Anda di halaman 1dari 9

Aktualisasi adalah sesuatu mengaktualkan.

Aktualisasi Pancasila secara objektif, yaitu melaksanakan


Pancasila dalam setiap aspek penyelenggaraan Negara meliputi
eksekutif, legislative dan yudikatif dan dalam bidang kehidupan
kenegaraan lainnya.

Aktualisasi Pancasila secara subjektif, yaitu pelaksanaan


Pancasila dalam setiap pribadi, perseorangan, warga Negara, dan
penduduk.
Pelaksanaan Pancasila secara subjektif sangat ditentukan oleh
kesadaran, ketaatan, serta kesiapan individu untuk
mengamalkan
Pancasila.

Pendidikan, Pendidikan Tinggi adalah jenjang pendidikan


setelah pendidikan menengah yang mencakup program
diploma, program sarjana, program magister, program
doktor, dan program profesi, serta program spesialis, yang
diselenggarakan oleh perguruan tinggi berdasarkan
kebudayaan bangsa Indonesia.
Penelitian, kegiatan yang dilakukan menurut
kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk
memperoleh informasi, data, dan keterangan yang
berkaitan dengan pemahaman dan/atau pengujian
suatu cabang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pengabdian kepada masyarakat, kegiatan sivitas
akademika yang memanfaatkan Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan
mencerdaskan kehidupan bangsa.
(UU No. 12 Tahun 2012)

Akademik berasal dari academia, yaitu sekolah


yang diadakan Plato (Pranarka, 1983:37-375).
istilah akademi yang berkaitan dengan proses
belajar-mengajar,sebagai tempat dilakukannya
kegiatan mengembangkan intelektual.
mencakup pengertian kegiatan intelektual yang
bersifat refleksif, kritis, dan sistematis.
merupakan seluruh sistem nilai, gagasan, norma,
tindakan, dan karya yang bersumber dari Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi sesuai dengan asas
Pendidikan Tinggi. (Pasal 11 UU No. 12 Tahun 2012)

Kritis, senantiasa mengembangkan sikap ingin tahu segala sesuatu untuk


selanjutnya diupayakan jawaban dan pemecahannya melalui suatu
kegiatan ilmiah penelitian.
Kreatif, senantiasa mengembangkan sikap inovatif, berupaya untuk
menemukan sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi masyarakat.
Obyektif, kegiatan ilmiah yang dilakukan harus benar-benar berdasarkan
pada suatu kebenaran ilmiah, bukan karena kekuasaan, uang atau ambisi
pribadi.
Analitis, suatu kegiatan ilmiah harus dilakukan dengan suatu metode
ilmiah yang merupakan suatu prasyarat untuk tercapainya suatu
kebenaran ilmiah.
Konstruktif, harus benar-benar mampu mewujudkan suatu karya baru
yang memberikan asas kemanfaatan bagi masyarakat.
Dinamis, ciri ilmiah sebagai budaya akademik harus dikembangkan
terus-menerus.
Dialogis, dalam proses transformasi ilmu pengetahuan dalam
masyarakat akademik harus memberikan ruang pada peserta didik untuk
mengembangkan diri, melakukan kritik serta mendiskusikannya.

Menerima kritik, sebagai suatu konsekuensi suasana dialogis


yaitu setiap insan akademik senantiasa bersifat terbuka terhadap
kritik.
Menghargai prestasi ilmiah/akademik, masyarakat intelektual
akademik harus menghargai prestasi akademik, yaitu prestasi dari
suatu kegiatan ilmiah.
Bebas dari prasangka, budaya akademik harus mengembangkan
moralitas ilmiah yaitu harus mendasarkan kebenaran pada suatu
kebenaran ilmiah.
Menghargai waktu, senantiasa memanfaatkan waktu seefektif
dan seefisien mungkin, terutama demi kegiatan ilmiah dan prestasi.
Memiliki dan menjunjung tinggi tradisi ilmiah, memiliki
karakter ilmiah sebagai inti pokok budaya akademik.
Berorientasi ke masa depan, mampu mengantisipasi suatu
kegiatan ilmiah ke masa depan dengan suatu perhitungan yang
cermat, realistis dan rasional.

Kebebasan Akademik
kebebasan Sivitas Akademika dalam Pendidikan Tinggi untuk
mendalami dan mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
secara bertanggung jawab melalui pelaksanaan Tridharma.

Kebebasan Mimbar
wewenang profesor dan/atau Dosen yang memiliki otoritas dan
wibawa ilmiah untuk menyatakan secara terbuka dan
bertanggung jawab mengenai sesuatu yang berkenaan dengan
rumpun ilmu dan cabang ilmunya.

Otonomi Keilmuan
otonomi Sivitas Akademika pada suatu cabang Ilmu Pengetahuan
dan/atau Teknologi dalam menemukan, mengembangkan,
mengungkapkan, dan/atau mempertahankan kebenaran ilmiah
menurut kaidah, metode keilmuan, dan budaya akademik.
(UU No. 12 Tahun 2012)

Masyarakat kampus wajib senantiasa bertanggung


jawab secara moral atas kebenaran obyektif,
tanggung jawab terhadap masyarakat bangsa dan
negara, serta mengabdi kepada kesejahteraan
kemanusiaan.
Oleh karena itu sikap masyarakat kampus tidak
boleh tercemar oleh kepentingan politik penguasa
sehingga benar-benar luhur dan mulia.
Oleh karena itu dasar pijak kebenaran masyarakat
kampus adalah kebenaran yang bersumber pada
ketuhanan dan kemanusiaan.

Sekian...
Terima kasih