Anda di halaman 1dari 10

Untuk semua barang-barang konsumsi tahan lama.

Semua bagunan-bangunan perumahan


dimasukkan dalam perhitungan-perhitungan sebagai investasi ketika sedang dibangun. Census
Bureau menghitung tiap triwulan nilai dari bangunan perumahan yang dibangun. Dalam hal
rumah sewaan, sewa-sewa dimasukkan dalam pengeluaran konsumen pada jasa-jasa. Bagi
perumahan sendiri OBE menghitungkan nila sewa bruto kepada rumah itu dan memasukkan itu
ke pengeluaran-pengeluaran konsumen pada jasa-jasa; di segi pendapatan dimasukkan
pendapatan sewa netto yang diperhitungkan.
Hal terakhir yang perlu diperhatikan mengenai komponen investasi dalam tinjauan ulang
pendek ini ialah, bahwa tinjauan ini mencantumkan investasi dalam inventaris perusahaan. Inilah
perubahan dalam persediaan inventaris sejak permulaan sampai akhir dari masa perhitungan.
Perubahan dalam inventaris ialah barangkali sektor yang paling berubah-ubah dalam
perhitungan-perhitungan, paling sedikit di segi produk, dan hal ini penting dalam pembicaraan
kita dalam pasal 3 mengenai hubungan antara interpretasi tentang persamaan (1) yaitu sebaga
suatu identitas yang tetap berlaku dan sebagaikondisi keseimbangan yang hanya benar, jika
pendapatan dan produk seimbang. Umpamanya jka semua barang-barang tahan lama untuk
konsumen dimiliki oleh perusahaan-perusahaan yang menyewakan seperti yang sering terjadi
dengan mobil-mobil, penjualan barang-barang itu hendaknya dicatat dalam table 2-2.
Umpamanya, jika semua barang-barang tahan lama untuk konsumen memiliki oleh perusahaanperusahaan tahan lama untuk konsumen memiliki oleh perusahaan-perusahaan seperti yang
sering terjadi dengan mobil-mobil, penjualan barang-barang itu hendaknya dicatat dalam :

PRODUK NASIONAL BRUTO (PNB)


PENGELUARAN KONSUMSI PRIBADI

189
121

Barang-Barang Tahan Lama

18

Barang-Barang Tidak Tahan Lama

48

Jasa

55

INVESTASI DOMESTIK PRIBADI BRUTO


Investasi Tetap Perusahaan
Bangunan-Bangunan
Perlengkapan Tahan Lama Dari Produsen

29
18
8
12

Bangunan-Bangunan Perumahan

Perubahan Dalam Inventaris

EKSPOR NETTO DARI BARANG-BARANG DAN JASA

-1

Ekspor

17

Impor

18

PEMBELIAN BARANG-BARANG DAN JASA-JASA OLEH PEMERINTAH


Federal

39
14

Pertahanan Nasional

Hal-Hal lain

Negara Bagian Dan Pemerintah Setempat

25

Sumber Survey of Current Business, April 1978.


Akhirnya perincian dari pembelian-pembelian pemerintah akan barang-barang dan jasajasa antara pertahanan federal, bagian bukan pertahanan federal, dan kategori-kategori Negara
bagian dan pemerintah lokal patut diperhatikan. Jumlah pembelian-pembelian Negara bagian dan
pemerintah local lebih besar dari jumlah pembelian-pembelian federal. Sebagai tambahan, kirakira 70% dari pembelian federal di untukkan bagi Pertahanan Nasional. Keadaan ini disebabkan
hampir semua pengeluaran-pengeluaran untuk pertahanan federal ialah pembelian-pembelian
akan barang-barang dan jasa-jasa seperti tank-tank dan pembayaran militer, sedang hanya 20%
dari pengeluaran-pengeluaran untuk bukan pertahanan yang merupakan pembelian-pembelian.
Sisa dari pengeluaran-pengeluaran ini ialah pembayaran-pembayaran transfer, pembayaran-

