Anda di halaman 1dari 29

Jurnal Teknik Pertanian Lampung Vol.3, No.

1: 59- 68

UJI KINERJA ALAT PENGERING HYBRID TIPE RAK PADA


PENGERINGAN
CHIP PISANG KEPOK
[PERFORMANCE TEST OF HYBRID DRYER SHELVES TYPE
FOR DRYING
BANANA CHIPS]
Oleh :
Ika Novita Sari , Warji2 dan Dwi Dian Novita2
1

1)

Mahasiswa S1 Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian,


Universitas Lampung 2,3) Staf Pengajar Jurusan Teknik Pertanian,
Fakultas Pertanian, Universitas Lampung komunikasi penulis, email :
ikaaanovita11@gmail.com
Naskah ini diterima pada 13 Januari 2014; revisi pada 12
Februari 2014; disetujui untuk dipublikasikan pada
21 Maret 2014

ABSTRACT
Lampung Province was one of the banana production centers areas in Indonesia, one of
them is kepok banana. Bananas don't have a long shelf life, so that it needs an
alternative treatment to prolong shelf life so it can provide the value-of banana fruit.
Drying system with hybrid is an alternative option. The purpose of this study is to test the
performance of the hybrid dryer shelves type for drying banana chips. This research was
conducted with three treatments, they were drying using solar energy, drying using
electrical energy, and drying using solar energy and electricity, which was using 5 kg
banana chips for each treatments. The three treatments of this research showed different
results. It took 9 hours to drying banana chips until it reached the water content 10%12% on drying using solar energy, while drying using electrical energy needed 11 hours,
and 8 hours on drying using solar energy and electricity. Energy produced on drying
using solar energy amounted to 55859,52 kJ, drying using electrical energy amounted to
27680,4 kJ and drying using solar energy and electricity was 64417,17 kJ.
Keywords: Kepok banana chips, drying, the shelves type hybrid dryer

ABSTRAK
Propinsi Lampung merupakan salah satu daerah sentra produksi pisang di Indonesia,
salah satunya pisang kepok. Pisang tidak mempunyai umur simpan yang lama, karena itu
dibutuhkan alternatif pengolahan untuk memperpanjang umur simpan sehingga dapat
memberikan nilai tambah buah pisang. Pengeringan dengan sistem hybrid merupakan
pilihan alternatif. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji kinerja alat pengering hybrid
tipe rak untuk pengeringan chip pisang kepok. Penelitian ini dilakukan dengan tiga
perlakuan yaitu pengeringan menggunakan energi matahari, pengeringan menggunakan
energi listrik dan pengeringan menggunakan energi matahari dan listrik, dengan
menggunakan 5 kg chip pisang kepok tiap perlakuan. Dari penelitian ini ketiga perlakuan
menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Untuk mengeringkan chip pisang kepok hingga
mencapai kadar air 10% - 12% pada pengeringan dengan menggunakan energi matahari
membutuhkan waktu 9 jam, pengeringan dengan menggunakan energi listrik 11 jam, dan
pengeringan menggunakan energi matahari dan listrik selama 8 jam. Energi yang
dihasilkan pada pengeringan menggunakan energi matahari sebesar 55859,52 kJ,
pengeringan menggunakan energi listrik sebesar 27680,4 kJ dan pengeringan
menggunakan energi matahari dan listrik yaitu 64417,17 kJ.
Kata Kunci: Chip pisang kepok, pengeringan, alat pengering hybrid

daerah
sentra
produksi pisang
di
Indonesia.
Tingkat
produksi
Propinsi Lampung merupakan salah satu
pisang
tahun
I. PENDAHULUAN

2011
sebesar
687.761 ton dan
terjadi
peningkatan
pada tahun 2012

menjadi 817.606 ton ( BPS,

2013).
Pemanfaatan
buah pisang saat
ini masih dalam
bentuk
segar
yaitu dikonsumsi
langsung,
ataupun
diolah
menjadi berbagai
jenis
makanan
dan
jajanan

tradisional.
Berdasarkan hal
tersebut,
diperlukan
alternatif
pengolahan buah
pisang yang lebih
tinggi
kegunaannya dan
nilai ekonominya
5
9

