Anda di halaman 1dari 4

DINA ANDRI TRI RAHMAWATI

RINGKASAN MATERI KULIAH


AUDIT ATAS INVESTASI DAN SALDO KAS
INVESTASI
Aktivitas investasi merupakan aktivitas yang berkaitan dengan kepemilikan sekuritas
yang diterbitkan oleh entitas lainnya, yang dapat berupa surat berharga (sekuritas) atau aktiva
lain yang tidak digunakan secara langsung dalam kegiatan produktif perusahaan. Investasi
dalam efek berhubungan dengan siklus penerimaan kas (penjualan efek, penerimaan bunga
dan dividen) dan siklus pembayaran (pembelian efek).
Tujuan Audit
1) Keberadaan atau keterjadian
2) Kelengkapan
3) Hak dan kewajiban
4) Penilaian atau alokasi
5) Penyajian dan pengungkapan
Pertimbangan Perencanaan Audit
A. Materialitas
Dalam hal investasi, sekuritas yang ditahan sebagai investasi jangka pendek dapat
bersifat material bagi solvensi jangka pendek suatu entitas, tetapi laba dari sekuritas semacam
ini jarang bersifat signifikan bagi hasi operasi entitas di luar sektor jasa keuangan. Sekuritas
yang dimiliki perusahaan sebagai investasi jangka panjang mungkin material, baik bagi
neraca maupun laporan rugi laba, tergantung pada perusahaan yang bersangkutan.
B. Risiko Inheren
Risiko inheren untuk investasi dipengaruhi oleh banyak faktor dan volume transaksi
investasi umumnya cukup rendah. Akan tetapi, sekuritas merupakan aktiva yang mudah
untuk dicuri, dan akuntansi untuk investasi tersebut dapat menjadi rumit.
C. Risiko Prosedur Analitis
Prosedur analitis dapat dapat membandingkan saldo tahun berjalan dengan tahun
sebelumnya, atau dapat membandingkan hasil-hasil aktual atas jumlah investasi dan laba
investasi dengan yang dianggarkan atau dokumentasi lain dari rencana manajemen. Selisih
yang besarnya diluar dugaan bisa merupakan petunjuk adanya salah saji yang berkaitan
dengan asersi keberadaan atau keterjadian, kelengkapan, penilaian atau pengalokasian, dan
penyajian dan pengungkapan. Tingkat hasil investasi dalam sekuritas yang lebih rendah dari
prakiraan pada investasi dengan metoda ekuitas disebabkan oleh kekeliruan dalam pencatatan
: bagian investasi investor dalam laba investee, atau amortisasi kelebihan cost investor diatas
nilai buku investasi.
D. Risiko Pengendalian
Pemahaman atas beberapa faktor lingkungan pengendalian adalah relevan bagi audit
atas siklus investasi. Sebagai contoh, wewenang dan tanggung jawab atas transaksi investasi
harus ditetapkan pada pejabat perusahaan seperti bendahara.
a.
b.
c.
d.
e.
f.

PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS INVESTASI


Menentukan Risiko Deteksi
Merancang Pengujian Substantif
Prosedur Awal
Prosedur Analitis
Pengujian Rincian Transaksi
Pengujian Rincian Saldo

DINA ANDRI TRI RAHMAWATI


g.
h.

