Anda di halaman 1dari 50

TINDAK PIDANA KORUPSI

DAN PENGADAAN
oleh :

Elok hendiono
Galuh Ayu Maharani
Decha Kusumaningtyas
Dina Andri Tri Rahmawati

AUDITINVESTIGASIDENGAN
MENGANALISISUNSURPERBUAT
ANMELAWANHUKUM

Tindak Pidana Korupsi


Tindak Pidana Korupsi (TPK) dilihat dari
ketentuan perundangan yang berlaku
di Indonesia.
UU nomor 31 tahun 1999
sebagaimana telah diubah dengan
UU nomor 20 tahun 2001 tentang
pemberantasan TPK.

30 Jenis Tindak Pidana


Korupsi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pasal 2 (Memperkaya diri)


Pasal 3 (Menyalahgunakan
wewenang)
Pasal 5, ayat (1), a:
Menyuap pegawai negeri
Pasal 5, ayat (1), b:
Menyuap pegawai negeri
Pasal 13: Memberi hadiah
kepada pegawai negeri
Pasal 5, ayat (2): Pegawai
negeri menerima suap
Pasal 12, a: Pegawai
negeri menerima suap
Pasal 12, b: Pegawai
negeri menerima suap

9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.

Pasal 11: Pegawai negeri


menerima hadiah
Pasal 6, ayat (1), a:
Menyuap hakim
Pasal 6, ayat (1), b:
Menyuap advokat
Pasal 6, ayat (2): Hakim dan
advokat menerima suap
Pasal 12, c: Hakim
menerima suap
Pasal 12, d: Advokat
menerima suap
Pasal 8: Pegawai negeri
menggelapkan
uang/membiarkan
penggelapan

16. Pasal 9: Pegawai negeri I


memalsukan buku
17. Pasal 10, a: Pegawai
negeri I merusakkan bukti
18. Pasal 10, b: Pegawai
negeri membiarkan orang
lain merusakkan bukti
19. Pasal 10, c: Pegawai
negeri membantu orang
lain merusakkan bukti
20. Pasal 12, e: Pegawai
negeri memeras
21. Pasal 12, f: Pegawai
negeri memeras
22. Pasal 12, g: Pegawai
negeri memeras
23. Pasal 7, ayat (1), a:
Pemborong berbuat
curang

24. Pasal 7, ayat (1), b:


Pengawas proyek
membiarkan perbuatan
curang
25. Pasal 7, ayat (1), c: Rekanan
TNI/Polri berbuat curang
26. Pasal 7, ayat (1), d:
Pengawas rekanan TNI/Polri
berbuat curang
27. Pasal 7, ayat (2): Perima
barang TNI/Polri
membiarkan perbuatan
curang
28. Pasal 12, h: Pegawai negeri
menggunakan tanah negara
29. Pasal 12, i: Pegawai negeri
turut serta dalam
pengadaan yang diurusnya
30. Pasal 12B jo.12C: Pegawai
negeri menerima gratifikasi
dan tidak melapor ke KPK

Tindak Pidana Lain Berkaitan dengan


Tipikor
UU Tipikor Bab III:
1. Mencegah, merintangi, atau menggagalkan
secara langsung atau tidak langsung penyidikan,
penuntutan, dan pemeriksaan di sidang
pengadilan terhadap tersangka, terdakwa, atau
saksi dalam perkara korupsi.
2. Tidak memberikan keterangan atau memberikan
keterangan palsu.
3. Melanggar KUHP Pasal 220, Pasal 231, Pasal 421,
Pasal 422, Pasal 429, atau Pasal 430.

UNSUR-UNSUR TINDAK PIDANA


KORUPSI
unsur-unsur tindak pidana korupsi dalam Undang-Undang
Nomor 20 Tahun 2001 :
1. Tindakan seseorang atau badan hukum melawan hukum
2. Tindakan tersebut menyalahgunakan wewenang.
3. Dengan maksud untuk memperkaya diri sendiri atau
orang lain.
4. Tindakan tersebut merugikan negara atau perekonomian
negara atau patut diduga merugikan keuangan dan
perekonomian negara.
5. Memberi atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri
dengan maksud berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam
jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya.
6. Memberi sesuatu kepada pegawai negeri yang berhubungan
dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban,
dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya.