Uji kinerja alat pengering .... (Ika Novita S, Warji, dan


Dwi dian N)

pengering
an
akan
semakin
cepat.
dengan
Menurut
mengolahny (Warji dan
a
menjadiAsmara,
produk
2010)
setengah
pada
jadi sepertipengering
tepung
an
chip
pisang.
ubi kayu,
Tepung
pengering
pisang
an
akan
dibuat darilebih
irisan buahcepat jika
pisang
tuaubi kayu
yang
telahdirajang
dikeringkan terlebih
dalam
dahulu.
bentuk chip,Proses
yang
pengering
kemudian
an
chip
ditumbuk
ubi kayu
secara
yang
manual
dirajang
ataupun
dengan
menggunak ketebalan
an
mesin2
mm,
penepung penuruna
(Departeme n
kadar
n Pertanian,airnya
2009). Chipakan lebih
pisang yangcepat
dapat diolahdaripada
menjadi
ubi kayu
tepung
yang utuh
harus benar-atau
ubi
benar keringkayu
dengan
dengan
kadar
airketebalan
10%-12%
lebih dari
(Departeme 2 mm.
n Pertanian,
2009).
Rendemen Pengering
tepung
an produk
pisang,
dapat
berdasarkan dilakukan
hasil
dengan
penelitian
dua cara,
yang
telahpertama
dilakukan
penjemur
antara
an
di
16,25%
-bawah
22,5%
sinar
(Suprapto, matahari
2006).
sebagai
Semakin
energi
tipis
irisanpanas dan
chip pisang,kedua
maka

dengan
mengguna
kan
alat
pengering
.
Pengering
an dengan
cara
penjemur
an bahan
di bawah
sinar
matahari
sangat
tergantun
g
pada
cuaca,
suhu dan
kelembab
an.
Pengering
an dengan
mengguna
kan
alat
pengering
akan
menghasil
kan mutu
yang lebih
baik
dibanding
kan
dengan
dikeringka
n
langsung
di bawah
matahari.
Pengering
an dengan
alat
pengering
umumnya
memiliki
lama
pengering
an
yang
lebih
cepat,
semakin
tinggi
suhu
pengering
an maka
semakin
cepat laju
pengering
an
serta
dapat
lebih
memperta
hankan

warna
bahan yang
dikeringkan
(Muchtadi
energi
dan
surya
Gumbira,
merupaka
1979 dalamn
salah
satu cara
Arifin,
untuk
2011),
memanfaa
tkan
Energi
energi
matahari
merupakan yang
salah
satudapat
diperbaha
energi
rui
alternatif
tersebut.
dengan
pemanfaata Pengering
n
yangan sistem
hybrid
tinggi
yang
disebabkan
memanfaa
ketersediany
tkan
a di daerah
energi
tropis
taksurya
terbatas
dengan
(Prasad
ettambahan
al.,
2006sumber
dalam Susiloenergi lain
dan
(listrik,
Okaryanti, bahan
2012).
bakar, dan
Menurut
lain-lain)
(Anwar dkk,adalah
2012),
salah satu
energi
alat
radiasi daripengering
matahari
buatan
merupakan yang
salah
satudapat
bentuk
digunakan
energi
dalam
alternatif
pengering
yang
an
chip
dimanfaatka pisang
n
untukkepok ini.
berbagai
kepentingan Untuk
guna
mengetah
menggantik ui
dan
an
energijuga
bahan bakarsebagai
minyak. Alatbahan
pengering kajian
terhadap
perbaikan
rancangan
60
alat
pengering
hybrid
tipe
rak
(APHTR)
perlu
dilakukan
pengujian

kinerja
alat
pengering
tersebut.
Pengguna
an
dua
sumber
pemanas
dalam
proses
pengering
an
perlu
diketahui
kinerjanya
, terutama
untuk
mengerin
gkan chip
pisang
kepok
pada
pembuata
n tepung
pisang.
Keuntunga
n
dari
pengguna
an
alat
pengering
hybrid
tipe rak ini
antara
lain, tidak
tergantun
g kepada
panas
matahari
dan
cuaca,
tidak
memerluk
an tempat
yang luas,
peubahan
suhu
dapat
diukur dan
kapasitas
pengering
an bahan
dapat
disesuaika
n dengan
yang
diperlukan
.
Tujuan
penelitian
ini adalah
menguji
kinerja
alat
pengering

hybrid tipebaskom,
rak
untuktimbanga
pengeringan n digital,
chip pisangtimbanga
kepok
n manual,
dengan tigaoven,
perlakuan
alumuniu
yaitu
m
foil,
pengeringan tabung
menggunak dessicator
an
sinar,
matahari,
thermome
pengeringan ter, gelas
menggunak ukur dan
an
energialat tulis.
listrik,
Penelitian
pengeringan ini
menggunak dilakukan
an
sinardengan
matahari
tiga
dan energiperlakuan.
listrik
danKetiga
penjemuran perlakuan
langsung
tersebut
(secara
yaitu:
tradisional)
sebagai
A
=
kontrol.
Peng
ering
an
II. BAHAN
deng
DAN
an
METODE
alat
peng
Bahan yang
ering
digunakan
hybri
dalam
d
penelitian ini
tipe
adalah
rak
pisang
men
kepok yang
ggun
akan
telah
ener
matang
gi
secara
mata
fisiologis, air
hari
bersih
dan
Natrium
Bisulfit
(NaHSO3)
0,2%.
Sedangkan
alat-alat
yang
digunakan
dalam
penelitian ini
adalah alat
pengering
hybrid tipe
rak,
alat
perajang
pisang
kepok, pisau
stainless
steel,

