Anda di halaman 1dari 13

NAMA KELOMPOK :

ALVIERA MAYASISTA (125020207111070)


DANY ANDRIAN
(1250202001111030)
YUDIA FIRDA KUSUMA (125020207111039)

BAB 12
MENENTUKAN STRATEGI PRODUK
A. Karakteristik dan Klasifikasi Produk
Banyak orang berpikir bahwa sebuah produk merupakan
tawaran berwujud, namun produk sebenarnya bisa lebih
dari itu. Produk adalah segala sesuatu yang dapaaat
ditawarkan ke pasar untuk memuaskan keinginan atau
kebutuhan. Produk-produk yang
dipasarkan meliputi
barang fisik, jasa, pengalaman, acara-acara, orang, tempat,
properti, organisasi, dan gagasan
a. Tingkat produk
b. Klasifikasi produk
c. Ketahanan dan Keberwujudan

fisik bervariasi dalam potensi mereka untuk diferensiasi. Pemasar selalu


mencari dimensi baru.
Diferensiasi produk
Banyak produk dapat didiferensiasi berdasarkan bentuk (ukuran, model,
atau struktur
fisik
produk). Contohnya, aspirin. Walalupun pada hakikatnya
merupakan komoditas, ia dapat dideferensiasikan berdasarkan ukuran dosis,
bentuk, warna, lapisan luar, masa fungsi.
Fitur (feature)
Melalui survei, dapat diidentifikasi dan diseleksi tentang nilai pelanggan
dibandingkan
biaya perusahaan untuk fitur yang melengkapi fungsi dasar produk.
Mutu kinerja
Empat level kinerja adalah: rendah, rata-rata, tinggi dan unggul.
Perusahaan harus
merancang satu level kinerja yang sesuai dengan pasar sasaran dan
level kinerja
pesaing.
Mutu kesesuaian (conformance quality).
Misalnya mobil A dirancang untuk mencapai kecepatan 6 mil per jam
dalam 10 detik.
Jika setiap produk yang selesai dirakit memenuhi itu, dikatakan memiliki
mutu
kesesuaian tinggi.

Kemudahan pemesanan (ordering ease). Banyak bank sekarang


menyediakan
perangkat lunak perbankan di rumah untuk membantu nasabah
mendapatkan
informasi dan bertransaksi dengan bank secara lebih efisien. Para
konsumen
sekarang bahkan mampu memesan dan menerima bahan makanan
tanpa pergi ke supermarket.
Pengiriman (delivery). Mengacu pada seberapa baik produk atau jasa
diserahkan
kepada pelanggan. Contoh; Pizza disampaikan dalam keadaan panas
kepada
pembeli di rumah.

Pemasangan (installation) mengacu pada pekerjaan yang


dilakukan untuk
membuat produk tertentu beroperasi di lokasi yang
direncanakan.
Pelatihan pelanggan (customer training) mengacu pada pelatihan
para pegawai
pelanggan untuk menggunakan peralatan dair penjual secara tepat
dan efisien. (alat
X-ray dsb).

D.
Hubungan Produk dan Merek
Masing-masing produk berkaitan dengan produk-produk tertentu
lainnya.
1. Hirarki Produk
2. Bauran dan Sistem Produk
3. Analisis Lini Produk
4. Panjang Lini Produk
5. Penetapan Harga Bauran
E.

Pengemasan, Pelabelan, Penjaminan Dan Garansi


Kebanyakan produk fisik harus dikemas dan diberi label. Banyak
pemasar menyebut pengemasan sebagai P kelima, bersama price,
product, place dan promotion. Namun, kebanyakan pemasar
memperlakukan pengemasan dan pelabelan sebagai elemen dari strategi
produk. Penjaminan dan garansi dapat juga merupakan bagian penting
dari strategi produk, yang sering muncul pada kemasan

Riset menawarkan tiga pedoman strategi penggabungan.


Harga gabungan harus lebih rendah dibanding jumlah produk
individual.
Susunlah promosi, satu sesudah yang lain, untuk menghindari
konflik promosi.
Harus bijaksana memberikan rabat untuk produk individual
karena konsumen menggunakan harga produk individual sebagai
rujukan eksternal.
Pengembangan kemasan yang efektif membutuhkan beberapa
keputusan. Dari perspektif
perusahaan maupun pelanggan, pengemasan harus mencapai
sejumlah tujuan.
1. Identifikasikan merek.
2. Sampaikanlah informasi yang deskriptif dan persuasif.
3. Permudahkan proteksi dna transportasi produk.
4. Banutlah penyimpanan di rumah
5. Bantulah konsumsi produk.

