Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas Rahmat dan
KaruniaNYA sehinnga dapat menyelesaikan makalah Piranti Elektronika 2 ini
yang berjudul Sensor Kecepatan
Penyusunan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu
tugas mata kuliah Piranti Elektronika II pada semester genap tahun 2015.
Dalam makalah ini diuraikan tentang sensor kecepatan, cara kerjanya dan
aplikasinya dalam kehidupan sehari hari.
Menyadari penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna, serta masih
banyak kekurangan. Penyusun mohon kritik dan saran dari rekan-rekan
semua kearah kesempurnaan makalah ini.
Penyusun mengucapkan terimakasih kepada Dosen Mata kuliah Piranti
Elektronika II, ibu Santi Anggraeni atas bimbingannya, dan juga kepada
rekan-rekan yang terlibat didalamnya, sehingga makalah ini bisa tersusun.
Akhirnya penyusun berharap, makalah ini bisa bermanfaat bagi penyusun
sendiri ataupun semua pihak yang memerlukan.

Penyusun

Surabaya, 10 Mei 2015

BAB I
PENDAHULUAN
I.1.

LATAR BELAKANG

Seiring dengan perkembangan zaman, perkembangan ilmu dan


teknologi terus ikut berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan
waktu. Perkembangan ini terjadi karena kebutuhan manusia semakin
beragam. Ilmu dan teknologi yang dikembangkan untuk memudahkan
pekerjaan mereka, agar lebih lebih mudah dan fisien, semua barang barang
kebutuhan diciptakan semakin canggih, misalnya dapat bekerja secara
otomatis.teknologi yang mendukung perkembangan alat alat yang dapat
berfungsi secara otomatis adalah sensor.
kebutuhan sensor dalam perkembangan industri sangat berpengaruh.
Sensor dan transduser merupakan peralatan atau komponen yang
mempunyai peranan penting dalam sebuah sistem pengaturan otomatis.
Ketepatan dan kesesuaian dalam memilih sebuah sensor akan sangat
menentukan kinerja dari sistem pengaturan secara otomatis. Besaran
masukan pada kebanyakan sistem kendali adalah bukan besaran listrik,
seperti besaran fisika, kimia, mekanis dan sebagainya. Untuk memakaikan
besaran listrik pada sistem pengukuran, atau sistem manipulasi atau sistem
pengontrolan, maka biasanya besaran yang bukan listrik diubah terlebih
dahulu menjadi suatu sinyal listrik melalui sebuah alat yang disebut
transducer.
Ada bermacam macam jenis sensor. Yang akan dibahas disini adalah
sensor kecepatan. Dimana pada perkembangannya sensor kecepatan dapat
bermanfaat bagi kehidupan manusia. Salah satu contohnya adalah sebagai
alat speedometer pada kendaraan bermotor. Berikut akan dibahas mengenai
sensor kecepatan, jenis jenisnya, cara kerjanya dan aplikasinya dalam
kehidupan sehari hari.
I.2.
RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian sensor kecepatan?
2. Aplikasi apa saja yang menggunakan sensor kecepatan?
I.3. TUJUAN
1. Mengetahui jenis jenis sensor kecepatan

2. Memahami lebih dalam mengenai sensor kecepatan


I.4 MANFAAT
1. Dapat mengetahui aplikasi dari sensor kecepatan
BAB II
PEMBAHASAN
II.1.

