Anda di halaman 1dari 4

MATERI SAFETY TALK

HARI
: Sabtu
TANGGAL
: 27 Desember 2014
JUDUL
:
Istilah istilah dalam Kesehatan dan
Keselamatan Kerja.
K3 merupakan salah satu aspek perlindungan ketenagakerjaan dan
sebagai hak dasar dari setiap tenaga kerja. Peran utama dari K3 adalah
melindungi keselamatan dan kesehatan para pekerja dalam menjalankan
pekerjaannya, melalui upaya-upaya pengendalian semua bentuk potensi
bahaya yang ada di lingkungan tempat kerjanya.
Untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan kita semua akan
pentingnya penerapan kaidah-kaidah K3 di tempat kerja, maka dalam
kesempatan ini kami sampaikan istilah-istilah yang sring kita dengar
dalam pelaksanaan kegiatan K-3.
Dilingkungan kerja yang sudah menerapkan system K-3 secara sempurna
sering kita dengar istilah-istilah sebgai berikut :
1. Accident (Kecelakaan Kerja)
Accident adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan
dimana dapat menyebabkan cedera pada manusia dan kerusakan lainnya.
Atau istilah lain, accident merupakan Kejadian bahaya yang disertai
adanya korban dan atau kerugian (manusia/benda).
Indikator terjadinya accident yakni jika sudah terjadi luka, kematian dan
terkait dengan healthy and safety lainnya ( kerusakan property.
Contoh
Kebakaran, kecelakaan industri, Kecelakaan perjalanan, Kecelakaan
kerja, Gempa Bumi
dan jenis bencana alam lainnya.
2. Near Miss (Hampir Celaka)
Near miss adalah kejadian yang tidak menimbulkan cidera pada manusia
atau kerusakan / kerugian lainnya pada alat/barang. Atau dapat dikatakan
near miss merupakan sebuah peristiwa yang tak terencana, tidak
menyebabkan cedera, penyakit, kerusakan, namun memiliki potensi untuk
melakukannya.
Contoh
Terpeleset, Tersandung, Salah dalam pengambilan bahan kimia, Kabel
berseliweran ketika akan mencabut terjadi korsleting, selang tabung
terendam air, tertindih benda-benda berat.
3. Incident (kejadian)
insiden adalah kejadian tidak terduga, yang dapat terjadi kapan saja,
dimana saja, dan dapat menimpa siapa saja sehingga berpotensi
membuat cidera atau kerugian lainnya, insiden juga biasa disebut hampir
celaka (near miss) sedangkan.
Contoh

Debit air dalam pipa mengalami peningkatan, Kenaikan temperatur


mesin,,Genangan oli
Terjadi konslet / arus pendek listrik pada lingkungan kerja.

4. Eksiden (kejadian)
Eeksiden adalah kejadian tak terduga, yang dapat terjadi kapan saja,
dimana saja, dan telah menciderai pekerja, kerugian lainnya. tapi dalam
hal ini semua eksiden masuk dalam kategori insiden tapi bukan
sebaliknya.
5. Hazard (Potensi Bahaya)
Hazard adalah suatu keadaan yang dapat memungkinkan timbulnya
kecelakaan/ kerugian dapat berupa cedera, penyakit, kerusakan dan
ketidakmampuan melaksanakan fungsi yang telah ditetapkan.
Hazard juga diartikan sebagi suatu keadaan yang memungkinkan atau
dapat menimbulkan kecelakaan, penyakit, kerusakan atau menghambat
kemampuan pekerja yang ada. Selain itu, hazard merupakan segala
sesuatu yang dapat menimbulkan kerugian.
Contoh
Listrik tegangan tinggi terjadi konsleting, Reaksi kimia, Penyimpanan
bahan bakar di tempat yang tidak semestinya, genangan air di tempat
kerja, gas beracun, infeksi nosokomial, Bahan yang mudah dibakar
6. Risk (Risiko)
Risk adalah peluang atau kemungkinan seseorang terkena bahaya
sehingga terjadi kecelakaan dengan akibat yang timbul pada periode
tertentu. Selain itu, risk juga dapat diartikan sebagai suatu keadaan
kemungkinan terjadnya kecelakaan atau kerugian pada periode tertentu
atau siklus operasi tertentu.
Contoh:
Terpapar
kebisingan,
Pecah
ban,
Heat
stress,
Tersengat
listrik, Keracunan bahan kimia. Mengantuk, Kelelaha, Merokok.
7. Unsafe Action (Tindakan tidak aman)
Unsafe act adalah Faktor perilaku manusia yang dapat menyebabkan
terjadinya kecelakaan kerja. Selain itu Unsafe Act juga dapat diartikan
sebagai suatu bentuk pelanggaran terhadap prosedur keselamatan yang
telah ditetapkan dimana memberikan peluang untuk terjadinya
kecelakaan kerja.
Di sisi lain, Unsafe act juga merupakan suatu unsur prilaku yang tidak
memuaskan dimana sebelum suatu peristiwa kecelakaan yang signifikan
dalam memulai sebuah acara.
Contoh
Bekerja dengan tidak memperhatikan SOP (Standart Operational
Procedure), Mengangkut beban yang berlebihan, Bekerja berlebihan atau
melebihi jam kerja, Tidak memakai APD, Menjalankan pekerjaan yang
tidak sesuai keahliannya.