MERANCANG DAN MENGELOLA JASA


Perusahaan-perusahaan berupaya mengembangkan satu reputasi untuk kinerja
yang unggul dalam penyerahan tepat waktu, jawaban yang lebih baik dan lebih
cepat atas pertanyaan=pertanyaan, dn resolusi yang lebih cepat atas keluhankeluhan. Layanan menjadi mantra. Terkenal karena prestasinya dalam perangkat
keras dan perangkat lunak komputer, IBM telah melakukan suatu transformasi
besar. Perusahaan-perusahaan seperti America Express telah mencatatkan diri
untuk mengkonsultasikan keterlibatan yang mencakup perangkat lunak, perangkat
keras yang disesuaikan dengan pesanan dan solusi sistem yang bernilai milyaaran
dolar bagi IBM. Prakarsa e-bisnis berdasarkan permintaaan dari IBM merupakan
upaya seluruh perusahaan untuk membantu perusahaan lain memanfaatkan
kekuatan teknologi melalui produk dan jasa IBM.

HAKIKAT JASA
Jasa adalah setiap tindakan atau kinerja yang dapat ditawarkan satu pihak kepada
pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak dapat mengakibatkan
kepemilikan apapun. Jasa tersebut mungkin saja atau mungkin juga tidak terkait
dengan suatu produk fisik.
Sektor produksi-jasa akan terus menjadi generator pekerjaan yang dominan dan
menambah 20,5 % lowongan kerja pada tahun 2010 sementara pekerjaan
manufakturing diperkirakan meningkat hanya 3 %. Angka ini telah mengakibatkan
minat yang makin tinggi terhadap masalah-masalah khusus di bidang jasa
pemaasaran.

semakin tergantung pada mutu dan ketersediaan layanan pelanggan


yang menyertainya.
3.Campuran.
Tawaran tersebut terdiri atas barang dan jasa dengan bagian yang
sama. Misalnya,
orang pergi ke restoran untuk mendapatkan makanan maupun
layanan.
4.Jasa utama yang disertai barang dan jasa yang sangat kecil.
Contohnya penumpang pesawat terbang membeli jasa angkitan
Perjalanan tersebut
meliputi bawang berwujud, seperti makanan dan minuman, tiket dan
majalah
penerbangan. Jasa tersebut memerlukan barang padat moda (pesawat
terbang) untuk
merealisasikannnya, tetapi produk utamanya adalah jasa.
5.Jasa murni.
Contohnya penjagaan bayi, psikoterapi, dan pijat.
Karena bauran barang dan jasa yang berbeda-beda ini, sulit melakukan
generalisasi
tentang jasa tanpa mencari perbedaan lebih lanjut. Namun, beberapa
generalisasi
dapat digunakan.

Hakikat bauran jasa juga memiliki implikasi pada bagaimana


konsumen mengevaluasi mutu. Pertama, konsumen jasa
umumnya mengandalkan cerita dari mulut ke mulut
daripada iklan. Kedua, mereka sangat mengandalkan harga,
petugas, dan petunjuk fisik untuk menilai mutunya. Ketiga,
mereka sangat setia pada penyedia jasa yang memuaskan
mereka. Keempat, karena adanya biaya peralihan, bisa
terjadi keengganan dari banyak konsumen.
Itu dapat merupakan tantangan untuk memikat pelanggan
menjauhkan diri dari pesaing.
Karakterisrti jasa yang mencolok:
1. Tidak berwujud (intangibility)
2.. Tidak terpisahkan (inseparability)
3.Bervariasi (variability)
4.Tidak tahan lama (perishability)

STRATEGI PEMASARAN UNTUK PERUSAHAAN JASA.


