Anda di halaman 1dari 33

LAPORAN PROYEK

BUSSINESS PLAN
CUP CAKE

Disusun oleh :

Brika Satria S.

1042620009

Fariz Tito Nugraha

1042620038

Fida Prayufiada N.

1042620016

Rizal Lutfillah

1042620045

Tita Sari Wahananingtyas

1042620017

PROGRAM STUDI PEMASARAN


JURUSAN ADIMINISTRASI NIAGA
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2012

LEMBAR PENGESAHAN

1. Judul proyek

: Rencana bisnis Cupcake

2. Lokasi Proyek

: Politeknik Negeri Malang yang berada di Jalan Soekarno-Hatta No.9

Malang
3. Ketua

: Tita Sari Wahananingtyas

4. Jumlah anggota

: 4 orang

5. Nama Anggota

: Brika Satria Siltabioka

(1042620017)

(1042620009)

Fariz Tito Nugraha

(1042620038)

Fida Prayufiada N.

(1042620016)

Rizal Lutfillah

(1042620045)

6. Waktu Pelaksanaan

: 9 Minggu

7. Dimulai Sejak

: 11 Maret 2012 13 Mei 2012

Menyetujui,

Malang, 20 April 2012

Dosen Pembimbing Proyek

Ketua Pelaksana Proyek

Masrevi Astuti, SE

Tita Sari Wahananingtyas

NIP. 1955905251989102001

NIM. 1042620017

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Banyak lulusan perguruan tinggi yang tidak mendapatkan lapangan pekerjaan
menyebabakan dergulasi ekonomi di Indonesia semakin meningkat. Di sinilah peran
kewirausahaan sangat membantu menstabilkan kondisi ekonomi. Dengan terciptanya
lapangan usaha baru untuk sendiri, krmungkinan berkembang dan menciptakan lapangan
kerja bagi orang lain juga besar. Dengan berkurangnya pengangguran, tingkat pendapatan
masyarakat meningkat. Tingkat konsumsi masyarakat meningkat sehingga volume produksi
juga bisa naik. Hal ini mengindikassikan suatu keadaan ekonomi yang membaik secara
signifikan.
Berwirausaha merupakan bisnis yang sangat menyenangkan, naming sebagian besar
orang takut untuk berwirausaha karena takut menanggung kerugian atau resiko, atau takut
bersaing, adanya paradigma di masyarakat Indonesia bahwa mereka belajar untuk mencari
pekerjaan, bukan menciptakan pekerjaan atau lapangn pekerjaan, dan lain-lain. Padahal kita
bisa berkarya dengan bebas melalui berwirausaha. Disamping itu, berwirausaha itu
membutuhkan modal yang cukup besar tergantung pada skala bisnis yangdi jalankan.
Keterbatasan dana tersebut membuat kebanyakan orang tidak bisa melaksanakannya.
Berwirausaha tidak semudah yang kita bayangkan, selain keahlian, pengalaman dan
modal, kita juga mempunyai rencana bisnis yang bagus dan prospek usaha yang baik pula
untuk kedepan.
Rencana bisnis harus disiapkan secara terorganisir (di lakukan dengan cermat dan
sistematik), secar logika mampu melihat aspek penting dari suatu bisnis. Suatu rencana yang
baik akan menghemat waktu ketika rencana itu diimplementasikan atau dilaksanakan. Ia akan
selalu berisi, analisis konsep-konsep dasar tertentu atau kelompok-kelompok yang terkait
dengan hal umum dari semua aspek.
Rencana bisnis menegaskan bahwa bukan sekedar sarana untuk memperoleh dana dari
bank atau pihak investor, tetapi yang tak kalah pentingnya, sebagai media peninjauan ulang
dan perbaikan secara periodic. Sehingga, semua bisnis baik yang sudah besar dan mapan
maupun yang masih baru, membutuhkan perencanaan bisnis agar bisa mencapai sukses yang
di harapkan.

Kemampuan dalam menyusu rencana usaha tersebut sangat di butuhkan karena dari
situlah kita bisa menentuka survey pasar, analisis KeKePAn ( kelebihan, kelemahan, peluang
dan ancaman) atau analisis SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities dan Threats)
analisis factor ekonomi, produksi,pemasaran dan memnuhi kebutuhan dan keinginan calon
konsumen, mengingat produk cupcake ini masih tersedia di Politeknik Negeri Malang, jadi
hal ini merupakan peluang bisnis bagi kami untuk menjual cupcake di tempat tersebut.

1.2 Rumusan Masalah


Bagaimanakah penyusunan rencana bisnis pembuatan Cupcake Ceria ?

1.3 Tujuan
Mengembangkan keterampilan mahasiswa dalam menerapkan aspek-aspek manajemen
kewirausahaan.
2. Mengembangkan keterampilan mahasiswa dalam menyusun rencana usaha cupcake ceria.
3. Memberikan motivasi dan isnspirasi mahasiswa untuk berwirausha membuat rencana usaha
cupcake ceria.

1.4 Manfaat


1.
2.
3.
4.

Bagi Mahasiswa
Melatih dan mengembangkan minat mahasiswa berwirausaha.
Melatih mahasiswa untuk membuat rencana bisnis.
Dapat menerapkankan ilmu dan teori mrngenahi kewirausahaan.
Sebaagai saran untuk menguji penerapan pengetahuan atau materi yang di peroleh dan
perkuliahaan dengan keadaan realitanya di lapangan.
5. Sebagai masukan dalam meningkatkan dan mengembangkan kemampuan bersosialisasi dan
kemampuan pribadi.
Bagi Jurusan
1. Mampu menciptakan mahasiswa yang mempunyai kemampuan berwirausaha dengan baik
sehingga kelak dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi diri sendiri maupun orang
lain.
2. Untuk membantu perkembangan potensi mahasiswa sebagai penilaian berhasil tidaknya
jurusan sebagai media untuk mendidik mahasiswanya.
3. Sebagai bahan pertimbangan untuk mengevaluasi sampai sejauh manakurikulum yang telah
di berikan.
4. Sebagai bahan untuk penyempurnaan kurikulum di masa yang akan datang.
5. Sebagai bahan kemandirian mahasiswa dalam belajar bekerja.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengartian Bisnis


Bisnis adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh perorangan atau kelompok untuk
mendapatkan penghasilan dengan tujuan memperoleh keuntungan. Bisnis adalah
memproduksi atau membeli barang atau jasa yang di jual kepada pelanggan. Ada dua arus
yang terkait dengan bisnis, yaitu :
1. Arus barang adalah distribusi barang atau jasa ke pasar dan nilai yang di tambahkan
dalam proses transformasi bahan mentah menjadi bahan jadi.
2. Adalah pembayaran untuk hal hal seperti pembelian barang, bahan baku, biaya
perbaikan, perawatan dan sewa, uang yang masuk dari para pelanggan yang membeli
barang atau jasa.
2.2 Jenis bisnis
1. Perusahaan Dagang
Bisnis ini merupakan barang dari pedagang grosir atau pabrik, dan menjual barang
tersebut kepada pelanggan dan perusahaan lain.
2. Perusahaan Manufaktur
Bisnis ini bergerak dalam pembuatan barang. Contoh : pembutan batu bata, meubel,
kosmetik, dsb.
3. Perusahaan Jasa
Bisnis ini tidak menjual atau membuat barang, tetapi memberikan nasihat/ konsultasi
atau menyediakan tenaga kerja, contohnya adalah mekanik bengkel, tukang listrik,
tukang kayu, atau pembersih kaca.
4. Bisnis dalam Bidang Pertanian atau Kehutanan.
Bisnis ini memproduksi sesuatu yang berasal dari tanah.

