Anda di halaman 1dari 26

PENDEKATAN TRADISIONAL

UNTUK PERUMUSAN TEORI


AKUNTANSI

Kelompok 3 :
Sandy algafiqi
Syaifudin
Arif sutrisno
Fajria tri astuti

PENDEKATAN DITERAPKAN UNTUK


MERUMUSKAN TEORI AKUNTANSI
1.Pendekatan nonteoritis
2.Pendekatan deduktif
3.Pendekatan induktif
4.Pendekatan secara etis
5.Pendekatan sosiologis; dan
6.Pendekatan ekonomi.

SIFAT DASAR AKUNTANSI BERBAGAI


PANDANGAN
Komite terminologi aicpa mendifinisikan sbb:
Akuntansi adalah seni pencatatan ,penggolongan
dan peringkasan transaksi yang bersifat
keuangan dengan cara berdaya guna dan dalam
bentuk satuan uang ,dan penginterpretasian
hasil tersebut.
Saat ini :
Akuntansi aktifitas jasa .Fungsinya menyediakan
informasi kuantitatif ,terutaman sifat keuangan
tentang entitas ekonomik yang diperkirakan
bermanfaat dalam pembuatan keputusan
keputusan ekonomik dalam membuat pilianhan
diantara alternatif tinfakan yang ada.

BEBERAPA PANDANGAN
AKUNTANSI MENURUT PARA
AKUNTAN

Akuntansi sebagai ideologi


Akuntansi sebagai bahasa
Akuntansi sebagai catatan historis
Akuntansi sebagai realitas ekonomi masa kini
Akuntansi sebagai sistem informasi
Akuntansi sebagai komoditas
Akuntansi sebagai mitos
Akuntansi sebagai alasan logis
Akuntansi sebagai perumpamaan
Akuntansi sebagai percobaan
Akuntansi sebagai distorsi

AKUNTANSI SEBAGAI SEBUAH IDOLOGI


Akuntansi dipandang sebagai fenomena idologis
sebagai sarana untuk mendukung dan
meligimitasi tatanan sosial ,ekonomi,dan
polotik .Saat ini
Akuntansi juga dipandang sebagai mitos ,simbol
dan kegiatan ritual yang mengizinkan
penciptaan suatu tatanan simbolis yang
didalamnya agen agen sosial dapat saling
berinteraksi.

AKUNTANSI SEBAGAI SEBUAH BAHASA.


Akuntansi dipandang sebagai bahasa bisnis ,suatu cara
pengkomunikasian informasi tentang bisnis.
Komponen bahasa :
Adanya simbol simbol ,atau karakteristik leksikal
Adanya aturan Tata Bahasa.

AKUNTANSI SEBAGAI CATATAN PERISTIWA YANG LALU


(HISTORIS)

Umumnya akuntansi telah dipandang sebagai suatu


sarana penyediaan sejarah/historis suatu organisasi
dan transaksi transaksinya dengan lingkungannya.
Baik bagi pemilik maupun pemegang saham
perusahaan, pencatatan akuntansi menyediakan
suatu sejarah kepengurusan manajer terhadap
sumber daya pemilik.

Bimberg
membedakan
pengukuran
konsep
kepengurusan dalam empat periode :
Periode pure custodial (periode pemeliharaan
murni)
Periode
tradisional
custodial
(periode
pemeliharaan tradisional)
Periode aset utilization (periode utilitas aktiva)
Periode open ended (periode terbuka)

AKUNTANSI SEBAGAI REALITAS


EKONOMI MASA KINI

Tesis utama dari pandangan ini adalah bahwa baik


neraca maupun laporan laba rugi harus didasarkan
pada suatu basis penilaian yang lebih mencerminkan
kenyataan ekonomi daripada biaya historis

AKUNTANSI SEBAGAI SISTEM


INFORMASI

Akuntansi diasumsikan menjadi suatu proses


yang menghubungkan sumber informasi atau
pemancar (biasanya akuntan), saluran informasi
dan serangkaian penerima (pengguna eksternal).

AKUNTANSI SEBAGAI KOMODITAS

Akuntansi juga dipandang sebagai suatu


komoditasyang merupakan hasil dari suatu
aktivitas ekonomi. Akuntansi ada karena
terdapat permintaan akan informasi khusus dan
akuntan
mau
dan
mampu
untuk
menghasilkannya.

AKUNTANSI SEBAGAI MITOS


Akuntansi

menciptakan mitos yang


merupakan cara mudah memahami dunia
ekonomi dan menjelaskan fenomena
kompleks

AKUNTANSI SEBAGAI ALASAN


YANG LOGIS
Akuntansi

mungkin digunakan untuk


melekatkan makna terhadap peristiwa
dan karenanya menyediakan suatu
justifikasi bagi kejadian mereka di masa
mendatang.

AKUNTANSI SEBAGAI
PERUMPAMAAN

Akuntansi memberikan kontribusi terhadap


penciptaan terhadap penciptaan suatu gambaran
atau citra dari organisasi. Akuntansi bertindak
sebagai suatu gambaran organisasi melalui
peristiwa yang telah diseleksi organisasi.

AKUNTANSI SEBAGAI PERCOBAAN

Akuntansi cukup fleksibel untuk mengakomodasi


berbagai situasi, mengadaptasi solusi solusi
baru untuk masalah baru, dan beradaptasi
terhadap kasus kasus yang paling kompleks.

