Anda di halaman 1dari 8

Nama : Sri Kurniati

NIM

: F05112019
JARINGAN LEMAK DAN JARINGAN SARAF

A. Jaringan Lemak
1. Pengertian
Jaringan lemak atau adiposa merupakan jaringan yang tersusun atas sel-sel lemak
(adiposist). Sel lemak (adiposit) berasal dari sel mesenkim yang tidak mengalami
diferensiasi. Fungsi sel lemak adalah untuk mensintesis dan menyimpan triglyserida.
Jaringan lemak merupakan salah satu organ terbesar dalam tubuh. Pada pria dewasa
normal, jaringan lemak merupakan 15%-20% dari berat badan; pada wanita normal, 2025% dari berat badan. Ada dua jenis sel lemak yakni sel unilokular (lemak putih) dan
multilokular (lemak coklat).

Gambar 1. Jaringan Lemak


2. Fungsi
Fungsi jaringan adiposa adalah :
a. sebagai tempat penyimpanan energi
b. jaringan adiposa sub kutan membantu memberi bentuk permukaan tubuh
c. di bagian dalam tubuh untuk menahan goncangan
d. sebagai isolator panas tubuh

e. membantu mempertahankan posisi organ-organ tubuh pada tempatnya


f. jaringan lemak coklat penting sebagai sumber panas binatang berhibernasi
g. Penimbunan dalam bentuk bantalan berfungsi sebagai peredam goncangan, terutama
pada telapak tangan dan kaki
h. Mengisi celah-celah di antara jaringan lain
3. Klasifikasi
Berdasarkan struktur selnya, letaknya, warnanya, dan patologinya jaringan lemak dibagi
menjadi 2 macam, yaitu:
1. Jaringan lemak unilokular / kuning
Terdiri atas sel-sel, yang bila telah berkembang sempurna mengandung satu tetes
lemak besar dalam sitoplasmanya. Sel-sel pada jaringan ini hanya memiliki satu
vakuola lemak yang merupakan tempat penyimpanan energi utama bagi organisme.
Warna jaringan lemak unilokular dari putih hingga kuning tua, disebabkan adanya
karotenoid yang larut dalam tetes lemak sel ini. Hampir seluruh jaringan lemak pada
orang dewasa termasuk jenis ini. Ia ditemukan tersebar di seluruh tubuh kecuali pada
kelopak mata, penis, skrotum dan aurikula telinga luar kecuali lobulus.
Struktur histologis sel lemak unilokular berbentuk bulat bila diisolasi namun
berbentuk polyhedral dalam jaringan lemak, karena berhimpit padat. Pada sajian
mikroskop biasa setiap sel tampak sebagai cincin tipis sitoplasma atau sel cincin cap
(signet ring cell) mengelilingi vakuol yang ditinggalkan oleh tetes lipid yang larut oleh
alkohol dan xilol .

Gambar 2. Jaringan Lemak Putih

2. Jaringan lemak multilokular / coklat


Terdiri atas sel-sel yang mengandung banyak tetes lipid dan mitokondria. Sel-sel
pada jaringan ini memiliki sejumlah vakuola lemak dan banyak mitokondria. Mereka
mengubah energi kimiawi menjadi energi panas bila terangsang. Jaringan lemak
multilokular juga disebut lemak coklat karena warnanya, yang disebabkan oleh karena
banyaknya kapiler darah dan mitokondria. Jaringan lemak coklat ini terbatas
penyebarannya, terdapat pada hewan berhibernasi. Pada tikus dan mamalia lain di
sekitar bahu, pada embrio manusia dan bayi baru lahir untuk menghasilkan panas
sehingga melindungi diri dari dingin. Sel jaringan multilokular berbentuk polygonal
dan lebih kecil dari sel jaringan lemak unilokular. Sitoplasmanya mengandung
sejumlah besar tetes lipid dengan berbagai ukuran, intinya bulat di tengah dan banyak
mitokondria.