2.3 Rencana Bisnis


Rencana bisnis adalah hal-hal pokok dan penting yang perlu di perhatikan dalam
perencanaan suatu bisnis.
Berikut ini uaraian mengenai Rencana bisnis :
a. Mendefinisikan dan menetapkan tujuan serta program program untuk mencapai
tujuan bisnis.
b. Secara teratur meninjau ulang-ulang dan melakukan koreksi/pernaikan terhadap
rencana bisnis.
c. Mendefinisikan suatu bisnis baru atau pengembangan terhadap bisnisyanga ada.
( Pedoman penyusunan Rencana Bisnis: 2002:1 )
2.4 Kegunaan Rencana Bisnis

a. Mendukung suatu aplikasi pinjaman terhadap


b. Menilai suatu produk yang baru, promosi atau perluasan usaha
c. Memberikan suatu landasan dan arah untuk mengambangkan sasaran-sasaran dan
strategi operasi yang spesifik dan lebih terperinci, serta rencana rencana untuk
mencapai sasaran itu.
d. Membantu mempertahankan focus pada tujuan tujuan utama. ( Pedoman Penyusunan
Rencana Bisnis: 2002:2 )
2.5 Penilaian Awal Terhadap Bisnis
Dalam menuyusun suatu Rencana Bisnis, sebagai langkah awalnya perlu
mempertimbangkan:
A. Tujuan-tujuan Bisnis ( Bussines Objectives)
Tujuan tujuan merupakan sasaran bisnis. Tetapkan tuyjuan-tujuan yang berkaitan
dengan pangsa pasar dan keuntungan yang di harapkan. Perusahaan perlu menetapkan
tujuan-tujuan bisnis yang ditetapkan harus bersifat konkret dan dapat di ukur.
( Pedoman Penyusunan Rencana Bisnis: 2002:30 )
B. Pernyataan Misi (mission statement)
Gunakan pernyataan misi untuk mendefinisikan konsep bisnis anda. Suatu
pernyataan misi perusahaan harus mendefinisikan sasaran bisnis ( seperti melayani
pelanggan dengan baik agar pelangggan mendapatkan kepuasan, memperluas pangsa
pasar, memperoleh keuntungan, dll ) dan tujuan-tujuan yang bersifat strategis , termasuk
manfaat-manfaat yang di berikan kepada pasar. Beberapa pernyataan misi juga
mendefinisikan sasaran internal seperti memelihara lingkungan kerja yang kreatif dan
membangun tanggung jawab untuk keberagaman. ( Pedoman Penyusunan Rencana
Bisnis: 2002:31)
C. Kunci-kunci Keberhasilan ( analisis SWOT )
Dalam pengelolaan dan oengembangan suatu aktifitas memerlukan suatu
perencanaan strategis, yaitu suatu pola atau struktur sasaran yang saling mendukung dan
melengkapi menuju kea rah tujuan yang menyeluruh. Sebagai persiapan perncanaan, agar
dapat memilih menetapkan strategi dan sasaran sehingga tersusun program program dan
proyek proyek yang efektif dan efisien maka di perlukan suatu analisis yang tajam dari
para pegiat organisasi. Salah satu analisis yang cukup popular di kalangn pelaku
organisasi adalah Analisis SWOT.
Kunci kunci keberhasilan dalam berbisnis atau melakukan wirausaha adalah salah
satunya dengan menggunakna model perencanaan strategis adalah analisis SWOT
( Stregth, Weakness, Opportunities, dan Threats). Analisis SWOT sangat penting
peranannya dalam membantu kita untuk menganalisa bisnis yang akan kita kerjakan,
karena maksud dari analisa SWOT ini ialah untuk meneliti dan menentukan dalam halhal sebagai berikut :
1. Kekuatan (sehingga dapat di optimalkan)
2. Kelemahan (sehingga dapat segera di benahi)

3. Kesempatan-kesempatan di luar ( untuk di manfaatkan)


4. Ancaman-ancaman dari luar (untuk di antisipasi)
Di dalam analisis SWOT, S dan W mengidentifikasikan kekuatan dan kelemahan internal
dalan perusahaan dalam hal ini berkaitan dengan fungsi menajemen (perncanaan,
pengorganisasian, pengarahan, pemberian motivasi dan pengendalian). S dan W juga
mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pada fungsi bisnis yaitu : merencang
pemasaran dan produk, produksi dan penawaran, sumber daya manusia, dan keuangan. O
dan T merupakan analisis eksternal berupa peluang dan ancaman yang meliputi aspek :
social, teknologi, ekonomi, politik, hukum, lingkungan, demografi dan pesaing. Berikut
ini merupakan penjelasan dari ringkasan analisis SWOT adalah :
a. Strength ( Kekutan-kekuatan )
Adapun kunci kunci kesuksesan yang menjadi kekuatan bagi wiraswastawan antar
lain: komitmen yang kuat dari manajemen untuk membangun dan mempratekkan
manajemen bisnis yang professional, telah tercipta presepsi yang baik terhadap
produk ( barang dan/atau jasa) yang di tawarkan. Terdapat variasi dan model produk
yang selalu menarik konsumen. Memiliki loyalitas dan kepatuhan karyawan yang
tinggi, harga bahan baku yang murah dan selalu tersedia sepanjang waktu, dan lainlain (dapat di kembangkan sendiri oleh pihak manajemen bisnis).
b. Weakness (Kelemahan-kelemahan)
Kelemahan-kelemahan manajemen bisnis pada dasarnya merupakan kebalikan
dari daftar kekutan-kekuatan di atas, seperti komitmen yang lemah dari manajemen
untuk membangun dan mempratekkan manajemen bisnis professional, presepsi public
yang jelek terhadap produk yang di tawarkan, karyawan yang tidak memiliki
keterampilan, keterbatasab dalam modal keraj, terlalu banyak anggota keluarga yang
terlibat dalam bisnis, kekurangan bahan baku untuk produksi, lokasi unit bisnis yang
sulit di jangkau, dan lain-lain ynag dapat di kembangkan sendiri oleh pihak
manajemn bisnis.
c. Opportunities (kesempatan-kesempatan)
Kesempatan-kesempatam adalah hal hal yang ada di masyarakat sekitar, yang
mempunyai pengaruh yang positif terhadap bisnis. Kesempatan-kesempatan dalam
bisnis ini biasanya berupa segmentasi pasar baru, pengembangan produk, atau
permintaan yang banyak dari costumers sehingga competitor tidak sanggup untuk
memenuhi permintaan customer, dsb. Pada dasarnya kesempatan kesempatan
manajemen bisnis dapat di ciptakan berdasarkan kekuatan kekuatan potensial yang
ada dalam perusahaan itu, maupun kesempatan kesempatan yang berkembang dalam
lingkungan bisnis, seperti pasar, pelanggan,dll.
d. Threats (Ancaman-ancaman)
Pada dasarnya ancaman-ancaman dapat di timbul dari dalam perusahaan atau dari
lingkungan bisnis (dari luar perusahaan) akibat adanya kelemahan-kelemahan dalam
perusahaan itu maupun kelemahan-kelemahan dalam lingkungan bisnis itu. Beberapa

ancaman yang dapat melumpuhkan atau menurunkan daya saing perusahaan harus di
pertimbangkan karena mungkin saja terjadi. (Pedoman Penyusunan Rencana Bisnis:
2002:31-33)

2.6 Analisa Sosial dan Ekonomi


a. Lingkungan Ekonomi
Selain orang pasar juga mensyaratkan adanya daya beli. Daya beli pada
perekonomian bergantung pada penghasilan, harga, tabungan, utang dan
ketersediaan kreddit terkini. Para pemasar harus memperhatikan dengan ceramt
tren utama penghasilan dan pola pembelanjaan konsumen.
b. Lingkungan Sosial
Masyarakat membentuk keyakinan, nilai dan norma kita. Manusia
menyerap hampir secara tidak sadar, pandangan dunia yang merumuskan
hubungan mereka dengan dirrinya sendiri, dengan sesame, dengan organisasi,
dengan masyarakat, dengan alam sekitar dan dengan alam semesta.

