Anda di halaman 1dari 27
ASPEK SEXUALITAS DALAM KEPERAWATAN Andan Firmansyah, S.Kep., Ns.

ASPEK

SEXUALITAS

DALAM

KEPERAWATAN

Andan Firmansyah, S.Kep., Ns.

ISU-ISU SEKSUALITAS :

Pembicaraan mengenai seksualitas seringkali

dianggap sebagai hal yang tabu

tidak pantas dibicarakan dalam komunitas

umum

bersifat pribadi hanya dikaitkan dengan masalah hubungan antar lawan jenis.

dibicarakan dalam komunitas umum  bersifat pribadi  hanya dikaitkan dengan masalah hubungan antar lawan jenis.
dibicarakan dalam komunitas umum  bersifat pribadi  hanya dikaitkan dengan masalah hubungan antar lawan jenis.
dibicarakan dalam komunitas umum  bersifat pribadi  hanya dikaitkan dengan masalah hubungan antar lawan jenis.
APA ITU SEX? BEDAKAH SEX DENGAN SEKSUALITAS?
APA ITU SEX?
BEDAKAH SEX DENGAN
SEKSUALITAS?

DEFINISI

Seksualitas dan sex merupakan hal yang berbeda

sex --- kata sex lebih menjelaskan ciri jenis kelamin secara anatomi

dan fisiologi pada laki-laki dan perempuan atau suatu hubungan

fisik antar individu (aktivitas seksual genital).

Seksualitas --- memiliki arti yang lebih luas yakni bagaimana seseorang merasa tentang diri mereka dan bagaimana mereka

mengkomunikasikan perasaan tersebut kepada orang lain melalui

tindakan yang dilakukannya seperti sentuhan, pelukan, ataupun perilaku yang lebih halus seperti isyarat gerak tubuh, cara berpakaian, dan perbendaharaan kata, termasuk pikiran, pengalaman, nilai, fantasi, emosi.

isyarat gerak tubuh, cara berpakaian, dan perbendaharaan kata, termasuk pikiran, pengalaman, nilai, fantasi, emosi.
isyarat gerak tubuh, cara berpakaian, dan perbendaharaan kata, termasuk pikiran, pengalaman, nilai, fantasi, emosi.

Klien tidak terlepas dari aspek seksualitasnya ketika mereka

berada dalam sistem pelayanan kesehatan.

Dalam pelayanan kesehatan dengan pendekatan holistik, semua aspek saling berinteraksi.

Aspek seksualitas mempengaruhi dan dipengaruhi oleh aspek

biologi, psikologi, sosiologi, kultural dan spiritual.

Perawat

harus

mempunyai

dasar

pengetahuan,

ketrampilan

dalam pengkajian dan komunikasi serta sikap yang tepat.

Pengaruh penyuluhan keagamaan, peran jender secara kultural,

keyakinan tentang orientasi seksual pengaruh sosial dam lingkungan masa lalu dan saat ini mempengaruhi sistem nilai klien maupun perawat.

orientasi seksual pengaruh sosial dam lingkungan masa lalu dan saat ini mempengaruhi sistem nilai klien maupun
orientasi seksual pengaruh sosial dam lingkungan masa lalu dan saat ini mempengaruhi sistem nilai klien maupun
orientasi seksual pengaruh sosial dam lingkungan masa lalu dan saat ini mempengaruhi sistem nilai klien maupun

IDENTITAS SEXUAL

Identitas Biologis --- biologis antara pria dan wanita ditentukan pada masa konsepsi. Janin perempuan XX,

sedangkan janin laki laki XY (satu dari

setiap orang tuanya).

Identitas jender --- merupakan perasaan seseorang tentang jenis kelaminnya,

rasa menjadi feminin atau maskulin.

jenis kelaminnya, rasa menjadi feminin atau maskulin. Perilaku peran jender --- adalah bagaimana seseorang

Perilaku peran jender --- adalah bagaimana seseorang berperan sesuai jendernya --- nilai-nilai yang dianut

individu dan lingkungannya/kultural.

--- adalah bagaimana seseorang berperan sesuai jendernya --- nilai-nilai yang dianut individu dan lingkungannya/kultural.
--- adalah bagaimana seseorang berperan sesuai jendernya --- nilai-nilai yang dianut individu dan lingkungannya/kultural.

ORIENTASI SEXUAL

Orientasi seksual adalah keteratarikan emosional, romatik, seksual, atau rasa sayang yang bertahan lama terhadap orang lain.