B = Pengeringan
dengan alat
pengering
hybrid tipe
rak
menggunak
an
energi
listrik
C = Pengeringan
dengan alat
pengering
hybrid tipe
rak
menggunak
an
energi
matahari
dan energi
listrik
(hybrid)
Kontrol
pada
penelitian
ini
diambil
dari
penjemuran
pisang
secara
tradisional
di
atas
nampah.
Jumlah
bahan
baku
yang
digunakan pada
masing-masing
perlakuan
adalah
5
kg
kecuali
pada
penjemuran
langsung
digunakan 1 kg
bahan.
Proses
pengeringan
dilakukan hingga
chip
pisang
kepok mencapai
kadar air 10%12%. Setelah itu
dilakukan
pengamatan
berupa
perubahan suhu
pengeringan,
penurunan bobot
air, dan lama
pengeringan.
2.1.
Pengamatan
1. Suhu
Pengeringan
Pengukuran suhu

udara pengering
dilakukan
dengan
menggunakan
thermometer
yang diletakkann
dalam alat pada
tiap
rak
dan
thermometer di
luar alat untuk
mengetahui
suhu lingkungan,
dan
diamati
setiap jamnya.
2. Penurunan
Bobot Air (basis
basah)

Keterangan:
Kadar
Air

=
kad
ar
air
bah
an
ber
das
arka
n
basi
s
bas
ah
(%
bb)
m awal = bobot
sam
pel
bah
an
seb
elu
m
pen
geri
nga
n
(g)
m akhir = bobot
sampel bahan
kering (g)
3. Lama
Pengeringan
Lama
pengeringan
adalah
waktu
yang dibutuhkan
untuk
mengeringkan
chip
pisang
kepok,
dimulai
saat alat terkena
sinar
matahari

atau saat listrik


dihidupkan
hingga kadar air
chip
pisang
kepok
yang
diinginkan
tercapai,
yaitu
10% - 12% basis
basah.

Jurnal Teknik
Pertanian
Lampung
Vol.3, No. 1:
59- 68

b. Beban Uap Air

4. Analisis Data
a. Konsumsi
Energi Listrik
Konsumsi energi
listrik
diukur
dengan
menggunakan
kWh meter.

Keterangan:
Wuap = beban
uap air (kgH2O)
M1
= kadar
air awal (% bb)
M2
= kadar
air akhir (% bb)
Wd
= berat
bahan kering
(kg)
c. Laju
Pengeringan
Laju
pengeringan ()
dihitung
berdasarkan
persamaan:
Keterangan:
= laju
pengeringan
air (kg
H2O/jam) t =
waktu
pengeringan
(jam)
Wuap = beban
uap air (kg H2O)
d. Energi Yang
Dihasilkan
Energi
Listrik
yang digunakan
dihitung dengan
persamaan :
QL = Konsumsi
energi listrik
(kWh) x t
(detik)

keterangan:
QL = energi
listrik(kJ)
t = lama waktu
pemakaian
energi
listrik
(detik)
Energi matahari
dihitung dengan
menggunakan
persamaan
(Alexander,

2008
dalam
Nursanti, 2010) :
Qsun
=Ix
xA
xt
keterangan:
Qsun = energi
matahari (kJ)
I
= radiasi
matahari2
(Watt/m )

=transmisivitas
polycarbonate
(77%) A =
luas
bidang (m2)
t
= lama
pengeringan
(detik)
Nilai
radiasi
matahari
dihitung dengan
mengkonversi
hasil
dari
pengukuran
menggunakan
lux meter
ke
satuan
energi

W/m2. Menurut
hasil penelitian
(Astawa
dkk,
2011) nilai ratarata
radiasi
matahari
tertinggi
yang
diukur
menggunakan
penyerap radasi
surya
tipe
bergelombang
berbahan dasar
beton
yaitu
sebesar 962,22
W/m2 dan nilai
rata-rata radiasi
matahari
terendah
yaitu
sebesar 166,67
W/m2.