Gambar 3. Jaringan Lemak Coklat

B. Jaringan Saraf
1. Pengertian
Jaringan saraf adalah jaringan yang memiliki peran sangat penting dalam tubuh
manusia. Meskipun jaringan saraf tidak bekerja pada satu bagian secara spesifik seperti
sirkulasi ataupun respirasi, jaringan saraf adalah pengatur keseluruhan sistem-sistem
organ tersebut. Jaringan saraf inilah salah satu jaringan yang menjaga homeostasis tubuh.
2. Bagian-bagian Saraf
Neuron memiliki 3 bagian penting, yaitu dendrit, badan sel, dan akson. Dendrit adalah
bagian neuron yang relatif pendek dan tipis yang berfungsi sebagai pembawa impuls dari
neuron lain ke badan sel. Badan sel adalah bagian utama dari neuron yang meneruskan
impuls ke akson. Sedangkan akson adalah bagian neuron yang tebal dan panjang dan
berfungsi untuk membawa impuls ke neuron lain.
Selain itu, terdapat pula struktur pendukung neuron, yakni:
Neurofibril
: Untaian protein penghantar impuls
Selubung mielin
: Membran penyelubung akson, mencegah aliran
ion antara bagian luar dan dalam akson
Oligodendrosit
: Pembuat selubung mielin pada sistem saraf Pusat
Sel Schwann atau neurolemmosit : Pembuat selubung mielin pada sistem saraf tepi
Neuroglia
: Menyediakan nutrien bagi neuron.
Nodus Ranvier
: Celah pada selubung mielin

Gambar 4: Neuron
Berdasarkan arah hantaran impulsnya, neuron dibagi 3, yakni neuron sensorik,
neuron motorik, dan interneuron. Neuron sensorik berfungsi untuk menghantarkan sinyal
dari reseptor ke sistem saraf pusat. Neuron motorik berfungsi untuk menghantarkan
sinyal dari sistem saraf pusat ke efektor. Sedangkan interneuron berfungsi untuk
menghubungkan neuron sensorik dan motorik.
a. Badan Sel
Yaitu bagian sel saraf yang mengandung inti, maka kadang-kadang bagian ini
disebut pula sebagai perikaryon. Bentuk dan ukuran dapat beraneka ragam,
tergantung fungsi dan letaknya. Inti sel biasanya terletak sentral, walaupun kadang-

kadang dapat eksentrik. Biasanya berbentuk bulat; dan berukuran besar. Di dalamnya
terdapat butir-butir khromatin halus yang tersebar. Nukleolus biasanya besar sehingga
kadang-kadang dapat disangka sebagai intinya sendiri. Penampilan inti yang
demikian merupakan ciri khas dari sel saraf, oleh karena berkaitan erat sekali dengan
kegiatan sel saraf. Dalam nukleolus banyak mengandung molekul RNA yang penting
untuk kegiatan sel terutama dalam sintesis protein, sehingga mengikat warna basofil.
Sitoplasma sel saraf mengandung berbagai macam organela seperti halnya jenis sel
lain. Ciri khas dari sitoplasma sel neron yaitu adanya bangunan basofil yang
berbentuk sebagai bercak-bercak yang dinamakan: Substansi Nissl yang tidak lain
adalah granular endoplasmic reticulum yang banyak mengandung butir-butir ribosom
sebesar 100300. Kehadiran bangunan tersebut mendukung adanya kegiatan sintesis
protein. Bentuk dan susunan substansi Nissl sangat tergantung dari jenis sel saraf nya.
Mitokhondria yang dikenal sebagai sumber energi bagi sebuah sel juga terdapat
dalam sitoplasma sel saraf bahkan meluas ke dalam tonjolan-tonjolannya. Energi
yang dibutuhkan oleh jaringan saraf jelas apabila diukur konsumsi oksigen dan
kandungan glukosa dalam sel saraf.
Kompleks Golgi merupakan organela yang untuk pertama kalinya diketemukan
dalam sel saraf oleh Camillo Golgi dalam tahun 1898, yang di kemudian hari juga
diketemukan dalam sel-sel bukan saraf. Kedudukan kompleks Golgi tergantung jenis
sel

sarafnya.

Organela lain dalam sel saraf yang meluas sampai tonjolan-tonjolannya yaitu yang
dinamakan nerofibril. Dengan berbagai teknik histologi dapat ditunjukkan adanya
serabut-serabut halus khususnya dalam axon. Apa yang dilihat sebagai nerofibril
dengan mikroskop cahaya, ternyata dengan M.E. terdiri atas berbagai bentuk
misalnya sebagai mikrotubuli, nerofilamen dan aktin. Fungsinya selain bertindak
sebagai kerangka sel juga diduga sangat berguna dalam pengangkutan bahan-bahan
dalam tonjolan sel. Di samping organela, di dalam sel saraf diketemukan pigmen
yang fungsinya kurang jelas. Ada dua jenis pigmen dalam sel saraf, yaitu: pigmen
lipokhrom yang berwarna kuning dan pigmen melanin yang berwarna coklat atau
hitam.
b. Dendrit
Merupakan tonjolan-tonjolan dari badan sel saraf yang bercabang-cabang sebagai

pohon sehingga memperluas permukaan sel saraf. Pada pangkalnya di badan sel
terdapat perluasan substansi Nissl dan mitokhondria, namun nerofibril dan
mikrotubuli

meluas

sampai

ujung

dendritnya.