2.7 Analisa Produksi / Operasi


Tujuan rancana produksi / operasi adlah menjelaskan secara terperinci entang
bagaimana suatu barang akan di produksi atau jasa akan di berikaan dan sumber-sumber
daya apa yang di perlukan agar proses produksi (bagi barang) atau proses operasi (bagi
jasa) dapat berfungsi atau berjalan secara efektif dan efisien, (Pedoman Oenyusunan
Rencana Bisnis: 2002:80)

2.8 Analisa Pemasaran


Pemasaran adalah segala sesuatu yang di lakukan untuk mengetahui siapa pelanggan,
apa yang di butuhkan pelanggan, dan apa yang di inginkan serta bagaimana memuaskan
dan mendapatkan keuntungan :
a. Mengenal Pelanggan
Pelanggan merupakan faktor yang sangat penting bagi bisnis. Tanpa
pelanggan bisnis akan gagal. Pelanggan yang puas akan menjadikan penjualan
lebih luas dan meningkatkan keuntuungan. Hal yang perlu di lakukan untuk
memuaskan pelanggan adalah mendapatkan informasi tentang karakteristik
pelanggan.
1. Mengetahui pesaing bisnis.
2. Membuat rencana pemasaran yang meliputi 4P yaitu Price, Product,
Place, dan Promotion.

a. Product adalah sesuatu yang direncanakan untuk di jual kepada


pelanggan.
b. Price adalah nilai uang yang akan di kenakan kepadda pelanggan
untuk produk. Harga mencakup potongan yang akan di berikan dan
syarat-syarat pembayaran secara kredit.
c. Place adalah lokasi bisnis. Lokasi bisnis bagi perussahaan jasa
harus dekat dengan pelanggan, selain itu sewa tempat yang murah
juga penting.
d. Promosi adalah memberikan informasi kepada pelanggan dan
menarik mereka agar mau membeli produk. Ada tiga mecam cara
promosi yaitu iklan, diseminasi dan promosi penjualan.
b. Perkiraan Penjualan
Perkiraan penjualan merupakan bayangan yang paling penting dan paling
sulit dalam penyiapan rrencana usaha. Penjualan akan mendatangkan uang, dan
tanpa penjualan yang baik maka tidak akan mungkin mendapatkan keuntungan.
Ada lima cara dasar yang dapat di gunakan untuk memuat perkiraan penjualan,
yaitu :
1. Menggunakan pengalaman.
2. Membandingakan dengan perusahaan yang serupa.
3. Melakukan uji lapangan.
4. Surat pra penjualan atau surat bersedia membeli.
5. Melakukan peneliatian.

2.9 Analisa Keuangan


a. Jenis Modal Awal
Modal awal di perlukan untuk pembayaran tanah dan gedung,
perabot dan peralatan, iklan, dan promosi sebelum memulai bisnis,
pembelian mesin, penyediaan barang dan inventaris, biaya mengurus
sertifikat dan ijin usaha, honorarium tenaga kerja, listrik dan telepon.
Modal tersebut di keloompokkan menjadi dua.
b. Modal Investasi
Adalah biaya untuk pembelian barang yang bersifat investasi.
Modal investasi meliputi modal gedung dan peralatan.
c. Modal Kerja
Adalah uang yang di perlukan untuk pengeluaran biaya sehari-hari
guna menjalankan bisnis. Modal kerja meliputi persediaan bahan baku,
promosi, gaji, sewa, asuransi dan biaya lain-lain. Langkah yang di
butuhkan untuk membuat analisa keuntungan meliputi :

1. Penetapan Harga Produk yang Dijual


Sebelum menetapkan harga produk, kalkulasi biaya untuk
memproduksi barang atau jasa tersebut. Ada dua metode yang
akan di gunakan :
a) Cost Plus Mark-Up Pricing Methode
Yaitu menjumlahkan biaya pembuatan barang atau
jasa, kemudian di naikkan dengan persentase tertentu
sehingga menjadi harga jual. Cocok untuk perusahaan
manufaktur dan jasa.
b) Competitive Pricing Methode
Yaitu menentukan harga jual setelah melihat harga
yang di tawarkan oleh para pesaing.
2. Perkiraan Pendapatan Penjualan
a) Menyiapkan Rencana Penjualan dan Biaya
Dengan adanya penjualan daan biaya maka dapat
meliahat data penjualan dan biaya untuk mengetahui
apakah usaha mendatangkan keuntungan atau tidak.
Untuk memulai usaha baru maka perlu membuat
perkiraan keuntungan tiap bulannya pada tahun
pertama.

b) Menyusun Rencana Arus Kas/Cash Flow


Rencana Cash Flow menunjukkna berapa banyak uang
yang akan masuk ke dalam dan berapa banyaj yang
akan keluar dari perusahaan setiap bulannya. Rencana
Cash Flow membantu agar usaha tidak kehabisan uang
pada saat apapun.
2.10

Deskripsi Bisnis
a. Jenis Jenis Bisnis
Jenis-jenis bisnis menentukan beberapa elemen penting rencana bisnis anda.
Outline rencana dan struktur dari table-tabel tergantung pada jenis bisnis. Pada
dasarnya terdapat beberapa jenis bisnis yang antara lain : jasa (service), usaha
perrdagangan (retail), distribusi, manufacturing. (Pedoman Penyusunan Rencana
Bisnis: 2002:41)
b. Produk
Produk adalah segala sesuatu yang dapat di tawarkan produsen untuk dapt di
perhatikan, diminta, dicari, di beli, digunakan atau di konsumsi pasar sebagai

pemenuhan kebituhan atau keinginan pasar yang bersangkutan. (Fandy Tjiptono:


2002).
Dalam merencanakna penawaran atau produk, pemasar perlu memahami lima
tingkatan produk yaitu :
1. Produk utama/inti
2. Produk generic
3. Produk harapan (expected product)
4. Product pelengkap (augmented product)
5. Product potensial
Kita perlu mendeskripsikan tentang barang, jasa, atau kedua-duanya
(barang dan jasa) yang akan kita jual. Kita juga perlu menjelaskan produk apa
yang kita jual, dan siapakh target marketnya? Membuat daftar atau list dan
menjelaskan barang dan/atau jasa yang akan di jual. Memikirkan kebutuhan
pelanggan dan apakah barang dan/atau jasa yang akan di jual. Memikirkan
kebutuhan pelanggan dan apakah barang dan/atau jasa yang di jual itu telah
memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan.

c. Strategi Produk
Secara garis besar strategi produk dapat dikelompokkan menjadi 8 jenis yaitu :
a) Strategi Positioning Produk
Sstrategi positioning produk merupakan strategi yang berusaha menciptakan
diferensiasi yang unik dalam benak pelanggan sasaran, sehingga terbentuk
citra (image) merk atau produk yang lebih unggul di bandingkan merk atau
produk pesaing. Terdapat tujuh pendekatan yang dapat di gunakan untuk
meelakukan positioning, yaitu :
a. Positioning berdasarkan atribut
b. Positioning berdasarkan harga dan kualitas
c. Positioning di landasi aspek pengguna atau aplikasi
d. Positioning berdasarkan pengguan produk
e. Positioning berdasarkan kelas produk
f. Positioning berkenaan dengan pesaing
g. Positioning berdasarkan manfaat
b) Strategi repositioning produk
Strategi repositioning produk di gunakan bila terjadi salah satu dari empat
kemungkinan berikut :
1. Ada pesaing yang masuk dan produknya di posisikan berdampingan
dengan merk perusahaan.