pembayaran bunga, dan tunjangan kepada negara bagian dan pemerintah lokal. Ini semua
bukanlah pembayaran-pembayaran untuk barang-barang dan jasa-jasa yang diproduseri dewasa
ini maka dari itu tidak langsung masuk PNB. Sebaliknya, ini dicatat dalam segi pendapatan
sebagai pengurangan terhadap penerimaan-penerimaan pajak sebagai pembayaran-pembayaran
pajak negative, seperti yang akan kita lihat dalam pembicaraan mengenai penggunaan
pendapatan nasional.

PNB BERDASARKAN TIPE PENDAPATAN, DAN PENDAPATAN NASIONAL


Penjelmaan dari PNB pada harga pasar, yaitu PNB diukur dengan segi produk seperti
diukur dengan pengeluaran-pengeluaran, ke Pendapatan Nasional (PN) yaitu jumlah dari faktorfaktor yang diterima dalam memproduksi PNB, tertera dalam Tabel 2-3. Bertolah dari PNB,
Tunjangan-Tunjangan Konsumsi Kapital (TKK), yaitu penyusutan dari peralatan perlengkapan
dan bangunan-bangunan perumahan, dikurangkan untuk mendapatkan Produk Nasional Netto
(PNN). TKK tentu merupakan bagian dari arus uang cash perusahaan dan begitu juga merupakan
bagian utama dari simpanan perusahaan bruto seperti yang akan kita lihat sebentar lagi.untuk
menyatakan identitas dasar (1) yang dalam stilah-istilah PNB, dalam istilah-istilah PNN, dapat
kita kurangkan TKK dari I, menghasilkan investasi netto, dan bukan investasi bruto. Begitu juga
dapat dikurangkan dari S.
Tabel 2-3
PNN Sebagai Modal Pendapatan, 1977 ($ Milyar)

PENDAPATAN NASIONAL BRUTO (PNB)

1890

Kurang Tunjangan Konsumsi Kapital

197

PRODUK NASIONAL NETTO (PNN)

1693

Kurang Pajak-Pajak Perusahaan Tak Langsung

165

Pembayaran-Pembayaran Transfer Perusahaan

Diskrepansi Statistic

Tambah Subsidi Netto Kepada Perusahaan Pemerintah

PENDAPATAN NASIONAL (PN)


Kompensasi Untuk Para Karyawan

1521
1156

Pendapatan Pemilik

98

Pendapatan Sewa Perorangan

25

Laba Perusahaan

140

Bunga Netto

101

Sumber : Survey of Current Business, April 1978.


Dengan mengurangi Komponen tabungan perusahaan dari S menjadi tabungan perusahaan netto,
dan bukan bruto.
Ada satu asal utama dan tidak soal amat kecil antara PNN dan Pendapatan Nasional. Soal
utama ialah Pembayaran Pajak Perusahaan Tak Langsung (PPTL). Ini menggambakan perbedaan
antara apa yang dibayar oleh pembeli-pembeli untuk produk akhir dan apa yang diterima oleh
para penjual, yaitu penerimaan-penerimaan dari pajak-pajak excise dan pajak-pajak penjualan.
Oleh karena itulah jumlah yang diterima oleh penjualan-penjualan, neto PPTL, yaitu
dikonversikan kepada pembayaran factor PPTL harus dikurangkan dari PNN, supaya sampai ke
Pendapatan Nasional, yang pada hakekatnya PNN diukur dengan biaya faktor-faktor dan bukan
dengan harga pasar. PPTL akan masuk dalam komponen segi pendapatan dari identitas PNB (1).
Yang pertama dari soal-soal kecil antara PNN dan PN yaitu pembayaran-pembayaran
transfer perusahaan-perusahaan ialah terutama pembelian-pembelian perusahaan kepada
yayasan-yayasan tak cari untung dan penyusutan dari hutang-hutang yang tak dibayar. Ini harus
dikurangkan sebab hal itu ialah sebagian dari penerimaan perusahaan dari penjualan-penjualan,
yang tidak disampaikan.

