Anda di halaman 1dari 6

Akuifer adalah lapisan batuan dibawah permukaan tanah yang mengandung air dan dapat

dirembesi air. Akuifer dibedakan atas :


a. Akuifer bebas : merupakan akuifer yang permukaan atasnya berhubungan langsung
dengan atmosfir.
b. Akuifer tertekan (confined aquifer): aquifer yang dibatasi oleh lapisan kedap air, baik
yang di atas maupun di bawah, serta mempunyai tekanan jenuh lebih besar dari pada
tekanan atmosfer. Air tanah pada akuifer ini disebut air tanah tertekan.
Magma adalah lelehan batuan, bercampur dengan butiran mineral dan gas-gas terlarut yang
terjadi ketika suhu naik cukup tinggi untuk meleleh ke dalam kerak bumi atau selubung.
Lahar merupakan aliran piroklastik, berukuran mulai debu vulkanik, sampai bongkahan yang
jenuh air ke bawah lereng dengan cepat, menerjang semua yang menghalanginya.
Macam gempa : gempa dangkal berada atau berdekatan dengan palung laut, sedangkan gempa
intermedier dan gempa dalam berada ke arah daratan.
Pelapukan secara fisika atau pelapukan-fisika disebut juga pelapukan mekanik (mechanical
weathering). Pada proses pelapukan ini hanya berlangsung perubahan fisik saja secara mekanik,
sedang komposisinya secara kimia tetap.
Proses pembentukan batuan ada 2 yaitu pelapukan mekanik dan pelapukan kimia.
Tahap deformasi batuan melalui 3 tahap beruntun diantaranya sebagai berikut :
a) Elastic Deformation. Deformasi sementara, tidak permanen atau dapat kembali ke
bentuk awal. Begitu stress dihilangkan batuan kembali
ke bentuk dan volume
semula. Elastisitas ini ada batasnya, yang disebut elastisitic limit, yang apabila dilewati
batuan tidak akan kembali pada kondisi awal.
Hukum Hooke memperlihatkan hubungan antara stress dan strain, yaitu: Sebelum
melampai batas elastisitasnya hubungan stress dan strain suatu material adalah linier.
b) Dutile deformation : merupakan deformasi dimana elastic limit dilampaui dan perubahan
bentuk dan volume batuan tidak kembali ke bentuk semula.
c) Fracture : Terjadi apa bila batas atau limit elastisitas dan ductile deformasi dilampaui.
Sesar (fault)
Sesar adalah: rekahan pada batuan yang mengalami pergerakan yang sejajar dengan bidangnya.
Berdasarkan dip dari bidang sesar dan arah gerak relatifnya, sesar diklasifikasikan sebagai :
- sesar normal
- sesar naik (reverse fault) atau thrust fault
- sesar mendatar (strike slip fault).
Porositas dan Permeabilitas dari Batuan Sedimen

Porositas: Jumlah rongga kosong yang terdapat antar butir dalam batuan, dinyatakan dalam
persen volume. Porositas sangat penting bagi akuifer air tanah dan reservoir hidrokarbon.
Porositas
Besar porositas ditentukan oleh:

Tatanan partikel. Sisi-sisi partikel yabg saling bersentuhan atau saling mengunci,
porositasnya sangat kecil. Seperti: batuan beku.

Besar dan Bentuk Partikel. Partikel dengan besar butir sama dan membulat,
hingga banyak ruang diantara partikelnya, maka porositasnya sangat baik.

Jumlah ukuran yang berbeda. Partikel-partikel kecil dapat mengisi rongga antara
partikel yang besar, sehingga memperkecil porositas.
Permeabilitas
Merupakan besaran yang menyatakan kemampuan batuan untuk meloloskan cairan (fluida). Agar
batuan mempunyai permeabilitas tinggi, pori-pori atau rongga antar butir harus saling
berhubungan. Lempung mempunyai porositas tinggi, tapi tidak saling berhubungan, maka
permebilitasnya rendah. Batu pasir, yang butirannya membulat dan sama besarnya, maka
permeabilitasnya tinggi.
Metode Geolistrik - Tahanan Jenis
Mempelajari batuan bawah permukaan yang didasarkan pada sifat hantaran listrik batuan. Prinsip
dari metoda cara tahanan jenis adalah : merambatkan arus listrik ( I ), arus searah atu arus bolak
balik dengan frekuensi rendah, kedalam tanah melalui dua elektroda arus (elektroda A dan B).
Mengukur beda potensial (V) yang ditimbulkannya, dengan menggunakan dua elektroda
potensial ( M dan N). Maka hambatan dari batuan antara elektroda M dan N dapat dihitung
dengan menggunakan Hukum Ohm yaitu :
R= V/I
dimana :
R = tahanan (ohm/mohm),
V= beda potensial listrik (volt/mvolt)
I = arus listrik (amper)
Selanjutnya dihitung harga tahanan jenis semu,
a = K R = K ( V/I)
K : faktor geometri
Harga K tergantung dari konfigurasi elektroda- elektroda arus dan potensial.
Metoda Seismik Refraksi
Metoda seismik didasarkan pada perambatan gelombang seismik di dalam tanah (pada
batuan).
Dalam perambatannya gelombang seismik akan mengalami refleksi, refraksi dan difraksi
setiap menemui diskontinuitas atau bidang batas antara dua lapisan batuan yang berbeda
sifat elastisitasnya atau adanya perubahan impedansi akustik dari lapisan batuan. Refleksi
dan refraksi gelombang tersebut memenuhi hukum Snellius, sebagaimana gelombang
cahaya.