2. Prefenssi konsumen telah berubah.


3. Di temukan kelompok prefensi pelanggan baru.
4. Terjadi kesalahn dalam positioning sebelumnya.
c) Strategi Overlap Produk
Strategi ini adalah pemasaran yang menciptakan persaingan terhadap merk
tertentu milik perusahaan sendiri..perssaingan ini di bentuk melalui 3 cara :
a. Pengenalan produk yang bersaing dengan prosuk yang sudah ada.
b. Penggunaan label pribadi
c. Menjual komponen-komponen yang di gunakan dalam prosuk
perusahaan sendiri kepada para pesaing.
Tujuan penerapan strategi ini adalah :
1. Untuk menarik lebih banyak pelanggan pada produk.
2. Agar dapat bekerja dengan kapasitas penuh.
3. Untuk menjual kepada para pesaing.

d) Strategi Lingkup Produk


Strategi ini berkaitan dengan perspektif terhadap bauran produk
suatu perusahaan, misalnya jumlah lini produk dan banyaknya item disetiap
lini yang ditawarkan. Terdapat tiga strategi lingkup produk, yaitu :
a. Strategi Produk Tunggal
Untuk meningkatkan skala ekonomis, efisiensi dan daya saing dengan
jalan melakukan spesialisasi dalam satu lini produk saja
b. Strategi Multiproduk
Untuk mengantisipasi resiko keusangan potensial suatu produk tunggal
dengan menambah produk-prosuk lain
c. Strategi System of Product
Untuk meningkatkan ketergantungan pelanggan terhadap produk
perusahaan sehingga mencegah pesaing masuk ke pasar

e) Strategi Desain Produk


Strategi ini berkaitan dengan tingkat standarisasi produk.
Perusahaan memiliki tiga pilihan strategi, yaitu :
a. Produk Standar
Untuk meningkatkan skala ekonomis perusahaan melalui produksi massa
b. Customized Product

Untuk bersaing dengan produsen produksi massa melalui fleksibilitas


desain produk
c. Produk Standar dengan Modifikasi
Untuk mengombinasi manfaat dari dua strategi di atas.
f) Strategi Eliminasi Produk
Strategi eliminasi produk dilaksanakan dengan jalan mengurangi
komposisi portofolio produk yang dihasilkan untuk produksi perusahaan.
Ada tiga alternatif dalam menjalankan strategi ini, yaitu :
a. Harvesting
Harvesting meupakan strategi memerah atau menyedot segala
kemungkinan arus kas masuk selagi produk yang bersangkutan masih ada
b. Penyederhanaan Lini Produk
Dalam strategi ini lini produk dipangkas menjadi lebih sedikit dan lebih
mudah dikelola
c. Total Line Divesment
Strategi ini dilakukan dengan melepaskan produk yang tidak berkembang
atau tidak memenuhi rencana strategis perusahaan
g) Strateegi Produk Baru
Pengertian prosuk baru dapat meliputi produk orisinil, produk yang
disempurnakan, produk yang dimodifikasi, dan merk baru yang
dikembangkan melalui usaha riset dan pengembangan. Produk baru dapat
digolongkan menjadi enam kategori, yaitu :
1. Produk yang benar-benar baru
2. Lini produk baru
3. Tambahan pada lini produk yang sudah ada
4. Penyempurnaan sebagai revisi terhadap produk yang sudah ada
5. Repositioning
6. Pengurangan biaya
h) Strategi Diversifikasi
Diversifikasi adalah upaya mencari dan mengembangkan produk atau
pasar yang baru, atau keduanya dalam rangka mengejar pertumbuhan,
peningkatan penjualan, dan profitabilitas. Diversifikasi dapat dilakukan
melalui tiga cara, yaitu :
1. Diversifikasi konsentris
Yaitu diversifikasi dimana produk baru yang diperkenalkan
memiliki kaitan atau hubungan dalam hal pemasaran atau teknologi
dengan produk yang sudah ada
2. Diversifikasi horisontal

Yaitu dimana perusahaan menambah produk-produk baru yang


tidak berkaitan dengan produk yang sudah ada, tetapi dijual kepada
pelanggan yang sama
3. Diversifikasi Konglomerat
Yaitu dimana produk yang dihasilkan benar-benar baru, tidak
memiliki hubungan dalam hal pemasaran maupun teknologi dengan
produk yang sudah ada dan dijual kepada pelanggan yang sudah ada
2.11 Analisa Permintaan
Permintaan pasar suatu produk dalah volume total yang akan dibeli oleh kelompok pelanggan
menurut tertentu di wilayah geografis tertentu pada periode waktu tertentu di lingkungan
pemasaran tertentu dengan program pemasaran tertentu.
Dalam menganalisa permintaan pasar, tidak akan ditemukan angka yang tetap, melainkan
merupakan fungsi dari sejumlah kondisi tertentu. Besarnya penjualan dasarakan terjadi tanpa
adanya pengeluaran yang mendorong permintaan. Semakin tinggi level pengeluaran pemasaran
industri akan menghasilkan level permintaan yang semakin tinggi pula. Mula-mula pada tingkat
(kecepatan) yang meningkat, kemudian pada tingkat yang semakin menurun, pengeluaran
pemasaran pada level tertentu tidak akan mendorong permintaan lebih jauh, dengan demikian
akan ada batas permintaan pasar yang disebut potensi pasar

2.12 Estimasi Permintaan


Estimasi permintaan adalah penilaian atau perkiraan dari suatu produsen mengenai
banyaknya permintaan terhadap pemasaran produknya.
Langkah pertama para pemasar dalam mengevaluasi peluang pasar adalah mengestimasi
permintaan pasar total.
Hal-ha yang perlu kita perhatikan dalam kegiatan estimasi pasar antara lain adalah potensi pasar,
ramalan penjualan, dan potensi penjualan perusahaan
2.13 Saluran Distribusi
Secara garis besar, pendistribusian dapat diartikan sebagai kegiatan pemasaran yang
berusaha untuk memperlancar dan mempermudah penyapaian barang dan jasa dari produsen
kepada konsumen. Dalam pelaksanaan aktivitas-aktivitas distribusi, perusahaan kerap kali hatus
bekerja sama dengan berbagai perantara dan saluran distribusi untuk menawarkan produknya ke
pasar.
Yang dimaksud perantara adalah orang atau perusahaan yang menghubungkan aliran barang dari
produsen ke konsumen akhir dan konsumen industrial. ( Stanton, et, al, 1990). Secara umum
perantara terbagi atas merchant, meddleman, dan agent middleman. Dua bentuk utama dari
merchant middlemanadalah wholeseller (disebut juga distributor atau jobber) dan retailer

(deller). Merchant middleman adalah perantara yang memiliki barang (dengan membeli dari
produsen) untuk kemudian dijual lagi. Sedangkan yang dimaksud dengan middleman (broker)
adalah perantara yang hanya mencarikan pembeli, menegoisasikan dan melakukan transaksi atas
nama produsen.
2.14 Rencana Penjualan Produk
Kita harus dapat menunjukkan bagaiman penjualan terhadap suatu produk (barang
dan/atau jasa) itu akan dibuat, paling tidak untuk satu tahun kedepan. Menjelaskan secara tepat
bagaimana perusahaan kita atau bisnis kita akan mencapai pangsa pasar (market share) yang
telah ditetapkan dalam analis pasar. Secara umum, strategi pemasaran dan rencana penjualan
(Pedoman Penyusunan Rencana Bisnis 2002:66).

