Anda di halaman 1dari 25

ASUHAN KEPERAWATAN KASUS SEMU DENGAN DIAGNOSA

MEDIS AMENORHEA

Oleh
MUCHAMMAD AMRU SHODIQ

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN TRANSFER 1


STIKES SURYA MITRA HUSADA
2015

A.

Definisi

Amenorhea adalah tidak ada atau terhentinya haid secara abnormal.


(kamus istilah kedokteran ) Amenorea adalah keadaaan tidak terjadinya
menstruasi pada seorang wanita. Hal tersebut normal terjadi pada masa sebelum
pubertas, kehamilan dan menyusui, dan setelah menopause.Siklus menstruasi
normal meliputi interaksi antara komplek hipotalamus-hipofisi-aksis indung
telur serta organ reproduksi yang sehat (lihat artikel menstruasi.
Amenorea ialah keadaan tidak adanya haid untuk sedikitnya 3 bulan
berturut-turut. Lazim diadakan pembagian antara amenorea primer dan
amenorea sekunder. Kita berbicara tentang amenorea primer apabila seorang
wanita berumur 18 tahun ke atas tidak pernah mendapat haid, sedang pada
amenorea sekunder penderita pernah mendapat haid, tetapi kemudian tidak
dapat lagi (Wiknjosastro, 2008)
Amenorea adalah tidak ada atau berhentinya menstruasi secara
abnormal yang mengiring penurunan berat badan akibat diet penurunan berat
badan dan nafsu makan tidak sehebat pada anoreksia nervosa dan tidak disertai
problem psikologik (Kumala, 2005).
B.

Anatomi Fisiologi Reproduksi Wanita


1. Anatomi Reproduksi Wanita
1) Genetalia Eksterna (vulva) Yang terdiri dari:

a) Tundun (Mons veneris)


Bagian yang menonjol meliputi simfisis yang terdiri dari jaringan dan
lemak, area ini mulai ditumbuhi bulu (pubis hair) pada masa pubertas.
Bagian yang dilapisi lemak, terletak di atas simfisis pubis
b) Labia Mayora
Merupakan kelanjutan dari mons veneris, berbentuk lonjong. Kedua
bibir ini bertemu di bagian bawah dan membentuk perineum. Labia
mayora bagian luar tertutp rambut, yang merupakan kelanjutan dari
rambut pada mons veneris. Labia mayora bagian dalam tanpa rambut,
merupakan selaput yang mengandung kelenjar sebasea (lemak).
c) Labia Minora
Bibir kecil yang merupakan lipatan bagian dalam bibir besar (labia
mayora), tanpa rambut. Setiap labia minora terdiri dari suatu jaringan
tipis yang lembab dan berwarna kemerahan;Bagian atas labia minora
akan bersatu membentuk preputium dan frenulum clitoridis,
sementara bagian. Di Bibir kecil ini mengeliligi orifisium vagina
bawahnya akan bersatu membentuk fourchette
d) Klitoris
Merupakan bagian penting alat reproduksi luar yang bersifat erektil.
Glans clitoridis mengandung banyak pembuluh darah dan serat saraf
sensoris sehingga sangat sensitif. Analog dengan penis pada laki-laki.
Terdiri dari glans, corpus dan 2 buah crura, dengan panjang rata-rata
tidak melebihi 2 cm.
e) Vestibulum (serambi)
Merupakan rongga yang berada di antara bibir kecil (labia minora).
Pada vestibula terdapat 6 buah lubang, yaitu orifisium urethra
eksterna, introitus vagina, 2 buah muara kelenjar Bartholini, dan 2
buah muara kelenjar paraurethral. Kelenjar bartholini berfungsi untuk
mensekresikan cairan mukoid ketika terjadi rangsangan seksual.
Kelenjar bartholini juga menghalangi masuknya bakteri Neisseria
gonorhoeae maupun bakteri-bakteri pathogen

f) Himen (selaput dara)


Terdiri dari jaringan ikat kolagen dan elastic. Lapisan tipis ini yang
menutupi sabagian besar dari liang senggama, di tengahnya berlubang
supaya kotoran menstruasi dapat mengalir keluar.
g) Perineum(kerampang)
Terletak di antara vulva dan anus, panjangnya kurang lebih 4 cm.
Dibatasi oleh otot-otot muskulus levator ani dan muskulus coccygeus.
Otot-otot berfungsi untuk menjaga kerja dari sphincter ani. (Brunner
& Suddart, 1996)
2) Genetalia Interna

a) Vagina
Merupakan saluran muskulo-membraneus yang menghubungkan rahim
dengan vulva.
Fungsi utama vagina:
1) Saluran untuk mengeluarkan lendir uterus dan darah menstruasi.
2) Alat hubungan

seks.

3) Jalan lahir pada waktu


b) Uterus

persalinan.