Dengan

pewarnaan

khusus

menggunakan inpregnasi perak dapat terlihat adanya tonjolan-tonjolan pada


permukaan percabangan dendrit yang disebut gemula dan spina. Bangunan tersebut
digunakan untuk tempat kontak dengan sel saraf lainnya melalui sinapsis. Bentuk
percabangan dendrit tergantung dari jenis sel sarafnya. Fungsinya merambatkan
impuls ke arah badan sel.
c. Axon
Berbeda dengan tonjolan yang dinamakan dendrit, maka axon merupakan tonjolan
yang hanya terdapat sebuah dan berfungsi merambatkan impuls yang meninggalkan
badan sel. Bahkan salah satu jenis sel saraf dalam retina yang disebut sel amakrin
tidak memiliki axon sama sekali. Axon berpangkal pada badan sel sebagai suatu bukit
kecil yang dinamakan oxon hillock. Di dalam daerah ini tidak terdapat substansi
Nissl, karena di daerah ini banyak nerofibril yang akan meninggalkan badan sel.
Panjang axon dari beberapa cm sampai beberapa puluh cm demikian pula
diameternya juga berbeda-beda. Makin besar diameternya makin cepat perambatan
impulsnya. Di beberapa tempat axon memberikan percabangan yang dinamakan
kolateral, sedang ujung axon akan bercabang-cabang sebagai pohon yang dinamakan
telodendron. Oleh karena axon perlu menghantarkan impuls yang tidak lain adalah
perubahan potensial listrik, maka agar efisien perlu dibungkus dengan bahan isolator
yang dinamakan Selubung mielin. Sebelah luarnya masih ada selubung lain yang
dinamakan selubung nerolema.
3. Fungsi

a.
b.
c.
d.
e.

Secara umum, fungsi jaringan saraf adalah:


Merespons stimulus dari dalam dan luar tubuh
Menghantarkan impuls menuju dan keluar dari sistem saraf pusat
Menginisiasi sekresi kelenjar dan kontraksi otot
Berperan dalam proses mengingat dan inteligensi
Menjaga homeostasis

4. Klasifikasi
Jaringan saraf terdiri dari 2 bagian utama, yakni sistem saraf pusat dan sistem saraf
tepi (perifer) dan sel saraf sendiri disebut dengan neuron.
a. Sistem Saraf Pusat
Sistem saraf pusat tersusun dari otak dan sumsum tulang belakang. Otak dibagi
menjadi 5 bagian utama yang berbeda struktur dan fungsinya secara umum:

No Bagian

Struktur

Fungsi

Telencephalon

Serebrum

Mengatur sebagian besar aktivitas

Diencephalon

Talamus
Hipotalamus
Pituitari

Corpora
3

Mesencephalon

Quadrigemina
Cerebral
Peduncles

Metencephalon
Myelencephalo
n

Pusat penyampai pesan ke


serebrum
Pengaturan otonom dan emosi
Pengatur sekresi endokrin
Refleks penglihatan dan
pendengaran
Mengkoordinasikan berbagai
refleks

Serebelum
Pons

Keseimbangan dan koordinasi


Kontrol respirasi

Medulla Oblongata

Pengaturan otonom

b. Sistem Saraf Tepi


Sistem saraf tepi adalah sistem saraf yang berasal dari otak dan sumsum tulang
belakang yang menuju bagian tubuh target. Sistem saraf tepi terdiri dari 12 pasang

saraf kranial dan 31 pasang saraf spinal. Berdasarkan fungsi dan mekanisme kerjanya,
sistem saraf tepi dibagi menjadi 2, yakni sistem saraf otonom dan sistem saraf somatik.
Sistem saraf somatik adalah sistem saraf yang mengatur kerja sadar tubuh,
sedangkan sistem saraf otonom mengatur kerja tak sadar tubuh. Saraf otonom dibagi
lagi menjadi 2, yakni divisi simpatik dan parasimpatik. Divisi simpatik adalah sistem
saraf otonom yang menstimulasi tubuh untuk bekerja lebih keras dalam keadaan
tertekan atau bahaya, sedangkan divisi parasimpatik bekerja secara kebalikannya.