Pergeseran hubungan pelanggan.
Pelanggan mengeluh tentang informasi yang tidak akurat, personel yang
tidak tanggap, kasar, atau tidak dilatih dengan baik, dan waktu tunggu yang
lama.Keluhan jasa pelanggan sedang meningkat. Sebelumnya, perusahaan
jasa menyambut baik semua pelanggan, namun sekarang perusahaanperusahaan ini memiliki begitu banyak data tentang individu-individu
sehingga mereka mampu mengklasifikasikan mereka ke dalam tingkatan
laba. Dengan demikian, tidak serba jelek bagi semua pelanggan. Perusahaan
penerbangan, hotel dan bank semuanya memanjakan pelanggan yang baik.
Pembelenja besar mendapatkan diskon k husus, tawaran promosi, dan
banyak layanan spesial. Pelanggan lainnya mendapat biaya lebih tinggi,
layanan yang dikurangi, paling-paling hanya ada pesanan bersuara untuk
menjawab pertanyaan. Namun, perusahaan yang menyediakan tingkatan
jasa berbeda harus berhati-hati dalam menuntut jasa yang lebih unggul
karena pelanggan yang mendapatkan perlakuan jelek dapat melukai
reputasinya.
Yang paling penting, internet telah memberdayakan pelanggan dengan
memungkinkan mereka meluapkan kemarahan terhadap layanan yang jelek.

pertanyaan-pertanyaan sederhana, atau saling berkunjung pada saat


pelanggan sedang menunggu, pelanggan akan berfikir dua kali untuk
melakukan bisnis lagi dengan penjual tersebut.
Adapun lima penentu mutu jasa, disajikan menurut tingkat
kepentingannya.
1.Keandalan.
Kemampuan melaksanakan layanan yang dijanjikan secara
meyakinkan dan akurat..
2.Daya tangkap.
Kesediaan membantu pelanggan dan memberikan jasa dengan cepat.
3.Jaminan.
Pengetahuan dan kesopanan karyawan dan kemampuan mereka
menyampaikan
kepecayaan dan keyakinan.
4.Empati.
Kesediaan memberikan perhatian yang mendalam dan khusus kepada
masingmasing pelanggan.
5. Benda berwujud.
Penampilan fasilitas fisik, perlengkapan, karyawan, dan bahan
komunikasi.

MENGELOLA MEREK JASA


Sejumlah merek yang sangat kuat di dunia ini adalah jasa yaitu jasa
keuangan (Citibank, American Express, JP Morgan, HSBC dan Goldman
Sachs). Sejumlah rumah sakit mendapatkan reputasi megamerek
karena terbaik di bidangnya seperti Mayo Clinic, Massachusets General
dan Sloan Kettering. Seperti sejumlah merek lain, merek jasa harus
terampil mendeferensiasii dirinya dan menyusun strategi merek yang
memadai.
Mendeferensiasi jasa.
Para pemasar jasa seirng mengeluh karena sulit mendeferensiasi jasanya.
Jika para pelanggan menganggap layanan sebagai cukup homogen, para
pelanggan tersebut tidak terlalu peduli pada siapa penyedia jasanya dan
sangat peduli pada harga. Tetapi tawaran jasa dapat dideferensiasi dengan
beberapa cara. Pada industri penerbangan, berbagai perusahaan
penerbangan telah memperkenalkan fitur seperti program bioskop, barang
kenangan yang dijual, layanan telepon daru udara ke darat, dan
pemberian hadiah atas pelanggan yang sering naik pesawat mereka.

Kualitas departemen-departemen layanan pelanggan sangat berbeda-beda. Dalam


menyediakan layanan, sebagian besar perusahaan bergerak melalui beberapa tahap;
-.
Produsen biasanya memulainya dengan menjalankan departemen suku cadang dan
perbaikannya sendiri. Kemudian mereka merasa mahal dan menghabu\iskan waktu
untuk
melatih orang-orang lain, dan menemukan bahwa mereka dapat menghasilkan
banyak uang
dengan menjalankan bisnis suku cadang dan perbaikan tersebut.Sejauh mereka
merupakan
pemasok tunggal suku cadang yang dibutuhkan, mereka dapat mengenakan harga
yang
sangat mahal.
-.
Lama kelamaan, produsen-produsen mengalihkan lebih banyak jasa pemeliharaan
dan
perbaikan kepada distributor dan penjual resmi. Kedua perantara ini tinggal klebih
dekat
dengan pelanggan, menjalankan usaha di k\lokasi yang lebih banyak, dan dapat
menawarkan
jasa dengan lebih cepat. Produsen masih menghasilkan laba dari suku cadang, tetapi
menyerahkan laba layanan kepada perantaranya.Kemudian muncul perusahaanperusahaan
jasa independen. Lebih dari 40 ^ tugas perbaikan mobil sekarang dilakukan di luar
penyelur
mobil.
-. Pilihan layanan pelanggan semakin cepat dan ini menurunkan harga dan laba
layanan.