Merupakan Jaringan otot yang kuat, terletak di pelvis minor diantara


kandung kemih dan rektum. Dinding belakang dan depan dan bagian
atas tertutup peritonium, sedangkan bagian bawah berhubungan dengan
kandung kemih.Vaskularisasi uterus berasal dari arteri uterina yang
merupakan cabang utama dari arteri illiaka interna (arterihipogastrika

interna).
Bentuk uterus seperti bola lampu dan gepeng.
1) Korpus uteri : berbentuk

segitiga

2) Serviks uteri : berbentuk

silinder

3) Fundus uteri : bagian korpus uteri yang terletak diatas kedua pangkal
tuba.
Dinding uterus terdiri dari tiga lapisan :
a) Peritonium
Meliputi dinding rahim bagian luar. Menutupi bagian luar uterus.
Merupakan penebalan yang diisi jaringan ikat dan pembuluh darah
limfe dan urat syaraf. Peritoneum meliputi tuba dan mencapai dinding
abdomen.
b) Lapisan otot
Susunan otot rahim terdiri dari tiga lapisan yaitu lapisan luar, lapisan
tengah, dan lapisan dalam. Pada lapisan tengah membentuk lapisan
tebal anyaman serabut otot rahim.
c) Endometrium
Pada endometrium terdapat lubang kecil yang merupakan muara dari
kelenjar endometrium. Variasi tebal, tipisnya, dan fase pengeluaran
lendir endometrium ditentukan oleh perubahan hormonal dalam siklus
menstruasi. Pada saat konsepsi endometrium mengalami perubahan
menjadi

desidua,

sehingga

memungkinkan

terjadi

implantasi

(nidasi).Lapisan epitel serviks berbentuk silindris, dan bersifat


mengeluarakan cairan secara terus-menerus, sehingga dapat membasahi
vagina. Kedudukan uterus dalam tulang panggul ditentukan oleh tonus
otot rahim sendiri, tonus ligamentum yang menyangga, tonus otot-otot
panggul. Tuba Fallopi. Fungsi tubae sangat penting, yaiu untuk
menangkap ovum yang di lepaskan saat ovulasi, sebagai saluran dari
spermatozoa ovum dan hasil konsepsi, tempat terjadinya konsepsi, dan

tempat pertumbuhan dan perkembangan hasil konsepsi sampai


mencapai bentuk blastula yang siap melakukan implantasi.
c) Ovarium
Merupakan kelenjar berbentuk buah kenari terletak kiri dan kanan
uterus di bawah tuba uterina dan terikat di sebelah belakang oleh
ligamentum latum uterus. Setiap bulan sebuah folikel berkembang dan
sebuah ovum dilepaskan pada saat kira-kira pertengahan (hari ke-14)
siklus menstruasi. Ovulasi adalah pematangan folikel de graaf dan
mengeluarkan ovum. Ketika dilahirkan, wanita memiliki cadangan
ovum sebanyak 100.000 buah di dalam ovariumnya, bila habis
menopause.
Ovarium yang disebut juga indung telur, mempunyai 3 fungsi:
a. Memproduksi ovum
b. Memproduksi hormone estrogen
c. Memproduksi progesterone
ovarium yang mengeluarkan hormon estrogen. Estrogen merupakan
hormone

terpenting

pada

wanita.

Pengeluaran

hormone

ini

menumbuhkan tanda seks sekunder pada wanita seperti pembesaran


payudara, pertumbuhan rambut pubis, pertumbuhan rambut ketiak, dan
akhirnya terjadi pengeluaran darah menstruasi pertama yang disebut
menarche.Awal-awal menstruasi sering tidak teratur karena folikel
graaf belum melepaskan ovum yang disebut ovulasi. Hal ini terjadi
karena memberikan kesempatan pada estrogen untuk menumbuhkan
tanda-tanda seks sekunder.
2. Fisiologi Sistem Reproduksi Wanita
1).Hormon FSH yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan sel-sel
folikel sekitar sel ovum.
2).Hormon Estrogen yang berfungsi merangsang sekresi hormone LH.
3).Hormon LH yang berfungsi merangsang terjadinya ovulasi (yaitu proses

pematangan sel ovum).


4). Hormon progesteron yang berfungsi untuk menghambat sekresi FSH
dan LH
3. Siklus Menstruasi
Siklus mnstruasi terbagi menjad 4. wanita yang sehat dan tidak hamil, setiap
bulan akan mengeluarkan darah dari alat kandungannya.
Stadium menstruasi (Desquamasi), dimana endometrium terlepas

dari rahim dan adanya pendarahanselama 4hari.


Staduim prosmenstruum (regenerasi), dimana terjadi proses

terbentuknya endometrium secara bertahap selama 4hari.


Stadium intermenstruum (proliferasi), penebalan endometrium dan

kelenjar tumbuhnya lebih cepat.


Stadium praemenstruum (sekresi), perubahan kelenjar dan adanya

penimbunan glikogen guna mempersiapkan endometrium.


