Anda di halaman 1dari 3

Ruang Lingkup psikologi komunikasi terdiri dari :

1. Sistem Komunikasi Intrapersonal


Komunikasi intrapribadi atau Komunikasi intrapersonal adalah penggunaan
bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri antara self
dengan God. Komunikasi intrapersonal merupakan keterlibatan internal secara
aktif dari individu dalam pemrosesan simbolik dari pesan-pesan. Seorang
individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan, memberikan umpan balik
bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan. Komunikasi
intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi yang lainnya.
Pengetahuan mengenai diri pribadi melalui proses-proses psikologis seperti
persepsi dan kesadaran (awareness) terjadi saat berlangsungnya komunikasi
intrapribadi oleh komunikator. Untuk memahami apa yang terjadi ketika orang
saling berkomunikasi, maka seseorang perlu untuk mengenal diri mereka sendiri
dan orang lain. Karena pemahaman ini diperoleh melalui proses persepsi. Maka
pada dasarnya letak persepsi adalah pada orang yang mempersepsikan, bukan
pada suatu ungkapan ataupun obyek.
2. Sistem Komunikasi Interpersonal
Kita dapat memahami makna atau pengertian dari komunikasi interpersonal
dengan mudah jika sebelumnya kita sudah memahami makna atau pengertian
dari komunikasi intrapersonal. Seperti menganonimkan saja, komunikasi
intrapersonal dapat diartikan sebagai penggunaan bahasa atau pikiran yang
terjadi di dalam diri komunikator sendiri. Jadi dapat diartikan bahwa komunikasi
interpersonal adalah komunikasi yang membutuhkan pelaku atau personal lebih
dari satu orang. R Wayne Pace mengatakan bahwa komunikasi interpersonal
adalah Proses komunikasi yang berlangsung antara 2 orang atau lebih secara
tatap muka.
Komunikasi Interpersonal menuntut berkomunikasi dengan orang lain.
Komunikasi jenis ini dibagi lagi menjadi komunikasi diad, komunikasi publik, dan
komunikasi kelompok kecil.
Komunikasi Interpersonal juga berlaku secara kontekstual bergantung kepada
keadaan, budaya, dan juga konteks psikologikal. Cara dan bentuk interaksi
antara individu akan tercorak mengikuti keadaan-keadaan ini.
3. Sistem Komunikasi Kelompok
Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa
orang dalam suatu kelompok kecil seperti dalam rapat, pertemuan, konperensi
dan sebagainya (Anwar Arifin, 1984). Michael Burgoon (dalam Wiryanto, 2005)
mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai interaksi secara tatap muka antara
tiga orang atau lebih, dengan tujuan yang telah diketahui, seperti berbagi
informasi, menjaga diri, pemecahan masalah, yang mana anggota-anggotanya
dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang lain secara tepat.
Kedua definisi komunikasi kelompok di atas mempunyai kesamaan, yakni adanya
komunikasi tatap muka, peserta komunikasi lebih dari dua orang, dan memiliki
susunan rencana kerja tertentu untuk mencapai tujuan kelompok.
4. Sistem Komunikasi Massa

Menurut Bittner (1980:10) : Komunikasi massa adalah pesan yang


dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang.
Menurut Garbner (1967) : Komunikasi massa adalah produksi dan distribusi
yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta
paing luas dimiliki orang dalam masyarakat industry.
Menurut Ruben (1992) : Komunikasi massa adalah proses di mana informasi
diciptakan dan disebarkan oleh organisasi untuk dikonsumsi oleh khalayak.
Dari definisi-definisi diatas dapat diambil suatu rangkuman definisi bahwa
komunikasi massa diartikan sebagai jenis komunikasi yang ditujukan kepada
sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui media cetak
atau media elektronik sehingga pesan yang sama dapat disampaikan secara
serempak dan sesaat. Atau dengan kata lain, komunikasi massa adalah proses
penyampaian pesan yang berlangsung dimana pesannya dikirim dari sumber
yang melembaga kepada klayak yang sifatnya missal melalui alat-alat yang
bersifat mekanis.

Ada tiga bagian fungsi utama ruang lingkup komunikasi, yaitu :


Memahami diri sendiri dan orang lain
Salah satu yang harus kita perhatikan dari komunikasi adalah memahami diri
sendiri dan orang lain. Dengan kata lain, kita bergantung pada komunikasi untuk
membangun kesadaran diri kita. Pakar komunikasi Thomas Hora menyatakan,
untuk memahami dirinya sendiri orang lain ia butuh untuk memahami orang lain
. Melalui proses komunikasi, kita sampaikan dengan jelas, pada kondisi apa
sajakah kita memiliki kekuatan untuk mempengaruhi orang lain, serta apakah
kita mampu secara efektif membuat keputusan atau menyelesaikan konflik dan
masalah.
Mempankan Hubungan yang Bermakna
Komunikasi menawarkan kita kesempatan untuk memuaskan apa yang disebut
oleh psikologi William Schutz sebagai kebutuhan kita untuk inkluisi, control,
dan efeksi.
Inkluisi adalah kebutuhan kita untuk bersama dengan orang lain, untuk
mengadakan kontak sosial. Kebutuhan untuk control adalah kebutuhan kita
untuk merasa bahwa kita itu mampu bertanggung jawab bahwa kita mampu
untuk bekerja sama dan mengelola lingkungan kita. Kebutuhan efeksi adalah
kebutuhan kita untuk menyatakan dan menerima cinta atau kasih sayang.
Mengubah Sikap dan Perilaku
Kita menghabiskan banyak waktu untuk mencoba mempengaruhi orang lain agar
berpikir, seperti apa yang kita pikir, bertindak sebagaimana kita lakukan, dan
menyukai apa yang kita suka. Kadangkala upaya kita berhasil dan kadangkala
kita gagal.

Komunikasi yang kita bahas adalah komunikasi antarmanusia. Dalam memahami


manusia dan dalam interaksi, kita tak sendiri. Dalam diri manusia ada begitu
banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Contohnya, seseorang yang keliatan
religious, sopan, bisa jadi seorang penjahat. Namun, sebaliknya seseorang yang
kelihatan kasar, urukan, dan berwajah seram bisa jadi menjadi maikat penolong
yang muncul pada saat kita butuhkan.