Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN BUDIDAYA IKAN HIAS

(CUPANG)

Disusun oleh:
Ida Bagus Putu Beamantara (03)

SMKN 1 DENPASAR
TEKNIK KOMPUTER dan JARINGAN
(2014)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah berkesempatan dalam
memberikan limpahan kesehatan, rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah yang berjudul
Budidaya Ikan cupang ini dapat diselesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun dalam hal tugas Kewirausahaan. Atas tersusunnya makalah ini, penulis
ucapkan terimakasih kepada:
1. Ibu Guru Kewirausahaan
2. Kedua orang tua tercinta yang selalau memberikan doa dan dukungannya`.
3. Semua pihak yang telah mendukung dalam penyelesaian makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terlalu banyak kekurangan. Oleh
karena itu, saya harap kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak demi makalah ini
bisa lebih baik lagi. Penulis juga berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dalam dalam
hal ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Denpasar, 24 Oktober 2014
Penulis
Ida Bagus Putu Beamantara

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ikan Cupang (Betta sp.) adalah ikan air
tawar yang habitat asalnya adalah beberapa
negara di Asia Tenggara, antara
lain Indonesia, Thailand,Malaysia, dan Vietnam.
Ikan ini mempunyai bentuk dan karakter yang
unik dan cenderung agresif dalam
mempertahankan wilayahnya. Di kalangan
penggemar, ikan cupang umumnya terbagi atas
tiga golongan, yaitu cupang

hias, cupang aduan, dan cupang liar. Di

Indonesia terdapat cupang asli, salah satunya adalah Betta channoides yang ditemukan di
Pampang, Kalimantan Timur. Ikan cupang adalah salah satu ikan yang kuat bertahan hidup
dalam waktu lama sehingga apabila ikan tersebut ditempatkan di wadah dengan volume air
sedikit dan tanpa adanya alat sirkulasi udara (aerator), ikan ini masih dapat bertahan hidup. Ikan
cupang meliputi 3 jenis yaitu cupang hias, cupang adu dan cupang liar. Cupang his merupakan
jenis cupang yang keindahannya terletak pada bentuk ekornya saat mengembang. Walaupun
termasuk ikan yang sangat agresif dan cenderung mempertahankan daerah teroterialnya, tetapi
keindahannya cupang hias bisa dinikmati tanpa harus menyiksa dan membuatnya bertarung,
seperti yang harus dilakukan terhadap ikan cupang jenis adu.
1.2 Tujuan
1. Mengetahui jenis ikan cupang
2. Mengetahui budidaya ikan cupang
3. Mengetahui klasifikasinya
4. Mengetahui morfologi dan anatomi ikan cupang

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Klasifikasi Ikan cupang
Ikan Cupang (Betta sp.) adalah ikan air tawar yang habitat asalnya adalah beberapa negara di
Asia Tenggara,a antara lain Indonesia, Thailand,Malaysia, dan Vietnam. Ikan ini mempunyai
bentuk dan karakter yang unik dan cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya. Di
kalangan penggemar, ikan cupang umumnya terbagi atas tiga golongan, yaitu cupang hias,
cupang aduan, dan cupang liar. Di Indonesia terdapat cupang asli, Salah satunya adalah Betta
channoides yang ditemukan di Pampang, Kalimantan Timur.
Ikan cupang adalah salah satu ikan yang kuat bertahan hidup dalam waktu lama sehingga apabila
ikan tersebut ditempatkan di wadah dengan volume air sedikit dan tanpa adanya alat sirkulasi
udara (aerator), ikan ini masih dapat bertahan hidup.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:

Animalia

Filum:

Chordata

Kelas:

Actinopterygii

Ordo:

Perciformes

Famili:

Osphronemidae

Genus:

Osphronemus
Bleeker, 1850

Spesies:

Betta Sp.
Nama binomial

B. persephone
B. picta Cupang bintik
B. pugnax Cupang penang
B. splendens Cupang petarung

2.2 Jenis

Perkembangan variasi ditinjau dari segi bentuk dan warna terbilang pesat dalam beberapa
generasi terakhir. Beberapa jenis cupang yang dikenal sekarang ini.