4. Hormon-Hormon Reproduksi
1. Estrogen
Estrogen dihasilkan oleh ovarium. Ada banyak jenis dari estrogen tapi
yang paling penting untuk reproduksi adalah estradiol. Estrogen
berguna untuk pembentukan ciri-ciri perkembangan seksual pada
wanita

yaitu

pembentukan

payudara,

lekuk

tubuh,

rambut

kemaluan,dll. Estrogen juga berguna pada siklus menstruasi dengan


membentuk ketebalan endometrium, menjaga kualitas dan kuantitas
cairan cerviks dan vagina sehingga sesuai untuk penetrasi sperma.
2. Progesterone
Hormon

ini

diproduksi

oleh

korpus

luteum.

Progesterone

mempertahankan ketebalan endometrium sehingga dapat menerima


implantasi zygot. Kadar progesterone terus dipertahankan selama
trimester awal kehamilan sampai plasenta dapat membentuk hormon
HCG.
3. Gonadotropin Releasing Hormone
GNRH merupakan hormon yang diproduksi oleh hipotalamus diotak.

GNRH akan merangsang pelepasan FSH (folikl stimulating hormone)


di hipofisis. Bila kadar estrogen tinggi, maka estrogen akan
memberikan umpanbalik ke hipotalamus sehingga kadar GNRH akan
menjadi rendah, begitupun sebaliknya.
4. FSH (folikel stimulating hormone) dan LH (luteinizing Hormone)
Kedua hormon ini dinamakan gonadotropoin hormon yang diproduksi
oleh hipofisis akibat rangsangan dari GNRH. FSH akan menyebabkan
pematangan dari folikel. Dari folikel yang matang akan dikeluarkan
ovum. Kemudian folikel ini akan menjadi korpus luteum dan
dipertahankan untuk waktu tertentu oleh LH.
5. LH (Luteinizing Hormone)
Diproduksi di sel-sel kromofob hipofisis anterior. Bersama FSH, LH
berfungsi memicu perkembangan folikel (sel-sel teka dan sel-sel
granulosa) dan juga mencetuskan terjadinya ovulasi di pertengahan
siklus (LH-surge). Selama fase luteal siklus, LH meningkatkan dan
mempertahankan

fungsi

korpus

luteum

pascaovulasi

dalam

menghasilkan progesteron. Pelepasannya juga periodik / pulsatif,


kadarnya dalam darah bervariasi setiap fase siklus, waktu paruh
eliminasinya pendek (sekitar 1 jam). Kerja sangat cepat dan singkat.
6. (Human Chorionic Gonadotrophin)
Mulai diroduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan
trofoblas (plasenta). Kadarnya makin meningkat sampai dengan
kehamilan 10-12 minggu (sampai sekitar 100.000 mU/ml), kemudian
turun pada trimester kedua (sekitar 1000 mU/ml), kemudian naik
kembali sampai akhir trimester ketiga (sekitar 10.000 mU/ml).
Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum
dan produksi hormon-hormon steroid terutama pada masa-masa
kehamilan awal. Mungkin juga memiliki fungsi imunologik. Deteksi
HCG pada darah atau urine dapat dijadikan sebagai tanda
kemungkinan adanya kehamilan (tes Galli Mainini, tes Pack, dsb)

7. LTH (Lactotrophic Hormone) / Prolactin


Diproduksi di hipofisis anterior, memiliki aktifitas memicu /
meningkatkan produksi dan sekresi air susu oleh kelenjar payudara. Di
ovarium, prolaktin ikut mempengaruhi pematangan sel telur dan
mempengaruhi fungsi korpus luteum. Pada kehamilan, prolaktin juga.
C.

(Brunner & Suddart, 1996)


Klasifikasi Amenore
a) Amenorea primer
Amenorea primer adalah keadaan tidak terjadinya menstruasi
pada wanita

berumur 18 tahun ke atas tidak pernah mendapatkan

menstruasi. Amenorea primer umumnya mempunyai sebab-sebab yang


lebih berat dan lebih sulit diketahui, seperti kelainan kongenital dan
kelainan genetik 16 tahun. Amenorea primer terjadi pada 0.1 2.5%
wanita usia reproduksi Amenore primer biasanya disebabkan oleh
gangguan hormon atau masalah pertumbuhan dapat juga disebabkan
oleh rendahnya hormon pelepas gonadotropin (pengatur siklus haid),
stres, anoreksia, penurunan berat badan yang ekstrem, gangguan tiroid,
olahraga berat, pil KB, dan kista ovarium.
b) Amenorea sekunder
Amenorea sekunder adalah tidak terjadinya haid setelah
menarche atau pernah mengalami haid tetapi berhenti berturut-turut
selama 3 bulan(pada kasus oligomenorea ), atau 6 siklus setelah
sebelumnya mendapatkan siklus menstruasi biasa selama 6 bulan atau
lebih pada wanita yang sudah pernah mengalami haid dan bukan pada
wanita yang tidak hamil, menyusui atau menopause dengan angka
kejadian berkisar antara 1 5%adanya amenorea sekunder lebih
menunjuk kepada sebab-sebab yang timbul kemudian dalam
kehidupan wanita, seperti gangguan gizi, gangguan metabolisme,
tumor, dan penyakit infeksi.
D. Etiologi