Sebagian besar orang termasuk heteroseksual yang memiliki ketertarikan hanya dengan lawan jenis

Homoseksual merupakan orang yang mengalami ketertarikan emosional, romantik, seksual, atau rasa sayang pada sejenis Kaum homoseksual disebut gay (bila laki-laki) atau lesbian

(perempuan).

biseksual merasa nyaman melakukan hubungan seksual dengan kedua jenis kelamin

(bila laki-laki) atau lesbian (perempuan). biseksual merasa nyaman melakukan hubungan seksual dengan kedua jenis kelamin
(bila laki-laki) atau lesbian (perempuan). biseksual merasa nyaman melakukan hubungan seksual dengan kedua jenis kelamin

VARIASI EXPRESI SEKSUAL

Transeksual adalah orang yang identitas seksual atau jender nya berlawanan dengan sex biologisnya. Transvetit biasanya adalah pria heteroseksual secara

periodik berpakaian seperti wanita untuk

pemuasan pikologis dan seksual. Interseks : orang yang memiliki organ seksual ganda (ambiguous) pada saat lahir --- hermaprodit

Transeksual preoperatif adalah seseorang yang

mengalami konflik antara jender dengan anatominya

Transeksual postoperatif adalah orang yang telah

menjalani operasi untuk mengubah jendernya

jender dengan anatominya Transeksual postoperatif adalah orang yang telah menjalani operasi untuk mengubah jendernya
jender dengan anatominya Transeksual postoperatif adalah orang yang telah menjalani operasi untuk mengubah jendernya

PERILAKU SEKSUAL

perilaku seksual merupakan perilaku yang muncul karena adanya dorongan seksual atau kegiatan mendapatkan kesenangan organ seksual melalui berbagai perilaku

Berfantasi : merupakan perilaku membayangkan dan mengimajinasikan aktivitas seksual yang bertujuan untuk menimbulkan perasaan erotisme.

Pegangan Tangan : Aktivitas ini tidak terlalu menimbulkan rangsangan seksual yang kuat namun biasanya muncul keinginan untuk mencoba

aktivitas yang lain.

Cium Kering : Berupa sentuhan pipi dengan pipi atau pipi dengan bibir.

Cium Basah : Berupa sentuhan bibir ke bibir

Meraba : Merupakan kegiatan bagian-bagian sensitif rangsang seksual,

seperti leher, breast, paha, alat kelamin dan lain-lain.

: Merupakan kegiatan bagian-bagian sensitif rangsang seksual, seperti leher, breast, paha, alat kelamin dan lain-lain.
: Merupakan kegiatan bagian-bagian sensitif rangsang seksual, seperti leher, breast, paha, alat kelamin dan lain-lain.
: Merupakan kegiatan bagian-bagian sensitif rangsang seksual, seperti leher, breast, paha, alat kelamin dan lain-lain.

Berpelukan : Aktivitas ini menimbulkan perasaan tenang,

aman, nyaman disertai rangsangan seksual

(terutama bila mengenai daerah aerogen/sensitif)

Masturbasi (wanita) atau Onani (laki-laki) : perilaku merangsang organ kelamin untuk mendapatkan

kepuasan seksual.

Oral Seks : merupakan aktivitas seksual dengan cara memaukan alat kelamin ke dalam mulut lawan jenis.

Petting : merupakan seluruh aktivitas non intercourse (hingga menempelkan alat kelamin).

Intercourse (senggama) : merupakan aktivitas seksual dengan memasukan alat kelamin laki-laki ke dalam

alat kelamin wanita.

(senggama) : merupakan aktivitas seksual dengan memasukan alat kelamin laki-laki ke dalam alat kelamin wanita.
(senggama) : merupakan aktivitas seksual dengan memasukan alat kelamin laki-laki ke dalam alat kelamin wanita.
(senggama) : merupakan aktivitas seksual dengan memasukan alat kelamin laki-laki ke dalam alat kelamin wanita.

KESEHATAN SEKSUAL

Kesehatan seksual didefinisikan sebagai

pengintegrasian aspek somatik, emosional,

intelektual, dan sosial dari kehidupan seksual, dengan cara yang positif yang memperkaya dan meningkatkan kepribadian, komunikasi dan cinta (WHO, 1975). Definisi ini mencakup dimensi biologi, psikologi dan sosiokultural.

kepribadian, komunikasi dan cinta (WHO, 1975). Definisi ini mencakup dimensi biologi, psikologi dan sosiokultural.
kepribadian, komunikasi dan cinta (WHO, 1975). Definisi ini mencakup dimensi biologi, psikologi dan sosiokultural.