Betta pugnax (Forest Betta)

Betta taeniata (Banned Betta)

Betta macrostoma (Bruney Beauty)

Betta unimaculata (Golden Slender)

Betta picta (Painted Betta)

Betta anabantoides (Pearly Betta)

Betta edithae (Betta Brederi)

Betta foerschi (Purple Saphire Betta)

Ikan cupang di atas dikenal sebagai mouth breeder yaitu ikan cupang yang mengerami telurnya
di dalam mulut, sedangkan kelompok di bawah ini yang merupakan kerabat ikan cupang (betta),
yang membangun sarangnya dengan busa (bublle nest)

Betta akarensis (Sarawak Betta)

Betta coccina (Clorats Betta)

Betta bellica (Standards Betta)

Betta tesyae (Peaceful Betta)

Betta smaragdina (Emerald Betta)

Betta imbelis (Sluggers Betta)

Betta splendens (Siamese Fighting Fish)

Jenis ikan cupang lain yang dikenal sebagai:

Betta albimarginata

Betta channoides

Betta balunga

Betta breviobesus

Betta enisae

2.3 Cupang hias


Cupang hias dibagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

Halfmoon (setengah bulan), cupang jenis ini memiliki sirip dan ekor yang lebar dan
simetris menyerupai bentuk bulan setengah. Jenis cupang ini pertama kali dibudidaya di
Amerika Serikatoleh Peter Goettner pada tahun 1982.

Crowntail (ekor mahkota) atau serit, cupang jenis ini pertama kali dibudidayakan oleh
seorang peternak cupang yang tinggal di daerah Jakarta barat, tepatnya didaerah slipi
skitar tahun1968 (oleh karena itu slipi di sebut juga sebagai pusat ikan cupang hias, nya
Indonesia) Ciri utamanya adalah sirip dan ekornya yang menyerupai sisir sehingga di
namakan serit.

Double tail (ekor ganda)

Plakat Halfmoon

Giant (cupang raksasa), cupang jenis ini merupakan hasil perkawinan silang antara
cupang biasa dengan cupang alam, cupang jenis ini ukurannya bisa mencapai 12 cm.

2.4 Budidaya Ikan cupang


2.4.1 Wadah yang baik menurut cara berternak ikan cupang
Wadah cara berternak ikan cupang yang baik yaitu bak semen atau akuarium yang ukurannya tak
perlu besar yakni cukup 1 x 2 m atau akuarium 100 x 40 x 50 cm, masih wadah perkawinannya
lebih kecil dari wadah pembesaran, yang dapat dipakai diantaranya : baskom, akuarium kecil
atau ember bisa dipakai buat memijahkan ikan.
2.4.2 Kualitas Air
Kualitas air dengan sering menggantinya agar cupang tidak terserang penyakit.Untuk menjaga
kualitas air biasanya para penangkar ikan cupang menggunakan daun ketapang. Selain untuk
menstabilkan pH air, daun ketapang dapat juga mengobati ikan cupang adu yang terserang
penyakit jamur.
2.4.3 Penyakit
1. Infeksi Jamur Kulit
Penyebab: Jamur, kondisi air yang kotor
Sifat Penyakit: Dapat menular

Gejala: Muncul bercak-bercak putih seperti kapas di badan ikan (seperti panuan), ikan jadi
kurang aktif bergerak, bisa juga jadi nggak nafsu makan, sirip menguncup, warna memucat.
Pengobatan:
- Isolasi/karantina ikan yang sakit
- Ganti Air full, tempatnya dicuci bersih
- Methylene Blue (bisa merk Blitz Icht, Rid All, Tetra, dsb)
- Garam Aquarium
- Ganti air full 3 hari kemudian, bila masih belum ada tanda-tanda membaik, ulangi lagi
pengobatan seperti di atas.
2. Fin Rot (Busuk Sirip)
Dari kiri ke kanan: Gigi ekor, Fin Rot tahap awal, Fin Rot tahap lanjut (supaya tidak tertukar
antara Gigit Ekor dengan Fin Rot)
Penyebab: Bakteri, kondisi air yang kotor
Sifat Penyakit: Dapat menular
Gejala: Muncul warna gelap atau kadang kemerahan seperti berdarah di pinggiran sirip, sirip
yang terserang lama kelamaan jadi habis seperti rontok/sobek, ikan masih tetap aktif bergerak,
nafsu makan tetap baik, sirip bisa menguncup, warna memucat. Bila sudah parah busuknya akan
merembet sampai ke badan ikan.
Pengobatan:
- Isolasi/karantina ikan yang sakit
- Ganti Air full, tempatnya dicuci bersih
- Antibiotik (Ampicillin, Super Tetra, dsb yang mana yang lebih mudah tersedia, dosisnya cukup
1 tetes per aquarium)
- Atau: Gunakan General Tonic (bisa merk Rid All, Tetra, dsb)
- Garam Aquarium

