Anda di halaman 1dari 14

CHAPTER 5

PEMBEBANAN PRODUK DAN JASA: JOB-ORDER SISTEM


Karakteristik dari Proses Produksi
Proses diartikan sebagai suatu cara, metode dan teknik bagaimana sesungguhnya sumbersumber (tenaga kerja, mesin, bahan dan dana) yang ada diubah untuk memperoleh suatu hasil.
Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan barang atau jasa
Proses juga diartikan sebagai cara, metode ataupun teknik bagaimana produksi itu
dilaksanakan. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan danan menambah kegunaan (Utility)
suatu barang dan jasa. Menurut Ahyari (2002) proses produksi adalah suatu cara, metode ataupun
teknik menambah keguanaan suatu barang dan jasa dengan menggunakan faktor produksi yang
ada.
Perusahaan Manufaktur Versus Perusahaan Jasa
manufaktur melibatkan bersama bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead
untuk menghasilkan produk baru. Produk yang dihasilkan adalah nyata dan dapat diinventarisasi
dan diangkut dari pabrik ke pelanggan. Sedangkan karakteristik untuk perusahaan jasa, adalah
tidak dapat dilihat.
Kartu Jam Kerja
Tenaga kerja langsung juga harus diakitkan dengan setiap pekerjaan. Alat untuk
membebankan biaya tenaga kerja langsung ke setiap pekerjaan adalah dokumen sumber yang
dikenal sebagai kartu jam kerja.
Kartu jam kerja digunakan hanya untuk tenaga kerja langsung. Karena tenaga keja
langsung adalah biasa untuk semua pekerjaan, biayanya termasuk overhead dan dialokasikan
dengan menggunakan satu atau lebih tarif overhead yang ditetapkan terlebih dahulu.
Akuntansi untuk Overhead
Penggunaan kalkulasi biaya normal berarti bahwa biaya overhead actual tidak pernah
dibebanlan langsung kepada pekerjaan. Overhead dibebankan ke setiap pekerjaan dengan
menggunakan tarfi yang ditetapkan terlebih dahulu.
Pembebanan Overhead dengan Menggunakan Pendekatan Traditional
Biaya overhead dapat juga dibebankan dengan menggunakan tarif overhead pabrik
keseluruhan atau departemental. Umunya tenaga kerja langsung merupakan ukuran yang
digunakan untuk menghitung tariff overhead pabrik dan tarfi departmental berdasarkan
penggerak tingkat unti seperti jam tenaga kerja langsung, jam mesin, dan bahan langsung.

Penggunaan tariff pabrik secara keseluruhan memiliki keunggulan karea sederhana dan
mengurangi kebutuhan pengumpulan data.
Akuntansi untuk biaya overhead
Untuk mengilustrasikan bagaimana biaya overhead actual dicatat, anggaplah bahwa All
Sign Company mengeluarkan biaya tidak langsung berikut selama bulan Januari:
Pembayaran lease
$200
Utilitas
50
Penyusutan peralatan
100
Tenaga kerja tak langsung
65
Total biaya overhead $415
Perhatikan bahwa biaya overhead ini mencerminkan apa yang dibelanjakan oleh kategori
akun, bukan oleh aktvitas. Sumber daya tersebut digunakan untuk memungkinkan ketiga
aktivitas, yaitu pembelian, permesinan, dll (aktivitas tingkat unit) dilaksanakan.
Akuntansi untuk Barang Jadi
Penyelesaian suatu pekerjaan merupakan langkah penting dalam arus biaya manufaktur.
Biaya pekerjaan yang diselesaikan harus dikeluakna dari barang dalam proses, ditambahkan ke
barang jadi, dan akhirnya ditambahkan ke beban harga pokok penjualan dalam laporan laba rugi.
Akuntansi untuk Harga Pokok Penjualan
Pada perusahaan berdasarkan pesanan, unit-unit dapat diproduksi untuk pelanggan
tertentu atau diproduksi dengan ekspektasi menjualnya kemudian. Apabila suatu pekerjaan
dilakukan khusus untuk satu pelanggan, yakni ketika produk dikirim kepada pelanggan, biaya
barang jadi menjadi harga pokok penjualan.
Akuntansi untuk Biaya Nonmanufaktur
Biaya yang berkaitan dengan aktivitas

penjualan

dan

administrative

umum

diklasifikasikan sebagai biaya nonmanufaktur. Menurut definisi biaya produk tradisional, biayabiaya ini merupakan biaya periode dan tidak pernah dibebankan ke produk. Mereka bukanlah
bagan dari arus biaya manufaktur. Mereka tidak termasuk kategori overhead dan diperlakukan
sebagai aktegori yang benar-benar terpisah
CHAPTER 6
PEMBEBANAN PRODUK DAN JASA: PENDEKATAN SISTEM PROSES
Akumulasi Biaya dalam Laporan Produksi

