Anda di halaman 1dari 1

Pada praktikum kali ini dilakukan analisis kadar natrium pada tiga sampel.

Sampel
pertama yaitu snack happy tos, sampel selanjutnya yaitu minuman cola, dan sampel terakhir
yaitu pocari sweat. Analisis kadar natrium tersebut menggunakan prinsip spektroskopi emisi
nyala dengan metode internal standar. Metode internal standar biasanya digunakan saat
dikhawatirkan analit yang terkandung dalam sampel sangat kecil, misal akibat preparasi
sampel yang melalui tahapan yang panjang, dan metode ini juga biasa digunakan untuk
meningkatkan kepekan pembacaan. Standar internal merupakan senyawa yang mempunyai
sifat hampir sama dengan analit yang ditambahkan ke dalam sampel dan standar sebelum
preparasi sampel atau pada saat sebelum pengukuran dilakukan. Standar internal yang
ditambahkan pada analisis natrium kali ini yaitu laruta KCl.
Pertama-tama larutan standar induk Na dibuat dari NaCl, kemudiat larutan deret
standar dibuat dengan pengenceran dari standar induk. Konsentrasi standar induk diencerkan
menjadi 4 buah deret standar dengan konsentrasi secara berurutan yaitu 10 ppm, 20 ppm, 30
ppm, dan 40 ppm. Deret standar dibuat dengan konsentrasi yang pasti diketahui sebagai
standar atau acuan konsentrasi analit yang dianalisis dalam sampel. Dibuat satu larutan
blanko yang berisi aquadest dan standar internal sebagai kontrol negatif, artinya sebagai
kontrol apakah di dalam pelarut (aquadest) yang digunakan selama proses analisis
mengandung analit (natrium) juga, karena diharapkan hanya intensitas emisi analit yang
berasal dari sampel saja yang terbaca oleh alat, bukan dari pelarut atau reagen yang
digunakan. Pada setiap deret standar ditambahkan internal standar dengan volume dan
konsentrasi yang sama, kemudian di ad dengan aquadest hingga tanda batas labu ukur. Pada
preparasi sampel, sampel yang berupa larutan bisa langsung ditambahkan internal standar
kemudian di ad dengan aquadest. Sedangkan sampel yang berupa padatan seperti snack harus
digerus terlebih dahulu untuk memperluas permukaan sehingga lebih mudah untuk
mengekstraksi garam-garam natrium yang terdapat dalam sampel, karena akan ada lebih
banyak bagian permukaan sampel yang kontak dengan larutan pengekstrak, yaitu aquadest.
Setelah digerus sampel ditimbang dan ditambahkan aquadest kemudian disentrifugasi untuk
memisahkan padatan sampel dan supernatan. Garam-garam natrium akan terdapat dalam
supernatan, dan supernatan ini lah sampel yang telah dipreprasi dan siap diukur kadar
natriumnya. Standar internal dengan volume dan konsentrasi yang sama juga ditambahkan
pada sampel tersebut kemudian di ad dengan aquadest. Sampel-sampel tersebut siap untuk
dianalisis dengan menggunakan alat spektrometer emisi nyala.