- Ganti air full 3 hari kemudian, bila masih belum ada tanda-tanda membaik, ulangi lagi
pengobatan seperti di atas.
Note:
Sirip yang rusak bisa tumbuh kembali seperti semula, tapi nggak akan seindah dulunya
(original).
3. White Spot atau Ick (Bintik putih)
Penyebab: Parasit, kondisi air yg kotor, bisa berasal dr pakan hidup yg krg bersih
Sifat Penyakit: Sangat menular
Gejala: Muncul bintik2 putih di badan ikan, ikan krg aktif bergerak, krg nafsu makan, sirip bisa
menguncup, warna memucat. Ikan sering bergerak cepat & menabrak dindingaquarium, seperti
berusaha menggaruk bdnnya.
Bila sdh parah bintik putihnya akan merembet sampai ke seluruh badan ikan.
Pengobatan:
- Isolasi/karantina ikan yg sakit
- Ganti Air full, tempatnya dicuci bersih
- Methylene Blue (bisa merk Blitz Ich, Rid All, Tetra, dsb)
- Garam Aquarium
- Jemur ikan di bwh sinar Matahari pagi
- Ganti air full 3 hari kemudian, bila masih belum ada tanda2 membaik, ulangi lagi pengobatan
seperti dr atas.
4. Velvet (Bintik emas/karatan)
Penyebab: Parasit, kondisi air yg kotor, bisa berasal dari pakan hidup yg kurang bersih
Sifat Penyakit: Sangat menular

Gejala: Muncul bintik2 berwarna emas atau kadang seperti warna besi berkarat di badan ikan
(dapat terlihat dgn bantuan sinar senter), ikan krg aktif bergerak, kurang nafsu makan, sirip bisa
menguncup, warna memucat. Ikan sering bergerak cepat & menabrak dinding aquarium, seperti
berusaha menggaruk badannya.
Bila sudah parah bintik2nya akan merembet sampai ke seluruh badan ikan.
Pengobatan:
- Isolasi/karantina ikan yg sakit
- Ganti Air full, tempatnya dicuci bersih
- Methylene Blue (bisa merk Blitz Ich, Rid All, Tetra, dsb)
- Garam Aquarium
- Ganti air full 3 hari kemudian, bila masih belum ada tanda2 membaik, ulangi lagi pengobatan
seperti dr atas.
5. Pop Eye (Mata Bengkak)
Penyebab: Bakteri, kondisi air yg kotor
Sifat Penyakit: Dapat menular
Gejala: Mata ikan mulai membengkak, tahap awal bisa mulai dr 1 mata, kemudian merembet ke
mata yg satunya lagi, ikan kurang aktif bergerak, nafsu makan berkurang kadang2 tidak mau
makan sama sekali, sirip bisa menguncup, warna memucat.
Bila sudah parah bengkaknya akan semakin membesar sehingga ikan akan tampak seperti ikan
mas Koki. Jika ketahuan pada saat mata sdh sgt besar/bengkak, besar kemungkinan ikan tidak
akan selamat.
Pengobatan:
- Isolasi/karantina ikan yg sakit
- Ganti Air full, tempatnya dicuci bersih

