Anda di halaman 1dari 8

BAB 1 Besaran fisika dan satuannya

- Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur, mempunyai nilai yang
dapat dinyatakan dengan angka dan memiliki satuan tertentu.
- Satuan adalah pernyataan yang menjelaskan arti dari suatu besaran.

Besaran Pokok, Besaran Turunan Dan Satuannya.


- Besaran pokok merupakan besaran yang dipandang berdiri sendiri dan
tidak diturunkan dari besaran lain.
- Besaran turunan ialah besaran yang diturunkan dan diperoleh
dari besaran-besaran pokok. Misalkan luas didefinisikan sebagai hasilkali
dua besaran panjang (yaitu panjang kali lebar).

- Jarak merupakan besaran panjang yang mempunyai satuan meter,


sedangkan waktu mempunyai satuan sekon

- kecepatan merupakan besaran turunan dari besaran pokok panjang


dibagi besaran pokok waktu, sehingga satuannya meter/sekon atau m/s.

- Besaran vektor adalah besaran yang mempunyai nilai dan arah sebagai
contoh besaran kecepatan, percepatan dan lain-lain.
- Besaran sekalar adalah besaranyang mempunyai nilai saja sebagai contoh
kelajuan, perlajuan dan lain-lain.

BAB 2 Gerak lurus


- Gerak adalah adalah perubahan posisi suatu benda terhadap titik acuan.

A. Pengertian Jarak Dan Perpindahan


- Jarak didefinisikan sebagai panjang seluruh lintasan yang dialami benda
- Perpindahan adalah panjang lintasan lurus antara posisi awal dengan posisi
akhir.
B. Pengertian Gerak Lurus Beraturan (GLB)
Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak lurus suatu obyek, dimana
dalam gerak ini kecepatannya tetap atau tanpa percepatan, sehingga
jarak yang ditempuh dalam gerak lurus beraturan adalah kecepatan
kali waktu.
C. Pengertian Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)
Gerak Lurus Berubah Beraturan adalah gerak benda dengan
lintasan yang lurus dan kelajuannya mengalami perubahan yang sama setiap
satu sekon.
- Gerak jatuh bebas adalah adalah gerak jatuh benda pada arah vertikal dari
ketinggian h tertentu tanpa kecepatan awal (v0 = 0), jadi gerak benda hanya
dipengaruhi oleh gravitasi bumi g.
- Gerak vertikal keatas adalah gerak benda yang dilempar dengan suatu
kecepatan awal v0 pada arah vertikal keatas, sehingga a = -g (melawan arah
gravitasi).
- Gerak vertikal ke bawah sangat mirip dengan gerak jatuh bebas, hanya kalau
pada gerak jatuh bebas, kecepatan awal benda, vo = 0, maka pada gerak
vertikal ke bawah, kecepatan awal (vo) benda tidak sama dengan nol.

BAB 3 Gerak melingkar beraturan

- Gerak melingkar beraturan (GMB) merupakan gerak suatu


benda yang menempuh lintasan melingkar dengan besar
kecepatan tetap.
- Waktu yang dibutuhkan suatu benda yang begerak melingkar
untuk melakukan satu putaran penuh disebut periode.
- Banyaknya jumlah putaran yang ditempuh oleh suatu benda
yang bergerak melingkar dalam selang waktu satu sekon
disebut frekuensi.
- Kecepatan linear (v) merupakan hasil bagi panjang lintasan
linear yang ditempuh benda dengan selang waktu tempuhnya
- kecepatan sudut merupakan besar sudut yang ditempuh tiap
satu satuan waktu.
- Benda yang melakukan gerak melingkar beraturan memiliki
percepatan yang disebut dengan percepatan sentripetal.

BAB 4 Dinamika partikel

- Dinamika partikel adalah cabang mekanika yang mempelajari


gerak suatu partikel dengan meninjau penyebab geraknya.
- Hukum I Newton
Hukum pertama Newton menyatakan bahwa sebuah benda
dalam keadaan diam atau bergerak dengan kecepatan konstan
akan tetap diam atau bergerak dengan kecepatan konstan
kecuali ada gaya eksternal yang berpengaruh pada benda
tersebut.
- Hukum II Newton
Pada hakikatnya, hukum pertama dan hukum kedua Newton
dianggap sebagai definisi gaya. Gaya adalah suatu pengaruh
pada sebuah benda yang menyebabkan benda mengubah
kecepatannya atau mengalami percepatan. Arah gaya sama
dengan arah pecepatan yang ditimbulkan oleh gaya tersebut
jika gaya itu adalah satu-satunya gaya yang bekerja pada
benda yang bermassa. Massa adalah sifat intrinsik sebuah
benda yang mengukur resistansinya terhadap percepatan.
- Hukum III Newton
Hukum ketiga Newton kadang-kadang dinamakan hukum
interaksi atau aksi reaksi. Hukum ini menggambarkan sifat
penting dari gaya, yaitu bahwa gaya selalu terjadi bersamasama.