AKUNTANSI SEBAGAI DISTORSI

Karena akuntansi digunakan untuk mengendalikan


atau mempengaruhi tidakan tidakan baik dari
pengguna internal maupun eksternal, akuntansi
menjadi sasaran ideal bagi pihak pihak yang mencoba
untuk memanipulasi arti dari pesan yang akan dilihat
oleh pengguna.

Terdapat empat kelompok yang mungkin


mempengaruhi atau dipengaruhi oleh pesan
pesan akuntansi :
subjek yang perilakunya memberikan data bagi
pesan pesan akuntansi,
akuntan yang menyiapkan data,
akuntan yang memeriksa data, dan
penerima data.
Masing masingg kelompok tersebut mungkin
selanjutnya
tergoda
untuk
melakukan
disfungsional dan bukannya tindakan normal
ketika terlibat dengan sebuah pesan akuntansi.

PENYUSUNAN DAN VERIFIKASI


TEORI

Walaupun akuntansi adalah kumpulan tekhnik


tekhnik yang dapat digunakan di area-area
khusus, akuntansi dipraktikkan dalam suatu
kerangka teoritis implisit yang terdiri atas
prinsp dan praktik yang telah diterima oleh
profesi karena dugaan kegunaan dan logikanya.

HAKIKAT TEORI AKUNTANSI

Tujuan utama dari teori akuntansi adalah memberikan basis


bagi peramalan dan penjelasan perilaku dan peristiwa akuntansi
Perbedaan opini ini memancing Komite Konsep dan standar
(Comitte on Concepts and Standards) atau laporan Keuangan
Eksternal (External Financial Report) dari American Accounting
Association untuk menyimpulkan bahwa :

1. Tidak ada satu pun teori yang mengatur tentang akuntansi


keuangan yang cukup kaya untuk mencakup secara menyeluruh
spesifikasi lingkungan pengguna dengan efektif; sehingga
2. Dicantumkan dalam literatur akuntansi keuangan bukan secara
teori akuntansi keuangan melainkan kumpulan teoro teori
yang dapat mengatasi perbedaan perbedaan yang terjadi dalam
spesifikasi lingkungan.

METODELOGI DAN PERUMUSAN


TEORI AKUNTANSI

Kita telah menetapkan bahwa suatu teori akuntansi


adalah mungkin jika (1) teori memberikan suatu
kerangka referensi, seperti yg telah disarankan
hendriksen dan (2) teori mencakup tiga elemen :
pengodean fenomena kedalam penyajian simbolis;
manipulasi atau kombinasi yang mematuhi aturan
tertentu dan penerjemahan kembali fenomena dunia
nyata , seperti yang telah disarankan oleh McDonald.

Seperti dalam ilmu yang lain, dibutuhkan suatu


metodelogi untuk merumuskan suatu teori
akuntansi. Perbedaan opini, pendekatan, nilai
diantara praktik akuntansi dan riset akuntansi
mengarah pada penggunaan dua metodelogi.
Satu bersifat deskriptif dan yang lainnya bersifat
normatif

PENDEKATAN UNTUK PERUMUSAN


AKUNTANSI

1.
2.

Pada bab ini akan dibahas mengenai pendekatan


tradisional bagi perumusan teori akuntansi.
Pendekatan Tradisional tersebut adalah
nonteoritis, praktis atau pragmatis (informa)
Teoritis
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Deduktif
Induktif
Etis
Sosiologi
Ekonomi
selektif

Pendekatan nonteoretis
Pendekatan nonteoretis adalah suatu
pendekatan pragmatis (atau praktis)
danpendekatan kekuasaan.
Pendekatan deduktif
Pendekatan deduktif dalam penyususnan teori
manapun diawali dengan dalil dasar dan
diteruskan dengan pengambilan kesimpulan
logis mengenai subjek yang dipertimbangkan.

Pendekatan Induktif
Pendekatan induktif dari penyusunan sebuah
teori diawali dengan observasi dan pengukuran
serta berlanjut pada kesimpulan umum.

Pendekatan Etis
Inti dasar dari pendekatan etis terdiri atas
konsep
kewajaran
(fairness),
kesadilan
(justice),ekuitas (equity), dan kenyataan (truth).

Pendekatan sosiologis
Pendekatan sosiologis bagi perumusan teori
akuntansi menekankan pengaruh social dari
teknikakuntansi.
Hal
ini
merupakan
pendekatan etis yang berpusat pada suatu
konsep dari kewajaran yang lebih luas,
kesejahteraan sosial
Pendekatan ekonomi
Pendekatan ekonomi dalam merumuskan suatu
teori
akuntansi
menekankan
pada
pengendalianperilaku dari indikator-indikator
makro ekonomi yang dihasilkan oleh adopsi dari
berbagai teknik akuntansi.

PENDEKATAN SELEKTIF UNTUK


PERUMUSAN TEORI AKUNTANSI

Secara umum, perumusan suatu teori akuntansi


dan pengembangan prinsip-prinsip akuntansi
telah mengikuti pendekatan selektif, atau
kombinasi dari berbagai pendekatan dan
bukannya hanya satu dari pendekatan yang
disajikan di sini.