- Antibiotik (Ampicillin, Super Tetra, dan sebgainya yg mana yg lebih mudah tersedia, dosisnya
cukup 1 tetes per aquarium)
- Atau: Gunakan obat Anti Internal Bacteria (bisa merk Intrepet, dsb)
- Garam Aquarium
- Ganti air full 3 hari kemudian, bila masih belum ada tanda2 membaik, ulangi lagi pengobatan
seperti dr atas.
6. Dropsy (Sisik Nanas)
Penyebab: Bakteri Internal (menyerang Ginjal), kondisi air yg kotor atau pakan yg kotor
Sifat Penyakit: Menular
Gejala: Perut ikan mulai membengkak, tidak bisa buang kotoran, tahap awal mirip seperti
sembelit, ikan jadi tidak aktif, nafsu makan berkurang seringkali tidak mau makan sama sekali,
sirip bisa menguncup, warna memucat.
Bila sudah parah perut akan semakin membengkak & berwarna kemerahan, sisik akan mulai
terangkat mulai dari daerah perut sampai ke seluruh badan, sehingga ikan akan tampak seperti
buah Nanas. Jika ketahuan pada saat sisik sudah mulai terangkat: Perbanyak Puasa & Doa, atau
Say Good Bye ke ikan tersebut
Pengobatan:
Dikarenakan gejala awal dropsy yg seringkali mirip dgn sembelit, dan baru ketahuan pada saat
sisik mulai terangkat, maka sangat sulit menyembuhkan penyakit ini, tapi bila ketahuan pada saat
tahap awal, kemungkinan ikan masih bisa diobati (walaupun saya sendiri sdh mencoba berbagai
macam obat, tapi tetap tidak dapat mengobatinya).
Jadi bila ketahuan pada tahap awal, bisa mencoba sbb:
- Isolasi/karantina ikan yg sakit
- Ganti Air full, tempatnya dicuci bersih
- Antibiotik (Metrodinazole, dsb yg mana yg lbh mudah tersedia, dosisnya cukup 1 tetes per
aquarium)

- Atau: Gunakan obat Anti Internal Bacteria (bisa merk Intrepet sudah saya coba, tapi tetap
tidak berhasil dsb)
- Garam Aquarium
- Ganti air full 3 hari kemudian, bila masih blm ada tanda2 membaik.
7. Swim Bladder Disorder (kembung atau sembelit)
Penyebab: Kebanyakan makan
Sifat Penyakit: Tidak menular
Gejala: Perut ikan membengkak, ikan jadi sulit berenang, kadang berenang nungging/miring atau
menggelosor saja dgn perutnya, ikan jadi kurang aktif bergerak, nafsu makan berkurang kadang2
tidak mau makan sama sekali.
Pengobatan:
- Coba sebengin degan ikan lain supaya ngedok sampai ikannya pub, bila masih ga mau pub,
kurangi ketinggian air aquarium
- Coba ikannya dipuasakan dulu
8. Inflamed Gills (Insang Memerah)
Penyebab: Kondisi air yg kotor, sehingga menyebabkan keracunan Nitrat
Sifat Penyakit: Tidak menular
Gejala: Insang memerah, kadang sampai membengkak krn infeksi, ikan jadi susah bernafas &
terengah2 berenang di permukaan air terus. Tutup insang tdk mau menutup rapat.
Pengobatan:
- GANTI AIR FULL yg rajin bro!!! , plg gak tiap 3 hari sekali
- Methylene Blue (bisa merk Blitz Ich, Rid All, Tetra, dsb)
- Garam Aquarium
9. Kotoran berwarna Putih

Penyebab: Internal Bakteri, kondisi air yg kotor


Sifat Penyakit: Dapat menular
Gejala: Kotoran ikan seperti memanjang, kadang2 seperti menggumpal & berwarna putih, ikan
jadi kurang aktif bergerak, nafsu makan berkurang kadang2 tidak mau makan sama sekali, sirip
bisa menguncup, warna memucat.
Pengobatan:
- Isolasi/karantina ikan yg sakit
- Ganti Air full, tempatnya dicuci bersih
- Antibiotik (Metrodinazole, dsb yg mana yg lbh mudah tersedia, dosisnya cukup 1 tetes per
aquarium)
- Atau: Acryflavine
- Garam Aquarium
- Ganti air full 3 hari kemudian, bila masih belum ada tanda2 membaik, ulangi lagi pengobatan
seperti dr atas.

2.4.5 Pakan
1. Jentik Nyamuk
Jentik nyamuk dapat ditemukan dengan mudah diselokan yang saluran airnya terhambat maupun
yang kotor dan padat akan sampah-sampah maupun pada genangan air yang terdapat di sampah
bekas seperti kaleng dll, bahkan di dalam bak mandi juga bisa ada jentik nyamuk. Saya
merekomendasikan jentik nyamuk sebagai pakan yang utama bagi cupang karena jentik nyamuk
banyak mengandung protein yang baik untuk ikan cupang. Jika para cupanger mengalami
masalah dalam mencari jentik nyamuk tenang saja, karena saya masih mempunyai recomendasi
yang lain untuk para cupanger.