8. Unsafe Condition (Kondisi tidak aman)


Unsafe condition adalah suatu kondisi fisik ditempat kerja yang
berbahaya memungkinkan secara langsung timbulnya kecelakaan. Selain
itu Unsafe Condition juga dapat diartikan sebagai kondisi fisik yang tidak
memuaskan yang ada di lingkungan tempat kerja segera sebelum suatu
peristiwa kecelakaan yang signifikan dalam memulai aktifitas kerja.
Contoh
Pecahan kaca berhamburan, Paparan bising, Ceceran oli bekas/ grase/
tanah/ lumpur/ pasir, Kabel terkelupas, Lantai licin, Pencahayaan yang
kurang, Peralatan yang sudah tidak layak pakai, Paparan radiasi, Kondisi
suhu udara yang yang membahayakan dll.
9. Danger (Keadaan membahayakan)
Danger adalah keadaan benda atau barang yang pasti menyebabkan
kerugian disekitarnya, dampaknya langsung dirasakan.
Contoh
Daerah lumpur yang ada tanda bahaya dan bahayanya nyata, Bukitan
lonsor, Jalan amblas
10. Emergency (Keadaan darurat)
Keadaan darurat adalah kondisi atau keadaan yang tidak direncanakan
terjadi secara tiba-tiba dan dapt menimbulkan dampak negatif terhadap
keselamatan , kesehatan lingkungan.
11. Job Safety Analysis (JSA)
Job Safety Analysis Salah satu cara untuk mencegah kecelakaan di
tempat kerja adalah dengan menetapkan dan menyusun prosedur
pekerjaan dan melatih semua pekerja untuk menerapkan metode kerja
yang efisien dan aman. Menyusun prosedur kerja yang benar merupakan
salah satu keuntungan dari menerapkan Job Safety Analysis (JSA) yang
meliputi mempelajari dan membuat laporan setiap langkah pekerjaan,
identifikasi bahaya pekerjaan yang sudah ada atau potensi (baik
kesehatan maupun keselamatan), dan menentukan jalan terbaik untuk
mengurangi dan mengeliminasi bahaya ini.

Keuntungan dari melaksanakan JSA adalah :


Memberikan pelatihan individu dalam hal keselamatan dan prosedur kerja
efisien.
Membuat kontak keselamatan pekerja.
Mempersiapkan observasi keselamatan yang terencana.
Mempercayakan pekerjaan ke pekerja baru.
Memberikan instruksi pre-job untuk pekerjaan luar biasa.
Meninjau prosedur kerja setelah kecelakaan terjadi.
Mempelajari pekerjaan untuk peningkatan yang memungkinkan dalam
metode kerja.
Mengidentifikasi usaha perlindungan ynag dibutuhkan di tempat kerja.
Supervisor dapat belajar mengenai pekerjaan yang mereka pimpin.
Partisipasi pekerja dalam hal keselamatan di tempat kerja.

Mengurangi absent.
Biaya kompensasi pekerja menjadi lebih rendah.
Meningkatkan produktivitas.
Adanya sikap positif terhadap keselamatan.
12.

Work Permit (Ijin kerja)

Surat
Ijin
Kerja
K3
(work
permit)
dikeluarkan
oleh
Pengawas/Supervisor/Pelaksana kepada sub kontraktor/mandor atau
pekerja yang akan memasuki/melaksanakan pekerjaan yang dianggap
berbahaya. Bekerja di ketinggian, bekerja di ruang terbatas (sumur,
plafond, gua, dsb), atau bekerja di lokasi yang berbahaya adalah
sederetan jenis pekerjaan yang memerlukan ijin kerja K3 untuk memulai
pekerjaan tersebut.
Pelaksana/pengawas/supervisor akan memberikan ijin kerja K3 setelah
melakukan pemeriksaan terhadap hal-hal sebagai berikut :
Kesehatan Kondisi pekerja.

Kelengkapan sarana dan prasarana kerja (termasuk kelengkapan APD


sesuai yang disyaratkan pada kondisi pekerjaan yang akan dikerjakan)
Tidak ada kondisi berbahaya di lokasi pekerjaan (kondisi berbahaya
yang ada di lokasi pekerjaan sudah dikontrol sehingga tingkat risikonya
ada pada tingkat dapat ditolererir)
Hal-hal lain yang berhubungan dengan keselamatan dan kesehatan
kerja pada lokasi kerja tersebut.
Demikian materi Safety Talk pagi ini saya sampaikan sebagi kesimpulan
dari rangkaian safety talk bulanan sepanjang tahun 2014, semoga
bermanfaat bagi saya dan anda, terima kasih.

1.

2.

KECEROBOHAN ADALAH UPAYA


TERCEPAT MENUJU KECELAKAAN.
HINDARI KECELAKAAN SEBELUM
IA MENGHENTIKAN KITA