1. Faktor Internal
a. Organ Reproduksi

Faktor yang mempengaruhi amenorea adalah vagina tidak tumbuh dan


berkembang dengan baru, rahim yang tidak tumbuh, indung telur yang
tidak tumbuh. Tidak jarang ditemukan kelainan lebih komplek pada
rahim atau rahim tidak tumbuh dengan sempurna. Kelainan ini disebut
ogenesis genitalis bersifat permanen artinya wanita tersebut tidak akan
mendapatkan haid selama lamanya (Pardede, 2002).

b. Hormonal

Alat rerpoduksi wanita merupakan alat akhir (endorgan). Yang


dipengaruhi oleh system hormonal yang komplek. Rangsangan yang
datang dari luar masuk dipusat panca indra diteruskan melalui Striae
terminalis menuju pusat yang disebut Puberitas Inhibitor dengan
hambatan tersebut tidak terjadi rangsangan terhadap hypothalamus, yang
akan memberikan rangsangan pada Hipofise Pars Posterior sebagai
Mother of Glad (pusat kelenjar-kelenjar). Rangsangan yang terus
menerus datang di tangkap panca indera, dengan makin selektif dapat
lolos menuju hypothalamus dan selanjutnya terus menuju hipotalamus dan
selanjutnya terus menuju hipofise anterior (depan) mengeluarkan hormon
yang dapat merangsang kelenjar untuk mengeluarkan hormon spesifiknya
yaitu kelenjar tyroid memproduksi hormone tiroksin, kelenjar indung telur
memproduksi hormon estrogen dan progesteron, sedangkan kelenjar
adrenal menghasilkan hormon adrenalin. Pengeluaran hormon spesifik
sangat penting untuk tumbuh kembang mental dan fisik (Pardede, 2002).

Perubahan yang berlangsung dalam diri wanita dikendalikan oleh


hypothalamus yakni suatu bagian tertentu pada otak manusia. Kurang
lebih wanita mengalami datang bulan atau haid, maka hypothalamus itu

mulai menghasilkan zat kimia, atau yang kita sebut sebagai hormon
yang akan dilepaskannya. Hormon pertama yang dihasilkan adalah
perangsang kantong rambut (FSH : Folikel Stimulating Hormon). Hormon
ini merangsang pertumbuhan folikel yang mengandung sel telur dalam
indung telur. Terangsang oleh FSH ini, maka folikel itupun menghasilkan
estrogen yang membantu pada bagian dada dan alat kemaluan wanita.
Meningkatkan taraf estrogen itu dalam darah mempunyai pengaruh pada
hypothalamus yang disebut Feed back negative. Hal ini menyebabkan
faktor berkurangnya faktor pelepasan FSH, akan tetapi juga membuat
hypothalamus melepaskan suatu zat yang kedua yakin faktor pelepas
berupa hormon lutinasi pada gilirannya pula hal ini menyebabkan
kelenjarnya bawah otak melepaskan hormon lutinasi, (LH : Lutinishing
Hormon) (Winkjosastro, 2008).

Hormon LH ini menyebabkan salah satu folikel itu pecah dan


mengeluarkan sel telur untuk memungkinkan terjadinya pembuahan.
Folikel yang tersisa akan berantakan dan di kenal dengan korpus
luteum.

Yang

mengeluarkan

selanjutnya
suatu

zat

menghasilkan
baru

yang

estrogen,

disebut

lalu

mulai

progesterone

ini

mempersiapkan garis alas dari rahim untuk menerima dan memberi


makanan bagi sebuah sel telur yang telah dibuahi apabila sel telur tidak di
buahi maka taraf estrogen dan progesterone dalam aliran darah akan
merosot, sehingga menyebabkan garis alas menjadi pecah-pecah (Pardede,
2002).
c. Penyakit

Beberapa penyakit kronis yang menjadi penyebab terganggunya siklus


haid, kanker payudara dan lain-lain. Kelainan ini menimbulkan berat

badan yang sangat rendah sehingga datangnya haid akan terganggu


(Suhaemi, 2006)
2. Faktor Eksternal
a.Status Gizi

Kecukupan pangan yang esensial baik kualitas maupun kuantitas sangat


penting untuk siklus menstruasi. Setiap orang dalam siklus hidupnya
selalu membutuhkan dan mengkonsumsi berbagai bahan makanan yang
mengandung zat gizi. Zat gizi mempunyai nilai yang sangat penting yaitu
untuk memelihara proses tubuh dalam pertumbuhan dan perkembangan,
terutama bagi mereka yang masih dalam pertumbuhan (Soetjiningsih,
2004).

Beberapa ahli mengatakan perempuan dengan jaringan lemak yang lebih


banyak, lebih lama mengalami menstruasi dari pada wanita yang kurus
(Pardede, 2002).

b. Gaya hidup

Gaya hidup ialah perilaku atau tingkah laku manusia sehari-hari yang
merupakan kebiasaan dan berbeda antara individu yang satu dan yang lain.
Mengetahui hal ini berarti mengetahui apa yang dapat dijual kepada
mereka, juga dimana atau cara bagaimana mereka dapat dijangkau. Gaya
hidup boleh kita artikan, pola tingkah laku sehari-hari yang patut
dijalankan oleh suatu kelompok sosial di tengah masyarakat, sesuai
tuntunan agama. Seperti melakukan kebiasaan yang baik untuk
menciptakan hidup sehat setiap hari, sebaliknya menghindari kebiasaan
buruk yang berpotensi mengganggu kesehatan (Rhenald, 2001).