KARAKTERISTIK KESEHATAN SEKSUAL

Kemampuan mengekspresikan potensi seksual,KARAKTERISTIK KESEHATAN SEKSUAL dengan meniadakan kekerasan, eksploitasi dan penyalahgunaan seksual. Gambaran tubuh

dengan meniadakan kekerasan, eksploitasi dan

penyalahgunaan seksual.

Gambaran tubuh positif, ditunjukkan dengankekerasan, eksploitasi dan penyalahgunaan seksual. kepuasan diri terhadap penampilan pribadi Kongruen antara

kepuasan diri terhadap penampilan pribadi

Kongruen antara seks biologis, identitas jender, dan perilaku peran jenderditunjukkan dengan kepuasan diri terhadap penampilan pribadi Kemampuan membuat keputusan pribadi (otonomi) mengenai

Kemampuan membuat keputusan pribadi (otonomi)seks biologis, identitas jender, dan perilaku peran jender mengenai kehidupan seksual yang dijalani dalam konteks

mengenai kehidupan seksual yang dijalani dalam konteks personal dan etik sosial

Kemampuan mengekspresikan seksualitas melaluikomunikasi, sentuhan, emosional dan cinta Kemampuan menerina pelayanan kesehatan seksual untuk mencegah dan mengatasi

komunikasi, sentuhan, emosional dan cinta

Kemampuan menerina pelayanan kesehatan seksual untuk mencegah dan mengatasi semua masalah, dan gangguan seksualmelalui komunikasi, sentuhan, emosional dan cinta Menerima tanggung jawab yang berkaitan dengan peran

Menerima tanggung jawab yang berkaitan dengan peran jendernyamencegah dan mengatasi semua masalah, dan gangguan seksual Menghargai sistem yang berlaku Mampu membina hubungan

Menghargai sistem yang berlakuMenerima tanggung jawab yang berkaitan dengan peran jendernya Mampu membina hubungan bertanggung jawab dengan orang lain

Mampu membina hubungan bertanggung jawab dengan orang lainmasalah, dan gangguan seksual Menerima tanggung jawab yang berkaitan dengan peran jendernya Menghargai sistem yang berlaku

berkaitan dengan peran jendernya Menghargai sistem yang berlaku Mampu membina hubungan bertanggung jawab dengan orang lain
berkaitan dengan peran jendernya Menghargai sistem yang berlaku Mampu membina hubungan bertanggung jawab dengan orang lain

FREUD DALAM TEORI PSYCHOSEXUALNYA MEMBAGI

PERKEMBANGAN SEKSUAL SESEORANG DALAM BEBERAPA

TAHAP, YAITU:

Oral stage (0-1 tahun)

Anal stage (1-3 tahun)

Phallic or Oediphal stage (3-6 tahun)

Latency stage (6-11 tahun)

Puberty (Genital Stage)

Adolescence

 Phallic or Oediphal stage (3-6 tahun)  Latency stage (6-11 tahun)  Puberty (Genital Stage)
 Phallic or Oediphal stage (3-6 tahun)  Latency stage (6-11 tahun)  Puberty (Genital Stage)

TAHAP PERKEMBANGAN SEKSUAL

BUKU FUNDAMENTAL OF NURSING (POTTER & PERRY.

2005)

Bayi (0 12 bulan ) Penentuan jender laki-laki atau perempuan Pembedaan diri sendiri dengan orang lain secara bertahap Genital eksternal sensitif terhadap sentuhan Bayi laki-laki mengalami ereksi penis; bayi perempuan mangalami lubrikasi vagina Bayi laki-laki mengalami ereksi nokturnal spontan Stimulasi taktil (sentuhan, menyusu, memeluk, membuai) --- senang & nyaman berinteraksi dengan manusia

spontan Stimulasi taktil (sentuhan, menyusu, memeluk, membuai) --- senang & nyaman berinteraksi dengan manusia
spontan Stimulasi taktil (sentuhan, menyusu, memeluk, membuai) --- senang & nyaman berinteraksi dengan manusia
spontan Stimulasi taktil (sentuhan, menyusu, memeluk, membuai) --- senang & nyaman berinteraksi dengan manusia
spontan Stimulasi taktil (sentuhan, menyusu, memeluk, membuai) --- senang & nyaman berinteraksi dengan manusia
spontan Stimulasi taktil (sentuhan, menyusu, memeluk, membuai) --- senang & nyaman berinteraksi dengan manusia
spontan Stimulasi taktil (sentuhan, menyusu, memeluk, membuai) --- senang & nyaman berinteraksi dengan manusia
spontan Stimulasi taktil (sentuhan, menyusu, memeluk, membuai) --- senang & nyaman berinteraksi dengan manusia