7. Memberi atau menjanjikan sesuatu kepada hakim dengan


maksud untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan
kepadanya untuk diadili.
8. Memberi atau menjanjikan sesuatu untuk mempengaruhi
nasihat atau pendapat yang akan diberikan berhubung dengan
perkara yang diserahkan kepada pengadilan untuk diadili.
9. Adanya perbuatan curang atau sengaja membiarkan terjadinya
perbuatan curang tersebut.
10. Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang sengaja
menggelapkan uang atau surat berharga yang disimpan karena
jabatannya, atau membiarkan atau membantu dalam melakukan
perbuatan tersebut.
11.Dengan sengaja Menggelapkan, menghancurkan, merusakkan,
atau membuat tidak dapat dipakai barang, akta, surat, atau daftar
yang digunakan untuk meyakinkan atau membuktikan di muka
pejabat yang berwenang
12. Pegawai negeri yang menerima hadiah atau janji karena
kekuasaan yang berhubungan dengan jabatannya, atau yang
menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji
tersebut ada hubungan dengan jabatannya.

BEBERAPA KONSEP UNDANGUNDANG

Alat Bukti yang Sah


BebanPembuktian Terbalik
GugatanPerdataatasHartayangDisembunyikan
Pemidanaansecarainabsentia
MemperkayavsMenguntungkan
Pidanamati
Nullumdelictum
Concursusidealis
Concursusrealis
Perbuatanberlanjut
Lepasdari tuntutan hukum
vsBebasdarituntutanhukum

Alat Bukti yang Sah


MenurutpenjelasanUndang-UndangNomor31Tahun
1999,yaitubisa berupa informasiyang diucapkan, dikirim,
diterima,ataudisimpan secaraelektronik denganalatoptik
atauyangserupadenganitutetapitidak terbatas
padadatapenghubungelektronik, suratelektronik,telegram,
teleksdanfaksmile,dandaridokumen,
yaknisetiaprekamandataatau
informasiyangdapatdilihat,dibacaatau dikirim,dan atau
didengar yang dapatdikeluarkandenganatau tanpa
bantuansuatusarana,baik yang tertuang
diataskertasataubendafisikapapunselainkertas,
maupunyang terekamsecaraelektronik,yangberupa
tulisan/suara,gambar,peta, rancangan, foto,
huruf,tanda,angka,atau yang memilikimakna.

BebanPembuktian Terbalik
Pembalikanbebanpembuktianadalahpeletakanbebanpe
mbuktianyangtidaklagipadadiriPenuntut
Umum,tetapikepadaterdakwa. Nantinya orang yang
menuduh orang lain melakukan korupsi harus dapat
menunjukkan buktinya, sebaliknya, pelaku yang dituduh
juga harus
dapat membuktikan bahwa tuduhan itu tidak benar.

GugatanPerdataatasHartayan
g
Disembunyikan

Gugatanperdatadapatdilakukansetelahadanyakeku
atanhukumtetapolehpengadilan.Gugatan
dilakukanterhadapterpidanaatau
ahli warisnya apabila
masihterdapathartahasilrampasanatau
korupsi.

Pemidanaansecarainabse
ntia
Karenaseringnyakoruptoryangmelarikandiridantidak
hadirselama
persidangan,maka dalam
proseshukumdiberlakukansecarain absentia,
yaituprosesmengadiliseorangterdakwatanpa dihadiri
olehterdakwasendirisejakmulaipemeriksaansampaid
ijatuhkannyahukumanoleh pengadilan.

MemperkayavsMenguntun
gkan

Memperkayabermaknaadanyatambahankekayaan
sedangkan Menguntungkan bermakna keuntungan materiil
danimmateriil. Pembuktianmemperkaya
lebihsulitdaripadamenguntungkan.

PidanaMati

Pidanamatimerupakansebuahproseseksekusimatiterha
dapterdakwa
yang didasariatasputusan
pengadilan.Pidanamatiterkaitkoruptorsalah
satunyadiaturpadapasal2ayat(2)Undang-Undang
Nomor31Tahun
1999,yaitudalamhaltindakpidanakorupsisebagaimanad
imaksuddalamayat(1)
dikatakandalamkeadaantertentu,pidana
matidapatdijatuhkan.

Nullumdelictum

MaknanyatertuangdalamPasal1ayat(1)KUHP,intinyaba
hwasuatu
perbuatantidakdapat dipidana
kecualiberdasarkankekuatan ketentuanketentuanperundang-undanganpidanayangtelahada.