2. Frozen Red Blood Worms (Cacing Merah Beku)


Frozen Red Blood Worms (Cacing merah Beku) merupakan makanan lain yang dapat dicerna
oleh ikan cupang. Selain makanan ini mudah dicerna oleh cupang, makanan ini pula gampang
didapat di toko toko ikan terdekat dan dengan harga yang berkisar Rp5.000 Rp10.000
cara penyajiannya juga gampang, sebelum di berikan ke ikan cupang, kita ambil sesuai dengan
takaran saji yang akan kita berikan ke cupang, setelah itu kita celupkan ke air yang sudah kita isi
di gelas plastik dengan tujuan untuk mencairkan bongkahan es kecil yang menempel di cacing
merah tersebut dan untuk menghilangkan rasa dingin pada cacing agar gampang dikonsumsi oleh
ikan cupang dan hal ini juga meminimalkan kita untuk menjaga agar air tetap bersih dan tidak
kotor dengan cepat. Setelah diperkirakan tidak dingin lagi, maka cacing tersebut siap diberikan
kepada cupang kita.
3. Red Water Worms (Cacing sutra)
Ikan cupang dan membentuk ikan cupang kedalam bentuk yang sempurna. Type makanan yang
satu ini adalah type makanan alami selain jentik nyamuk. Cacing sutra ini memiliki kelemahan
yaitu membuat air ikan menjadi lebih cepat kotor dari biasanya usahakan sebelum memberikan
makanan ini ke ikan cupang kita, alangkah baiknya dibilas terlebih dahulu agar ikan cupang bisa
terhindar dari serangan penyakit seperti penyakit perut pada ikan cupang.
4. Steam Egg (Telur kukus)
Makanan ini pada dasarnya hanya ditujukan kepada anak ikan cupang saja tapi ini juga
merupakan makanan yang bisa diberikan kepada cupang yang sudah dewasa.
1. Yolk (Kuning Telur)
Masih tetap pada makanan yang ditujukan pada anakan ikan cupang. Kuning telur diberikan ke
anak cupang yang sudah berumur kurang lebih 4 hari setelah penetasan sebagai makanan
pengganti bila sulit mendapatkan kutu air.
1. Water Flea (Kutu Air)
Kutu air merupakan makanan yang paling baik diberikan kepada anakan cupang yang sudah
menetas setelah kurang lebih 4 hari. Selain itu ikan cupang yang sudah dewasa juga menyukai
kutu air jadi baik juga diberikan kepada ikan cupang yang sudah dewasa. Kutu air memiliki

sangat banyak protein yang dibutuhkan oleh anakan cupang oleh karena itu saya sangat
merekomendasikan jika anakan cupang diberikan kutu air sebisa mungkin, dan jika memang
tidak ada, maka gunakan bahan makanan alternatif yang sudah pernah saya tulis sebelumnya
yaitu steam egg atau kuning telur (Yolk)
7. Artemia
Artemia merupakan informasi bahan pakan terakhir yang bisa saya berikan kepada para pembaca
blog saya. Pemberian artemia kepada cupang harus sesuai dengan takaran dan jangan terlalu
banyak karena bisa menyebabkan kematian pada ikan cupang. Artemia adalah makhluk hidup
yang habitatnya di laut, oleh karena itu sebelum memberikan ikan cupang kita makan artemia,
usahakan di bilas terlebih dahulu agar kadar garamnya tidak terlalu banyak.

2.4.6 Telur
Merawat telur ikan cupang adalah yang jantan, jika telur udah banyak dan belum menetas, cepat2
lah pisahkan betinanya, jadi yang menjaga telur adalah jantan. Jika sudah 3 hari menetas / anak
ikannya sudah bisa berenang langsung pisahkan induk jantannya. Dan berikan anak ikan makan
kutu air halus. Setelah besar berikan makan cacing. Dan jangan lupa jika udah bes ar pisahkan
anak-anak ikan.
2.4.7 Burayak
Umumnya cupang adu termasuk kelompok ikan yang membuat gelembung udara pada saat ingin
kawin. Untuk itu diperlukan tanaman air agar cupang dapat menempelkan gelembung udaranya.
Tanaman ini dapat berupa tanaman air yang berdaun lebar seperti eceng gondok (Eihornia
crassipes) dan kiambang (Pistia stratiotes). Setelah itu cupang adu dapat dimasukkan ke dalam
bak pemijahan. Bila memang sudah siap kawin, cupang adujantan agar segera menempelkan
gelembung udara ke daun. Cupang adu betina dapat dimasukkan apabila gelembung udara sudah
cukup banyak. Cupang adu jantan yang sedang mencari pasangan akan segera menghampiri
betina. Lalu betina akan diajak untuk mendekati gelembung udara, dipeluk sehingga keduanya
menempel dan tak bergerak. Beberapa saat kemudian, telur keluar dari tubuh cupang adu betina
dan segera dibuahi oleh induk jantan. Telur telur tersebut ditangkap oleh mulut cupang adu
jantan, lalu ditempelkan di gelembung udara.Penempelan dilakukan dengan cara menyemburkan
telur tersebut dari mulutnya.