Diskrepansi statistik ialah perbedaan antara PNB, yang diukur pada segi pendapatan dan
produk, berdasarkan kenyataan bahwa dasar-dasar statistika untuk kedua ukuran-ukuran itu tidak
tergantung dari, atau paling sedikit berbeda dari, satu sama lain. Ukuran segi pendapatan datang
dari item-item mengenai pengembalian-pengembalian pajak pribadi dan perusahaan dan
pengembalian-pengembalian pajak penggunaan tenaga kerja, yaitu pembayaran-pembayaran
untuk dana-dana kompensasi keamanan sosial (social security) dan penganggaran. Ukuran segi
produk disusun dari penualan-penjualan inventaris dan tata secara tepat. Diskriminasi negative
menunjukkan bahwa ukuran segi pendapatan itu lebih besar dari segi penduduk. Diskrepansi
statistik mudah terhitung dalam tabungan dalam identitas PNB, pendapatan yang diukur, yang
tidak tampak dalam pengeluaran-pengeluaran segi produk dianggap harus disimpan.
Soal kecil yang lain antara PNN dan PN ialah subsidi-subsidi netto yang dibayar
pemerintah-pemerintah kepada perusahaan-perusahaan pemerntah, seperti TVA atau toko
penjualan minuman harus milik Negara.
Tabel 2-4
Alokasi PNB Pada Segi Pendapatan, 1977 ($ Milyar)

GNP

1890
Kurang Tunjangan-Tunjangan Konsumsi Kapital (TKK)

197

Kurang Pajak-Pajak Tak Langsung

165

NNP

Pembayaran Transfer Perusahaan

Diskrepansi Statistik

Tambah Subsidi-Subsidi Netto


NI

21521

Kurang Laba Perusahaan

140

Pajak Laba Perusahaan

69

Dividen-Dividen

41

Tabungan Perusahaan Netto

30

Bunga Netto

101

Sumbangan Untuk Asuransi Sosial

139

Tambahan Pembayaran-Pembayaran Transfer Pemerintah

198-

Pembayaran Bunga Pribadi

148

Bunga Netto

101

Bunga Yang Dibayar Pemerintah Kepada Perorangan dan Perusahaan

42-

Kurang Bunga Yang Diterima Pemerintah

25

Bunga Yang Dibayar Konsumen Kepada Perusahaan

30

Divinden-Divinden

41

Pembayaran-Pembayaran Transfer Perusahaan


PENDAPATAN PRIBADI (PP)
Kurang Pembayaran Pajak Pribadi
PENDAPATAN PRIBADI BERSIH (PPB)
Kurang Tabungan Pribadi

9
1537
228
1309
67

Transfer-Transfer Untuk Orang Asing


Bunga Yang Dibayar Konsumen Kepada Perusahaan kepada Perusahaan
PENGELUARAN KONSUMEN

30
1211

Sumber : Survey of Current Business, April 1978.