DEFINISI SENSOR

Pengertian Sensor adalah transducer yang berfungsi untuk mengolah


variasi gerak, panas, cahaya atau sinar, magnetis, dan kimia menjadi
tegangan serta arus listrik. Sensor sendiri adalah komponen penting pada
berbagai peralatan. Sensor juga berfungsi sebagai alat untuk mendeteksi
dan juga untuk mengetahui magnitude.
Transduser sendiri memiliki arti mengubah, resapan dari bahasa latin
traducere Bentuk perubahan yang dimaksud adalah kemampuan merubah
suatu energi kedalam bentuk energi lain. Energi yang diolah bertujuan untuk
menunjang daripada kinerja piranti yang menggunakan sensor itu sendiri.
Sensor sendiri sering digunakan dalam proses pendeteksi untuk proses
pengukuran.
Dari pengertian sensor yang telah dijabarkan diatas wajar jika alat
tersebut menjadi alat yang banyak diminati oleh berbagai pabrikan
elektronik. Dapat diambil kesimpulan bahwa sensor memiliki banyak andil
pada berbagai teknologi.
Sensor dalam teknik pengukuran dan pengaturan ini harus memenuhi
persyaratan-persyaratan kualitas yakni:
1. Linieritas
Konversi harus benar-benar proposional, jadi karakteristik konversi harus
linier.
2. Tidak tergantung temperatur
Keluaran inverter tidak boleh tergantung pada temperatur disekelilingnya,
kecuali sensor suhu.
3. Kepekaan
Kepekaan sensor harus dipilih sedemikian, sehingga pada nilai-nilai
masukan yang ada dapat diperoleh tegangan listrik keluaran yang cukup
besar.
4. Waktu tanggapan
Waktu tanggapan adalah waktu yang diperlukan keluaran sensor untuk
mencapai nilai akhirnya pada nilai masukan yang berubah secara
mendadak. Sensor harus dapat berubah cepat bila nilai masukan pada
sistem tempat sensor tersebut berubah.

Ada 6 tipe isyarat sensor, yaitu:


1. Mechanical
2. Thermal
3. Electrical
4. Magnetic
5. Radiant
6. Chemical

II.2.

SENSOR KECEPATAN

Sensor kecepatan atau velocity sensor merupakan suatu sensor yang


digunakan untuk mendeteksi kecepatan gerak benda untuk selanjutnya
diubah kedalam bentuk sinyal elektrik. Uraian di bawah ini adalah penjelasan
mengenai sensor kecepatan yang dapat dibuat dengan menggunakan Rotary
Encoder

Rotary Encoder

Rotary Encoder pada umumnya dikenal sebagai salah satu sensor


kecepatan, karena
pada dasarnya bentuk fisik dari rotary encoder adalah suatu lempengan
yang berbentuk lingkaran yang disalah satu busurnya mempunyai celah, dan
celah ini yang dimanfaatkan sebagai tempat untuk memutus sinyal yang
diberikan dalam bentuk cahaya, karena lempengan ini diletakkan di tengah
antara sumber cahaya dan juga penerima cahaya, ini artinya setiap
lempengan inti berputar tentunya dalam satu kali periode putaran penuh
tentu akan satu kali sumber cahaya akan mengenai penerima cahaya
Gambar Konstruksi

Komponen Rotary Encoder


Umumnya Rotary Encoder terdiri dari:

o Disk berlubang yang terhubung dengan motor


o Sumber Cahaya (LED)
o Photo Detector

Bagian dari Rotary Encoder

Cara menghitung
Waktu yang diperlukan lempengan ini dalam berputar untuk
mengenai cahaya ini lah yang akan kita pakai dalam perhitungan
dalam menentukan kecepatan putaran.
Keliling lingkaran = 2 x x
r

Gambar Rangkaian Sederhana

Prinsip Kerja

Secara Umum

Pada gambar diatas light source dapat kita


gunakan led inframerah atau komponen yang
mampu menembakkan cahaya sedangkan
disisi kanan light receive dapat kita gunakan sensor cahaya seperti
photodiode
ketika light source berpotongan denga lempengan maka transistor
akan aktif sehingga dapat memberi logika pada controller (PLC atau
mikrokontroler) sedangkan ketika light source tidak berpotongan oleh
lempengan maka transistor kondisinya cut-off dan tidak ada perubahan
logika yang terkitrim ke mikrokontroler.
Sensor putaran atau kecepatan dapat dibuat dengan sebuat
optocoupler tipe U dan sebuah roda cacah. Sensor putaran atau
kecepatan ini dapat digunakan untuk membaca putaran suatu object
yang berputar seperti roda kendaraan, putaran motor listrik dan lain
nya. Sensor putaran atau kecepatan ini dibuat dengan optocoupler tipe
U yang ditengahnya diletakan sebuah roda cacah.
Optocoupler merupakan komponen optoisolator yang memiliki
karakteristik penerima (photo transistor) akan mengalami perubahan
logika bila terjadi perubahan intensitas cahaya yang dipancarkan oleh
pemancar (LED infra merah) untuk penerima. Foto transistor
merupakan jenis transistor yang peka terhadap cahaya infra merah
Terdapat dua tipe utama rotary encoder, yaitu tipe absolut dan tipe
relatif. Rotary encoder, atau disebut juga Shaft encoder, merupakan
perangkat elektromekanikal yang digunakan untuk mengkonversi
posisi anguler (sudut) dari shaft (lubang) atau roda ke dalam kode
digital, menjadikannya semacam tranduser.