TODLER (1-3 TAHUN )

Identitas jender berkembang secara kontinyu (terusTODLER (1-3 TAHUN ) menerus) Mampu mengidentifikasi jender diri sendiri Mulai menirukan tindakan orang tua yang

menerus)

Mampu mengidentifikasi jender diri sendiriIdentitas jender berkembang secara kontinyu (terus menerus) Mulai menirukan tindakan orang tua yang berjenis kelamin

Mulai menirukan tindakan orang tua yang berjenis(terus menerus) Mampu mengidentifikasi jender diri sendiri kelamin sama ,misal berinteraksi dengan boneka, pakaian yang

kelamin sama ,misal berinteraksi dengan boneka,

pakaian yang dipakai

Mulai menirukan tindakan orang tua yang berjenis kelamin sama ,misal berinteraksi dengan boneka, pakaian yang dipakai
Mulai menirukan tindakan orang tua yang berjenis kelamin sama ,misal berinteraksi dengan boneka, pakaian yang dipakai
Mulai menirukan tindakan orang tua yang berjenis kelamin sama ,misal berinteraksi dengan boneka, pakaian yang dipakai

Pra sekolah (4-5 tahun )

Kesadaran terhadap diri sendiri meningkatPra sekolah (4-5 tahun ) Mengeksplorasi anggota tubuh sendiri dan teman bermain Mempelajari nama anggota tubuh

Mengeksplorasi anggota tubuh sendiri dan teman bermain(4-5 tahun ) Kesadaran terhadap diri sendiri meningkat Mempelajari nama anggota tubuh dengan benar Belajar

Mempelajari nama anggota tubuh dengan benarMengeksplorasi anggota tubuh sendiri dan teman bermain Belajar mengendalikan perasaan dan tingkah laku Menyukai

Belajar mengendalikan perasaan dan tingkah lakuteman bermain Mempelajari nama anggota tubuh dengan benar Menyukai orang tua yang berbeda jenis Mempertanyakan

Menyukai orang tua yang berbeda jenistubuh dengan benar Belajar mengendalikan perasaan dan tingkah laku Mempertanyakan mengenai bagaimana seorang bayi bisa ada

Mempertanyakan mengenai bagaimana seorangtubuh dengan benar Belajar mengendalikan perasaan dan tingkah laku Menyukai orang tua yang berbeda jenis bayi

bayi bisa ada

perasaan dan tingkah laku Menyukai orang tua yang berbeda jenis Mempertanyakan mengenai bagaimana seorang bayi bisa
perasaan dan tingkah laku Menyukai orang tua yang berbeda jenis Mempertanyakan mengenai bagaimana seorang bayi bisa
USIA SEKOLAH (6-12 TAHUN
USIA SEKOLAH (6-12 TAHUN

Mempunyai identifikasi yang kuat dengan orang tua yang berjenis kelamin sama (misalnya anak perempuan dengan ibu)

)

Senang berteman dengan sesama jenis

Kesadaran diri meningkat

Mempelajari konsep dan peran jender

Mulai menyukai hal yang bersifat pribadi, modis

Sekitar usia 8-9 tahun mulai memikirkan tentang perilaku seksual, menstruasi, reproduksi, seksualitas

pribadi, modis • Sekitar usia 8-9 tahun mulai memikirkan tentang perilaku seksual, menstruasi, reproduksi, seksualitas
pribadi, modis • Sekitar usia 8-9 tahun mulai memikirkan tentang perilaku seksual, menstruasi, reproduksi, seksualitas
Remaja (12-18 tahun )
Remaja (12-18 tahun )
Remaja (12-18 tahun ) Karakteristik seks mulai berkembang Mulai terjadi menarke Mengembangkan hubungan yang menyenangkan

Karakteristik seks mulai berkembang

Mulai terjadi menarkeRemaja (12-18 tahun ) Karakteristik seks mulai berkembang Mengembangkan hubungan yang menyenangkan Dapat terjadi aktivitas