Perusahaan Negara ini ada di sektor perusahaan, jadi di segi produk outputnya diukur
berdasarkan nilai penjualan. Tetapi jika perusahaan-perusahaan itu membuat perusaan kerugiankerugian, di neraca, pembayaran-pembayarannya kepada pendapatan factor untuk produksi
dewasa ini melebihi nilai outputnya dengan jumlah kerugian itu, yang pada gilirannya diganti
dengan subsidi netto dari pemerintah. Jadi subsidi-subsidi netto ini harus ditambahkan kepada
PPN untuk menempati PN. Subsidi-subsidi netto ini masuk dalam identitas PND dasar (1)
sebagai pembayaran pajak negative di segi pendapatan.
Kelima baris terakhir dari Tabel 2-3 menunjukkan perincian dari Pendapatan Nasional
berdasarkan saham faktor sebelum pembayaran-pembayaran pajak langsung. Maka ini ialah
pendapatan faktor harus bersifat menerangkan diri sendiri. Dalam suatu usaha untuk mengukur
hanya sumbangan-sumbangan riil ke PNB, pendapatan-pendapatan pemilik, pendapatan dari
sewa dan laba perusahaan dikoreksi dengan penyusutan melalui tunjangan-tunjangan konsumsi
kapital. Pendapatan pemilik dan laba perusahaan ditunjukkan juga sebagai untung kapital netto
disebabkan konsikar-konsikar harga pada pemilikan inventaris yang ada dengan menambahkan
penyesuaian penakaran inventaris.
Ini hal yang menarik untuk diperhatikan bahwa jika kita kucilkan pendapatan pemilik,
saham dari pendapatan nasional yang dipakai untuk kompensasi karyawan dalam tahun 1977,
ialah kira-kra 80%, dengan 20% untuk pendapatan pemilik, sehingga ini merupakan saham
pendapatan nasional untuk tenaga kerja dan kapital, jika pendapatan pemilik bagi-bagi secara
berbandingan dengan jumlah pendapatan nasional. Tetapi amat sukar untuk menentukan bagian
mana dari pendapatan pemilik termasuk ke kapital pemilik toko dan bagian mana termasuk ke
tenaga kerjanya. Sekiranya ini semua pendapatan kapital, saham tenaga kerja ialah kira-kira 70%
dalam tahun 1977, jika itu semuanya pendapatan tenaga kerja, saham tenaga kerja ialah kira-kra
82% di pengangguran dan pertolongan kepada khalayak umum bukanlah pembayaranpembayaran untuk output dewasa ini, dan karena itu bukan di C, tetapi lebih merupakan
pembayaran-pembayaran pajak negative, yang harus dicantumkan dengan tanda minus di T.
Pokok-pokok lain dengan keterangan tambah mulai dari PNB sampai ke pengeluaran
konsumen, yaitu pembayaran pembayaran bunga pribadi dan pembayaran-pembayaran transfer
peusahaan-perusahaan, dihapuskan dengan mengurangkan pokok-pokok yang terdapat di deretan
yang mana itu mulai dari PNB sampai ke pengeluaran konsumen, jadi jumalah C + S + T + R f
memang nyatanya ditambahkan menjadi PNB.

Dalam bagian terakhir kita bicarakan pokok-pokok antara PNB dan PN. Disini dapat kita
bicarakan secara ringkas antara pokok-pokok dalam Tabel 2-4 antara PN dan pengeluaran
konsumen. Mulai dari PN sampai ke Pendapatan Pribadi (PP) mengandung pengurangan
pendapatan factor, yang tidak sampai kepada sebagai pendapatan pra-pajak bruto dan
menambahkan pokok-pokok yang masuk dalam PP tetapi tidak dalam PN.
Pokok keempat di bawah PN dalam Tabel 2-4, tabungan perusahaan netto, dihubungan ke pokok
pertama, yaitu laba perusahaan dengan definisi berikut :
Tabungan per laba per pajak laba
Divinden-divnden.
Perusahaan netto perusahaan-perusahaan.
Jadi, tabungan perusahaan netto ialah yang sama dengan penerimaan yang ditahan, bagian dari
laba yang tidak dibayar dalam pajak-pajak atau divenden-divenden. Tabungan perusahaan netto
tambah TKK ialah tabungan perusahaan bruto.
Sumbangan-sumbangan untuk Asuransi Sosial (SAS) mencakup pembayaranpembayaran teruntuk majikan dan karyawan untuk pajak social security, pajak kompensasi
pengangguran, dan lain sebagainya. Ini diambil mulai dari PN sampai ke PP dan ini sebagian dari
penerimaan pemerintah dalam perkiraan-perkiraan.