Setelah telur disemburkan, induk jantan akan mendekati kembali induk betina untuk kawin lagi.
Proses ini dilakukan berkali kali sekitar 3 4 jam. Perkawinan akan selesai jika induk betina
sudah tidak mengeluarkan telur telur atau induk jantan sudah mengusir betinanya. Inilah waktu
yang oaling tepat untuk mengangkat induk betina. Bila tidak segera di angkat, induk jantan akan
terus menyerang dan melukai induk betina.
Induk betina yang baru dikawinkan di istirahatkan di tempat atau bak terpisah. Induk cupang adu
betina siap dikawinkan kembali setelah beristirahat selama 2 3 minggu. Pada saat induk betina
beristirahat, induk cupang adu jantan akan menjaga telur telur hingga menetas. Umumnya
telur akan menetas stelah 3 hari.
Saat baru menetas, larva cupang adu membawa kuning telur sebagai cadangan makanan sebelum
sanggup memakan pakan yang diberikan. SEbaiknya sat ini tidak memberikan pakan untuk larva
cupang, karena makan tersebut akan membusuk dan dapat mempengaruhi kesehatan cupang.
Pada awal kehidupannya, larva cupang sering jatuh kedasar kolam karena belum pandai
berenang. Larva tersebut akan oleh induk jantan, kemudian disemburkan ke gelembung udara.
Induk jantan dapat dipindahkan jika gelembung udara telah habis. Pada 3 4 pertama, larva
cupang diberi pakan infusoria, lalu kutu air.
Populasi larva dibuat padat agar ukuran tubuhnya saat dewasa tetap kontet atau kerdil meskipun
umurnya sudah tua. Dengan demikian, penampilannya tetap tampak muda, padahal sisik dan
giginya sudah sekuat cupang tua. Ini adalah trik yang sengaja dilakukan agar cupang tua (umur 8
bulan) dapat diadu dengan cupang umur 6 -7 bulan.
2.4.8 Induk
Ketika sudah berumur 3-4 bulan ikan pun sudah siap menjadi indukan dan siap di pijahkan.
Ciri-ciri spesial ikan cupang jantan:
Ciri-ciri khas yang dimiliki oleh ikan cupang hias jantan yaitu tak hanya warnanya yang indah,
siripnya lalu panjang dan menyerupai sisir serit, hingga kerap disebut cupang serit. Namun ikan
betina warnanya tidak menarik (kusam) dan wujud siripnya lebih pendek dari ikan jantan.
Ciri ikan jantan untuk:
Umur 4 bulan
Wujud badan dan siripnya panjang dan berwarna indah.
Gerakannya agresif dan lincah.

Keadaan badan sehat (tidak terjangkit penyakit).