61

Uji kinerja alat pengering .... (Ika Novita S, Warji, dan


Dwi dian N)

(kJ)

f
g

Q
1

=
e. Energi
Yang
W
ua
Dimanfaatk
p
an Untuk
Pengeringan
x
Jumlah
H
fg
energi yang
keteranga
dibutuhkan
n:
selama
pengeringan Q1
=
energi
dapat
untuk
dihitung
menguapk
dengan
persamaan an air (kJ)
(Taib
dkk,
=
1988):
b
e
Q
b
=
a
n
Wuap
Q
Hfg
1
u
a
+
p
Q
a
2
i
keterangan:
r
Q = jumlah
panas
(
yang
k
diguna
g
kan
untuk
H
2
meman
O
askan
)
dan
mengu
=
apkan
air
p
bahan
a
(kJ)
n
a
s
Q1 = jumlah
panas
l
yang
a
diguna
t
kan
e
untuk
n
mengu
apkan
(
air
k
bahan
J
(kJ)
/
Q2 = jumlah
k
panas
g
yang
)
diguna
kan
untuk
meman keteranga
askan n:
bahan H

=
p
a
n
a
s
L
a
t
e
n
(
k
J
/
k
g
)
T
=
s
u
h
u
b
a
h
a
n
(
o

C
)
Q

=
m
x
C
p


T
k
Efisiensi
e
pengering
t
an
e
dihitung
r
a
berdasark
n
an
g
perbandin
a
gan
n
antara
:
jumlah
m = massa energi
bahan yang
dikeringkan untuk
menguapk
(kg) Cp =
air
panas jenis an
bahan yang bahan
dikeringkan dengan
(kJ/k
energi
g oC) yang
T
=
dihasilkan
kenaikan
dari energi
suhu bahan listrik,
dengan
(oC)
mengguna
kan
persamaa
n:
keteranga
n:
Eff =
efisiensi
pemanasa
n (%)
Qout
=
energ
i
yang
digun
akan
untuk
meng
uapk
an air
dan
mem
anas
kan
baha
n (kJ)
Qin
=
energ
i
yang
dihas
ilkan
oleh
sumb
er
energ
i
yang
masu

k ke
dala
m
ruan
g
peng
ering
(kJ)
Data-data
hasil
penelitian
disajikan
dalam
bentuk
tabel dan
grafik.
III. HASIL
DAN
PEMBAH
ASAN

3.1 Suhu
Pengeringa
n
3.1.1

Pen
geri
ngan
deng
an
AP
HT
R
Men
ggu
naka
n
Ener
gi
Mat
ahar
i

Pengeringa
n dengan
alat
mengguna
kan energi
matahari
ini,
menghasil
kan
sebaran
suhu pada
ruang
pengering
yang
cukup
merata di
rak kanan
dan
kiri,
sedangkan
pada
rak
atas
dan

bawah
cukup
terdapat
tinggi. Hal
perbedaan ini
suhu
yang dikarenaka

n letak rak
nomor
5
berada
paling atas
60
50

Suhu (C)

40
30
20
10

Rak
1

Rak 2

Rak 3

Rak
4

Rak 5

Lingkunga
n

0
0

30 60

Wakt
u
(meni
t)
Gambar 1. Suhu ruang pengering
dengan menggunakan energi matahari

62

90 120 180 240 300 360 420 480540

Jurnal Teknik Pertanian Lampung Vol.3, No.


1: 59- 68

berada pengerin
dibawah gan
nya.
lainnya.
Suhu
Hal
ini
yang
dikarena
dihasilka kan
n padapada
ruang
pengerin
pengerin gan ini
g dalammemiliki
pengerin dua
gan
inisumber
berkisar panas
antara yaitu
29 C panas
50
C.matahari
Perubah dan
an suhuenergi
pada
listrik,
pengerin sehingg
gan
inia
dapat
pengerin
dilihat gan
pada
dilakuka
Gambar n secara
1.
hybrid.
Sebaran
suhu
ruang
pengerin
g pada
pengerin
gan ini
cenderu
ng

Suhu

60

20

(C)

50
10
40
30

an
ta
3.1. ra
2. ra
Pen k
geri se
nga
n be
den la
gan h
APHka
TR na
Me n
ngg da
una
kan n
Ene kir
rgi i.
List Ra
rik k
ka
Pen na
geri n
nga m
n e
den mi
gan lik
alat i
me se
ngg ba
una ra
kan n
ene su
rgi hu
listr ya
ik ng
me le
ngh bi
asil h
kan tin
seb gg
ara i
n di
suh ba
u nd
pad in
a gk
rua an
ng de
pen ng
geri an
ng ra
yan k
g kir
tida i.
k H
mer al
ata ini