Metoda Seismik :
- Seismik refleksi, biasanya digunakan eksplorasi dalam, seperti dalam eksplorasi minyak
- Seismik refraksi, umumnya untuk kedalaman dangkal
Kecepatan Gelombang Seismik
Kecepatan rambat gelombang merupakan fungsi dari mudulus elastisitas dan densitas(rapat
massa) batuan dimana gelombang merambat, hubungan tersebut adalah :
2
( 4 / 3) k

VP

dan VS

VP
2 2

VS
1 2

Dimana :
: Konstanta Lame
: modulus geser
k: bulk modulus
: densitas (rapat massa)
: Poisson ratio
Aplikasi Seismik Refraksi
Aplikasi seismik refraksi umumnya untuk penelitian kedalaman dangkal (<100 m ), seperti :
- hydrogeologi
- Geologi teknik
- Prospeksi tambang
- Menentukan kecepatan gelombang pada lapisan batuan dangkal untuk seismik petrolier
Jenis gerak tanah dapat dipisahkan atas :

Kegagalan lereng secara mendadak, yang mengakibatkan berpindahnya massa


batuan atau debris batuan secara slumping, jatuh atau meluncur

Aliran, campuran sedimen, air dan udara,dengan memperhatikan kecepatan dan


konsentarasi sedimen yang mengalir.
Umur Relatif : umur yang ditentukan berdasarkan posisi batuan, sedimen, atau fosil relatif
terhadap posisi batuan, atau sedimen atau fosil di sekitarnya. Dengan kata lain, umur relatif
tidak menunjukkan angka, tetapi pernyataan bahwa tentang mana yang lebih tua dan mana yang
lebih muda berdasarkan proses pembentukannya.

Umur Absolut : umur yang ditunjukkan dengan suatu angka yang diperoleh dari pengukuran
radioaktif. Jadi, umur absolut ini langsung menunjukkan angka umurnya sehingga dapat
diketahui pada jaman apa batuan tersebut terbentuk.
3 Macam Jenis Magma
Dari analisa kimia, magma dapat dibedakan : magma basa, magma asam, dan magma
intermedier.
Magma Basa
Kandungan SiO2 : 50%
Suhu 900-1200 oC
Viskositas rendah --> mempunyai kemampuan untuk mengalir
Terbentuk oleh peleburan parsial mantel, yang bergerak ke atas sepanjang
pemekaran lantai samudra. Contoh batuannya basalt.
Magma Asam
Kandungan SiO2 : 60-70%
Suhu <800 oC
Viskositas tinggi --> lebih kental --> mobilitas rendah.
Terbentuk dari peleburan parsial kerak samudera dan bagian bawah kerak benua
di daerah penunjaman. Contoh: Andesit. Granit dan Ryolit
Magma Intermedier (Andestic Magma)
SiO2 : 60%
Terletak antara asam dan basa
contoh: andesit
- Aktivitas magma sangat berkaitan dengan proses-proses yang berlangsung
pada batas-batas lempeng aktif.
- 2 jenis utama magma yang terbentuk pada kerangka tektonik , yaitu :
basaltis dan granitis
Pengambilan air tanah berlebihan, dapat menyebabkan rongga-rongga, yang semula berisi air
menjadi kosong. Kekosongan ini mendorong lapisan batuan untuk menyesuaikan keseimbangan
baru, akibat tekanan dari beban diatasnya dengan pemadatan (settelement). Adanya rongga ini
akan menyebabkan air laut masuk ke dalam akuifer (intrusi air asin). Pemadatan tersebut
mengakibatkan amblesan pada permukaan tanah.
Geologi berasal dari bahasa Yunani yaitu geo yang artinya bumi dan logos yang artinya ilmu,
jadi geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi.
Secara umum, geologi adalah ilmu yang mempelajarimateri dan struktur pembentuk bumi, serta
bentuk-bentuk roman permukaan bumi, cara terjadinya, proses dan sejarah perkembangannya di
masa lampau, saat ini, serta masa yang akan datang.
Cakupan dari ilmu geologi sangat luas sehingga untuk memudahkan dalam mempelajari bumi,
maka ilmu geologi dapat dibagi menjadi beberapa cabang ilmu, diantaranya:
(1) Mineralogi dan Petrologi, yaitu ilmu yang mempelajari mineral dan
batuan, sedangkan petrologi mempelajari asal mula kejadian dan
klassifikasi dari batuan.
(2) Paleontologi yaitu ilmu tentang kehidupan masa lalu. Dalam

