Anda di halaman 1dari 2

Nama

: Isna Fadlilah

NIM

: P17433112096

Kelas

:1C

Seandainya Aku Seorang Sanitarian


Sanitarian? Apa itu sanitarian? Dulu saya tak pernah ada bayangan akan melanjutkan
kuliah di jurusan Kesehatan Lingkungan dan menjadi seorang Sanitarian. Waktu awal
mendaftar di Poltekkes Kemenkes Semarang saya hanya iseng-iseng saja dan hanya untuk
cadangan apabila saya tidak diterima di jurusan apa yang saya inginkan. Tetapi mungkin
memang jalan saya ada disini, daftar dimanapun saya tidak diterima, ketika diterima waktu
itu saya sudah daftar ulang Poltekkes Kemenkes Semarang, akhirnya saya tidak
mengambilnya. Awal masuk Poltekkes Kemenkes Semarang pun saya agak terpaksa dan
malas-malasan, tetapi lama-kelamaan setelah dijalani saya mulai merasa nyaman belum lagi
dengan suasana kampus yang sejuk dan didukung juga dengan teman-teman baru yang sangat
baik dengan saya. Selain itu mata kuliah yang di ajarkan pun rata-rata masih hampir sama
ketika SMA, jadi bagi saya tidak terlalu berat. Karena itulah semangat belajar saya menjadi
tumbuh. Saya yakin Allah punya rencana yang indah untuk saya suatu saat nanti. Aamiin.
Seandainya saya menjadi seorang sanitarian saya akan memulai dari diri sendiri yaitu
menjaga kesehatan diri sendiri, contohnya dengan tidak merokok, selalu rajin sikat gigi, rajin
membersihkan kamar mandi, karena kesehatan itu sangat mahal harganya. Jika kita sehat
maka kita bisa melakukan semua aktivitas dengan baik. Apalagi aktivitas seorang sanitarian
yang menurut saya cukup menguras tenaga karena harus berkutat dengan sampah, air, limbah
dll
Kemudian saya berusaha untuk mencari jalan keluar tentang Sampah, terutama
Sampah Plastik. Karena seperti yang kita ketahui sampah plastik itu sangat susah mengurai
dan susah diolah juga. Saya akan menyadarkan masyarakat akan pentingnya membuang
sampah di tempat sampah. Jika kesadaran masyarakat akan sampah mulai tumbuh, saya akan
menggalakkan budaya memilih dan memilah sampah sebelum membuangnya, misalnya
sampah organik dibuang ke tempat sampah khusus tempat sampah organik dan sebaliknya.
Karena walaupun sudah disediakan tempat sampah anorganik dan organik banyak orang yang
membuang sampah sesukanya sendiri tanpa melihat label di tempat sampah yang disediakan.

Selain masalah sampah saya akan berusaha mencari jalan keluar masalah limbah, baik
limbah Rumah Tangga maupun limbah pabrik. Sekarang masalah limbah sudah menjalar
kemana mana bahkan hingga ke pelosok desa. Banyak para ibu-ibu rumah tangga yang tak
sadar akan efek setelah penggunaan detergen. Setelah mencuci mereka biasanya mengalirkan
air sisa detergennya ke sungai atau ke tanah. Didalam detergen terdapat zat-zat yang bisa
dihancurkan dan ada juga yang tak bisa dihancurkan/dilarutkan oleh mikroorganisme
sehingga otomatis menyebabkan pencemaran lingkungan. Apabila air yang mengandungi
detergen dibuang ke dalam air, tercemarlah air dan pertumbuhan Alga yang sangat cepat. Hal
ini akan menyebabkan kandungan oksigen dalam air berkurangan dan otomatis ikan,
tumbuhan laut, dan kehidupan air lainnya mati. Selain itu limbah Detergen juga
menyebabkan pencemaran tanah yang menurunkan kualitas kesuburan tanah yang
mengakibatkan tanaman serta hidupan tanah termasuk cacing mati. Padahal cacing bisa
menguraikan limbah organik, non organik & menyuburkan tanah. Itu hanya contoh kecil saja,
lalu bagaimana dengan yang lain yang lebih berbahaya?
Selain itu saya juga akan mensosialisasikan masalah-masalah kesehatan lingkungan
pada masyarakat. Sosialisasi ini bisa dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Secara
langsung contohnya dengan cara mensosialisasikan melalui LSM atau lembaga-lembaga yang
lainnya yang berhubungan dengan kesehatan lingkungan. Secara tidak langsung bisa melalui
buku-buku bacaan tentang kesehatan lingkungan. Dan juga saya akan menggalakkan kembali
kegiatan-kegiatan di AMDAL.
Mungkin hanya secuil saja yang bisa saya tuliskan sebenarnya masih banyak lagi
harapan-harapan akan kesehatan lingkungan diluar sana yang tak bisa saya sebutkan satu
persatu. Saya berharap suatu saat nanti apa yang saya tuliskan ini benar-benar saya lakukan
dengan baik. Aamiin.
Sebenarnya pekerjaan seorang sanitarian itu sungguh mulia sekali, karena mereka
berusaha untuk mencegah berbagai penyakit yang tumbuh dan berkembang di masyarakat.
Sehat itu mahal makanya Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Hidup sanitarian!