Anda di halaman 1dari 5

EPIDEMIOLOGI LINGKUNGAN

TEORI SIMPUL

Disusun Oleh :
Devi Arifatin Giyanti
(1408.13251.168)

PROGRAM STUDI S1 KESEHATAN LINGKUNGAN

STIKES WIDYAGAMA HUSADA

MALANG

2015

TEORI SIMPUL
EFEK KEBISINGAN MESIN PENGHALUS GARAM
TERHADAP GANGGUAN FUNGSI PENDENGARAN
PADA PEKERJA
SIMPUL A (SUMBER)
Suara yang dihasilkan oleh mesin penghalus garam pada pabrik produksi
garam. Pemaparan bising yang diperbolehkan menurut KEPMENKES
Nomor 1405 tahun 2002 tentang Kesehatan Lingkungan Kerja perkantoran
dan Industri, maksimal tingkat kebisingan di ruang kerja sebesar 85 dbA.
SIMPUL B (WAHANA)
Suara (bising) yang ditimbulkan mesin merambat melalui udara. Suara
bising ditransmisikan oleh udara pada manusia melalui sakuran
pendengaran (auditory)
SIMPUL C (HOST)

Gambar : Anatomi telinga

Bagaimana telinga mendengar: Bagian luar telinga mengumpulkan


suara gelombang dari udara dan menyalurkannya ke dalam liang telinga, di
mana mereka diangkut ke gendang telinga. Dikumpulkan gelombang suara
menyebabkan gendang telinga untuk bergerak maju mundur dalam
gerakan mekanik bergetar yang diteruskan ke tulang dari telinga tengah
Gelombang gerakan di udara mengatur getaran simpatik yang ditularkan
oleh gendang telinga dan tiga tulang di telinga tengah ke ruang cairan dari
telinga bagian dalam. Dalam proses ini, yang relatif besar tapi lemah
udara-induced getaran gendang telinga dikonversi menjadi getaran
mekanik jauh lebih kecil tetapi lebih kuat oleh tiga ossicles, dan akhirnya
menjadi getaran cairan. Gerak gelombang dalam cairan dirasakan oleh
saraf di koklea, yang mengirimkan pesan saraf ke otak.
Suara dengan intensitas yang tinggi mempengaruhi organ Corti di
koklea terutama sel-selrambut. Daerah yang pertama terkena adalah sel-sel
rambut luar yang menunjukkan adanya degenerasi yang meningkat sesuai
dengan intensitas dan lama paparan.Stereosilia pada sel-sel rambut luar
menjadi kurang kaku sehingga mengurangi respon terhadap stimulasi.
Dengan bertambahnya intensitas dan durasi paparan akan dijumpai lebih
banyak kerusakan seperti hilangnya stereosilia. Daerah yang pertama kali
terkena adalah daerah basal. Dengan hilangnya stereosilia, sel-sel rambut
mati dan digantikan oleh jaringan parut. Semakin tinggi intensitas paparan
bunyi, sel-sel rambut dalam dan sel-sel penunjang juga rusak. Kerusakan sel
rambut luar mengurangi sensitifitas dari bagian koklea yang rusak . Dengan
semakin luasnya kerusakan pada sel-sel rambut, dapat timbul degenerasi
pada saraf yang juga dapat dijumpai di nukleus pendengaran pada batang
otak.
SIMPUL D (EFEK)
kebisingan dapat menyebabkan gangguan pendengaran meliputi tinnitus
atau telinga ber-dengung, kesulitan membedakan kata berfrekuensi tinggi
dan dampak auditory yang paling serius adalah ketulian jenis sensorineural
(sensorineural hearing loss)

Tuli syaraf adalah akibat dari kerusakan sel-sel rambut didalam telinga
bagian dalam (inner ear). Tepatnya terletak di membrane basilaris di organ
corti di cochlea. Sel rambut dalam membentuk sebaris sel yang berjalan
spiral disepanjang kochlea dekat aksis sentral. Sedangkan sel rambut luar
mempunyai 3-4 baris sel rambut yang berjalan pada kochlea namun tidak
berdekatan dengan axis sentral. Bagian dasar sel-sel rambut menempel
pada membrana basilaris , sedangkan pada bagian permukaan ditempat
stereosilia berada terletak membrana tektorial. Sedangkan membrana
basilaris dan membrana tektorial berhubungan dibagian sentral. Suara akan
mengerakkan kedua struktur ini pada arah yang berlawanan, sehingga
stereosilia yang berada dipermukaan sel rambut akan menekuk. Akibat dari
pergerakan stereosilia akan membuka dan menutup ion channels, yang
menghasilkan potensial reseptor di sel rambut dalam. Bila potensial
reseptor ada maka hal ini menyebabkan neurotransmitter keluar menuju
serabut 2 saraf aferen tertentu.
Sel-sel rambut kochlea mempunyai sifat dengan frekwensi yang spesifik ,
dimana stimulasinya dari input suara tergantung pada tonotopic map
membrana basilaris. Suara dengan frekwensi tinggi dideteksi dibagian
basis koklea, sedangkan suara dengan frekwensi rendah dideteksi dibagian
apeks.Properti mekanik membrana basilaris sendiri kemudian yang
menentukan tonotopik ini. Sel-sel rambut dalam berperan sebagai auditory
receptor cells yang klasik , bertanggung jawab mengirim sinyal dalam
bentuk frekwensi suara yang spesifik keotak . Sedangkan sel-sel rambut
luar memberikan efek amplifikasi dari stimulus suara kepada sel -sel
rambut dalam yang terdekat, dan mempertajam respon frekwensi sel selrambut dalam yang terdekat. Sel-sel rambut luar memendek dan
memanjang bila ada stimulasi suara.Gerakan kontraksi seperti ini dapat

mempengaruhi sel-sel rambut dalam dengan merubah gerakan membrana


basilaris dan meningkatkan sensitifitas dan selektifitas frekwensi untuk
output kochlear ( sinyal menuju otak ). Ada protein prestin terdapat pada
sel-sel rembut luar yang memberi kemampuan untuk berkontraksi ini

Anda mungkin juga menyukai