PENGGUNAAN DARI PENDAPATAN NASIONAL (PPDN)


Langkah kita terakhir dalam meninjau ulang oerkiraan-perkiraan ialah mengalokasikan
PNB dan Pendapatan Nasional diantara komponen-komponen segi pendapatan dari identitas
PNB, yaitu pengeluaran konsumen C, tabungan S, pembayaran-pembayaran pajak T dan transfertransfer pribadi kepada orang-orang asing R. Kita lakukan ini degan menelusuri sampai ke
bawah segi pendapatan, mulai dari PNB ke Pendapaatan Nasional ke Pendapatan Pribadi ke
Pendapatan Pribadi Bersih ke Pengeluaran Konsumen, dalam pada itu kita mengalokasikan tiap
pokok yang diambil dari PNB terus sampai ke S, T, atau F, sehingga pada akhirnya, tatkala hanya
C yang tertinggal kita mendapat jumlah C + S + T + Rf , yang sama dengan PNB.
Langkah-langkah kita dari PNB sampa ke pengeluaran konsumen di segi pendapatan
tertera daloam Gambar 2-4, dialokasikan diantara S T, R, dan R f . Disitu komponen-komponen C
+ S + T + Rf ditambahkan menjadi PNB, waktu mmeriksa komponen-komponen segi pendapatan
mulai dari PNB di bagian atas Tabel 2-4 sampai ke pengeluaran konsumen di bagian bawah,
pembaca harus memperhatikan bahwa pokok-pokok yang ditambahkan itu dikurangkan dalam
alokasi pokok-pokok itu ke S, T, dan R f atau dihapuskan dengan mengurangkan lebih jauh di
bawah dalam menuju ke pengeluaran konsumen.

Ketiga pokok yang dikurangkan dalam alokasi ke kategori segi pendapatan ialah subsidi
netto untuk perusahaan-perusahaan pemerintah, yaitu subsidi-subsidi netto dalam Tabel 2-4,
pembayaran-pembayaran transfer pemerintah dan bunga pemerinta, yang semuanya merupakan
pengurangan-pengurangan kepada pajak T. Jadi jumlah T di segi pendapatan ialah pendapatan
pajak netto yaitu pengurangan netto dari arus pendapatan yang ditimbulkan oleh penerimaan
penerimaan pajak bergabung kukang pembayaran-pembayaran transfer dari pemerintah federal,
Negara bagian dan pemerintah local. Ditinjau dengan cara lain pembayaran-pembayaran transfer
pemerintahan untuk pokok-pokok seperti keamanan nasional, kompensasi.
Seperti tertera diatas, pembayaran-pembayaran transfer-tranfer dan bunga dari
pemerintah kepada PN dan diperlakukan sebagai pemasukan-pemasukan negatif dalam T.
Pembayaran-pembayaran ini membagi-bagikan kembali pendapatan diantara kelompokkelompok yang saling bertindih, yang membayar pajak-pajak di satu pihak, dan menirima
pembayaran-pembayaran transfer dan bunga dari hutang pemerintah di pihak yang lain.
Sisa pemasukan-pemasukan jelas dan terang. Pendapatan bunga pribadi dan transfer
perusahaan keduanya saling menghapuskan di salah satu tempat. Pembayaran-pembayaran pajak
pribadi, yang dalokasikan ke T, membawa kita dari PP ke Pendapatan Pribadi Bersih (PPB), yang
menjadi pendapatan pribadi sesudah pajak. Pembayaran pajak pribadi mencakup pengeluaran
juga seperti bea dan izin. PPN dibagi-bagi dalam tabungan pribadi, yang masuk S, transfertransfer kepada orang-orang asing yaitu pengiriman-pengiriman yang kepada kaum keluarga di
negeri asal pembayaran-pembayaran bunga pribadi, yang menghapuskan tambahan terdahulu
mulai dari PN sampai ke PP dan pengeluaran-pengeluaran konsumen.
RINGKASAN DARI IDENTITAS PNB
Alokasi terakhir dari PPB mengakhiri alokasi ke komponen-komponen segi pendapatan C
+ S + T + Rf . Dalam Tabel 2-2 kami tunjukkan susunan PNB di segi produk dari perkiraanperkiraan Tabel 2-3 menunjukkan penjelmaan mulai dari PNB sampai ke PN dan susunan PN
yang terdiri dari pendapatan-pendapatan factor. Akhirnya, Tabel 2-4 memperlihatkan bagaimana
PNB dan PN dialokasikan diantara komponen-komponen segi pendapatan. Ini membenarkan
identitas PNB dasar.
C + I + G + (X-M) = PNB = C + S + T + Rf (5)
yang seterusnya memainkan peranan analitis yang penting dalam seluruh sisa buku ini. Dua versi
lain dari identitas ini, yaitu neraca tabungan intenvarus dan identitas PNB riil, penting juga
dalam analisa kita ini, maka kami akan memperkenalkan disini.