2.15 Sekilas Tentang Cupcake


Cupcake adalah kue olahan yang mirip dengan muffin. Hanya saja cupcake mempunyai
cirri yang special yaitu bisa dihias sesuai dengan selera kita. Dan tak heran kue ini menjadi
bahan incaran untuk acara ulang tahun, atau sebagai bahan pengenyang perut karena rasa yang
enak. Cupcake banyak sekali jenisnya, mulai dari cupcake coklat, strawberry,vanilla,dsb.
Rasanyapun sudah tidak perlu di rgukan lagi. Bahannya yang mudah di dapat membuat kaum
wanita baik ibu-ibu rumah tangga maupun remaja menyukainya. Anak-anak hingga orang tua
juga menyukai rasanya, namun sayangnya keberadaan cupcake ini jarang kita jumpai kalu tidak
di bakery shop ternama di setiap kota. Oleh karena itu kami mencoba untuk menawarkan pasar
yang baru untuk penikmat cupcake.pasalnya muffin yang istimewa ini bisa dinikmati dengan
harga yang miring, dan rasa yang tidak alah enak, selain itu bisa di jumpai di kios kios atau
kantin kampus. Rencana modal yang akan kami pergunakan adalah modal kami sendiri dan
masing masing personel.

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Lokasi Penelitian


Dalam pelaksanaan proyek rencana bisnis Cupcake, obyek atau lokasi yang dipilih yaitu
Politeknik Negeri Malang yang berada di Jalan Soekarno-Hatta No.9 Malang.
3.2 Populasi dan Sampel
Calon responden yang dijadikan populasi dalam kegiatan proyek rencana bisnis ini
adalah, mahasiswa Politeknik Negeri Malang sedangkan sampelnya adalah perwakilan dari
mahasiswa jurusan Administrasi Niaga, Akutansi, Elektronika, Manajemen Informatika,
Telekomunikasi, Listrik. Data-data responden tersebut diperoleh dari hasil kuesioner yang akan
disebarkan kepada respondn / mahasiswa yang terpilih.
3.3 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis yaitu metode interview,
observasi, angket.
a. Metode Interview
Metode interview yang dilakukan oleh kelompok kami adalah dengan cara
melakukan wawancara atau interview dengan penjaga kios atau calon konsumen di
Politeknik Negeri Malang yang beralamatkan di Jalan Soekarno-Hatta Malang. Melalui
metode ini maka penulis mengetahui peluang pasar dan permintaan apakah yang saat ini
diinginkan oleh konsumen atau customers.
b. Metode Observasi
Metode ini dilakukan dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap
kios-kios atau kantin yang ada di Politeknik Negeri Malang. Melalui metode ini penulis
mendapatkan informasi dan data yang dapat dipenuhi selama pelaksanaan observasi.

Informasi-informasi atau data tersebut akan sangat berguna bagi penulis untuk menyusun
proyek rencana bisnis ini.
c. Metode Angket / Quesioner
Metode angket atau quesioner adalah pengumpulan data dengan cara memberikan
pertanyaan tertulis yang telah dirumuskan sebelumnya yang akan responden jawab,
biasanya dalam alternatif yang didefinisikan dengan jelas. Metode ini dilaksanakan
dengan menyebarkan angket / quesioner kepada calon responden yang ada di Politeknik
Negeri Malang dengan perwakilan mahasiswa dari masing-masing jurusan yang berda di
kampus tersebut. Melalui metode ini diharapkan penulis dapat mengetahui jenis makanan
apa yang sedang diminati oleh mahasiswa / konsumen saat ini.
3.4 Jenis Data
Sumber data dalam observasi adalah subyek darimana data diperoleh. Kami menggunakan
pengamatan langsung terhadap obyek pengamatan dan interview guide dalam pengumpulan
data, maka sumber tersebut disebut responden, yaitu orang ang merespon atau menjawab
pertanyaan-pertanyaan peneliti, dalam hal ini adalah pertanyaan lisan dan tulisan.
a. Data Primer
Yaitu data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh kelompok atau perorangan langsung
dari obyeknya. Dalam hal ini yaitu hasil interview guide dan observasi dengan responden
atau calon customers.
b. Data Sekunder
Referensi dari buku ataupun internet yang menunjang dan mendukung dalam pengerjaan
proyek business plan ini.

3.5 Metode Analisis Data


Dalam penyusunan proyek rencana bisnis cupcake ceria ini, kami menggunakan metode
deskriptif yaitu kami menggambarkan secara langsung kegiatan yang kami lakukan sehubungan
dengan pembuatan produk cupcake ceria ini yang kami laksanakan. Segala kondisi dan informasi
yang di dapatkan dari hasil penelitian kami yang telah berlangsung kami akan menyajikannya
dlam bnentuk uraian.

BAB IV
BUSSINES PLAN

4.1 Gambaran Umum Usaha


Kue mungil cupcake menjadi hidangan favorit warga di Negeri Paman Sam. Asalnya,
selain rasa mas=nisnya yang menggugah selera, cupcake juga selalu tampil menarik dan
menggemaskan karena di hiasi aneka yang menawan mata. Kini keberadaan cupcake mulai di
sukai oleh warga Indonesia. Alasan mereka pun sama karena mereka menyukai rasa yang manis
serta bentuk yang lucu dan unik. Menyadari akan peluang pasar yang begitu besar khususnya
pada bisnis penjualan cupcake, akhirnya kami memutuskan untuk berkecimpung dalam dunia
bisnis cupcake ini. Awalnya, pendirian usaha cupcake ceria ini di dirikan oleh Tita Sari
Wahananingtyas dan telah berjalan sejak maret 2010. Usaha cupcake ini merupakan home
industry yang awalnya menerima segala jenis kue. Promosinya pun belum sampai meluas, hanya
memanfaatkan fungsi orang orang intern, seperti saudara, teman dekat, tetangga, dsb. Bisnis ini
pun berkembang dengan banyaknya orang yang memesan kue.
Karena sebagian besar orang yang memesan menyukai produk cupcake akhirnya pada
januari 2012, usaha ini focus hanya mengembangkan produk cupcake saja. Dengan tambahan
modal yang berasal dari Rizal Lutfilah, Fida Prayufiada Ningtyas, Brika Satria , dan Fariz Tito N
akhirnya usaha ini berkembang. Rizal, Fida, Brika, Tito merupakan teman dekat di kampus,
namun kini merekan bukan hanya sebagi teman dekat melainkan menjadi rekan bisnis.
Dengan modal awal Rp.1.500.000 serta tambahan modal dari Rizal,Fida,Brika,Tito ini
memberanikan diri untuk memulai memasarkan produk kami ke kampus biru POLOINEMA.
Mengapa kita memilih polinema sebagai tempat penjualan Produk? Hal ini di lakukan karena
letak kampus POLINEMA sangatstrategis yaitu berada pada JL. Soekarno Hatta No.9 Malang.
Karena letak kampus ini sangat strategis hal ini yang mengakibatjan banyaknya jumlah
mahasiswa yang melakukan studi disana. Mulai dari jurusan Adm. Niaga, Akutansi, Teknik
Elektronika, Manajemen Informatika, Tenik Listrik, Teknik Kimia, dan Teknik Telekomunikasi.
Selain kami juga menjual cupcake di kios-kios POLINEMA sebagia tujuan utama kami, kami
juga membuka pesanan cupcake untuk acara ultah atau yang lainnya. Kami persilahkan. Produk
cupcake ini mempunyai peluang pemasaran disana. Karena penjualan cupcake ini belum di