Gaya hidup yang tidak pernah olahraga dan beraktivitas fisik dapat
menyebabkan gangguan pada tubuh yaitu terganggunya siklus menstruasi.
(Soetjiningsih, 2002).

E. PATOFISIOLOGI
Disfungsi hipofise terjadi gangguan pada hipofise anterior gangguan
dapat berupa tumor yang bersifat mendesak ataupun menghasilkan hormone
yang membuat menjadi terganggu. Kelainan kompartemen IV (lingkungan)
gangguan pada pasien ini disebabkan oleh gangguan mental yang secara tidak
langsung

menyebabkan

terjadinya

pelepasan

neurotransmitter

seperti

serotonin yang dapat menghambat pelepasan gonadrotropin.Kelainan ovarium


dapat menyebabkan amenorrhea primer maupun sekuder. Amenorrhea primer
mengalami kelainan perkembangan ovarium ( gonadal disgenesis ).
Kegagalan ovarium premature dapat disebabkan kelainan genetic dengan
peningkatan kematian folikel, dapat juga merupakan proses autoimun dimana
folikel dihancurkan. Melakukan kegiatan yang berlebih dapat menimbulkan
amenorrhea dimana dibutuhkan kalori yang banyaksehingga cadangan
kolesterol tubuh habis dan bahan untuk pembentukan hormone steroid seksual
( estrogen dan progesterone ) tidak tercukupi. Pada keadaaan tersebut juga
terjadi pemecahan estrogen berlebih untuk mencukupi kebutuhan bahan bakar
dan terjadilah defisiensi estrogen dan progesterone yang memicu terjadinya
amenorrhea.Pada keadaan latihan berlebih banyak dihasilkan endorphin yang
merupakan derifat morfin.Endorphin menyebabkan penurunan GnRH
sehingga estrogen dan progesterone menurun.Pada keadaan tress berlebih
cortikotropin realizinghormone dilepaskan.Pada peningkatan CRH terjadi
opoid yang dapat menekan pembentukan GnRH. (Elizabeth J.Corwin. 2000)\
F. MANIFESTASI KLINIS
Tanda dan gejala yang muncul diantaranya :

Tidak terjadi haid


Produksi hormone estrogen dan progesterone menurun.
Nyeri kepala
Badan lemas.
Gejala lainnya yang mungkin ditemukan pada amenore :
Sakit kepala
Galaktore ( pembentukan air susu pada wanita yang tidak hamil dan

tidak sedang menyusui )


Gangguan penglihatan ( pada tumor hipofisa )
Penurunan atau penambahan berat badan yang berarti
Vagina yang kering.
Hirsutisme ( pertumbuhan rambut yang berlebihan, yang mengikuti

pola pria) perubahan suara dan perubahan ukuran payudara.


G. KOMPLIKASI
Komplikasi yang paling ditakutkan adalah infertilitas. Komplikasi
lainnya adalah
kompartemen

percaya dirinya penderita sehingga dapat mengganggu


IV

dan

terjadilah

lingkaran

setan

terjadinya

amenorrhea.Komplikasi lainnya muncul gejala-gejala lain akibat hormone


seperti osteoporosis.
H. WOC AMENORHEA

I. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pada amenorrhea primer : apabila didapatkan adanya perkembangan
seksual sekunder maka diperlukan pemeriksaan organ dalam reproduksi
(indung telur, rahim, perekatan dalam rahim). Melalui pemeriksaan USG,
histerosal Pingografi, histeroskopi dan Magnetic Resonance Imaging (MRI),
apabila tidak didapatkan tanda-tanda perkembangan seksualitas sekunder
maka diperlukan pemeriksaan kadar hormone FSH dan LH setelah
kemungkinan kehamilan disingkirkan pada amenorrhea sekunder maka dapat
dilakukan pemeriksaan Thyroid Stimulating Hormon (TSH) karena kadar
hormone thyroid dapat mempengaruhi kadar hprmone prolaktin dalam tubuh.
(evrett, 2008)
J. PENATALAKSANAAN
Pengelolaan pada pasien ini tergantung dari penyebab. Bila penyebab
adalah kemungkinan genetic, prognosa kesembuhan buruk. Menurut beberapa
penelitian dapat dilakukan terapi sulih hormone, namun fertilitas belum tentu
dapat dipertahankan.
Pengobatan yang dilakukan sesuai dengan penyebab dari amenorrhea
yang dialami, apabila penyebabnya adalah obesitas maka diet dan olahraga
adalah terapinya, belajar untuk mengatasi stress dan menurukan aktivitas fisik

yang berlebih juga dapat membantu. Pembedahan atau insisi dilakukan pada
wanita yang mengalami Amenorrhea Primer. (Everett, 2008)
Konsep Dasar Asuhan Keperawatan
1.

