Anda di halaman 1dari 6

GAMBARAN UMUM TENTANG INVESTASI

Globalisasi dan Peluang Investasi

Globalisasi melanda perekonomian dunia dimana jarak waktu, informasi serta


tempat bukan menjadi halangan.

Teknologi juga semakin canggih sehingga menimbulkan peluang untuk


negara lain dapat menanamkan investasi.

Hadirnya investasi asing membuat setiap negara berlomba untuk menarik


investasi. (Foreign Direct Invesment)

Negara penerima modal sangat menyadari bahwa dengan kehadiran investor


asing di negaranya merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari.

Modal tidak hanya berupa dana (fresh money), tetapi meliputi teknologi,
keterampilan (skill) serta sumber daya manusia (human resource).

TEORI INVESTASI

Menurut Muchamad Zaidun mengemukakan ada beberapa


pertimbangan/kebijakan hukum investasi dari kepentingan negara penerima
modal yaitu :

1. Neo Classical Theory-----ramah dan menerima investor asing krn dianggap


bermanfaat bagi negara pengguna.
2. Dependency Theory----- menolak masuknya investor asing, karena dapat
mematikan industri domestik dalam perekonomian nasional.
3. The Middle Parth Theory (teori jalan tengah)----memandang investasi asing
selain bermanfaat positif juga membawa dampak negatif, oleh karena itu
hukum harus berperan dalam hal penegakan hukum dalam hal perizinan.
4. Investor asing pada umumnya merupakan Perusahaan Multi Nasional (PMN)
--- MNC (Multi Nasional Corporation)-----mempunyai jaringan kantor cabang di
luar negeri, dukungan pemerintah dan dukungan dari konglomerat.
5. Kehadiran investor asing dalam suatu negara berdaulat memang dapat
menimbulkan argumentasi yang berbeda-beda ada yang beranggapan
kehadiran investasi asing dapat mengancam industri dalam negeri sendiri
6. Dalam menghadapi investor asing dibutuhkan leadership (kepemimpinan)
yang kuat.
7.

modal dalam hal ini bukan hanya berupa dana semata tetapi juga meliputi
teknologi, keterampilan sumber daya manusia.

Menurut Oentung Soeropati-----untuk mengetahui gejala atau kegiatan


investasi asing yaitu :

1. Product Life Cycle Theory (teori siklus kehidupan)----- (Reymond Venon)


2. teori lingkaran setan (oleh Ragner Nuske)----penyebab terjadinya investasi
asing adalah kurangnya modal, pendapatan dan tabungan.
3
Teori Pertumbuhan Modal-----mengutip pendapat Adam Smith yaitu
perkembangan ekonomi memerlukan spesialisasi/ pembagian kerja, David
Ricardo----- pemerintah tidak boleh mencampuri kegiatan perdagangan dan
investasi dan harus mengupayakan pasar yang bebas,
4.
Teori Dorongan Besar (Big Push)-----oleh PN Rodan ---- investasi bisa berjalan
jika pemerintah menyediakan dana besar.
5. Teori Tahapan Pertumbuhan (Rostow)----- perkembangan ekonomi suatu negara
melalui beberapa tahapan.
6. Teori Neo Klasik (Kaplinsky)-----investasi asing diperlukan dalam upaya
mengembangkan perdagangan dan pembangunan di suatu negara.
7. Teori organisasi industri--------investasi asing dianggap sebagai suatu
pengorganisasian indistri.
4. Pandji Anoraga-----alasan investor asing menanamkan modal di luar negeri-----faktor lingkungan (ekonomi seperti modal dan tenaga kerja), non ekonomi (kondisi
sosial politik, selain itu ada teori siklus produk-----produk baru merupakan hasil dari
kegiatan penelitian dan pengembangan oleh perusahaan yang bersangkutan.
MANFAAT INVESTASI

Menciptakan lowongan kerja bagi penduduk negara sehingga dapat


menambah standar hidup masyarakat.

Meningkatkan ekspor negara tuan rumah.

Memperluas swasembada negara tuan rumah.

Membuat sumber daya negara tuan rumah baik SDA maupun SDM agar lebih
baik dari pemanfaatannya.

Pelaksanaan Alih Teknologi.

PERSYARATAN INVESTASI DIATUR DALAM PERUNDANG-UNDANGAN

Sebelum pemerintah menerima investor asing menanamkan modalnya di


Indonesia harus dipertimbangkan apakah penanaman modal itu akan
membawa pada kesejahtaraan masyarakat dan mencapai tujuan.

Investor asing yang akan menenamkan modalnya harus mematuhi atura


hukum dan prosedur perijinan dalam melakukan investasi.

Hukum digunakan bertujuan untuk memberikan aturan main (rule of the


game)

Iklim investasi yang baik adalah menyelenggarakan :

1. Menciptakan birokrasi yang efisien


2. Kepastian hukum di bidang penanaman modal
3. Biaya ekonomi yang berdaya saing
4. Iklim usaha yang kondusif di bidang ketenaga kerjaan dan kemanan
berusaha.

Faktor utama bagi hukum untuk berperan dalam kegiatan ekonomi adalah
menciptaka stability, predictibility dan Fairness. (prof Erman )

Hubungan antara investor dengan pemilik modal adalah sepanjang negara


penerima modal dapat memberikan kepastian hukum, perlindungan hukum
dan rasa aman bagi investor dalam berusaha. Tanpa adanya rasa aman,
perlindungan hukum dan kepastian hukum mustahil penanam modal mau
menanamkan modalnya.