Ciri-ciri ikan cupang betina:
Umur sudah meraih lebih kurang 4 bulan
Wujud badan membulat putih di lebih kurang perut mengisyaratkan siap kawin.
Gerakannya lambat.
Sirip pendek dan warnanya tidak menarik.
Keadaan badan sehat.
2.4.9 Reproduksi
Proses reproduksi ikan Cupang dilakukan ketika Cupang jantan merasa siap dengan cara
membuat sarangan gelembung dipermukaan air. Saat ini lah proses pemijahan dimulai. Cupang
jantan yang berenang ke permukaan mengamambil tegukan udara dan meludahkan suatu
gelembung udara di tempat sarang (mucus coated). Proses pembuatang sarang ini terjadi dalam
itungan jam. Ikan jantan akan bergoyang goyang seperti halnya menari sebagai tanda bahwa
cupang jantan meminang cupang betina. Cupang jantan akan mengejar cupang betina untuk
memikatnya dan dibawa ke sarangan gelembung yg cupang jantan buat. Saat Cupang bettina
menerima pinangan cupang jantan, dimulai lah proses reproduksi ini. Cupangsegera kawin dan
menghasilkan telur.
Proses Pemjihan cupang berlangsung dengan cara sibetina mengeluarkan telur telur dan
Cupang jantan membuahi kemudian meletakkannya di dalam sarangan busa. Setiap proses
reproduksi berhasil, cupang cupang tersebut akan menghasilkan rata rata sekitar 400 500
butir telu. Cupang jantan akan menjaga sarang, merawat telur hingga larva menetas sekitar 2 3
hari.
Proses Pemijahan serta Teknik Pemijahan, Sebelum Pemijahan dilakukan, Pastikan bahwa
indukan yang dipilih berkualitas kontes. Berikut Proses Pemijahan dan teknik Pemijahan:
1. Pisahkan induk jantan dan induk betinadan beri makan cukup selama 3 4 hari.
2. Masukan Induk Jantan yang berkualitas kontes kedalam tempat pemijahan, seperti toples /
stoples akuarium, ember, atau baskom yang telah diberi substrat, sebelum cupang betina, dengan
kedalaman air sekitar 20 25 cm.

3. Masukan induk betina pada sore hari atau keesokan harinya. Namun untuk menjaga keutuhan
induk betina serta agar tidak diserang olah cupang jantan. Tempatkan betina pada posisi aman
yaitu letakan botol dengan ukuran tinggi leih dari 25 cm di dalam akuarium proses pemijahan
atau akuarium perkawinan, kemudian tempat betina didalam botol tersebut. Kehadiran induk
betina dalam botol merangsang birahi induk jantan yang segera membuat busa dan sarangan
busa, teknik ini bisa disebut proses penjodohan
4. Angkat wadah indukan betina pada pagi hari setelah proses penjodohan dilakukan.
Indukbetina seiap dicampurkan dengan induk jantan di akuarium pemijahan. Jika berjodoh, tidak
lama kemudian proses pemijahan berlangsung. Usahakan selama proses pemijahan berlangsung,
keadaan tetap tenang agar indukan tidak kaget dan malu.
5. Pindahkan cupang betina setelah 1 2 jam pemijahan berlangsung dan beri makan
secukupnya
6. Biarkan indukan jantan menjaga dan menetasakan telur telur tersebut. Setelah menetas
selama 2 3 hari anak ikan tersebut tidak perlu diberi makan karena masih ada persediaan
kuning telur dalam tubuhnya.
7. Berikan burayak cupang berupa infusoria selama 3 hari. Setelah itu burayak diberi pakan
berupa kutu air yang disaring selam a 10 hari.

BAB III
KESIMPULAAN DAN SARAN
3.2 Kesimpulan
Cupang his merupakan jenis cupang yang keindahannya terletak pada bentuk ekornya saat
mengembang. Walaupun termasuk ikan yang sangat agresif dan cenderung mempertahankan
daerah teroterialnya, tetapi keindahannya dapat membuat daya tarik kepada orang untuk
memeliharanya. Dalalam hal iniikan cupang juga sanggat mudah dalam pemeliharaan nya dan
juga menghasilkan.
3.2 Saran
Dalam membudidaya ikan cupang sebaiknya selalu mengecek kualita airnya karena kualitas air
sangat penting bagi kesehatan ikan cupang tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Cupang (Diunduh pada hari selasa , 31 desember 2012, pukul 22.13)
http://cupanghalfmoon.wordpress.com/category/mengenal-ikan-cupang/ (Diunduh pada hari
selasa , 31 desember 2012, pukul 22.20)
http://bisnisukm.com/budidaya-ikan-cupang-yang-memikat.html (Diunduh pada hari selasa , 31
desember 2012, pukul 22.30)
http://www.scribd.com/doc/9171512/Cara-Perawatan-Ikan-Cupang(Diunduh pada hari selasa ,
31 desember 2012, pukul 22.32)
http://suhamdi.wordpress.com/2011/11/24/penyakit-pada-cupang/(Diunduh pada hari selasa , 31
desember 2012, pukul 22.42)