Pengkajian

a.

Anamnesis
Anamnesis yang akurat berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan

sejak kanak-kanak, termasuk tinggi badan dan usia saat pertama kali mengalami
pertumbuhan payudara dan pertumbuhan rambut kemaluan. Dapatkan pula informasi
anggota keluarga yang lain (ibu dan saudara wanita) mengenai usia mereka pada saat
menstruasi pertama, informasi tentang banyaknya perdarahan, lama menstruasi dan
periode menstruasi terakhir, juga perlu untuk ditanyakan. Riwayat penyakit kronis
yang pernah diderita, trauma, operasi, dan pengobatan juga penting untuk ditanyakan.
Kebiasaan-kebiasaan dalam kehidupan seksual, penggunaan narkoba, olahraga, diit,
situasi dirumah & sekolah dan kelainan psikisnya juga penting untuk dianyakan.
b.

Pemeriksaan Fisik
Pada pemeriksaan fisik yang pertama kali diperiksa adalah tanda-tanda vital dan

juga termasuk tinggi badan, berat badan dan perkembangan seksual. Pemeriksaan
yang lain adalah :

Keadaan umum :

Anoreksia-cacheksia, bradikardi, hipotensi, dan hipotermi.


Tumor hipofise-perubahan pada funduskopi, gangguan lapang pandang, dan tandatanda saraf kranial.
Sindroma polikistik ovarium-jerawat, akantosis, dan obesitas.
Inflammatory bowel disease-Fisura, skin tags, adanya darah pada pemeriksaan
rektal.

Gonadal dysgenesis (sindroma Turner)- webbed neck, lambatnya perkembangan


payudara.

Keadaan payudara

Galactorrhea - palpasi payudara.


Terlambatnya pubertas- diikuti oleh rambut kemaluan yang jarang.
Gonadal dysgenesis (sindroma Turner)- tidak berkembangnya payudara dengan
normalnya pertumbuhan rambut kemaluan.

Keadaan rambut kemaluan dan genitalia eksternal

Hiperandrogenisme- distribusi rambut kemaluan dan adanya rambut di wajah.


Sindroma insensitifitas androgen- Tidak ada atau jarangnya rambut ketiak dan
kemaluan dengan perkembangan payudara.
Terlambatnya pubertas- tidak disertai dengan perkembangan payudara.
Tumor adrenal atau ovarium- clitoromegali, virilisasi.
Massa pelvis- kehamilan, massa ovarium, dan genital anomali.

Keadaan vagina

Imperforasi himen- menggembung atau edema pada vagina eksternal.


Agenesis (Sindroma Rokitansky-Hauser)- menyempitnya vagina tanpa uterus dan
rambut kemaluan normal.
Sindroma insensitifitas androgen- menyempitnya vagina tanpa uterus dan tidak
adanya rambut kemaluan.

Uterus : Bila uterus membesar, kehamilan bisa diperhitungkan.

Cervix : Periksa lubang vagina, estrogen bereaksi dengan mukosa vagina dan
sekresi mukus. Adanya mukus adalah tanda bahwa estradiol sedang diproduksi
oleh ovarium. Kekurangan mukus dan keringnya vagina adalah tanda bahwa
tidak adanya estradiol yang sedang diproduksi.
2.

a.

Diagnosa Keperawatan yang mungkin muncul


Ansietas berhubungan dengan perubahan dalam status kesehatan

b.

Gangguan citra tubuh berhubungan dengan biofisik, tahap perkembangan,


perseptual, dan penyakit

3.

Rencana Tindakan Keperawatan


Diagnosa

Tujuan dan Kriteria Hasil

Intervensi

Keperawatan
Ansietas

Setelah dilakukan asuhan

Kaji tingkat kecemasan : ringan, sedang,

berhubungan

keperawatan selama .. x 24

dengan status

jam cemas pasien dapat

berat, panic
Berikan kenyamanan dan ketentraman

kesehatan

teratasi dengan kriteria hasil :


Cemas berkurang
Tidak menunjukan perilaku
agresif

hati
Beri dorongan pada pasien untuk
mengungkapkan pikiran dan perasaan
untuk mengeksternalisasikan kecemasan
Anjurkan distraksi seperti nonton tv,
dengarkan radio, permainan untuk
mengurangi kecemasan.
Singkirkan stimulasi yang berlebihan

Gangguan citra

Setelah diberikan asuhan

tubuh berhubungan

keperawatan selama .. x 24

dengan biofisik,

jam pasien diharapkan tidak

tahap

mengalami gangguan citra

perkembangan,

tubuh dengan kriteria hasil :

perseptual, dan

penyakit

Gunakan pendekatan yang menenangkan


Berikan informasi factual mengenai
diagnosis, tindakan prognosis
Dengarkan dengan penuh perhatin
Identifikasi tingkat kecemasan