Dalam kalkulasi biaya proses, biaya diakumulasi oleh departemen selama periode waktu
tertentu. Laporan produksi adalah dokumen ang mengikhtisarkan kegiatan produksi yang
dilakukan dalam departemen produksi selama periode waktu ditentukan.
Laporan produksi menyediakan informasi tentang unit fiik yang diproses dalam sau
departemen dan juga tentang biaya produksi atau manufaktur yang berkaitan dengannya. Jadi,
laporan produksi dibagi menjadi bagian informasi unit dan bagian informasi biaya. Bagian
informasi unit memiliki dua subdivisi utama (1) unit yang dipertanggungjawabkan dan (2) unit
yang dihitung. Demikian juga bagian informasi biaya yang diperhitungkan. Laporan produksi
menelusuri arus unit dari satu departemen, mengidentifikasikan biaya yang dibebankan ke
departemen, memperlihatkan perhitungan biaya per unit, dan mengungkapkan disposisi biaya
departemen untuk periode pelaporan.
Perusahaan Manufactur JIT
Perusahaan yang telah menerapkan pendekatan JIT dalam produksinya memandang
penyimpanan persediaan yang tidak diperlukan adalah pemborosan. Perusahaan tersebut akan
berusaha mengurangi persediaan barang dalam proses sampai tingkat yang paling rendah. Lebih
lanjut, perusahaan yang menerapkan system JIT biasanya membentuk proses manufakturnya
sedemikian rupa sehingga kalkulasi biaya proses dapat digunakan untuk menentukan biaya
produk.
Metode FIFO
Menurut metode kalkulasi biaya FIFO, unti ekuivalen dan biaya produksi barang dalam
proses awal dikeluarkan dari perhitungan biaya per unit periode berjalan. Metode ini mengakui
bahwa pekerjaan dan biaya yang berasal dari periode sebelumnya akan ditanggung dalam
periode berjalan.
Jika terjadi perubahan harga input produksi atau manufaktur dari satu period eke periode
selanjutnya, maka kemudian FIFO menghasilkan biaya per unit yang lebih akurat daripada
metode rata-rata tertimbang. Biaya per unti yang lebih akurat berarti pengendalian biaya yang
lebih baik, keputusan penetapan harga yang lebih baik.
Metode Rata-Rata Tertimbang
Metode kalkulasi biaya rata-rata tertimbang memperlakukan biaya persedian awal dan
output ekuivalen yang menyertainya seolah-olah mereka terjadi pada periode berjalan. Hal ini
dilakukan untuk biaya dengan menambahkan biaya produksi barang dalam proses awal ke biaya
produksi yang dikeluarkan selama periode berjalan.

Laporan produksi
Laporan produksi merupakan buku tambahan akun barang dalam proses untuk satu
departemen. Pola umumnya diuraikan oleh lima langkaj sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.

Analisis arus fisik unit


Penghitungan unit ekuivalen
Penghitungan biaya per unit
Penilaian persediaan (barang ditransfer keluar dan barang dalam proses akhir)
Rekonsiliasi biaya