temukan di kampus POLINEMA, menyadari akan peluang pasar tersebut, akhirnya kami
memutuskan untuk membuka usah apenjualan cupcake disana.
Dengan dibantu bagian produksi sebanyak 2 orang, kmai memproduksi cupcake dalam
jumlah banyak tiap harinya, karena dalam menghias cupcake di butuhkan ketrampilan khusus
maka 3 orang tersebut di beri keterampilan oleh supervisor agar mereka juga ahli dalam
menghias kue cupcake.
Visi dari usaha kami yaitu menciptakan produk yang mengacu pada 3H yaitu healthy,
halal, dan hygenis. Sedangkamn misi dari usaha kami yaitu kami selalu mengawasi mutu produk,
baik sebelum pembuatan produk, pada saat pembuatan produk, dan sesudah pembuatn produk.
Dan kami selalu menciptakan produk yang unik dan bergizi.
4.1.1 Merk Produk
Merk produk dari perusahaan kami adalah CUPCAKE CERIA alasan kami memilih
nama tersebut karena kami selalu mendesign cupcake kami dengan design yang selalu ceria erta
unik, hal ini yang menarik perhatian konsumen serta yang akan menjadi cirri khas dari produk
kami, selain itu juga mudah di ingat oleh para konsumen.
4.1.2 Lokasi Home Industri
CUPCAKE CERIA terletak di jalan senggani no 3 Malang
4.1.3 Deskripsi Produk
Cupcake merupakan produk yang unik, karena trsedia dalam varian rasa yang beraneka
ragam, seperti rasa coklat, strawberry, vanilla, keju, kacang hijau, dsb. Hal ini yang membuat
penggemar cupcake menjadi semakin bertambah. Pasalnya selain mereka dapat menikmati
cupcake dalam rasa manis, mereka juga dapat menikmati cupcake dengan rasa yang gurih,
seperti rasa cupcake keju.
Selain mempunyai varian rasa yang banyak, cupcake juga mempunyai nilai tambah yang
lain yaitu kandungan gizinya yang banyak membuat cupcake ini semakin di gemari. Nilai
gizinya antara lain : mengandung karbohidrat yang tinggi, mineral, protein, kalsium, ddn yang
tentunya zat zat terssebut sangat di butuhkan oleh tubuh.
Produk cupcake yang kami produksi mempunyai keunggulan-keunggulan seperti tidak
mempergunakan zat-zat pewarna yang berbahaya sehingga aman di konsumsi, kualitasnya
terjamin sehingga tidak mengubah rasa, dan selain itu produk yang kami buat tidak perlu di
ragukan kehalalannya, karean kami memasok bahan produksi dari supplay bahan yang
terpercaya yang produknya mempunyai srtifikasi halal dari Badan Pengawas Obat dan Makanan
(BPOM).

Proses pembuatan cupcake sama halnya dengan proses pembuatan cupcake pada
umumnya, yaitu tahap yang pertma mencampur atau mix bahan-bahanyang utama seperti tepung,
mentega, gula, telur, susu, baking powder, vanili, dll menjadi satu kemudian sesudah di
campurkan dengan cara menggunakan alat mixer, kemi=udian cupcake di masukkan kedalam
cetakkan muffin dan setelah itu cupcake siap di oven. Oven ini berlangsung kurang lebih 20
menit setelah cupcake matang siap untuk di berikan toping dan di hias dengan bahan bahan
tambahan lainnya seperti taburan coklat, strawberry, vanilla, keju dsb yang tentunya membuat
rasa cupcake ini semakin memanjakan lidah kita. Dan hal ini yang tentunya menjadikan cupcake
semakin banyak penggemarnya.

4.2.1 Bahan Baku Produk


Bahan baku ini untuk 10 biji cupcake
N
o
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Nama Bahan
Tepung terigu
Gula Pasir
Telur
Mentega
Baking Powder
Tepung Maizena
Minyak Goreng Nabati
Susu Bubuk
Susu Cair
Vanili
Cup kertas

Jumlah
500 gr
300 gr
3 btr
275 gr
1 sdt
50 gr
75 ml
200 gr
100 ml
1 sdt
10 biji

Harga
7.000
3.300
2.700
2.500
500
1.000
1.500
2.000
1.500
500
2.000

4.2.2 Bahan Tambahan Produk


N
o
1
2
3
4
5

Nama Bahan

Jumlah

Vanilla essence
Cream cheese
Gula pasair
Pistachio paste
Strawberry paste

sdm
250 gr
100 gr
50 gr
50 gr

4.2.3 Proses Produksi

Harga
300
3.000
1.100
750
750

Untuk membuat cupcake memerlukan proses produksi atau cara pembuatan antara lain
yaitu :
Kocok mentega dan gula pasir sampai lembut, tambahkan telur satu per satu, kocok hingga rata,
tambahkan vanilla essence. Kemudian masukkan tepung terigu, maizena, dan baking powder
sambil di ayak dan di aduk rata. Tambahkan minyak goreng, aduk perlahan sampai rata. Setelah
itu, tuang ke dalam cetakan muffin kecil yang telah di alasi cu kertas sampai ny. Lalu,
panggang di dalam oven dengan suhu 180 derajat celcius selama 25 menit. Angkat dan
dinginkan. Bentuk filling dan toping : kocok cream cheese dan gula pasir sampai halus. Bagi
adonan menjadi 2 bagian. Satu bagian campur dengan pistachio paste dan setengah bagian lagi
dengan strawberry paste, jika di perlukan bisa di tambahkan sedikit pewarna merah. Di
masukkan kedalam plastic segitiga yang di beri spuit. Hias cupcake lalu di sajikan.
4.2.4 Bentuk Produk dan Kemasan

Blackforest Cupcake

Chocolate Cupcake

snowy cupcake

Chocochip Cupcake

Vanila Cupcake

Cheese Cupcake

Brbagai macam bentuk kemasan cupcake

4.3 Struktur Organisasi Usaha


Sstruktur Organisasi Usaha CUPCAKE CERIA

FT
ai
rt
ia
z
S
Ta
ir
ti
o
oW
W
.
N
N
.

Struktur organisasi ini yang di miliki usaha cupcake ceria ini sangat sederhana dan termassuk
struktur organisasi lini dan garis. Karena cupcake ceria sendiri merupakan bentuk dari usaha
kecil yaitu Home Industri. Dalam usaha cupcake ceria ini mempunyai jumlah personil sebnayk 5
orang yang masing masing terbagi dalam setiap bagian, yaitu pengawas, bagian produksi
terdapat 2 orang, bagian keuangan dan bagian produksi terdapat 2 orang, bagian keuangan, dan
bagian produksi. Adapun job description dari masing masing personal sebagai berikut :

Supervisor

1. Mengatur , mengawasi dan bertanggung jawab atas semua kegiatan operasional


dalam usaha cupcake.
2. Memutuskan kebijakan kebijakan yang menyangkut kegiatan produksi, keuangan dan
marketing secara umum.
3. Menempatkan karyawan sesuai dengan fungsinya dan menghandle keuangan
perusahaan.
Bagian Produksi
1. Memproduksi atau mengelola bahan bahan mentah sampai menjadi barang jadi (siap
saji)
2. Bertanggung jawab terhadap penyediaan bahan baku dan proses produksi
3. Mengontrol kuality produk
Bagian Marketing
1. Memasarkan produk
2. Mencari metode yang tepat bagaimana cara menarik perhatian konsumen
3. Melakukan riset pasar
4. Bertanggung jawab terhadap semua kegiatan promosi dan penjualan produk
5. Melaporkan kegiatan marketing kepada supervisor setiap bulan
Bagian Keuangan
1. Mencatat segala hal mengenai keuangan perusahaan, baik pemasukan maupun
pengeluaran
2. Mengatur mengenai gaji karyawan
3. Membuat dan melaporkan laporan keuangan secara berkala
4. Menganalisa keuntungn dan kerugian home industry cupcake ceria

4.4 Analisa SWOT


Adapun analisa SWOT dari bisnis pembuatan cupcake ini sendiri adalah :
1. Strength (Kekuatan)
Yaitu hal hal yang mempunyai pengaruh positif atau kekuatan terhadap bisnis.
Dengan kekuatan yang di miliki oleh perusahaan maka ada keunggulan komparatif yang
bisa di andalkan perusahaan. Sedangkan kekuatan daru usaha bisnis pembuatan cupcake
ceria ini yaitu :
a) Bahan untuk pembuatan cupcake mudah di dapat.
b) Tidak memerlukan modal yang besar karena harga bahan bahanya relative murah.
c) Peluang usaha besar karena belum adanya saingan sejenis di tempat penjualan
d) Cupcake merupakan produk yang mempunyai kandungan nilai gizi, seperti
karbohidrat, mineral, protein, kalsium, dan vitamin yang di butuhkan oleh tubuh.
e) Harga yang di tawarkan relative terjangkau dan sesuai keinginan dan kemampuan
target market yaitu mahasiswa.