BAB 5 Elastisitas zat padat

- Elastisitas adalah sifat benda yang cenderung mengembalikan


keadaan ke bentuk semula setelah mengalami perubahan bentuk
karena pengaruh gaya (tekanan atau tarikan) dari luar.
- bahan yang paling elastis seperti pegas menunjukkan elastisitas
linier dan dapat dijelaskan oleh hubungan linear antara
tegangan dan regangan. Hubungan ini dikenal sebagai hukum
Hooke.

BAB 6 Fluida statis

- Fluida Statis adalah fluida yang berada dalam fase tidak bergerak (diam)
atau fluida dalam keadaan bergerak tetapi tak ada perbedaan kecepatan
antar partikel fluida tersebut atau bisa dikatakan bahwa partikelpartikel fluida tersebut bergerak dengan kecepatan seragam sehingga
tidak memiliki gaya geser.
- massa jenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda.
- tegangan permukaan adalah kecenderungan permukaan zat cair untuk
menegang, sehingga permukaannya seperti ditutupi oleh suatu lapisan
elastis.
- Kohesi adalah gaya tarik menarik antar molekul yang sama jenisnya
- Viskositas merupakan pengukuran dari ketahanan fluida yang diubah baik
dengan tekanan maupun tegangan.
- Mekanika fluida adalah subdisiplin dari mekanika kontinum yang
mempelajari fluida (yang dapat berupa cairan dan gas).
- Fluida dinamis adalah fluida (bisa berupa zat cair, gas) yang bergerak.
Untuk memudahkan dalam mempelajari, fluida disini dianggap steady
(mempunyai kecepatan yang konstan terhadap waktu), tak termampatkan
(tidak mengalami perubahan volume), tidak kental, tidak turbulen (tidak
mengalami putaran-putaran).

BAB 7 Suhu dan kalor

- Suhu merupakan ukuran derajat panas dinginnya suatu benda


atau sistem.

- Kalor adalah bentuk Energi yang berpindah dari suhu tinggi ke


suhu rendah.
- Kapasitas kalor (C): adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan
oleh zat untuk menaikkan suhunya 1C (satuan kalori/C).
- Kalor jenis (c): adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk
menaikkan 1 gram atau 1 kg zat sebesar 1C
(satuankalori/gram.C atau kkal/kg C).

BAB 8 Optika geometri

- Optika merupakan cabang ilmu fisika yang mempelajari tentang konsep


cahaya.
- Optika Geometris membahas tentang pemantulan dan pembiasan.
Sedangkan Optika Fisis membahas tentang Sifat-sifat cahaya,
interferensi cahaya, hakikat cahaya dan pemanfaatan sifat-sifat
cahaya.
- Pemantulan (Refleksi)

Ada 3 buah bentuk cermin pemantul, yaitu : cermin datar, cermin cekung
dan cermin cembung
a. Cermin Datar
Sifat-sifat bayangan pada cermin datar :
1. Bayangan bersifat maya, terletak di belakang cermin bayangan
tegak
2. Jarak bayangan = jarak benda
3. Tinggi benda = tinggi bayangan
4. Bayangan tegak
b. Cermin cekung (cermin konkaf) (+)
Beberapa hal yang harus diingat tentang cermin cekung adalah:
- Titik focus di depan cermin, maka disebut cermin positif
- Sinar pantul bersifat mengumpul (konvergen)
- sifat bayangan tergantung leta
c. Cermin cembung (cermin konveks) (-)
Beberapa hal yang harus diingat tentang cermin cembung adalah:
- Titik focus di belakang cermin, maka disebut cermin negatif
- Sinar pantul bersifat menyebar (divergen)
- sifat bayangan : diperkecil, maya, tegak