CHAPTER 7
ALOKASI BIAYA DEPARTEMEN PENDUKUNG DAN PRODUK BERSAMA
Sekilas Tentang Alokasi Biaya
Keuntungan biaya bersama atau mutual, g terjadi ketika sumber daya yang sama
digunaka terhadap output dari dua atau lebihjaaatau produk, merupakan biaya bersama (common
cost).bersambjek biayanyaa dari seluruh produk yang diproduksi di sana. Sebagai contoh, gaji
yang dibayarkan untuk penjaga keamanan pabrik merupakan biaya. Pembebanan biaya bersama
dilakukan melalui serangkaian prosedur alokasi yang konsisten.
Jenis-jenis Departemen
Langkah pertama dalam alokasi biaya adalah menentukan objek biayanya. Biasanya
mereka merupakan departemen. Ada dua kategori departemen: departemen produksi dan
departemen pendukung. Departemen produksi secara langsung bertanggung jawaba untuk
menciptakan produk atau jasa yang dijual ke konsumen. Departemen pendukung menyediakan
jasa pendukung yang penting untuk departemen produksi. Departemen ini secara tidak langsung
berhubungan dengan jasa atau produk perusahaan. Contohnya termasuk pemeliharaan,
permesinan, pemeliharaan kebersihan, personalia, dan toko.
Setelah departemen produksi dan pendukung diidentifikasi, biaya overhead yang terjadi
di masing-masing departemen dapat ditentukan. Perhatikan bahwa ini menyangkut penelusuran
biaya ke departemen, bukan alokasi biaya, karena biaya secara langsung berhubungan dengan
masing-masing departemen.

Jenis-Jenis Dasar Alokasi


Departemen produksi menghailkan jasa; oleh karena itu, biaya departemen pendukung
juga disebabkan oleh aktivitas departemen produksi. Factor kausal (causal factors) adalah
variable atau aktivitas departemen produksi yang menyebabkan pengluaran biaya jasa. Dalam
memilih dasar untuk pengalokasian biaya departemen pendukung, setiap upaya harus dilakukan
untuk menidentifikasi factor kausal yang tepat (penggerak biaya). Penggunaan factor kausal
meghasilkan biaya produksi yang lebih akurat; lebih jauh lagi, jika factor kausal diketahui, para
manajer lebih mampu mengendalikan konsumsi jasa pendukung.
Langkah-langkah dalam Pengalokasian Biaya Departemen Pendukung ke Departemen Produksi
1. Mendepartementalisasika perusahaan
2. Mengklasifikasi masing-masing departemen sebagai department pendukung atau
departemen produksi
3. Menelusuri semua biaya overhead perusahaan untuk departemen pendukung atau
produksi
4. Mengalokasikan biaya departemen pendukung ke departemen produksi
5. Menghitung tariff overhead yang ditentukan terlebih dahulu untuk departemen produksi.
6. Mengalokasikan biaya overhead pada unit produk individual dengan tariff overhead yang
ditentukan terlebih dahulu.
Tujuan alokasi
Sejumlah tujuan penting diasosiasikan dengan pengalokasian biaya departemen
pendukung ke departemen produksi dan terutama pada produk tertentu. Tujuan utama berikut ini
telah ditetapkan oleh IMA:
1.
2.
3.
4.
5.

Untuk menghasilkan satu kesepakatan harga yang menguntungkan


Untuk menhitung profitabilitas lini produk
Untuk memprediksi pengaruh ekonomi dari perencanaan dan pengendalian
Untuk menilai persediaan
Untuk memotivasi para manajer.
Penetapan harga yang kompetitif memerlukan pemahaman akan biaya. Hanya dengan

mengetahui biaya setiap jasa atau produk perusahaan dapat menghasilkan penawaran yang
berarti. Estimasi yang tepat dari biaya masing-masing produk juga memungkinkan seorang
manajer untuk menilai profitabilitas masing-masing produk dan jasa.
Pengalokasian Biaya Satu Departemen ke Departmen Lainnya

