Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
Pola hidup manusia belakangan ini membuat keseimbangan
hidup dalam segi kesehatan dan psikologis berkurang. Manusia
membutuhkan olahraga dan rekreasi untuk menyeimbangkan dan
meningkatkan kualitas hidup mereka.
Oleh sebab itu dibutuhkan fasilitas yang dapat mengakomodasi
kegiatan tersebut, salah satunya adalah fasilitas olahraga renang. Di
samping itu saat ini Inggris membutuhkan sarana kolam renang untuk
penyelenggaraan kompetisi dan latihan atlet.

Pusat Aquatics berada dalam Olympic Park Masterplan.


Diposisikan di tepi timur selatan Taman Olimpiade dengan
kedekatannya langsung ke Stratford, akses pejalan kaki baru ke
Olympic Park melalui timur-barat jembatan (disebut Stratford
Bridge City) melewati langsung di atas Centre sebagai gerbang
utama ke taman. Beberapa jembatan penyeberangan yang lebih
kecil juga akan menghubungkan situs ke Taman Olimpiade atas
kanal yang ada. Pada Masterplan direncanakan Bangunan
stadion renang yang merupakan bagian dari kompleks fasilitas
olah raga dan rekreasi.
Aquatic centre London dirancang untuk fasilitas dalam
ruangan dengan dua meter 50-(160-kaki) kolam renang dan 25
meter (82 kaki) diving pool Pusat Aquatic dirancang dengan
fleksibilitas yang melekat untuk mengakomodasi 17.500
penonton untuk Olimpiade London 2012 dalam mode 'Olimpiade'
sementara juga menyediakan kapasitas penonton optimal untuk
digunakan dalam mode 'Legacy' setelah Olimpiade.
Bangunan disyaratkan untuk dapat memenuhi digunakan
sebagai arena pertandingan berskala internasional. Oleh karena
itu bangunan ini harus mampu menampung kebutuhan dan
kenyamanan penonoton dalam jumlah besar, atlet dan pengguna
lainnya. Selain itu bangunan ini juga harus dapat memenuhi
kebutuhan berlatih dan terapi pengunjung yang datang diharihari biasa.

1.2.MASALAH ATAU TOPIK BAHASAN

Dari uraian di atas dapat dirumuskan beberapa masalah


sebagai berikut:
Perancangan struktur atap pada bangunan Aquatic
centre ?
Bagaimana metode pelaksanaan konstruksi dengan
menggunakan space truss sebagai struktur bagian atas ?

1.3.

Apa saja kelebihan dan kekurangan dari metode


pelaksanaan konstruksi dengan menggunakan space
truss sebagai struktur bagian atas ?

TUJUAN

Mendapatkan landasan konseptual perencanaan dan


perancangan sebuah bangunan Aquatic Stadium sebagai
fasilitas yang baik dan memenuhi syarat dari segi
kelayakan
dan keamanan sehingga dapat menunjang
perkembangan olahraga air di London.
Menyediakan fasilitas yang dapat menampung kegiatan
olahraga air, baik aktivitas maupun fasilitasnya, sehingga
penyelenggaraan kegiatan dapat dilakukan secara efisien.
Menciptakan fisik arsitektural bangunan yang mampu
mengundang masyarakat untuk beraktivitas di dalamnya.

BAB II
ISI
2.1.

Pengantar

Space truss adalah sistem struktur yang menggunakan


rangka batang tiga dimensi, dimana batang yang digunakan
terbuat dari material yang kuat dan ringan. Space truss biasanya
digunakan dalam struktur yang memiliki bentang panjang tanpa
penyangga. Sistem ini memiliki kekuatan dari penyatuan
kekakuan rangka triangular. Beban-beban yang ada akan
ditransformasikan kedalam gaya tekan dan tarik. (Cahyono,
2005)
Space Truss merupakan sistem yang Struktur terbentuk
dari elemen-elemen batang lurus yang dirangkai dalam ruang 3dimensi, dengan sambungan antar ujung-ujung batang
diasumsikan sendi sempurna

Gambar 2.1. Penggunaan space truss

Pada pembangunan Aquatic centre London Struktur atap


terdiri dari berbagai bentang panjang gulungan memanjang
mencakup lebih dari ruang kolam renang utama dari truss
melintang dipasang di selatan penahan bantalan dinding ke truss
melintang lain mencakup antara inti beton utara. gulungan
utama terletak pada pengaturan kipas.

Kipas gulungan center membawa beban dalam aksi truss,


mencakup antara utara dan selatan gulungan melintang yang
membawa beban ke bantalan pendukung pada struktur beton di
bawah. Karena geometri atap, lengkungan yang terbentuk di
daerah sayap ke barat dan timur dari daerah pusat.

Metode Pemasangan Rangka Struktur Space Frame harus dilakukan


dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Pemasangan angkur dan support harus dilakukan pada posisi dan


elevasi yang benar.
2. Sebelum dimulai pemasangan space frame, diperiksa sekali lagi posisi
support untuk memastikan jarak antar support dan Elevasi sudah benar.
3. Methode pemasangan harus mengikuti methode dari pabrik Space
frame yang sudah dibuat. Kalau ada perubahan methode pemasangan,
harus dibicarakan dengan pihak pabrik.
4. Semua pipa-pipa dan bola harus terpasang pada posisi akhir yang
benar, dengan bantuan scaffolding atau mini tower sebagai penahan
sementara pada saat pemasangan.
5. Semua truss harus terpasang lurus, sesuai posisi dan elevasinya.
6. Pada saat melaksanakan partial pemasangan / pengangkatan pakai
crane, harus diperhatikan kemungkinan terjadinya moment atau tegangan
yang tidak terduga, hal ini harus diperhitungkan atau dicegah.
7. Jika diperlukan, dipakai member sementara sebagai penahan untuk
membuat truss yang sedang diangkat tetap stabil.
8. Pengencangan baut harus dilakukan dengan benar, sehingga baut
masuk sesuai dengan rencana dan tidak terjadi celah pada pertemuan
dengan permukaan bola.
9. Setelah semua komponen space frame terpasang dengan baik, dilakukan
final inspeksi pada setiap sambungan, untuk mencari dan memperbaiki
sambungan yang kurang kencang.