TERMINOLOGI HUKUM INVESTASI

Terminologi penanaman modal asing adalah penanaman modal yang


dilakukan oleh investor lokal (domestic investor), investor asing (Foreign
Direct Invesment, FDI), dan penanaman modal yang tidak dilakukan langsung
oleh pihak asing (Foreign Indirect Invesment).

Dalam kamus istilah Keuangan dan Investasi adalah penggunaan modal


untuk menciptakan uang, baik melalui sarana menghasilkan pendapatan
maupun melalui ventura yang lebih berorientasi ke resiko yang dirancang
untuk mendapatkan modal.

Menurut Ensiklopedia Ekonomi Keuangan Perdagangan, Penanaman Modal


adalah penggunaan atau pemakaian sumber-sumber ekonomi untuk produksi
barang-barang produsen atau barang-barang konsumen.

Menurut Kamus Besar Bahsa Indonesia----- investasi adalah penanaman uang


atau modal di suatu perusahaan atau proyek untuk mendapatkan
keuntungan, penanaman modal juga berarti jumlah uang atau modal yang
ditanam

UU No 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal (UUPM)----- PENANAMAN


MODAL adalah segala bentuk kegiatan penanaman modal, baik penanaman
modal dalam negeri maupun penanaman modal asing di wilayah NKRI.

Pasal 3 UU No 25 Tahun 2007


1. Asas kepastian hukum
2. Asas keterbukaan
3. Asas akuntabilitas
4. Asas perlakuan yang sama dan tidak membedakan asal negara
5. Asas kebersamaan
6. Asas efisiensi berkeadilan
7. Asas keberlanjutan
8. Asas berwawasan lingkungan
9. Asas kemadirian
10. Asas keseimbangan dan kesatuan ekonomi nasional.

Dalam TRIMs (Trade Related Invesment Meansures)---- asas non


diskriminasi----- tidak membedakan antara investasi asing dan investor lokal

MAKNA KEHADIRAN INVESTASI

Aspek positif dari Penanaman Modal Asing bagi negara penerima modal
yaitu :

1. Di sektor industri PMA mengurangi kebutuhan devisa untuk impor.


2. PMA menambah pendapatan negara bukan pajak/royalti dari perusahaan
asing yang bergerak dibidang perminyakan
3. PMA menambah kesempatan kerja
4. Memberi pengaruh modernisasi dengan adanya perusahaan asing yang besar
dan modern

5. Menaikkan skill dari tenaga kerja yang bekerja di perusahaan asing dan
meningkatkan pembangunan nasional. (Sumantoro)
6. Menurut Hans Himbert Hemmer---- investasi langsung dalam bentuk aliran
modal mempunyai peranan utama bagi pertumbuhan ekonomi negara
berkembang, karena bukan hanya memindahkan barang tetapi juga
mentaranfer pengetahuan dan modal sumber daya manusia.
INVESTASI LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG

Penanaman modal langsung menurut penjelasan pasal 2 UUPMDN----Uuu No


6 Tahun 1968------ dilakukan oleh pemiliknya, sedangkan tidak langsung
melalui pembelian saham-saham dan obligasi yang dikeluarkan oleh
perusahaan.

Langsung juga berarti secara fisik investor menjalankan usahanya dalam


bentuk badan hukum yang harus tunduk kepada ketentuan hukum indonesia.

Secara tidak langsung berarti investor tidak perlu hadir secara fisik, tetapi
hanya membeli saham dengan tujuan untuk dijual kembali.

PERBEDAN ANTARA FDI DENGAN FII

LANGSUNG (FDI)

Transfer aset dari suatu negara ke negara lain

Mendirikan perusahaan

Perusahaan dikendalikan oleh sebagian atau seluruh pemegang


saham

Investasi tidak dapat ditarik setiap saat

Membutuhkan kehadiran secara fisik

Landasan hukum UU NO 25 Tahun 2007

TIDAK LANGSUNG (FII)

Perpindahan uang dengan tujuan membeli saham

Tidak mendirikan perusahaan

Adanya pemisahan antar pemilik dengan manajemen

Investasi setiap saat dapat dipindahkan.

Tidak perlu kehadiran secara fisik

Landasan hukum UU No 8 Tahun 1995---Pasar Modal.

DOKTRIN PASAR BEBAS

Dalam menghadapi perdagangan bebas perlu dipersiapkan untuk


menghadapi liberalisasi, perlu usaha bersam antara masyarakat dengan
pemerintah

Adapun yang perlu dipersipakan adalah :

1. Menyembuhkan penyakit ekonomi akibat birokrasi yang lamban dan korup.


2. Mengembangkan industrilisasi yang lebih terarah yang berorientasi pada
ekspor dan pasar dalam negeri.
3. Meningkatkan kualitas produk.
4. Penurunan tingkat inflasi dan tingkat bunga modal
5. Memperbaiki kondisi yang lebih menarik/infrastruktur
6. Mengurangi hambatan infrastruktur.
7. Perdagangan bebas berarti suatu perdagangan yang melintasi antarnegara,
baik yang berkenaan dengan ekspor maupun impor yang tidak dibatasi oleh
interventi pengenaan tarif, kuota, subsidi dan batasan lainnya yang dapat
menghambat arus perdagangan.
8. Implementasi dari doktrin perdangan bebas yaitu Indonesia ikut serta dalam
organisasi perdagangan dunia (WTO)