Concursusidealis
Concursusidealisyaitu satu perbuatan melanggar beberapa
pasal ketentuan hukum pidana.Sistempemberian pidana
yangdipakaidalamconcursus idealisadalah sistemabsorbsi,
yaituhanya dikenakanpidanapokokyang terberat.
Concursusidealis diaturdalam Pasal63KUHP.

Concursusrealis

Concursusrealisterjadiapabilaseseorangmelakukanbeber
apaperbuatan, danmasing-masingperbuatanitu berdiri
sendirisebagaisuatu
tindakpidana.
ConcursusrealisdiaturdalamPasal65-71KUHP.

PerbuatanBerlanjut

Perbuatanberlanjutterjadi kalau antara beberapa


perbuatan ada hubungannya,meskipunperbuatan itu
masing-masingmerupakan
kejahatan
ataupelanggaran,harusdipandangsebagaisatuperbuatan
berlanjut
danditerapkanancamanpidanapokokpalingberat.

LepasvsBebasdari
TuntutanHukum

Perbedaandariistilahiniadalahdalamhalputusanlepasd
arisegala
tuntutanhukum,jaksa
penuntutumumdapatmelakukankasasi,namun
untukputusan bebasmurni,makajaksapenuntut
umumtidak dapat melakukankasasi.

INVESTIGASI PENGADAAN

Pengadaan Publik Sumber Utama


Kebocoran Negara.
Supaya berfungsi efektif, suatu rezim pengadaan
perlu mencakup ciri-ciri berikut:
1.Kerangka hukum yang jelas, komprehensif, dan
transparan
2.Kejelasan tentang tanggung jawab dan
akuntabilitas fungsional,
3.Suatu organisasi yang bertanggung jawab untuk
kebijakan pengadaan dan pengawasan penerapan
tepat dari kebijakan tersebut.
4.Staf pengadaanyangterlatihbaik, kunciuntuk
memastikan sistempengadaan yang sehat.

Sistem Pengadaan Indonesia Tidak


Berfungsi
Sistem pengadaan tidak berfungsi dikarenakan
adanya praktik-praktik kolusif yang melibatkan
pejabat-pejabat pemerintah. Kolusi tersebut
merupakan bagian dari proses pengadaan.
Selama pelaksanaan kontrak, para pelaku bisa
berkolusi melalui administrasi kontrak yang
buruk.

Faktor Penyebab Kerangka Akuntabilitas


Untuk Pengadaan Gagal
Kerangka akuntanbilitas untuk pengadaan public di
Indonesia cacat dalambeberapa hal :
Kerangka Hukum Cacat
Pemerintah tidak terorganisasi untuk menangani
pengadaan
Insentif-insentif terdistorsi
Pengadaan dilakukan di balikpintu tertutup
Pengauditan lemah.

Ketentuan Perundang-Undangan
keppres 80/2003: Agar pengadaan barang/jasa
pemerintah yang dibiayai dengan Anggara
Pendapatan dan Belanja Negara/Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah sehat,
transparan, terbuka dan perlakuan yang adil bagi
semua pihak, sehingga hasilnya dapat
dipertanggungjawabkan baik dari segi fisik,
keuangan maupun manfaatnya bagi kelancaran
tugas Pemerintah dan Pelayanan Masyarakat.

Penyedia Barang/Jasa Lainnya


KEPPRES 80/2003
1. Pelelangan umum
2. Pelelangan terbatas
3. Pemilihan langsung
4. Penunjukan langsung
PERPRES 54/2010 DANPERPRES 35/2011
5. Pelelangan Sederhana
6. Pengadaan Langsung
7. Sayembara/Kontes
PERPRES 70/2012
8. Pelelangan Terbatas

Perbuatan atau Tindakan Penyedia


Barang/Jasa yang dapat Dikenakan Sanksi

Berusaha mempengaruhi panitia pengadaan/pejabat yang berwenang dalam bentuk dan


cara apapun, baik langsung maupun tidak langsung guna memenuhi keinginannya yang
bertentangan dengan ketentuan dan prosedur yang ditetapkan dalam dokumen
pengadaan/kontrak, dan/atau ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Melakukan persekongkolan dengan penyedia barang/jasa lain untuk mengatur harga
penawaran diluar prosedur pelaksana pengadaan barang/jasa sehingga
mengurangi/menghambat/memperkecil dan/atau meniadakan persaingan yang sehat
dan/atau merugikan pihak lain.
Membuat dan/atau menyampaikan dokumen dan/atau keterangan lain yang tidak benar
untuk memenuhi persyaratan pengadaan barang/jasa yang ditentukan dalam dokumen
pengadaan.
Mengundurkan diri dengan berbagai alasan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan
dan/atau tidak dapat diterima oleh panitia pengadaan.
Tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan kontrak secara bertanggung
jawab.