NERACA TABUNGAN INVESTASI

Secara diam-diam sudah tercantum dalam persamaan identitas PNB (5) suatu identitas
lain, yang menunjukkan kesamaan antara, secara kasar, tabungan dan investasi dalam
perekonomian. Identitas tabungan investasi ini akan menjadi konsep analitis yang penting dalam
pasal 3, maka ada gunanya memperkenalkannya disini sebagai turunan lumrah dari identitas
PNB.
Jika kita kurangkan pengeluaran konsumsi C dari kedua segi dari identitas PNB, maka
kita dapati identitas investasi tabungan.
I + G + (X-M) = S + T + Rf .

(6)

Jumlah pada sisi kiri dari (6) menggambarkan jumlah output, yang tidak masuk ke pengeluaran
konsumen, dan jumlah sebelah kanan menunjukkan jumlah pendapatan para konsumen, yang
tidak dipakai. Jika kita secara bebas mengidentifisir output non konsumsi sebagai salah satu jenis
investasi dan pendapatan yang tidak masuk ke pendapatan konsumen sebagai tabungan, maka
persamaan (6) dapat ditafsirkan sebagai suatu identitas investasi tabungan.
Dalam suatu perekonomian tertutup, atau dalam perekonomian dimana ekspor netto dan
pembayaran transfer swasta kepada orang asing kecil, suku-suku (X-M) dan R f dapat dihilangkan
dari persamaan (6) untuk tujuan-tujuan analitia. Jika kita lakukan ini, dan dipindahkan
pembelian-pembelian pemerintah C ke sisi kanan, maka kita dapati :
I = S + (T-G),
Sebagai versi lain dari identitas investasi tabungan, ini menyatakan bahwa investasi swasta I
harus sama dengan jumlah tabungan swasta tambah tabungan pemerintah netto T-G. Yang
terakhir ialah jumlah kelebihan dari pemerintah federal, negara bagian dan lokal. Output yang
masuk ke investasi perusahaan tambah bangunan-bangunan perumahan harus sama dengan
jumlah tabungan swasta, yaitu pendapatan sesudah pajak yang tidak dipakai, tambah kelebihan
pemerintah netto.

PNB NOMINAL DAN RIIL


PNB dapat diukur berdasarkan harga-harga dewasa in, seperti telah kta anggap secara
implisit sampai titik ini, atau dalam batas waktu yang tertentu, dengan memakai beberapa hargaharga tahun dasar. PNB nominal, atau uang, yang diukur berdasarkan harga-harga dewasa ini,
ialah jumlah output nasional saja dalam nilai dolar. PNB riil harus dibangun dengan membagi
tiap subsector PNB nominal, seperti pengeluaran konsumen untuk barang-barang tahan lama atau
pembelian-pembelian perusahaan akan perlengkapan listrik, dengan indeks harga relevan.
Jika tiap komponen PNB dengan begitu dideflasikan oleh indeks harga yang relevan,
maka kita dapati identitas PNB riil.