Seringkali, biaya departemen pendukung dialokasikan ke departemen lain dengan


menggunakan satu tarfi pembebanan. Sebagai contoh, departemen pemrosesan data perusahaan
melayani berbagai departemen lainnya. Biaya pengoperasian departemen pemroresan data
kemudian dialokasiakn ke departemen pengguna. Walaupun hal ini kelihatannya sederhana dan
langsung, namun beberapa pertimbangan terlibat dalam penetapan tarif pembebanan yang tepat.
Dua factor utama adalah memilih tarif tunggal atau tarif berganda, dan penggunaan biaya
departemen pendukung actual versus yang dianggarkan.
Tarif Pembebanan Tunggal
Kasus Hamilton and Barry, biaya departemen fotokopi termasuk biaya tetap sebesar
$26.190 per tahun (gaji dan sewa mesin). Dan biaya variable sebesar $0.023 per lembar fotokopi
(kertas dan tinta). Estimasi penggunaan (dalam kertas) oleh ketiga departemen produksi adalah
sebgai berikut:
Depatemen audit
94.500
Departemen pajak
67.500
Departemen MAS
108.000
Total
270.000
Jika tarif pembebanan tunggal digunakan, biaya tetap sebesar $26.190 akan digabungkan
dengan estimasi biaya variable sebesar $6.210 (270.000 x x$0.023). total biaya sebesar $32.400
dibagi dengan estimasi jumlah lembar yang difotokopi sebanyak 270.000 yang akan
menghasilkan tarfo per lembar sebesar $0,12.
Jumlah yang dibebankan ke departemen produksi merupakan suatu fungsi jumlah lembar
yang difotokpi. Anggaplah bahwa pengunaan actual adalah sebagai berikut: departemen MAS
115.000 lembar. Total biaya fotokopi yang dibebankan pada masing-masing departemen dapat
diperlihatkan sbb:
Jumlah lembar X Pembebanan per lembar = Total Pembebanan
Audit 92.000
$0.12
$11.040
Pajak 65.000
0.12
7.800
MAS 115.000
0.12
13.800
Total 272.000
32.640
Penggunaan tarif tunggal mengakibatkan biaya tetap diperlakukan sebagai biaya variable.
Tarif Pembebanan Berganda
Walaupun penggunaan tarif tunggal adalah sederhana, namun hal ini mengabaikan
dampak diferensial dari perubahan penggunaan biaya. Biaya variable departemen pendukung
naik sesuai tingkat kenaikan jasa. Kita dapat menghindari perlakuan biaya tetap dan satu untuk
biaya variabel. Dengan mengembangkan dua tarif, satu untuk biaya tetap dan satu untk biaya

variabel. Pengembangan tarif pembebanan berganda adalah penting dalam perusahaan seperti
utilitas publik.
Pengembangan Tarif Tetap
Pengalokasian biaya tetap mengikuti prosedur tiga langkah:
1. Penetapan biaya jasa tetap yang dianggarkan. Biaya jasa tetap yang harus dikeluarkan
untuk satu periode perlu diidentifikasi.
2. Perhitungan rasio alokasi. Dengan menggunakan kapasitas praktis ataupun normal dari
setiap departemen produksi, adalah perlu utnuk menghitung rasio alokasi. Rasio alokasi
secara sederhana memberikan bagian atau persentase departemen produksi atas total
kapasitas dari semua departemen produksi.
3. Pengalokasian. Biaya jasa tetap kemudian dialokasikan secara proporsional ke masingmasing kebutuhan awal departemen produksi akan jasa yang sebenarnya.
Pengembangan Tarif Variabel
Tarif variable tergantung pada biaya yang berubah ketika penggerak biaya berubah. Pada
departemen fotokopi, penggerak biaya adalah jumlah lembar yang difotokopi. Jika jumlah
lembar yang difotokopi meningkat, kertas dan tinta, yang digunakan akan lebih banyak. Menurut
tariff pembebanan berganda, tariff tetap fotokopi dibebankan ke departemen sesuai dengan
kapasitas awal kebutuhan mereka.
Penggunaan Aktual versus yang Dianggarkan
Factor kedua yang harus dipertimbangkan dalam pembebanan biaya dari satu departemen
pendukung ke departemen lainnya adalah apakah penggunaan actual atau dianggarkan yang
harus dijadikan dasar untuk pengalokasian biaya. Ada dua alas an utama bagi pengalokasian
biaya departemen pendukung. Pertama adalah biaya unit yang diproduksi. Dalam hal ini, biaya
departemen pendukung yang dianggarkan dialokasikan ke departemen produksi sebagai langkah
awal dalam menentukan tariff overhead. Penggunaan kedua dari alokasi biaya departemen
pendukung adalahuntuk evaluasi kinerja. Dalam hal ini, biaya departemen pendukung yang
dianggarkan dialokasikan ke departemen produksi.
Dasar Tetap atau Variabel: Satu Catatan Peringatan
Penggunaan kapasitas normal atau praktis untuk mengalokasikan biaya jasa tetap
menyediakan satu dasar yang tetap. Selama kapasitas departemen produksi tetap berada pada
tingkat yang telah diantisipasi, tidak ada alas an untuk mengubah rasio alokasi.