Suhu
ruang
Waktu
(menit)
pengering
dengan
Gam mengguna
bar kan energi
listrik
2.

te 37an
AP
rja C.
di Proses H
di penger TR
ka ingan M
en
re chip
na pisang gg
ka kepok un
ak
n dapat an
ol dilakuk En
eh an
dier
pe dalam gi
m ruanga M
an n danat
as efektivi ah
ya tas
ari
ng penger da
te ingan n
rle tidak Li
ta bergan st
k tung rik
di pada
de panas Pe
ka matah ng
eri
t ari.
ra Peruba ng
an
k han
de
ka suhu
ng
na ruang an
n penger al
ba ing
at
gi pada m
an penger en
ba ingan gg
w ini
un
ah dapat ak
. dilihat an
Su pada en
hu Gamba er
gi
pa r 2.
m
da
pe 3.1.3. Pat
ah
ng
eari
eri
nda
ng
gn
an
elis
r tri
ini
ik
be
nm
rki
ge
sa
ami
r
nlik
an
i
ta
dla
ra
em
25
na
C
g

pe
ng
eri
ng
an
ya
ng
le
bi
h
ce
pa
t
di
ba
nd
in
gk
an

lebi ar
h a
mer 35
ata ,8
dan 6 lebi 39
h ,4
ting 7
gi C
dib .
and Su
ing hu
kan te
den rti
gan ng
pen gi
geri te
nga rd
n ap
lain at
nya pa
,
da
ratara
k
ratano
seb m
ara or
n 5
suh ya
u itu
pad se
a be
ma sa
sin r
g- 52
ma C
sin .
g Pe
rak ru
ber ba
kisa ha
r
n
ant su

hu adision gs
ru al)
un
an
g.
g Proses Ef
pe penger ek
ng ingan tiv
eri chip
ita
ng pisang s
pa kepok pe
da secara ng
pe tradisi eri
ng onal
ng
eri
mengg an
ng
unakan tr
an
tampa ad
ini
h danisi
da
on
pa dijemu al
di
t r
sa
bawah
dil
ng
ih sinar at
at matah be
pa ari.
rg
da Pada
an
G penger
tu
ingan
a
ng
ini
m
pa
terlihat
ba
da
bahwa
r
3. semaki int
en
n
tinggi sit
3. suhu as
1. lingkun ca
ha
4. gan
Pe maka ya
nj semaki m
at
e n
m cepat ah
ur proses ari
an penger da
(tr ingan n
berlan an
63

gi
n.
Pe
ru
ba
ha
n
su
hu
pa
da
pe
nj
e
m
ur
an
la
ng
su
ng
(tr
ad
isi
on
al)
da
pa
t
dil
ih
at
pa
da
G
a
m
ba
r
4.

Uji kinerja alat pengering .... (Ika Novita S, Warji, dan Dwi dian N)

60
50

Suhu (C)

40
30
20
10
0

30

60

90

Rak 1

Rak 2

Rak 3

Rak 4

Rak 5

Lingkungan

120 180 240 300 360 420480

Waktu (menit)
Gambar 4. Suhu ruang pengering dengan menggunakan energi
matahari dan listrik (hybrid)
60
50

Suhu ( C)

40
30
20
10
0
0

30 60 90 120 180 240 300 360 420 480 540 600

Waktu (menit)
Gambar 3. Suhu pada pengeringan tradisional (kontrol)
dengan
kadar air akhir
rata-rata
3.2.
Penurunan Kadar Air
mencapai
9,61%.
Dan
Penurunan kadar air pada masingpengeringan
masing perlakuan berbeda-beda,
secara
dapat dilihat pada Gambar 5. Pada
tradisional
pengeringan menggunakan energi
dilakukan
matahari dibutuhkan waktu selama
selama 11 jam,
9 jam hingga sampel bahan
hingga mencapai
mencapai kadar air akhir 10,16 %
kadar air optimal
bb.
Pada
pengeringan
yang diinginkan
menggunakan energi listrik kadar
yaitu
sebesar
air akhir rata-rata diperoleh setelah
10,09
%
bb.
pengeringan selama 11 jam yaitu
Pengeringan
sebesar 10,47 % bb. Lama waktu
menggunakan
pengeringan yang dibutuhkan pada
energi matahari
pengeringan menggunakan energi
dan
listrik
matahari dan listrik adalah 8 jam

66
0

memiliki pola penurunan kadar airyang dikeringkan


lebih cepat dibandingkan perlakuanlebih
cepat
lainnya,
karena
terdapat
duamenurun. Data
sumber
energi
panas
yang keseluruhan
menghasilkan suhu yang cukupyang
disajikan
tinggi sehingga kadar air bahanmenunjukkan

bahwa
suhu
pada
ruang
pengering
berbanding
terbalik dengan
6
4

Jurnal Teknik Pertanian Lampung Vol.3, No.