Pengujian Rincian Saldo ; Estimasi Akuntansi


Perbandingan Penyajian Laporan dengan GAAP
SALDO KAS
Saldo kas mencakup penerimaan yang belum disetor, kas di bank dalam rekening giro
dan tabungan, dana imprest seperti kas kecil dan giro gaji. Hal ini merepresentasikan kas
diperlukan untuk melunasi obligasi dan membayar gaji dan kebanyakan entitas akan
melebihkan kasnya ke dalam bentuk interest-earning investment. Saldo kas tertentu seperti
sertifikat deposit, bond sinking fund cash, saldo valuta asing dan akun lain yang terbatas
penggunaannya biasanya disajikan sebagai investasi .
Hubungan Saldo Kas kepada Siklus Transaksi
Lima siklus transaksi berhubungan lnagsung ke saldo kas. Siklus tersebut yaitu
pendapatan, pengeluaran, pendanaan, investasi dan penggajian.
Materialitas
Untuk banyak entitas, porsi dari aset total atau lancar dalam berbagai poin waktu
direpresentasikan oleh saldo kas yang rendah dan kadang tidak material. Jika dikaitkan
dengan transaksi dalam lima siklus transaksi yang mempengaruhi kas, jumlah kas yang
mengalir melalui akun-akun dalam satu periode waktu benar-benar dapat sangat material.
Risiko Bawaan
ISA 330.3 Tujuan auditor adalah memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat
tentang risiko (salah saji material) yang dinilai, dengan merancang dan mengimplementasi
tanggapan yang tepat terhadap resiko tersebut. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh
auditor, yaitu:
1. Menilai resiko bawaan dan resiko pengendalian pada tingkat laporan keuangan dan
tingkat asersi (untu setiap jenis transaksi, saldo akun dan pengungkapan)
2. Mengembangkan prosedur audit responsif, yakni prosedur audit yg menanggapi
resiko yang dinilai
Risiko Pengendalian
Penerimaan dan pengeluaran kas seringkali merupakan transaksi rutin yang dapat
dikendalikan oleh sistem pengendalian internal yang baik, sehingga dapat memungkinkan
auditor untuk menilai risiko pengendalian pada tingkat yang rendah. Karena rawannya saldo
kas atas pencurian, maka banyak auditor akan mengevaluasi secara cermat pengendalian
internal atas kas.
Uji Substantive untuk Saldo Kas
Dalam bagian ini dan sub-bagian berikut, istilah saldo kas hanya mengacu pada kas
yang ditahan dan di bank, tidak termasuk kas kecil dan dana impres lainnya.
a) Menentukan Risiko Deteksi

DINA ANDRI TRI RAHMAWATI


ISA 330.23 : Jika salah saji yang tidak diperkirakan auditor ketika menilai risiko salah
saji yang material, didekteksi pada tanggal interim, auditor wajib mengevaluasi apakah
penilaian risiko tersebut dan sifat, waktu, dan luasnya prosedur substantif yang
direncanakan untuk mencakup periode tersisa, harus dimodifikasi.
b) Merancang Prosedur Substantif
Ada beberapa jenis prosedur substantif, adalah sebagai berikut:
1) Initial Procedures
2) Analytical Procedures
3) Uji Rinci (Test of Details)
a. Pengujian Detail Transaksi
Melakukan verifikasi pisah batas (cut off) transaksi penerimaan &
pengeluaran kas.
Membuat daftar transfer antar bank
b. Pengujian Detail Saldo
1. Melakukan penghitungan fisik kas
2. Melakukan konfirmasi saldo kas di bank.
3. Mereview rekonsiliasi bank yang dibuat oleh klien
4. Penyajian dan Pengungkapan
Pertimbangan Lain
Pengujian untuk mendeteksi lapping
Lapping adalah suatu ketidakberesan yang dilakukan dengan sengaja untuk
menyalahgunakan penerimaan kas untuk sementara waktu atau secara permanen. Lapping
dapat dilakukan kalau seseorang memiliki wewenang menerima kas dan menyelenggarakan
buku piutang. Auditor harus menilai kemungkinan terjadinya lapping dengan memperoleh
pemahaman tentang pemisahan tugas dalam penerimaan dan pencatatan penagihan dari
pelanggan. Ada tiga prosedur yang dapat mendeteksi lapping, yaitu:
Mengkonfirmasi piutang usaha
Melakukan perhitungan kas secara mendadak
Membandingkan rincian ayat jurnal penerimaan kas dengan rincian slip setoran
harian yang berkaitan
Jasa Nilai Tambah yang Terkait Dengan Saldo Efek dan Kas
Menentukan asumsi kunci sehubungan dengan penagihan dan pembayaran biaya
operasional yang mempengaruhi peramalan saldo kas
Membantu manajemen dalam mengembangkan model untuk meramalkan saldo kas
Mengidentifikasi peluang untuk mengubah praktek bisnis, seperti perubahan
kebijakan kredit atau perubahan manajemen persediaan, yang akan memperbaiki arus
kas
Membantu manajemen dalam pengembangan kebijakan investasi jangka pendek dari
kelebihan kas

DINA ANDRI TRI RAHMAWATI

Mengidentifikasi peluang untuk memperbaiki tingkat imbalan investasi jangka


pendek.