Dalam prakteknya, sebagian perusahaan memilih untuk mengalokasikan biaya tetap


secara proporsional terhadap penggunaannya dapat bervariasi dari tahun ke tahun, maka alokasi
biaya tetap kemudian menggunakan dasar variable. Namun dasar variable, memiliki kekuarangan
yang signifikan: mereka mengikuti tindakan satu departemen untuk mempengaruhi jumlah biaya
yang dialokasikan ke departemen lainnya.
Memilih Metode Alokasi Biaya Departemen Pendukung
Dalam menentukan metode alokasi biaya departemen pendukung yang dig
Nakan, perusahaan harus menetapkan batasan interaksi departemen pendukung. Selain itu,
mereka harus menimbang biaya dan manfaat yang berhubungan dengan ketiga metode
pengalokasian biaya.
Metode Langsung
Metode langsung adalah metode paling sederhana dan paling langsung mengalokasikan biaya
departemen pendukung. Biaya jasa variable dialokasikan langsung ke departemen prodksi secara
proporsional terhadap masing-masing departemen pengguna jasa. Biaya tetap juga dialokasikan
langsung kepada departemen produksi, tetapi berdasarkan proporsi pada kapasitas normal atau
praktis departemen produksi.
Metode Berurutan
Metode alokasi berurutan atau bertahap mengakui bahwa interaksi di antara departemen
pendukung telah terjadi. Akan tetapi, metode berurutan tidak secara penuh mengakui interaksi
departemen pendukung. Alokasinbiaya dilaksanakan secara tahap demi tahap, mengikuti
prosedur penetapan peringkat yang ditentukan terlebih dahulu. Biasanya, urutannya ditentukan
dengan menyusun peringkat departemen pendukung dalam suatu tatanan jumlah jasa yang
diberikan, dari yang terbesar ke yang terkecil. Tingkat jasa biasanya diukur dengan biaya
langsung dari setiap departemen pendukung; departemen dengan biaya tertinggi dinilai sebagai
pemberi jasa terbesar.
Metode Timbal-Balik atau Resiprokal
Metode timbale-balik mengakui semua interaksi di antara departemen pendukung. Menurut
metode timbale-balik, salah satu departemen pendukung menggunakan angka departemen lain
dalam menentukan total biaya setiap departemen pendukung, di mana total biaya mencerminkan
interaksi di antara departemen pendukung. Jadi, total biaya yang baru dari departemen
pendukung dialokasikan ke departemen produksi.

Total Biaya Departemen Pendukung


Untuk menentukan total biaya departemen pendukung, yang merefleksikan interaksi dengan
departemen pendukung lainnya, system persamaan linear yang simultan harus dipecahkan.
Alokasi Ke Departemen Produksi
Setelah total biaya setiap departemen pendukung diketahui, alokasi ke departemen produksi
dapat dilakukan. Alokasi ini, berdasarkan proporsi output yang digunakan oleh setiap
departemen produksi.
Tarif Overhead Departemental dan Kalkulasi Biaya Produk
Setelah mengalokasikan semua biaya pendukung ke departemen produksi, suatu tarif
overhead dapat dihitung untuk setiap departemen. Tarif ini dihitung dengan menambahkan biaya
pendukung yang dialokasikan ke biaya overhead yang secara langsung dapat ditelusuri pada
departemen produksi dan membagi total biaya ini dengan beberapa ukuran aktivitas, seperti jam
tenaga kerja langsung atau jam mesin.
Akunting untuk Proses Produksi Bersama
Joint Produk adalah dua atau lebih produk yang diproduksi simulasi oleh proses yang
sama split-off point. Split-of point, adalah point yang mana produk bersama di pisahkan dan
diidentifikasi. Sebagai contoh, minyak dan gas alam adalah produk bersama. Saat perusahaan
mencari minyak bumi, maka gas alam akan ikut bersama.

714

DIRECT METHOD, VARIABLE


PERFORMANCE EVALUATION

VERSUS

Support Centers
Maintenanc Baggage
e

FIXED,

Salt Lake
City

COSTING

Flights
Reno

AND

Portland

Budgeted data:
Fixed overhead
Variable overhead
Hours of flight time*
Number of passenger*

$240.000
$30.000
-

$150.000
$64.000
-

$20.000
$5.000
2.000
10.000

$18.000
$10.000
4.000
15.000

$30.000
$6.000
2.000
5.000

Actual data:
Fixed overhead
Variable overhead
Hours of flight time*
Number of passenger*

$235.000
$80.000
-

$156.000
$33.000
-

$22.000
$6.200
1.800
8.000

$17.000
$11.000
4.200
16.000

$29.500
$5.800
2.500
6.000

Pembahasan 1:
Hitunglah biaya departemen pendukung untuk setiap penerbangan dengan tujuan untuk menentukan biaya
operasi setiap penerbangan.