1: 59- 68

perlahan
-lahan.
Hal
ini
sesuai
kadar airdengan
bahan. pernyata
Semakin an
(Henders
tinggi
on dan
suhu
Perry,
ruang
pengerin 1976
g makadalam
semakin Nursanti,
rendah 2010)
kadar airbahwa
bahan, proses
pengerin
dan
gan
akan
semakin terbagi
menjadi
cepat
proses 2
pengerin periode
gannya. pengerin
gan,
Grafik
penurun yaitu
an kadarperiode
laju
air
memperl pengerin
ihatkan gan
bahwa tetap
penurun (konstan
dan
an kadar)
periode
air
terhadap laju
kadar air
waktu
pengerin kritis
(critical
gan
memiliki moisture
content)
pola
ekspone .
nsial.
Laju
penurun
an kadar
air
meningk
at tajam
pada
awal
pengerin
gan
sampai
mendek
ati kadar
air 20 %,
tetepi
selanjut
nya laju
penurun
an kadar
air
menurun
secara

3.3.
Analisis
Efisiens
i
3.3.1.
Lama
Pengerin
gan
Proses
pengerin
gan chip
pisang
kepok
dengan
APHTR
menggu
nakan
energi
matahari
dan
listrik
memiliki
lama
pengerin
gan
yang
paling
cepat
dibandin
gkan
yang
menggu
nakan
energi
matahari
saja
atau
energi
listrik
saja,
yaitu
berlangs
ung
selama 8
jam. Hal
ini
dikarena
kan
pada
pengerin
gan
menggu
nakan
energi
matahari
dan
listrik
mempun
yai dua

sumber gkan
energi dua
panas
perlakua
sehingg n
a
suhulainnya,
pengerin yaitu
gan
mencap
yang
ai 52 C.
dihasilka Sedangk
n
lebihan pada
tinggi
pengerin
dibandin gan
k
u
70
a
n

Kadar air (% bb)

60

1
2

50

1
0

40
30
20
10
0

Waktu (jam)
G
a
m
b
ar
5.
P
e
n
ur
u
n
a
n
k
a
d
ar
ai
r
p
a
d
a
se
m
u
a
p
er
la

menggu
nakan
energi
listrik
suhu
yang
dihasilka
n relatif
lebih
kecil

Waktu (jam)
0
m
a
t
a
h
a
ri
li
s
tr
i
k

t
i
a
p
p
e
r
l
a
k
u
a
n

h 65
y
b
ri
d
k
o
n
tr
o
l

Perlakuan
G
a
m
b
a
r
6
.
L
a
m
a
p
e
n
g
e
r
i
n
g
a
n

8
2
6
4

Uji kinerja alat pengering .... (Ika Novita S, Warji, dan


Dwi dian N)

matahari
dan listrik
memiliki
laju
dan hampirpengering
sama
an
yang
dengan
lebih
suhu
cepat
lingkungan dibanding
saat
kan
pengeringan perlakuan
dilakukan
lainnya,
yaitu
suhu pada
berkisar
pengering
antara 27 C
an
ini

32
C.
lebih
Lama
pengeringan tinggi
karena
pada
mengguna
masingkan
dua
masing
sumber
perlakuan
dapat dilihatenergi
panas
pada
Gambar 6. sehingga
laju
3.3.2. Laju pengering
Pengeringan annya
paling
Rata-rata
besar dan
laju
lebih
pengeringan cepat.
chip pisangData
ini
kepok
menunjuk
selama
kan
proses
bahwa
pengeringan semakin
menggunak tinggi
an
energisuhu saat
matahari
proses
adalah
pengering
sebesar 0,32an
kgH2O/jam, berlangsu
untuk
ng, maka
pengeringan semakin
menggunak banyak air
an
energiyang
listrik
diuapkan
sebesar
dan
0,245
semakin
kgH2O/jam, cepat laju
dan
untukpengering
pengeringan annya.
menggunak
an
energi
matahari
dan
listrik
sebesar
0,357
kgH2O/jam.
Pengeringan
menggunak
ana energi

ini
dikarenak
an
pada
pengering
an
mengguna
kan energi
matahari
dan listrik
terdapat
dua
sumber
energi
panas
yaitu sinar
matahari
dan energi
listrik.