f) Cupcake mempunyai banyak varian rasa, sehingga dapat meminimalisir rasa


kebosanan konsumen.
2. Weakness (Kelemahan)
Yaitu hal hal yang menjadi kelemahan di dalam bisnis serta menjadi kekurangan dalam
usaha yang di jalankamn. Kelemhana dari usaha ini , yaitu :
a) Cupcake yang kami produksi ini hanya bertahan selama 3 hari.
b) Dalam menghias cupcake memerlukan keahliian tenaga ahli yang khusus dan
professional.
c) Cupcake yang lebih nikmat dimakan dalam keadaan dingin terutama cupcake toping
coklat blok.
3. Opportunity (Peluang)
Yaitu hal hal yang ada di lingkungan sekitar yang mempunyai pengaruh yang positif
terhadap bisnis. Peluang dari usaha cupcake ceria ini , yaitu :
a) Banyaknya jumlah mahasiswa polinema
b) Masih belum adanya pesaing sejenis yang menjual produk cupcake ini di lingkungan
POLINEMA.
c) Banyaknya mahasiswa yang menyukai cake.

4. Threat (Ancaman)
Yaitu, hal-hal yang ada di masyarakat sekitar, yang mempunyai pengaruh negatif
terhadap bisnis. Ancaman dari usaha cupcake ceria ini, yaitu,
a) Dikhawatirkan adanya pesaing sejenis di tempat penjualan yang sama.
4.5 Rencana Permintaan
4.5.1 Analisa Permintaan
Untuk menjual produk yang dihasilkan perusahaan, maka akan dilakukan
distribusi produk secara langsung melalui kios-kios atau kantin yang ada di POLINEMA. Delam
menganalisa permintaan kami menyebarkan angket atau quesioner kepada mahasiswa
POLINEMA semua jurusan meliputi jurusan Adm. Niaga, Akutansi, Theknik Elektronika,
Manajemen Informatika, Teknik Listrik, dan Teknik Telekomunikasi. Karena adanya
keterbatasan waktu dan tenaga, maka kami menyebarkan sample sebagai factor pembanding
minimal, untuk mendapatkan data yang valid. Jumlah sample yang kami gunakan sebanya 210
orang. Jadi kami prediksikan 1 jurusan diwakili oleh 30 orang,

Table 1. Analisa Potensional


Jurusan

Perkiraan

Target (%) Mahasiswa

Pembeli

mahasiswa/pembeli
500
400
500
400
400
400
2700

Adm. Niaga
Akutansi
T. Elektronika
T. Listrik
T. Telkom
M. I
Total

Potensial
400
250
300
200
250
200
1600

80%
60%
70%
50%
60%
50%

Dari persentase lebih dari 50% seperti diatas, maka kami berani memprediksikan bahwa
di masa mendatang cupcake ceria ini akan mempunyai peluang besar pada penjualan di
POLINEMA, hal ini dikarenakan calon konsumen yang mempunyai minat besar untuk membeli
cupcake ini dikarenakan produk ini belum tersedia di target market, sehingga produk ini
mendapatkan perhatian yang besar dari calon konsumen.
4.5.2 Estimasi Permintaan
Untuk melakukan penjualan produk Cupcake Ceria ini, kami melakukan estimasi
permintaan atas produk yang dihasilkan. Estimasi ini diambil dengan adanya pembeli potensial
yang sudah di analisa sebelumnya, yaitu:

Table 2 Estimasi Permintaan 5 Tahun Mendatang


Tahun ke

1
2
3
4
5

Pembeli
Potensial
(C)
1600
1770
1900
2090
2380

Tingkat
Penggunaan
(U)
25
25
25
25
25

Harga/
Unit
(P)
2500
2500
2500
2500
2500

Estimasi
Permintaan
4000000
4425000
4750000
5225000
5950000

Untuk table diatas, kami bisa menentukan estimasi permintaan yaitu peningkatan pembeli
dan penggunaan sebesar 10% tiap tahunnya (n=10%ly + 10%ny) dengan rumus pembeli
potenisal dikalikan tingkat penggunaan dikalikan harga per unit. Estimasi permintaan = C*U*P
Dari table diatas dapat diketahui bahwa permintaan konsumen terhadap produk kami
sangat tinggi dalam lima tahun ke depan hal ini terbukti dengan selalu meningkatnya calon
pembeli potensial untuk setiap tahunnya.
4.6 Rencana Pemasaran

4.6.1 Market Plan


Agar produk perusahaan mudah terjual di pasar maka dilakukan suatu pertimbangan pada
apa yang dapat dicari di pasar. Hal ini berhubungan dengan produ yang dihasilkan oleh
perusahaan kami.
4.6.2 Strategi Produk
Cupcake yang kami produksi mempunyai keunggulan selain bermutu, produk kami juga
menggutamakan 3H yaitu : Halal, Heatly, dan Hygenis. Proses pembuatannya menggunakan
bahan-bahan pilihan sehingga dapat mengandung banyak zat yang bergizi dan menghasilkan rasa
yang enak, selain itu kehalalannya juga terjamin. Selain itu kami akan membuat cupcake dengan
varian rasa yang banyak mulai dari rasa vanilla, strawberry, coklat, keju, kacang hijau, dsb.
Dengan memanfaatkan buah-buahan sebagai keistimewaan produk. Selain nutrisi yang
terkandung dalam buah sangat baik untuk kesehatan. Hal ini kami lakukan agar para pelanggan
tidak merasa bosan produk yang kami buat.
Di dalam pembuatan produk cupcake ini kami membuatnya sendiri dengan bahan baku
yang di dapatkan di took atau swalayan yang terdekat, mengingat cupcake ini sangat mudah di
buat dan bahan bakunya juga mudah dijumpai.
4.6.3 Distribusi Produk
Distribusi yang kami lakukan yaitu pertama kami membuat produk cupcake ini di rumah
salah satu personil kami, dengan dibantu beberapa orang karyawan kami yang sudah handal dan
professional dalam pembuatan cupcake. Setelah cupcake matang cupcake siap untuk dihias
sesuai dengan permintaan konsumen, kemudian cupcake siap untuk didistribusikan ke kios-kios
yang ada di POLINEMA. Dalam pendistribusian produk, kami tetap menjaga mutu dari produk
kami, agar kehygenisan atau kebersihannya produk tetap terjaga.

4.7 Rencana Keuangan


Table 3 Asumsi Dasar Keuangan
INVESTASI TETAP
1. Lahan
2. Bangunan
3. Mesin dan Peralatan
4. Sarana Transportasi
INVESTASI PRAOPERASIONAL
1. Perencanaan business

Modal
Sendiri

Pinjaman
0
0
1.000.000
150.000

0
0
0
0

2. Perijinan dan
Pendaftaran
3. Kursus Manajemen
dan Keterampiln
4. Biaya Percobaan
Produksi
MODAL KERJA
Biaya LANGSUNG
1. Biaya Bahan Baku
Biaya TAK LANGSUNG
1. Gaji Pemilik
2. Gaji Staf Produksi
3. Gaji Staf Keuangan
4. Gaji Staf Marketing
5. Biaya Pemasaran dan
Penjualan
6. Biaya Cetak Merk
7. Biaya Listrik dan Air