1. Menghitung Rasio Alokasi


Hours of flight time

Salt Lake City

Reno

Portland

2.000
(2.000+ 4.000+ 2.000)

0.2500

4.000
(2.000+ 4.000+ 2.000)

0.5000

2.000
(2.000+ 4.000+ 2.000)

Number of passengers

0.2500

Salt Lake City

Reno

Portland

10.000
(10.000+15.000+5.000)

0.3333

15.000
(10.000+15.000+5.000)

0.5000

5.000
(10.000+15.000+5.000)

0.1667

Variable rates:
Maintenance (per flight hour)
$ 30.000
$ 3.75
=
8.000
Baggage (per passenger)
$ 64.000
$ 2.13
=
30.000

Maintenance fixed

(0.2500 x $ 240.000)

Salt Lake City


$ 60.000

(0.5000 x $ 240.000)

0.2500 x $240.000)

Maintenance variable

Baggage fixed

Reno

Portland

$ 120.000

$ 60.000

(2.000 x $ 3.75)

$ 7.500

(4.000 x $ 3.75)

$ 15.000

(2.000 x $ 3.75)

$ 7.500

(0.3333 x $ 150.000)

$ 49.995

(0.5000 x $ 150.000)

$ 75.000

0.1667 x $150.000)

Baggage variable

$ 25.005

(10.000 x $ 2.133)

$ 21.333

(15.000 x $ 2.133)

$ 32.000

(5.000 x $ 2.133)

$ 138.828

$ 242.000

$ 10.667

$ 103.172

2. Mengalokasikan Biaya Departemen Pendukung dengan Menggunakan Rasio Alokasi


Support Centers
Maintenanc
Baggage
e
Budgeted data:
Fixed overhead
Variable overhead
Hours of flight time*
Number of passenger*

$240.000
$150.000
$30.000
$64.000
($270.000)
- ($214.000)
$0
$0

Salt Lake
City
$20.000
$5.000
$67.500
$71.320
$163.820

Flights
Reno
$18.000
$10.000
$135.000
$107.000
$270.000

Portland
$30.000
$6.000
$67.500
$35.672
$139.172

Pembahasan 2:

Hitunglah biaya departemen pendukung untuk setiap penerbangan dengan tujuan untuk
menentukan evaluasi kinerja. Apakah ada biaya yang tidak tetap setelah dialokasikan dengan
kedua departemen pendukung? Jika ada, berapa?
1. Menghitung Rasio Alokasi (Rasio sama dengan Pembahasan 1)
Salt Lake City
$ 60.000

Maintenance fixed

Maintenance variable

$ 120.000

Portland
-

$ 60.000

(1.800 x $ 3.75)

$ 6.750

(4.200 x $ 3.75)

$ 15.750

(2.500 x $ 3.75)

$ 9.375

$ 49.995

$ 75.000

$ 25.005

(8.000 x $ 2.13)

$ 17.066

(16.000 x $ 2.13)

$ 34.133

(6.000 x $ 2.13)

$ 12.800

Baggage fixed

Baggage variable

Reno

$ 133.811

$ 244.883

$ 107.180

2. Mengalokasikan Biaya Departemen Pendukung dengan Menggunakan Rasio Alokasi


Support Centers
Maintenanc
Baggage
e

Salt Lake
City

Flights
Reno

Portland

Actual data:
Fixed & Variable
overhead
Hours of flight time*
Number of passenger*

$315.000

$189.000

($271.875)
- ($213.999)
$43.125
-$24.999

$28.200

$28.000

$35.300

$66.750 $135.750
$67.061 $109.133
$162.011 $272.883

$69.375
$37.805
$142.480

Apakah ada biaya yang tidak tetap setelah dialokasikan dengan kedua departemen
pendukung? Jika ada, berapa?
1. Ya, Actual cost untuk maintenance $315.000, tetapi hanya $271.875 yang dialokasikan.
2. Actual cost baggage $189.000, tetapi $213.999 yang dialokasikan.
3. Actual cost yang dialokasikan tidak sesuai, sehingga anggaran menjadi tidak efisien, hal
ini menyebabkan anggaran departemen pendukung tidak dapat dialokasikan di setiap
penerbangan.