paleontologi dipelajari juga semua aspek kehidupan fosil yang


dijumpai dalam batuan.
(3) Geomorfologi merupakan ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk
bentang alam permukaan bumi, termasuk proses-proses yang
terjadi padanya.
(4) Geologi struktur adalah ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk
struktur bagian dalam bumi dan dibagian dalam bumi yang
membentuknya.
(5) Stratigrafi ilmu yang mempelajari urutan pembentukan batuan
penyusun kerak bumi, terutama untuk batuan-batuan yang
berlapis. Dengan mempelajari stratigrafi, dapat diketahui sejarah
geology dari bumi kita ini.
(6) Geologi Teknik, yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari
tentang penggunaan geologi dalam lapangan pekerjaan teknik.
Aplikasi ilmu geologi terus berkembang sejalan dengan kemajuan ilmu dan teknologi, serta
kebutuhan manusia yang semakin bertambah. Bidang-bidang aplikasi dari Ilmu geologi,
diantaranya adalah :
Pertambangan untuk mengetahui proses pembentukan endapan mineral yang
mempunyai nilai ekonomis.
Perminyakan, untuk mengetahui jebakan-jebakan minyak dan gas bumi.
Hidrologi, mempelajari mengenai lapisan akuifer (lapisan pengandung air tanah
dan pemanfaatannya.
Geologi teknik mempelajari hubungan antara ilmu geologi dengan problemproblem keteknikan, khususnya teknik sipil.
Geologi lingkungan, untuk mengevaluasi interaksi antara manusia dengan
lingkungannya.
Pada umumnya semua bidang ilmu yang berhubungan dengan bumi selalu mernbutuhkan
pengetahuan tentang geologi.
Struktur Internal Bumi Berdasarkan Sifat Mekanik/Fiska
Perubahan sifat fisik , kuat batuan (rock strengh) dan fasa (cair dan padat), dikontrol oleh suhu
dan tekanan dibandingkan dengan komposisi batuan.
Berdasarkan sifat fisiknya, selubung dan kerak bumi dibagi menjadi tiga daerah, yaitu:
- Mesosfir
- Astenosfir
- Litosfir
Zona Subduksi. Lempeng samudra tertekuk ke bawah dengan sudut 45 derajat atau lebih,
menyusup di bawah blok benua menuju astenosfir. Zona ini disebut Zona Subduksi. Zona
subduksi mempunyai karakteristik yang khas, selain terjadinya busur kepulauan (island arc) yang
disebut juga sebagai busur magmatik, juga terbentuknya bancuh (melange) serta busur-busur
punggungan dan cekungan.
Bencana Gunung Api

Erupsi gunung basaltis umumnya tidak berbahaya. Tetapi erupsi tefra dari gunung strato andestik
atau riolitik dapatmenimbulkan bencana. Bencana yang ditimbulkan tersebut antara lain:
Aliran cepat piroklastik panas, dan hembusan lateral searah dapat menghanguskan
pendudukp, sebelum sempat menyelamatkan diri.
Tefra dan gas beracun panas dapat menimbun penduduk atau mati lemas oleh gas
beracun.
Tefra dapat menimbulkan bencana, meskipun erupsi sudah lama berlalu. Hujan
menjadikan tumpukan tefra pada lereng yang terjal tidak stabil dan meluncur
dengan cepat ke bawah lereng, sebagai aliran lumpur, menyapu dan menimbun
semua yang dilaluinya. Aliran ini dinamakan aliran lahar dingin.
Erupsi bawah laut menyebabkan gelombang laut yang sangat besar, menimbulkan
tsunami. Karakatau 1883 Hamparan tefra menutupi lahan pertanian.
Pertemuan antar lempeng tektonik
Ada tiga kemungkinan yang terjadi pada pertemuan antar lempeng, yaitu :
- lempeng samudra dengan lempeng samudra
- lempeng benua dengan lempeng samudra
- lempeng benua dengan lempeng benua
Umumnya pertemuan dua lempeng sejenis tidak terjadi subduksi, karena mempunyai rapat massa
yang sama.