0
0
0

350.000
500.000
250.000
250.000
250.000
200.000
80.000
100.000

4.7.1 Analisa Rugi Laba

Penjualan
BIAYA LANGSUNG
1. Biaya Bahan Baku
Jumlah Biaya Langsung
PENDAPATAN KOTOR
BIAYA TAK LANGSUNG
1. Gaji Pemilik
2. Gaji Staf Produksi
3. Gaji Staf Keuangan
4. Gaji Staf Marketing
5. Biaya Pemasaran
dan Penjualan
6. Biaya Sewa
7. Biaya lain-lain
Jumlah Biaya
Operasional Sebelum

Thn 1

Thn 2

Thn 3

Thn 4

Thn 5

4.000.00
0

4.250.000

4.750.000

5.225.00
0

5.950.00
0

350000
350000
3750000

350000
3900000

350000
4400000

350000
4875000

350000
5600000

1.600.000

1.700.000

1.750.00
0

1.825.00
0

500.000
250.000
250.000
250.000
200.000
0
100.000
1.550.00
0

Penyusutan
8. Penyusutan
JUMLAH BIAYA TAK
LANGSUNG
KEUNTUNGAN
OPERASIONAL
DEPRECIATION
CALCULATOR
1. Machinery &
equipment
2. Office equipment
3. Other
TOTAL

200.000
1.350.00
0
2.200.00
0

250.000
1.350.000

300.000
1.400.000

2.300.000

2.700.000

Value
(Rp)
1.000.00
0
100.000
100.000

Period
(Yrs)

Annual
Depn
500.000

5
5
5

350.000
1.450.00
0
3.125.00
0

375.000
1.450.00
0
3.775.00
0

50.000
25.000
575.000

Dari table diatas, perusahaan kami akan mendapatkan keuntungan/ laba setiap tahunnya,
keuntungan ini telah dikurangi dengan biaya depresiasi/penyusutan, biaya langsung dan tidak
langsung serta pajak yang memang telah diperhitungkan sebelumnya. Depresiasi tersebut berupa
peralatan mesin serta kendaraan, selain itu kami juga telah memperhitungkan biaya depresiasi
investasi sebelum operasional sehingga kami mengetahui berapa biaya yang memang harus kami
keluarkan. Dari hal tersebut maka akan diketahui jumlah laba yang akan mungkin dihasilkan
perusahaan jika dari penjualan produk yang dihasilkan perusahaan terjual semua.

4.7.2 Neraca
HARTA
HARTA LANCAR
1. Kas
2. Penerimaan
3. Persediaan
Jumlah Harta Lancar
HARTA TETAP
1. Lahan
2. Bangunan
3. Mesin dan

Thn 0

Thn 1

Thn 2

Thn 3

Thn 4

Thn 5

4000000

5000000
4000000

5500000
4250000

6000000
4750000

7000000
5525000

8000000
5950000

4000000

9000000

9750000

10750000

12525000

14950000

0
0
1000000

Peralatan
4. Sarana
transportasi
5. Dll
Jumlah Harta Tetap
Akumulasi penyusutan
Nilai Buku Harta Tetap
Investasi PraOpersional
JUMLAH HARTA
HUTANG DAN
MODAL
Hutang LANCAR
1. Pembayaran
2. Pembayaran
pinjaman
modal
Jumlah Hutang
Lancar
MODAL
1. Modal Sendiri
2. Keuntungan
Jumlah Modal
Sendiri
JUMLAH HUTANG
DAN MODAL

150000
100000
1250000
1250000
0

1250000
200000
1250000
0

1250000
250000
1250000
0

1250000
300000
1250000
0

1250000
350000
1250000
0

1250000
375000
1250000
0

2750000

7750000

8500000

9500000

11275000

13007000

250000

250000

250000

250000

25000

250000

250000

250000

250000

25000

1500000

3000000

1500000

3000000

4000000
2300000
4000000

5000000
2700000
5000000

6000000
3125000
6000000

7000000
3775000
7000000

1500000

3250000

4250000

5250000

6250000

7250000

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui jumlah antara aktiva dan pasiva perusahaan dari
tahun pertama sampai tahun kelima. Tetapi dana tersebut masih ada kekurangan seperti belum
adanya persediaan karena perusahaan ini baru dimulai dan kami ingin mengembangkannya.
Neraca diatas merupakan rencana usaha yang akan kemi kembangkan. Kami berasumsi bahwa
nantinya perusahaan yang akan kami dirikan ini akan menghasilkan neraca yang tercantum
diatas.

4.8 Kelayakan Usah Bisnis


4.8.1 Analisa pesaing
Dari hasil quesioner, interview, dan observsi yang telah kami lakukan di lapangan,
menunjukan bahwa tidak ada pesaing sejenis pangsa pasar kami. Oleh karena itu, adanya penjual
produk kami disana merupakan peluang pasar yang bagus dan prospek kedepan yang
menjanjikan.

4.8.2 Hasil Observasi, Interview, Quesioner


Untuk mengetahui tentang kebutuhan konsumen, diperlukan adanya kegiatan survey atau
observasi (pengamatan). Kegiatan ini bertujuan mengumpulkan semua data dan informasi di
lapangan yang berhubungan dengan bidang usaha yang akan dijalankan, sehingga ditemukan halhal yang memungkinkan tumbuh berkembangnya kegiatan ekonomi baru. Berikut adalah contoh
pengumpulan data untuk membuka usaha di bidang penjualan cupcake di POLINEMA:
Jumlah Program Jurusan POLINEMA kampus baru = 7
Jumlah mahasiswa = kurang lebih 5000 mahasiswa
Rata-rata uang saku Rp 10.000/hari
Menurut hasil quesioner yang kami sebarkan kepda calon konsumen, diketahui bahwa
dari beberapa sample yang diambil, mayoritas responden mengetahui apa itu cupcake, dan
mereka juga menyukai cupcake dengan alas an yang bervariasi antara lain mereka suka karena
rasanya yang lezat, ada juga yang suka karena bentuknya yang lucu dan cantik, rata-rata diantara
mereka sangat menyukai cupcake rasa coklat. Mereka biasanya membeli cupcake di bread store
seperti Holland, Citra kendedes dan Bread store Matos, Dll. Oleh karena itu pada saat mereka
ditanya bagaima tanggapan mereka jika cupcake ini di jual di kios-kios POLINEMA, mereka
sangat setuju, alas an mereka diantaranya yaitu, karena peluang penjualan cupcake sangat besar
di POLINEMA, selain itu, cupcake juga banyak penggemarnya, dan mereka juga usul bahwa
mereka menginginkan harga yang murah namun dengan rasa yang enak. Istilahnya, adalah
Selera Bosa Harga Anak Kost dan calon konsumen misalnya akan membeli bahan
pertimbangan kami dalam menentukan harga.Kesimpulannya, peluang pasar yang hendak
diambil karena tidak adanya pesaing yang sejenis di tempat penjualan atau target market.
Sehingga mayoritas mahasiswa akan menyambut produk yang baru dipasarkan di POLINEMA
ini.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN
Perencanaan Bisnis sangat penting bagi kegiatan operasional usaha kecil dan menengah,
karena selain digunakan sebagai perencanaan, persiapan untuk memulai, dan sebagai perhitungan
dari segala kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan operasional perusahaan. Bentuk Bisnis
Plan pada praktek secara langsung di usaha kecil dan menengah belum tentu sesuai dengan teori
yang kita dapat selama ini. Terkadang terdapat suatu keterangan baru yang belum pernah kita
jumpai tantangan dan hambatan dalam memulai suatu usaha. Tetapi bila kita dapat menerapkan
rencana bisnis dengan matanghal tersubut tidak menjadi persoalan dalam jalannya operasional
dari usaha.

5.2 SARAN
Sebaiknya segala kegiatan yang berhubungan dengan kewirausahaan dan rencana bisnis
saat ini menggunakan suatu bussines plan yang sesuai dengan teori yang ada agar lebih mudah
dalam perhitungan segala kegiatan yang berhubungan dengan operasional, keuangan dan
keuntungan usaha tersebut.