Mengidentifikasi dan
mengungkapkan
gejala cemas

Mengungkapkan
tehnik mengontrol
cemas

Contoh Kasus
Tanggal 29 Oktober 2012 pukul 12.00 WIB, Ny.K dengan G 1P1A0 umur 33 tahun
mengeluh tidak haid sudah 5 bulan. Ibu mengatakan selama memakai KB suntik pil

menstruasi masih lancar setelah tidak KB 6 bulan menstruasi lancar setelah itu 5 bulan
terakhir tidak menstruasi. Hasil PP test negatif. Anak pertamanya sudah berusia 7 tahun lahir
spontan di Bidan dengan berat 3200 gr. Menstruasi terakhir tanggal 25 Juni 2012. Hasil
pemeriksaan : tekanan darah 110 /80 mmHg, Nadi : 84 x/menit, R : 20 x/ menit, S : 36,6 0 C.
Hasil USG tidak tampak gambaran. Tidak ada masa di dalam uterus.
I.

PENGKAJIAN
Tanggal : 29 Oktober 2012
Jam
: 12.00 WIB
Tempat
: Poliklinik Ajibarang
A. Subyektif
1. Identitas Klien
Nama Ibu
: Ny. K
Nama Suami : Tn.T
Umur
: 33 th
Umur
: 36 th
Agama
: Islam
Agama
: Islam
Suku/bangsa
: Indonesia
Suku/bangsa : Indonesia
Pendidikan
: D3
Pendidikan
: S1
Pekerjaan
: PNS
Pekerjaan
: PNS
Alamat
: Desa Lumbir rt 01/05Alamat
: Desa Lumbir rt 01/05
2. Keluhan Utama : Pasien mengatakan cemas karena tidak dapat menstruasi
selama 5 bulan
3. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat Kesehatan Yang Lalu
Ibu tidak pernah mengalami penyakit tertentu sebelumnya
b. Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu mengatakan selama memakai KB suntik pil menstruasi masih lancar setelah
tidak KB 6 bulan menstruasi lancar setelah itu 5 bulan terakhir tidak menstruasi
c. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu tidak pernah mengalami penyakit tertentu
4.
a.
1)
2)
3)
4)

5)
6)
7)
8)
b.
5.
a.

Riwayat Obstetri
Riwayat Menstruasi
Menarche
: 15 tahun
Siklus
: 28 hari; teratur
Lama
: 6-7 hari
Banyaknya
:
Hari ke 1-2 ganti pembalut 4x (penuh/)
Hari ke 3-5 ganti pembalut 3x (penuh )
Hari ke 6-7 ganti pembalut 2x (bercak bercak)
Sifat dan warna : encer, merah segar, kemudian sedikit sedikit flek kecoklatan
Dismenorhoe
: tidak pernah
Flour albus
: tidak ada
HPHT
:Riwayat Kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
Kehamilan yang ke Pernah melahirkan Abortus (G1P1A0)
Riwayat Perkawinan
Status perkawinan
: menikah

b.
c.
d.
6.
a.

Pernikahan ke I , lamanya 8 tahun


Hubungan dengan suami : baik / harmonis
Jumlah anak
: satu
Riwayat KB
Alat kontrasepsi yang pernah dipakai dan lamanya : pernah memakai KB suntik

b.
c.
d.
7.

pil
Kapan terakhir berhenti : November 2011
Alasan
: ingin memiliki anak lagi
Keluhan / masalah
: tidak haid
Pola Pemenuhan Kebutuhan Sehari hari :
Kebutuhan

Nutrisi :
Makan
Minum

Keluhan

3x sehari
6-7x sehari

Eliminasi :
BAK
BAB
Istirahat

5x sehari
1x sehari

8 jam

Aktivitas

Melakukan pekerjaan
rumah sendiri dan

Personal Hygiene

sedikit berolahraga
Mandi : 2x sehari
Keramas : 3x
seminggu
Gosok gigi : 3x sehari
Ganti pakaian : 3x

sehari; celana dalam :


3x/sehari
Kebiasaan memakai
Pola seksual

alas kaki : 3x seminggu dan


tidak terjadi kontak

bleeding
8. Data psikologis :
a. Pengetahuan ibu tentang gangguan / penyakit yang diderita saat ini : Ibu belum
tahu / tidak paham terhadap masalah penyakitnya
b. Pengetahuan ibu tentang kesehatan reproduksi : Ibu belum mengetahui tentang
kesehatan reproduksi

9. Riwayat Sosial budaya :


a. Perilaku kesehatan (kebiasaan menggunakan obat obatan, alkohol, merokok dsb
) : tidak pernah
Lingkungan (kepercayaan/ adat yang berhubungan dengan penyakit yang
diderita) : tidak ada
b. Hubungan dengan suami dan/keluarga : baik
10. Data Spiritual :
Ibu taat menjalankan ibadah sesuai agama dan mempunyai kebiasaan untuk puasa
B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan umum
- Keadaan umum : Baik
- Kesadaran
: CM (Compos Mentis)
- Status emosional : ansietas
- Tanda vital
: TD : 110/80 mmHg N: 84X/menit
RR : 20X/menit Suhu :36,6C
- Berat badan
: 58 Kg
- Tinggi badan
: 158 cm
2. Status present
Pasien nampak gelisah
a. Rambut : bersih, tidak mudah rontok, tidak ada ketombe, kulit tidak nampak
berminyak
b. Mata