PEDOMAN DAN PETUNJUK


Pedoman dan petunjuk mengenai
pengadaan barang dan jasa, baik
berupa Keputusan Presiden dan
Peraturan Presiden maupun berupa
petunjuk/pamflet dan pelatihan oleh
Bappenas.

INVESTIGASI PENGADAAN
1. Tahap pratender
2. Tahap penawaran dan negosiasi
3. Tahap pelaksanaan dan penyelesaian
administratif

Berikut ini tanda-tanda (red flags) yang perlu dikenali


auditor:
Orang dalam memberikan informasi atau nasihat yang
menguntungkan satu kontraktor.
Pembeli menggunakan jasa konsultasi, masukan, atau
spek yang dibuat oleh kontraktor yang dinggulkan.
Pembeli memperbolehkan konsultan yang ikut dalam
penentuan dan pengembangkan spek, menjadi
subkontraktor atau konsultasi dalam proyek itu.
Biaya dipecah-pecah dan disebar ke bermacam akun
atau perincian sehinga lolos dari pengamatan atau
review.
Pejabat sengaja membuat spek yang tidak konsisten
dengan spek sebelumnya untuk pengadaan serupa.
Alasannya bisa bermacam-macam, misalnya kita
terdesak waktu atau ini sellers market.

Beberapa skema fraud pada saat


tahap penawaran dan negosiasi:
Permainan yang berkenaan dengan pemasukan
dokumen penawaran.
Permainan yang berkenaan dengan manipulasi
dalam proses persaingan terbuka.
Tender arisan (bid rotation).
Menghalang-halangi penyamapain dokumen
penawaran.
Menyampaikan dokumen penawaran pura-pura
(complementary bids)
Memasukkan dokumen penawaran hantu
(phantom bids).
Permainan harga.

Untuk mendeteksi permainan


substitusi barang, auditor harus
melakukan:
Pengecekan secara rutin dan kunjungan
mendadak
Me-review laporan inspeksi atau laporan
laboratorium pengujian secara cermat
Uji produk di laboratorium independen
Review dokumen dan bandingkan dengan
produk atau jasa yang diterima untuk
memastikan adanya kepatuhan
Penilaian atas barang dan jasa yang diserahkan
untuk memastikan bahwa ketentuan yang
disepakati telah dipenuhi, termasuk didalamnya
pengendalian mutu.

Komputer sebagai alat Bantu


Penyuplai dengan alamat P.O. BOX.
Penyuplai dengan alamat yang sama dengan alamat
pegawai
Kontrak yang gagal dalam proses tender, tetapi sekarang
menjadi subkontraktor
Pembayaran-pembayaran kepada penyuplai tertentu selama
suatu jangka waktu (untuk mendeteksi kemungkinan
pembayaran yang berulang-ulang atau pembayaran ganda).
Pembayaran kepada penyuplai yang tidak melalui sistem
yang ada.
Pegawai atau konsultan yang dalam hari yang sama
menangani beberapa proyek atau proyek yang bukan untuk
pembeli.

Perbedaan Antara
Keputusan Presiden No. 80 Tahun
2003,
Perpres No. 54 Tahun 2010,
Perpres No. 35 Tahun 2011
(Perubahan Pertama),
Perpres No. 70 Tahun 2012
(Perubahan Kedua)