Mengembangkan hubungan yang menyenangkan) Karakteristik seks mulai berkembang Mulai terjadi menarke Dapat terjadi aktivitas seksual, misalnya masturbasi

Dapat terjadi aktivitas seksual, misalnya masturbasiterjadi menarke Mengembangkan hubungan yang menyenangkan Mengidentifikasi orientasi seksual (homoseks / heteroseks)

Mengidentifikasi orientasi seksual (homoseks / heteroseks)menyenangkan Dapat terjadi aktivitas seksual, misalnya masturbasi Mencari perawatan kesehatan tanpa ditemani orang tua

Mencari perawatan kesehatan tanpa ditemani orang tuaDapat terjadi aktivitas seksual, misalnya masturbasi Mengidentifikasi orientasi seksual (homoseks / heteroseks)

masturbasi Mengidentifikasi orientasi seksual (homoseks / heteroseks) Mencari perawatan kesehatan tanpa ditemani orang tua
masturbasi Mengidentifikasi orientasi seksual (homoseks / heteroseks) Mencari perawatan kesehatan tanpa ditemani orang tua

DEWASA AWAL (18-40 TAHUN )

Terjadi aktivitas seksualDEWASA AWAL (18-40 TAHUN ) Gaya hidup dan nilai-nilai yang dianut telah kuat Beberapa pasangan berbagi

Gaya hidup dan nilai-nilai yang dianut telah kuatDEWASA AWAL (18-40 TAHUN ) Terjadi aktivitas seksual Beberapa pasangan berbagi tugas : keuangan, pekerjaan rumah

Beberapa pasangan berbagi tugas : keuangan, pekerjaan rumah tanggaaktivitas seksual Gaya hidup dan nilai-nilai yang dianut telah kuat Mengalami ancaman terhadap body image akibat

Mengalami ancaman terhadap body image akibathidup dan nilai-nilai yang dianut telah kuat Beberapa pasangan berbagi tugas : keuangan, pekerjaan rumah tangga

penuaan

Beberapa pasangan berbagi tugas : keuangan, pekerjaan rumah tangga Mengalami ancaman terhadap body image akibat penuaan
Beberapa pasangan berbagi tugas : keuangan, pekerjaan rumah tangga Mengalami ancaman terhadap body image akibat penuaan
Dewasa tengah (40-65 tahun )
Dewasa tengah (40-65 tahun )
Dewasa tengah (40-65 tahun ) Penurunan produksi hormon Wanita mengalami menopause (umumnya usia 40-55 tahun) Laki-laki

Penurunan produksi hormon

Wanita mengalami menopause (umumnya usia 40-55 tahun)Dewasa tengah (40-65 tahun ) Penurunan produksi hormon Laki-laki mengalami klimakterik secara bertahap Mulai memperkokoh

Laki-laki mengalami klimakterik secara bertahapPenurunan produksi hormon Wanita mengalami menopause (umumnya usia 40-55 tahun) Mulai memperkokoh stándar moral dan etik

Mulai memperkokoh stándar moral dan etikproduksi hormon Wanita mengalami menopause (umumnya usia 40-55 tahun) Laki-laki mengalami klimakterik secara bertahap

(umumnya usia 40-55 tahun) Laki-laki mengalami klimakterik secara bertahap Mulai memperkokoh stándar moral dan etik
(umumnya usia 40-55 tahun) Laki-laki mengalami klimakterik secara bertahap Mulai memperkokoh stándar moral dan etik

DEWASA AKHIR (65 TAHUN KEATAS )

Aktivitas seksual lebih berkurangDEWASA AKHIR (65 TAHUN KEATAS ) Sekresi vagina berkurang, payudara mengalami atrofi Laki-laki menghasilkan sperma lebih

Sekresi vagina berkurang, payudara mengalami atrofiAKHIR (65 TAHUN KEATAS ) Aktivitas seksual lebih berkurang Laki-laki menghasilkan sperma lebih sedikit dan memerlukan

Laki-laki menghasilkan sperma lebihSekresi vagina berkurang, payudara mengalami atrofi sedikit dan memerlukan waktu lebih lama untuk dapat ereksi

sedikit dan memerlukan waktu lebih

lama untuk dapat ereksi dan ejakulasi

atrofi Laki-laki menghasilkan sperma lebih sedikit dan memerlukan waktu lebih lama untuk dapat ereksi dan ejakulasi
atrofi Laki-laki menghasilkan sperma lebih sedikit dan memerlukan waktu lebih lama untuk dapat ereksi dan ejakulasi