: simetris, tidak ada edema kelopak mata, konjungtiva merah

muda, sklera tidak ikterik, pandangan tidak kabur,


c. Hidung : simetris, bersih, tidak ada polip, tidak ada edema mukosa, tidak ada
sekret
d. Mulut

: bibirnya lembab, tidak pecah-pecah, tidak ada luka pada

mukosa, lidah bersih, merah muda, gigi (bersih, tidak ada karies), mukosa mulut
tidak pucat, tidak berdarah, epulis, gusi tidak berdarah,lidah tidak kotor,
e. Telinga : simetris, bersih, , tidak radang, tidak ada tanda tanda infeksi
termasuk pengeluaran sekret
f. Leher
: tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak ada pembesaran
kelenjar kelenjar limfe, tidak ada bendungan vena jugularis
g. Dada dan mamae
- Inspeksi : pada payudara simetris, tidak sesak nafas, tidak ada retraksi otot
-

pernafasan
Palpasi : tidak ada pembesaran kelenjar limfe
Palpasi : tidak ada pembesaran dan nyeri tekan pada mamae, tidak ada

benjolan
h. Abdomen : tidak ada: luka bekas operasi, pembesaran hepar, limpa, nyeri daerah
ginjal
i. Ekstremitas

Atas

sianosis dibawah kuku


Bawah
: tidak ada oedem, tidak ada varices, tidak ada sianosis dibawah kuku,

: tidak ada oedema, tidak ada bekas bekas tusukan jarum, tidak ada

tidak ada humansign, reflek patella +


j. Genetalia eksterna & anus
Ibu tidak mengalami : lecet, memar, dan lesi lain (herpes, kondiloma/kutil) pada
kulit genetalia, edema vulva, abses kelenjar bartolini dan skene serta
pengeluarannya
Anus
: tidak ada hemoroid
3. Pemeriksaan Obstetri
a. Abdomen ( inspeksi, palpasi, auskultasi dan perkusi) pada dinding abdomen dan
kandung kemih : palpasi : tidak ada benjolan atau massa pada uterus
b. Genetalia (pemeriksaan dengan inspeksi maupun inspekulo bila perlu) pada
daerah vulva, vagina dab cerviks : 4. Pemeriksaan Penunjang/Laboratorium
PP Test : dengan hasil (-)

ANALISA DATA
No Data
Etiologi
Problem
1
Ds : Pasien mengatakan cemas Tidak terjadi siklus Ansietas
karena tidak menstruasi selama 5 menstruasi
bulan
Do :
a. Pasien menunjukan tanda2
kecemasan
keadaannya

(menanyakan

berhubungan

dengan status kesehatan

b. Ekspresi

wajah

nampak

cemas
c. Nampak gelisah
TTV
TD : 110/80 mmHg
N: 84X/menit
RR : 20X/menit
Suhu :36,6C

INTERVENSI KEPERAWATAN
Diagnosa

Tujuan dan Kriteria Hasil

Intervensi

Keperawatan
Ansietas

Setelah dilakukan asuhan

1. Kaji tingkat kecemasan : ringan,

berhubungan

keperawatan selama 1 x 24

dengan status

jam cemas pasien dapat

sedang, berat, panic


2. Berikan
kenyamanan

kesehatan

teratasi dengan kriteria hasil :


Cemas berkurang

gelisah

ketentraman hati
3. Beri dorongan pada pasien untuk
mengungkapkan

Tidak menunjukan perilaku

dan

pikiran

perasaan

dan
untuk

mengeksternalisasikan kecemasan
4. Anjurkan distraksi seperti nonton tv,
dengarkan radio, permainan untuk
mengurangi kecemasan.
5. Singkirkan
stimulasi

yang

berlebihan
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
Diagnosa keperawatan
Ansietas berhubungan
dengan status kesehatan

Tanggal
29 Oktober
2012

implementasi
1. Mengkaji

evaluasi

tingkat S: pasien mengatakan


lebih tenang
kecemasan

12.15

2. Menenangkan
pasien

dengan O: pasien nampak


mengatakan pasien tenang, tidak terdapat
untuk lebih tenang tanda2 cemas
dan

tidak

perlu

khawatir
3. Menganjurkan

A: Masalah teratasi

pada pasien untuk


mengungkapkan

P: Intervensi
perasaan mengenai Keperawatan
dihentikan
kecemasannya
4. Menganjurkan
pasien

untuk

mengalihkan
perhatian
cemasnya,

dari
seperti

dengan lebih tekun


beribadah

dan

melakukan
amalan2 sunnah
5. Menganjurkan
pasien untuk tidak
mencari informasi
yang belum jelas
sumbernya
mengenai

sakit

yang dialaminya