Perangkat ini biasanya digunakan dalam bidang robotika, perangkat


masukan komputer (seperti optomekanikal mouse dan trackball), serta
digunakan dalam kendali putaran radar, dll
Output Rotary Encoder
Output enkoder berupa sinyal pulsa yang frekuensinya
berbanding lurus dengan kecepatan motor, agar data kecepatan dapat
dibaca oleh ADC mikrokontroller, maka output encoder terlebih dahulu
harus dikonversi menjadi tegangan. Oleh karena itu ouput encoder
dihubungkan ke rangkaian FtoV (frekuensi ke tegangan) dimana
rangkaian ini akan mengubah besaran frekuensi (sinyal dari encoder)
yang masuk menjadi besaran tegangan yang dalam hal ini digunakan
sebagai umpan balik dari kecepatan motor

Jenis Jenis Rotary Encoder

o Rotary Encoder Incremental

Tipe Incremental Rotary Encoder


merupakan tipe rotary encoder yang paling sederhana karena
hanya dapat mengukur perubahan sudut relatifnya saja. Karena
kurangnya akurasi dari incremental rotary encoder ini perlu
ditambahkan satu lagi sensor optik untuk menentukan arah
putaran porosnya. Dua buah sensor optik dipasang pada sudut
yang berbeda sehingga arah putaran dapat diketahui, biasanya
sering disebut Channel A dan Channel B.

Absolute Rotary

o
Encoder

Piringan pada Absolute Rotary Encoder telah di desain


sedemikian rupa sehingga setiap posisi dari poros dapat
diterjemahkan berupa kode digital yang unik. Cincin-cincin
(lubang) yang tersusun pada piringan jenis rotary ini tersusun dari
bagian tengah piringan hingga ke tepi. Dimulai dari bagian
tengah piringan cincin akan bertambah dua kali lipat hingga
bagian pinggirnya. Sebagai contoh apabila piringan dengan 10
segmen, bagian dalamnya memiliki sebanyak 16 cincin maka
bagian terluar cincin akan berjumlah 32767. Bilangan yang
dihasilkan saat pembacaan nilai terhadap Absolute Rotary
Encoder ini adalah berupa bilangan biner karena memilki
kelipatan dua dari setiap cincinnya.

Aplikasi Rotary Encoder


Penghitung rotasi
Putaran motor
Mekanik (seperti roda, roda gigi, dan kincir)

BAB III
PENUTUP
Demikianlah makalah yang kami buat ini, semoga bermanfaat dan
menambah pengetahuan para pembaca. Kami mohon maaf apabila
ada kesalahan ejaan dalam penulisan kata dan kalimat yang kurang
jelas, dimengerti, dan lugas.Karena kami hanyalah manusia biasa yang
tak luput dari kesalahan Dan kami juga sangat mengharapkan saran
dan kritik dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Sekian
penutup dari kami semoga dapat diterima di hati dan kami ucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya.

PENYUSUN

SURABAYA, 10 Mei 2015

PIRANTI ELEKTRONIKA II

SENSOR KECEPATAN
NAMA ANGGOTA:
Ibrahim Muhammad Diin (041)
Rendra Surya S
(058)
Fakhmi Nabily
(060)

POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA


(Mei 2015)