumber endapannya, secara mendasar delta dapat
dibedakan menjadi dua jenis yaitu:
1. Non Alluvial Delta
a. Pyroklastik delta
b. Lava delta
2. Alluvial Delta
a. River Delta
Pembentukannya dari deposit sungai tunggal.
b. Braidplain Delta
Pembentukannya dari sistem deposit aliran teranyam
c. Alluvial fan Delta
Pembentukannya pada lereng yang curam dikaki gunung yang
luas yang dibawa air.
d. Scree-apron deltas
Terbentuk ketika endapan scree memasuki air.

Karakteristik Bentuk Lahan Asal Fluvial


1

Bentuklahan
Asal Fluvial
Dataran aluvial

Datar

Dataran Banjir

Datar

Tanggul Sungai

Datar, Berombak

Teras
Deposisional
Teras Batuan
Dasar

Datar

Rawa Belakang

Cekung, Datar

No

Relief

Datar

Batuan Struktur

Proses

Berlapis, tidak
kompak
Berlapis, tidak
kompak
Berlapis, tidak
kompak

Sedimentasi

Berlapis, tidak
kompak
Berlapis/tidak
berlapis,
kompak/tidak
kompak

Erosi

Berlapis, tidak
kompak

Sedimentasi

Sedimentasi
Sedimentasi
Erosi

Erosi

Ciri ciri
Terbentuk oleh
proses fluvial
Sering terkena
banjir
Pola memanjang
sungai, sering
digunakan untuk
permukiman
Membentuk teras
sisi sungai
Membentuk teras
sisi sungai

Selalu tergenang,
air tidak dapat
mengalir keluar

Karakteristik Bentuk Lahan Asal


Fluvial
7

Bentuklahan
Asal Fluvial
Kipas Aluvial

Datar, Berombak

Berlapis, tidak
kompak

Sedimentasi

Gosong Sungai

Datar, Berombak

Berlapis, tidak
kompak

Sedimentasi

Gosong Sungai
Lengkung Dalam

Datar, Cembung,
Berombak

Berlapis, tidak
kompak

Sedimentasi

Terbentuk pada
tubuh sungai bagian
hilir, sebagian gosong
menempel tebing
sungai.

10

Danau Tapal
Kuda

Datar, Cekung,
Berombak

Berlapis, tidak
kompak

Sedimentasi

Terbentuk oleh
pelurusan sungai
sehingga bagian
dari meander
tertutup sedimen

No

Relief

Batuan Struktur

Proses

Ciri ciri
Terletak pada
peralihan relief
yang tegas
Terbentuk pada
tubuh sungai
bagian hilir, bagian
hulu gosong
tumpul, dan bagian
hilir menyudut

Karakteristik Bentuk Lahan Asal


Fluvial
No
11

Bentuklahan
Asal Fluvial
Meander
Terpenggal

Relief

Batuan Struktur

Proses

Ciri ciri

Cekung

Berlapis, tidak
kompak

Sedimentasi

Terbentuk oleh
pelurusan sungai
sehingga bagian
dari meander
terpisah dari sungai
utama

12

Dasar Sungai
Mati

Datar

Berlapis, tidak
kompak

Sedimentasi

Cekungan
memanjang,
material
kompak/tidak
kompak

13

Dataran Aluvial
Pantai

Datar

Berlapis, tidak
kompak

14

Delta

Datar

Berlapis, tidak
kompak

Sedimentasi
abrasi
(fluviomarin)
Sedimentasi

Material berasal
dari proses fluvial
dan marin
Terbentuk pada
muara sungai,
berbentuk kipas
menyebar, air
tawar-pa

(fluviomarin)

SELESAI