3.3.4. Ene

rgi
yan
g
Dig
una
kan
sela
ma
Pros
es
Pen
geri
nga
n

Jumlah
energi
yang
dihasilkan
selama
proses
pengering
an
chip
pisang
kepok
pada
pengering
an
mengguna
kan energi
matahari
adalah
sebesar
9628,94
kJ,
pada
pengering
an
mengguna
kan energi
listrik
sebesar
9125,97 kJ

dan
pada
pengeringan
menggunak
an
energi
matahari
dan
listrik
adalah
sebesar
9574,31 kJ.
Panas laten
uap
air,
energi untuk
menguapka
n air bahan
dan energi
untuk
memanaska
n
bahan
pada
masing
-masing
perlakuan
dapat dilihat
pada Tabel
2.
3.3.5.
Efisiensi
Pengeringan
Efisiensi
pengeringan
merupakan
perbandinga
n
jumlah
energi yang
dibutuhkan
untuk
menguapkan
air
dari
bahan
dan
energi untuk
memanaskan
bahan,
dengan
energi yang
dihasilkan
selama
proses

Tabel 1.
Energi
yang
dihasilk
an
selama
proses
pengeri
ngan

Perlakuan

be
sar
3.3.3. Ener dar
gi
yang ipa
Dihas da
ilkan du
sela a
ma pe
Prose ng
s
eri
Peng ng
ering an
an
lai
Ener nn
gi
ya
yang yai
dihas tu
ilkan 64
sela 41
ma 7,1
prose 7
s
kJ,
peng hal
ering
an
chip
pisan
g
kepo
k
dapa
t
diliha
t
pada
Tabel
1.
Peng
ering
an
meng
guna
kan
ener
gi
mata
hari
dan
listrik
(hybr
id)
memi
liki
nilai
ener
gi
yang
palin
g

Matahari
Listrik
Hybrid
pe listrik
ng 24,19 %.
eri dan
ng efisiensi
an pengerin
ber gan
lan dengan
gs menggun
un akan
g. energi
Efi matahari
sie dan listrik
nsi yaitu
pe 11,11 %.
ng Berdasark
eri an hasil
ng perhitung
an an
de efisiensi
ng pengerin
an gan
me masingng
gu
na
ka
n
en
erg
i
ma
tah
ari
ad
ala
h
12,
90
%.,
efi
sie
nsi
pe
ng
eri
ng
an
de
ng
an
me
ng
gu
na
ka
n
en
erg
i

Energi yang dihasilkan


(kJ)
55859,52
27680,40
64417,17

Jurnal Teknik
Pertanian
Lampung
Vol.3, No. 1:
59- 68

masing
perlakuan,
energi
panas
yang dihasilkan
selama
proses
pengeringan
belum
termanfaatkan
dengan
maksimal namun
cukup
efektif
untuk
mengeringkan
bahan
hingga
mencapai kadar
air yang 10 % bb
12 % bb.
Energi
yang
dihasilkan cukup
besar,
namun
energi
yang
digunakan untuk
memanaskan
bahan
dan
menguapkan air
lebih kecil. Hal
ini menunjukkan
bahwa kapasitas
bahan masukkan
bahan
dapat
ditambah lebih
banyak
lagi,
sehingga energi
panas
yang
dihasilkan
bisa
lebih
termanfaatkan
dengan
baik.
Secara
keseluruhan dari
hasil uji kinerja
dan perhitungan
yang
telah
dilakukan,
kinerja
alat
pengering hybrid
tipe rak ini cukup
baik dan dapat
dijadikan pilihan
alternatif untuk
mengeringkan
chip
pisang
kepok
maupun
berbagai
komoditas
pertanian
lainnya.

IV.
KESIMPULAN
DAN SARAN
4.1.
Kesimpulan

1. Alat

2.

pengering
hybrid
tipe
rak
dapat
mengeringka
n chip pisang
kepok
sebanyak 5
kg
bahan
dengan
kadar
air
awal 61,25%
63,09%
hingga
tercapai
kadar
air
akhir
yaitu
9,61%
10,47%.
Dengan lama
pengeringan
menggunaka
n
energi
matahari
9
jam,
pengeringan
menggunaka
n
energi
listrik
11
jam,
dan
pengeringan
menggunaka
n
energi
matahari dan
listrik 8 jam.
Rata-rata
sebaran suhu
ruang
pengering
dengan
menggunaka
n
energi
matahari
adalah
34
C,
dengan
menggunaka
n
energi
listrik
sebesar
31

3.

