Anda di halaman 1dari 1

GEOLOGI DAN GENESA MARMER, DESA GEMBUK,

BAB VII
KECAMATAN KEBONAGUNG, KABUPATEN PACITAN,
KESIMPULAN
PROVINSI JAWA TIMUR
Oleh:
Candra Ary Atmoko
111.080.118
Daerah penelitian terletak di Desa Gembuk, Kecamatan Kebonagung,
Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Lokasi pemetaan dibatasi dengan koordinat
UTM X 0519900-052900, Y 9089100-9093100 dengan luas total daerah sebesar 12km2.
Melalui pendekatan berbagai unsur morfologi yang ada dilapangan dan
disesuaikan dengan peta topografi/rupabumi, serta didukung oleh peneliti sebelumnya,
yakni menurut Verstappen, 1985, penulis membagi daerah telitian menjadi 3 bentukan
asal, yaitu bentukan asal Vulkanik dengan bentuklahan Pegunungan Vulkanik (V1)
dan Lembah Vulkanik (V2), bentukan asal Struktural dengan bentuklahan Lembah
Homoklin (S1), bentukan asal Fluvial dengan bentuklahan Tubuh Sungai (F1).
Berdasarkan pengamatan secara langsung di lapangan serta interpretasi peta geologi
dengan melihat pola pengaliran dan merujuk pada klasifikasi pola pengaliran maka
dapat disimpulkan bahwa pola pengaliran sungai yang berkembang pada daerah
penelitian adalah pola pengaliran annular dan bentukan lembah sungai yang
berbentuk U sehingga dan mempunyai stadia geomorfologi tua
Litologi daerah penelitian terdiri dari enam satuan batuan yaitu Satuan Batuan
Dasar Andesit memiliki umur Oligosen Akhir (30 25.2 juta tahun yang lalu), Satuan
breksi piroklastik diperkirakan memiliki umur Oligosen Akhir (30 25.2 juta tahun
yang lalu), dan Satuan lapili tuf diperkirakan memiliki umur Oligosen Akhir (30 25.2
juta tahun yang lalu), ketiga satuan batuan tersebut diendapkan selaras dikarenakan
merupakan satu produk gunungapi., Satuan batugamping memiliki umur Miosen
Tengah - Atas (N9-N16) yang tersingkap akibat pengaruh tektonik yang berkembang di
daerah tersebut termasuk dalam Formasi Punung, memiliki hubungan tidak selaras
dengan formasi di bawahnya dikarenakan adanya jeda waktu yang cukup lama, Satuan
intrusi memiliki umur Miosen Atas (10.2 juta tahun yang lalu), merupakan litologi yang
mengintrusi batugamping di sekitarnya, dan Satuan marmer memiliki umur Miosen
Atas (10.2 juta tahun yang lalu), merupakan produk batugamping yang mengalami
proses perubahan akibat intrusi yang berkembang di daerah tersebut dan terubah
menjadi marmer.
Marmer pada daerah telitian memiliki warna abu-abu dengan kenampakan
morfologi bukit. Ada dua lokasi marmer pada daerah telitian, pada marmer bagian barat
laut sungai Gowak masih terdapat batugamping yang belum terubah menjadi marmer,
sedangkan pada marmer bagian tenggara sungai Gowak tidak terdapat batugamping
yang nampak. Proses pembentukan marmer di daerah telitian dapat disimpulkan dari
data peneliti terdahaulu dan data yang diperoleh langsung di lapangan bahwa pada pasca
erupsi berkembang terumbu, setelah itu terjadi proses tektonik yang mengekspos
batugamping yang berumur Miosen Tengah Atas (N9-N16). Kemudian pada Miosen
Atas (10.2 juta tahun yang lalu), intrusi menerobos semua litologi yang sudah
tersingkap termasuk batugamping. Pada daerah penelitian ditemukan stuktur kekarkekar yang memilik arah umum Barat daya - Timur laut yang menyebabkan intrusi
menerobos melalui zona lemah dari kekar-kekar tersebut, intrusi ini yang mengubah
batugamping disekitarnya menjadi marmer.
vi