Anda di halaman 1dari 6

Dik : Vo

= 162 mL

No

Jumlah Ketukan

Volume

.
1.
2.
3.
4.
5.

98
150
250
312
500

150 mL
149 mL
149 mL
149 mL
149 mL

Berat granul

= 86,36

Waktu alir

= 1,35 s

Kecepatan alir = 66,4 g/s


Tinggi

= 2,3

= 5,7

Dit : a. C (%) =..........?


b.

=...........?

Penyelesaian :
a. C (%) =

VoVt
V0

x 100%

1. Ketukan ke 98
VoVt
C (%) =
V0
=

x 100%

162 mL150 mL
162 mL

= 0,00074 %
2. Ketukan ke 150

x 100%

VoVt
V0

C (%) =
=

x 100%

162 mL149 mL
162 mL

x 100%

= 0,00080 %
1. Uji Waktu Alir
Uji ini dilakukan dengan metode corong. Adapun caranya adalah sebagai
perikut yaitu ditimbang 100g granul yang sudah terbentuk, kemudian dimasukkan
kedalam corong dengan ukuran tertentu yang bagian bawahnya tertutup. Alat
dijalankan, kemuian dicatat waktu yang diperlukan seluruh granul untuk melalui
corong tersebut dengan menggunakan stopwatch. Waktu alir granul yang baik
adalah jika waktu yang diperlukan kurang lebih atau sama dengan 10 detik untuk
100 gram granul. Dengan demikian kecepatan alir yang baik adalah lebh besar
dari 100 gram/detik.
2. Persen Kompressibilitas
Pengukuran lain dari sebuk yang bebas mengalir adalah kompresibilitas
yang dihitung dari kerapatan granul, yaitu dengan memasukkan sejumlah tertentu
granul kedalam gelas ukur. Volume awal dicatat, kemudian diketuk-ketuk sampai
tidak

terjadi

pengurangan

volume.

kompressibilitasnya. (Lachman, 1994:682-683)

Kompresibilitas =

VoVi
Vo

Vo = Volume awal granul

x 100 %

Selanjutnya

dihitung

persen

Vi = Volume granul setelah diketukkan


Tabel 2.1 Kompressibilitas dan daya alir. (Lachman, 1989: 400)
% Kompressibilitas
5-15

Daya Alir
Baik sekali

12-16

Baik

18-21

Sedang- dapat lewat

23-35

buruk

33-38

sangat buruk

>40

sangat buruk sekali

EVALUASI SEDIAAN TABLET


1. Uji waktu hancur
Uji waktu hancur dilakukan pada 6 tablet dan menggunakan disintegratin
tester (disentegrator). Uji waktu hancur sesuai dengan persyaratan FI adalah
kecuali dinyatakan lain, semua tablet harus tidak lebih dari 15 menit untuk tablet
tidak bersalut dan tidak lebih dari 60 menit untuk tablet salut gula/salut selaput.
Apabila, tablet/2 tablet tidak hancur sempurna, ulangi pengujian dengan 12 tablet
lainnya, tidak kurang 16 dari 18 yang diuji harus hancur sempurna (Indonesia,
1995, 1087)

Prosedur kerja uji waktu hancur (Indonesia, 1976:6)


1. Dimasukkan satu tablet pada masing-masing tabung dari keranjang, lalu
masukkan satu cakram pada tiap tabung dan alat dijalankan menggunakan

air bersuhu 370 20C sebagai media kecuali dinyatakan lain dalam
monografi.
2. Pada akhir batas waktu yang tertera pada monografi, keranjang diangkat

1. Uji keseragaman bobot


Uji keseragaman bobot dilakukan dengan menimbang 20 tablet
satu persatu dan dihitung bobot rata-ratanya. Hasilnya, tidak lebih
dari dua tablet yang mempunyai penyiampangan lebih besar dari
kolom A dan tidak boleh ada satu tablet pun yang mempunyai
penyimpangan bobot lebih besar dari kolom B. (Indonesia, 1979:6)
Tabel persyaratan penyimpangan bobot tablet.
Bobot rata-rata
25 mg atau kurang
26 mg-150 mg
151 mg-300 mg
Lebih dari 300 mg

Penyimpangan bobot rata-rata


A
B
15%
30%
10%
20%
7,5%
15%
5%
10%

2. Uji keseragaman ukuran


Ketebalan berhubungan dengan kekerasan tablet. Selam percetakan,
perubahan ketebalan merupakn indikasi adanya masalah pada aliran massa
cetak atau pada pengisian granul ke dalam die. Alat yang digunakan pada
uji keseragaman ukuran adalah jangka sorong.
Prosedur kerja uji keseragaman ukuran adalah sebagai berikut (Indonesia,
1976:6)
1. Diambil 10 tablet
2. Tablet yang baik mempunyai diameter tidak lebih dari 3 kali dan tidak
kurang dari 11/3 tebal tablet.
3. Uji kekerasan

Kekerasan menggambarkan kekuatan tablet untuk menahan tekanan


pada saat proses produksi, pengemasan, dan pengangkutan. Prinsip
pengukurannya adalah memberikan tekanan pada tablet sampai tablet retak
atau pecah, kekuatan minimum untuk tablet adalah sebesar 4 kg/cm 3. Alat
yang digunakan pada uji kekerasan adalah hardness tester. (Ansel,
1989:255)
Prosedur kerja uji kekerasan :
1. Tablet diletakkan diantara pegas penekan, kemudian alat dihidupkan.
2. Jarum petunjuk tekanan akan bergerak sesuai tekanan yang diberikan
pada tablet.
3. Saat tablet retak atau pecah, jarum akan berhenti pada suatu angka
sebagai penunjuk kekerasan tablet yang dinyatakan dalam satuan
kilogram.
4. Uji kerapuhan
Uji kerapuhan merupakan uji ketahanan permukaan tablet terhadap
gesekan

yang

dialami

oleh

tablet

sewaktu

pengemasan,

pengiriman, dan penyimpanan. Prinsip pengukurannya adalah


penetapan presentase bobot tablet yang hilang dari 20 atau 40
tablet selama diputar dalam waktu tertentu. Alat yang digunakan
pada uji kerapuhan adalah friablator test (Lachman, 1994:654)
Prosedur kerja uji kerapuhan :
1. Tablet dibersihkan dari debu dengan cara memakai kuas kecil
2. Ditimbang bobot 20 tablet (tablet besar) atau 40 tablet (tablet
kecil) = Wo
3. Tablet dimasukkan ke dalam alat, kemudian alat dijalankan
selama 4 menit dengan kecepatan 25 rpm

4. Tablet dikeluarkan lalu dibersihkan dari debu dengan memakai


kuas kecil
5. Ditimbang bobot tablet = Wf
6. Indeks kerapuhan dihitung dengan memakai rumus :
F = Wo Wf
x 100%
Wo
Ket : F = indeks kerapuhan
Wo= bobot awal
Wf= bobot akhir