C,
dan
dengan
menggunaka
n
energi
matahari dan
listrik
sebesar
37
C.
Laju
pengeringan
dengan
menggunaka
n
energi
matahari
adalah 0,32
kgH2O/jam,
dengan
menggunaka
n
energi
listrik 0,245
kgH2O/jam,
dan dengan
menggunaka

4.

n
energi
matahari dan
listrik 0,357
kgH2O/jam.
Efisiensi
pengeringan
dengan
menggunaka
n
energi
matahari
adalah
12,90%,
dengan
menggunaka
n
energi
listrik
24,19%, dan
dengan
menggunaka
n
energi
matahari dan
listrik adalah
11,11%.

6
7

Uji kinerja alat pengering .... (Ika Novita S, Warji, dan


Dwi dian N)

DAFTAR
PUSTAKA
Anwar,

Arifin,

Ch.
H.,
B.
Lany
a.,
A.
Hary
anto
.,
Tamr
in.
201
2.
Ranc
ang
Ban
gun
Alat
Peng
erin
g
Ener
gi
Sury
a
Den
gan
Kole
ktor
Kepi
ng
Data
r.
Jurn
al
Tekn
ik
Pert
ania
n
Lam
pun
g.
Vol.
1
No.
1.
Okto
ber
(2936).
S.
2011
.
Studi
Pem

b
u
a
t
a
n

P
a
t
i
D
e
n
g
a
n
S
u
b
t
i
t
u
s
i
T
e
p
u
n
g
P
i
s
a
n
g
K
e
p
o
k
(
M
u
s
a
P
a
r
a
d
i
s
i
a
c
a

form
atypi
ca).
Skrip
si.
Unive
rsitas
Hasa
nuddi
n.
Maka
ssar.
Asta
wa,
K., M.
Sucip
ta.,
I.P.G.
A.
Nega
ra.
2011.
A
n
al
is
a
P
er
fo
r
m
a
n
si
D
e
st
il
a
si
Ai
r
L
a
ut
Te
n
a
g
a
S
ur
y
a
M
e
n
g
u

naka
n
Peny
erap
Radi
asi
Sury
a
Tipe
Berg
eom
bang
Berb
ahan
Dasa
r
Beto
n.
Jurn
al
Ilmia
h
Tekni
k
Mesi
n
Cakr
am
Vol.
5 No.
1.
April
(713).

t
o
r
a
t
P
e
n
g
o
l
a
h
a
n

H
a
s
i
l
P
e
r
t
a
n
i
a
n
.
J
a
k
a
r
t
a
.

BPS. 2013.
www.bps.go
.id diakses
tanggal 18 Nursant
Maret 2013. i, L. S.
2010.
Departemen Kinerja
Pertanian. Alat
2009.
Pengeri
Standar
ng
Pros
H
edur
y
b
Oper
r
asio
i
nal
d
(SPO
)
Peng
olah
an
Pisa
ng.
Direk

T
i
p
e
R
a
k

U
nt
u
k
P
e
n
g
er
in
g
a
n
Bi
ji
K
a
k
a
o.
S
k
ri
p
si
.
U
ni
v
er
si
ta
s
L
a
m
p
u
n
g.
L
a
m
p
u
n
g.
Supra
pto,
H.
2006.
Peng
aruh
Peren
dama
n
Pi
s
a
n

g
Wiraat
Kepo madja,
S. 1988.
k
(Mus
O
a
p
e
acu
r
mina
a
x
s
balbi
i
sian
P
a
e
Calla
n
).
g
Jurn
e
al
r
Tekn
i
ologi
n
Pert
g
a
ania
n
n.
Vol
p
2.
a
Hlm
d
74a
80.
Susilo,

B.
dan
R. W.
Okar
yanti
.
2012
.
Studi
Seba
ran
Suhu
Dan
RH
Mesi
n
Peng
ering
Hybr
id
Chip
Moc
af.
Jurn
al
Tekn
ologi
Peta
nian.
Vol.
13
No.
2.
Agus
tus
(8896).

Taib, G.,
Said, G. dan

P
e
n
g
o
l
a
h
a
n
H
a
s
i
l
P
e
r
t
a
n
i
a
n
.
M
e
d
i
y
a
t
a
m
a
S
a
r

a
n
a
P
er
k
a
y
a.
Ja
k
ar
ta
.

68

Warji

dan
Asmara.
2010.
Kinerja

Pengeri
ngan
Chip Ubi
S.Kayu.
Jurnal
Ketekni
kan
Pertani

an.
Vol.
24
No. 2.
Okto
ber
(7580).