A. PENGGUNA ANGGARAN/KUASA
PENGGUNA ANGGARAN

B. PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN

C. UNIT LAYANAN PENGADAAN/PEJABAT


PENGADAAN

Masalah Pengadaan Alquran


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan dua
tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Alquran di Kementerian Agama
(Kemenag).
Selain anggota Komisi VIII DPR Fraksi Partai Golkar, Zulkarnaen Djabar, Direktur Utama
PT KSAI berinisial DP juga ditetapkan sebagai tersangka.
"Tersangka kedua adalah DP diidentifikasi sebagai Direktur Utama PT KSAI. Yang
bersangkutan adalah kerabat ZD," kata Ketua KPK Abraham Samad dalam jumpa pers
di kantornya, Jumat (29/6/2012). Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun
tribunnews.com, DP merujuk kepada anak kandung tersangka Zulkarnaen Djabar
bernama Dendi Prasetia Zulkarnaen Putra. Seperti ayahnya, Dendi juga disangka
menerima aliran dana terkait tiga proyek pengadaan di Kemenag. Antara lain proyek
pengadaan kitab suci Al Quran tahun 2011 di Ditjen Bimbingan Masyarakat (Bimas)
Islam, proyek pengadaan laboratorium komputer untuk madrasyah tsanawiyah (MTS)
di Ditjen Pendidikan Islam Kemenag tahun 2011, dan proyek pengadaan kitab suci Al
Quran tahun anggaran 2012.
Abraham Samad mengungkapkan, nilai suap dalam kasus ini hingga miliaran rupiah.
Pemberian imbalan kepada tersangka Zulkarnaen dan Dendi diberikan dalam
beberapa tahap.
"Nilainya ratusan juta hingga miliaran rupiah," ujar Abraham.
Dendi saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jendral (Sekjen) di organisasi kepemudaan
sayap Partai Golkar, Gema MKGR. Keduanya disangka melanggar Pasal 5 ayat 2, Pasal
12 huruf a atau b dan atau Pasal 11 juncto Pasal 55 dan Pasal 65 KUHP.

KRONOLOGI KASUS
"Kronologis perkara tindak pidana korupsi yang dilakukan, Pada
2011, pengadaan Al-Quran oleh Kementerian Agama dilakukan dalam
dua tahap. Tahap pertama sebanyak 225.045 buah dengan biaya Rp
4,5 miliar. Sedangkan tahap kedua menelan dana Rp 20,5 miliar,
untuk pengadaan 653 ribu Al-Quran. ZD mengarahkan kepada oknum
Ditjen Bimas Islam untuk memenangkan PT Adi Abdi Aksara Indonesia
dalam proyek pengadaan Alquran," kata Abraham saat jumpa pers di
kantor KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2012).
Zulkarnaen Djabar dan anaknya, Dendy Prasetya. Anggota Komisi
Agama DPR ini diduga melakukan penggiringan anggaran di Senayan.
Dia juga diduga sempat berkomunikasi dengan Djauhari melalui
Dendy untuk mengatur pemenang tender ini. Atas jasanya ini, KPK
menduga Zulkarnaen menerima aliran dana sekitar Rp 10 miliar.
Keduanya diduga mengarahkan agar Kementerian memenangkan
perusahaan PT Adi Abdi Aksara Indonesia sebagai pelaksana proyek.

Duet ayah-anak itu juga memerintahkan oknum Ditjen


Pendidikan Islam untuk memenangkan PT BKN dalam proyek
laboratorium MTS dan sistem komunikasi tahun 2011, senilai Rp
31 milyar. "Setelah dicek, perusahaan yang memenangkan tender
itu milik keluarganya, Mereka menerima transfer berulang kali.
Jumlahnya milyaran," Samad menambahkan.
KPK menyelidiki kasus ini sejak awal 2012. "Ada yang lapor,
perusahaan pemenang tender pengadaan Al-Quran milik keluarga
anggota DPR," kata sumber GATRA. Penyelidikan dokumen
menunjukkan adanya perusahan yang berkorelasi dengan
keluarga Zulkarnaen. Bukan hanya pada pengadaan Al-Quran,
melainkan juga laboratorium madrasah. KPK lalu meminta PPATK
menelusuri rekening Zul, istri, dan anaknya. Ternyata rekening
istrinya kerap menerima aliran dana dengan nilai di atas Rp 500
juta.

IDENTIFIKASI MASALAH
Bagaimana mungkin pengadaan 67.600 alquran itu
menelan biaya Rp. 55 milyar atau Rp. 815.000 per
buah.
Beberapa tahun terakhir Kemenag selalu menempati
rangking teratas sebagai instansi negara terkorup.
"Kemenag harus melakukan perubahan radikal yang
terukur dan sistematis.
653 ribu Al-Quran menumpuk di gudang milik PT Adhi
Aksara Abadi Indonesia, pemenang tender tahun
2011 belum didistribusikan.
Korupsi dikementerian agama tersebut didalangi oleh
orang yang masih memiliki ikatan atau hubungan
keluarga, yang lebih parahnya lagi pelakunya adalah
ayah dan anak. Sehingga mereka lebih mudah untuk
menanipulasi pengeluaran atau anggaran pengadaan
al quran tersebut.