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SEKSUALITAS

BudayaFAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SEKSUALITAS berpakaian, tata cara pernikahan, perilaku yang diharapkan sesuai norma. Peran

berpakaian, tata cara pernikahan, perilaku yang diharapkan sesuai

norma. Peran laki-laki dan perempuan mungkin juga akan

dipengaruhi budaya

Nilai-nilai religi (keagamaan)laki-laki dan perempuan mungkin juga akan dipengaruhi budaya Aturan atau batasan yang boleh dan tidak boleh

Aturan atau batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan terkait

seksualitas. Misalnya larangan aborsi, hubungan seks tanpa nikah

Status kesehatanMisalnya larangan aborsi, hubungan seks tanpa nikah Klien dapat mengalami penurunan keinginan seksual karena

Klien dapat mengalami penurunan keinginan seksual karena alasan

fisik. Medikasi dapat mempengaruhi keinginan seksual. Citra tubuh

yang buruk, terutama ketika diperburuk oleh perasaan penolakan atau pembedahan yang mengubah bentuk tubuh, dapat menyebabkan klien kehilangan perasaannya secara seksual.

BEBERAPA MASALAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN SEKSUALITAS

BEBERAPA MASALAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN SEKSUALITAS Penganiayaan seksual --- mencakup tindak kekerasan pada wanita,

Penganiayaan seksual

--- mencakup tindak kekerasan pada wanita, pelecehan seksual, perkosaan, pedofilia, inses, pornografi anak

--- efek traumatik --- masalah fisik dan psikologis --- disfungsi seksual.

Contoh : Ibu yang yang mengalami penganiayaan selama masa kehamilan cenderung melahirkan anak dengan berat badan lahir rendah. Anak-anak yang mengalami penganiayaan dapat berisiko terhadap masalah

kesehatan, emosional, kinerja di sekolah dan dapat terjadi peningkatan

keagresifan dan menjadi orang dewasa yang suka melakukan tindak kekerasan.

--- dukungan perlu diberikan kepada korban dan keluarga. Pelaku penganiayaan harus dilaporkan kepada yang berwenang

--- dukungan perlu diberikan kepada korban dan keluarga. Pelaku penganiayaan harus dilaporkan kepada yang berwenang
--- dukungan perlu diberikan kepada korban dan keluarga. Pelaku penganiayaan harus dilaporkan kepada yang berwenang

Aborsi--- dilakukan oleh wanita yang telah menikah maupun oleh wanita yang berhubungan seks sebelum nikah.

--- dilakukan oleh wanita yang telah menikah maupun oleh wanita

yang berhubungan seks sebelum nikah.

--- kontroversi baik yang pro maupun kontra.

--- Klien mungkin dapat mangalami rasa bersalah dan berduka

Penyakit menular seksual (PMS)--- Klien mungkin dapat mangalami rasa bersalah dan berduka --- individu terlibat dalam melakukan hubungan seksual

--- individu terlibat dalam melakukan hubungan seksual

--- PMS ditularkan dari individu yang terinfeksi kepada pasangannya selama kontak seksual yang intim.

--- Tempat penularannya biasanya genital, tetapi mungkin juga tertular

melalui oral-genital atau anal-genital.

Penyakit Gonorrea, Klamidia, Sífilis --- disebabkan oleh bakteri

Penyakit Herpes genital dan HIV/AIDS --- oleh virus

Malu mengungkapkan --- Ketrampilan komunikasi

Dengan demikian perhatian utama perawat terhadap klien adalah apakah perilaku, sikap, perasaan, sikap seksual spesifik itu normal.

Klien yang dirawat juga harus diberi privasi ketika dikunjungi oleh pasangan seksualnya. Privasi ini

memungkinkan waktu pembicaraan intim, menyentuh,

atau berciuman.

Ketika orientasi atau nilai seksual perawat berbeda dengan klien maka sesuatu yang aneh atau salah menurut perawat mungkin tampak normal dan dapat diterima

oleh klien, maka disinilah timbul bias seksual.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghadapi bias seksual agar tidak mengganggu proses perawatan antara lain:

promosi tentang eduaksi seks dan pemeriksaan nilai dan

keyakinan seksual dengan jujur.

dan pemeriksaan nilai dan keyakinan seksual dengan jujur.  Pemberian informasi mengenai efek penyakit pada

Pemberian informasi mengenai efek penyakit pada seksualitas secara jujur dan akurat.

SEKIAN

SEKIAN
SEKIAN