Anda di halaman 1dari 5

Fariz hazmi ahdiyat

1106006934

Arrester
Minimum lightning protection antara insulator string dan line surge arrester secara
paralel
Saluran surge arrester secara effektif dapat melakukan proteksi petir dengan mengeleminasi
flashover pada saluran transmisi. Namun bila jarak saluran arrester terlalu dekat dengan
insulator string, lightning discharging dapat terjadi diantara discharging ring saluran arrester
bagian atas dengan grading ring insulator string pada bagian bawah. Hal ini terjadi saluran
arrester yang diletakan secara paralel dengan insulator string pada saluran transmisi.
Fenomena ini disebut juga sebagai transverse discharge.

Dari gambar tersebut, jarak antara saluran arrester dan insulator string sangat dekat.
Lightning discharging akan terjadi pada celah AB antara discharging ring A pada arrester dan
grading ring B pada insulator, sehingga tidak ada discharging pada celah seri arrester. Inilah
yang disebut fenomena transverse dicharge.
Kedua, akibat efek kedekatan cincin discharging arrester ini, tegangan inpuls flashover petir
pada insulator menurun dan dalam kondisi lembab akan sangat rendah. Ketika terjadi
sambaran petir pada menara, transverse discharge berlangsung pada celah AB. Tegangan sisa
pada unit arrester tinggi menyebabkan potensial tinggi pada ring B yang sama dengan
tegangan sisa di unit arrester. Flashover akan berlangsung melalui string insulator, rute
discharge menjadi A ke B ke C. Ketika petir menyambar konduktor fasa, sheilding gagal.
Flashover akan berlangsung melalui string insulator. Rute discharge akan terjadi dari B ke A
dan B ke C. Proteksi arrester menjadi tidak efektif.

Ketiga, ketika jarak antara arrester dan insulator sangat dekat, maka lightning discharge akan
berlangsung pada celah AB dan celah AC. Ketika petir menyambar menara, rute discharge
menjadi C ke A ke B. Ketika petir menyambar konduktor, rute discharge menjadi dari B ke A
ke C.

Penelitian dilakukan untuk mengetahui jarak mnimal antara aresster dan insulator. Ketika
saluran arrester terlalu dekat dengan insulator, grading ring insulator akan terdistorsi medan
listrik antara 2 discharging ring arester. Hal ini berpengaruh pada teganganimpuls discharging
arester dan mengubah kemampuan proteksi.
Secara teori, ketika jarak minimum antara 2 discharging ring arester sama dengan jarak
arrester dan insulator, medan listrik antara discharging ring arester dan grading ring insulator
menjadi tidak seragam. Sehingga dapat menghindari fenomena transverse discharging.

Jarak horizontal antara saluran arrester dan insulator string menjadi jarak minimum untuk
menghindari transverse discharging. Dengan menerapkan konfigurasi tersebut pada instalasi
saluran transmisi. Jarak horizontal tersebut dapat diciptakan dengan menambahkan kawat
penghantar.

Analisis energi arrester untuk 132 overhead saluran transmisi karena back flashover
dan shielding failure
Kegunaan arrester adalah untuk menghilangkan flashover akibat petir pada saluran transmisi.
Instalasi arrester bertujuan untuk meningkatkan performa saluran overhead. Arrester harus
menahan energi discharge dari sambaran petir.
Kegagalan shielding terjadi ketika petir menyambar dan melewati kawat penahan overhead.
Ketika arus yang sangat besar mengalir pada menara, arus akan di buang melalui kawat
penahan dan memunculkan tegangan pada insulator. Flashover terjadi ketika tegangan
tersebut melebihi tegangan CFO (critical flashover) dan disebut back flashover. Ketika back
flashover terjadi, arus surja akan mengalir ke fasa konduktor melalui insulator string.
Pemodelan dilakukan menggunakan PSCAD untuk mendapatkan analisa energi arrester
karena back flashover dan kegagalan shielding.
Arrester energy

Sambaran ke kawat pentahanan

Energi yang discharge oleh surja arrester, WA,

Dimana iA = arus arrester


EA = tegangan discharge arrester
, = time constant
Time constant arus arrester dapat dicari dengan persamaan

Dimana Zg = impedansi kawat pentanahan


Rf = footing resistance
Ts = span length di bagi dengan kecepatan cahaya

Sambaran petir langsung yang mengenai kawat pentanahan akan menciptakan fenomena back
flashover.

Sambaran ke fasa konduktor

Arus arester dan tegangan discharge dapat di ketahui

Energi discharge dapat diketahui dengan persamaan

Sambaran petir langsung pada konduktor fasa menyebabkan terjadinya fenomena kegagalan
shielding. Hal ini terjadi ketika arus lightning melewati kawat penahan overhead.
Peningkatan pada arus sambaran petir nantinya akan menghasilkan energi discharge yang
tinggi pada arrester.

Pengaruh lokasi pemassangan surge arrester pada saluran udara 150 kv terhadap
tegangan lebih surja hubung
Sistem tenaga listrik dapat mengalami gangguan saat penyaluran daya listrik. Slah satu
penyebab gangguan yang mungkin terjadi adalah rusaknya sistem isolasi akibat surja hubung.
Pada operasi pensaklaran akan menghasilkan gejala surja hubung yang berupa tegangan lebih
transien. Tegangan lebih surja hubung akan mengakibatkan kegagalan isolasi peralatan listrik.
Surja hubung adalah gejala transien yang disebabkan oleh pemasukan energi, pemutusan
energi, dan pemutus disetai pemasukan kembali energi dari suatu rangkaian listrik. Salah satu
sumber tegangan lebih surja hubung adalah operasi switching pemutus tenaga.
Arrester merupakan alat pelindung yang berfungsi melindungi peralatan listrik dari tegangan
lebih abnormal yang terjadi karena sambaran petir dan surja hubung dengan cara membatasi
tegangan dan mengalirkannya ke tanah.
Dalam menentukan rating lightning arrester, perlu dikatahui tegangan tertinggi sistem ( 110%
dari harga teganagn nominal sistem) dan koefisien pentanahan. Tegangan rating lightning
arrester diperoleh dari tegangan rms fasa ke fasa x 1,10 x koefisien pentanahan.
Lokasi penempatan arester ditempatkan dengan jarak tertentu dari peralatan yang dilindungi.
Jarak arester berbengaaruh pada besarnya tegangan yang tiba pada peralatan. Arester
umumnya tidak dapat bekerja jika ada gangguan fasa ketanah, oleh karena itu rating tegangan
penangkap petir harus lebih tinggi dari teganagn fasa ke tanah.
Lokasi pemasangan arester pada menara yang lebih dekat dengan peralatan, tegangan lebih
yang masuk ke peralatan akan lebih kecil. Jika arester dipasang terlalu jauh dari peralatan
maka perlindungan arester terhadap tegangan lebih menjadi lebih rendah.
Dengan melakukan simulasi untuk melihat respon tegangan puncak bila terjadi switching,
dengan cara pemasangan arester di tiap menara secara bergantian antara 0 ( dekat switching)
sampai 10 ( dekat peralatan), pemasangan arester pada menara ke 9 adalah yang paling
optimal dan dapat memotong tegangan hingga kurang lebih 50 %.