Anda di halaman 1dari 8

Riwayat Uji Praklinik Dan Uji

Klinik
1. Jahe (Zingiberis officinale)
a. Uji Praklinik
Konstituen dari jahe telah terbukti memiliki aktivitas antiinflamasi secara in vitro.
- Ekstrak aseton dari jahe menghambat peradangan dari
membran choriallantoic dari telur yang dibuahi oleh
ayam tergantung dari konsentrasi
- Minyak jahe menunjukkan adanya aktifitas antiinflamasi
- Kegiatan dalam sebuah penelitian pada tikus dengan
tingkat kerusakan arthritis yang kronis disebabkan oleh
injeksi sebanyak 0,05 ml basil mematikan Mycobacterium
tuberculosis

b. Uji Klinik
- Uji klinis dari jahe telah difokuskan
terutama pada dampaknya dalam
pencegahan dan pengobatan mual dan
muntah dengan berbagai penyebab.
- Studi klinis yang lainnya telah menilai efek
dari jahe mengenai motilitas gastrointestinal
dan fungsi trombosit, dan dalam kondisi
vertigo dan inflamasi, seperti osteoarthritis.

2. Asam jawa (Tamarindus indica L.)


Belum ditemukan
3. Manggis (Garcinia mangostana L.)
Belum ditemukan
4. Kunyit (Curcuma longa L.)
Belum ditemukan

5. Lidah buaya ( Aloe vera L.)


a. Uji Praklinik
Pembuatan gel dilaporkan efektif
terhadap tukak lambung (kecuali
disebabkan oleh stres), radiasi yang
membakar, dan kulit bisul, efektif
melawan stres yang disebabkan lambung
dan tukak lambung. Penyembuhan luka
(10 mg / kg SCU tikus; 100 mg / kg tikus
SCU)

Kontraindikasi Dan Perhatian Khusus


1. Jahe (Zingiberis officinale)
a. Interaksi Obat
Jika dilihat secara farmakologis, jahe dapat mengganggu
aktifitas obat yang lain bila diberikan secara bersamaan,
terutama dengan obat yang memiliki efek yang sama atau
berlawanan, sehingga perlu suatu pertimbangan.
Jahe dilaporkan memiliki efek kardiotonik, aktivitas
antiplatelet secara in vitro dan aktivitas hipoglikemik
secara in vivo.
b. Perhatian Khusus
Dosis jahe yang sangat melebihi jumlah yang digunakan
dalam makanan tidak boleh digunakan selama kehamilan
atau menyusui

2. Asam jawa (Tamarindus indica L.)


Umumnya dianggap aman.
Efek bahaya dan atau efek samping tidak dikenal
untuk dosis terapi yang tepat.
Dapat membunuh Aspergillus niger, Bacillus
subtilis,
Candida
albicans,
Escherichia
coli,
Schistosoma mansoni dan Staphylococcus mansonii
3. Manggis (Garcinia mangostana L.)
Belum ditemukan
4. Kunyit (Curcuma longa L.)
Belum ditemukan

5. Lidah buaya ( Aloe vera L.)


Aloe vera terkenal sebagai pencahar, dan
biasanya pencahar terkenal sebagai bahan
untuk tindakan aborsi, maka penggunaannya
dalam kehamilan dan menyusui harus
dihindari.
Jangan gunakan secara internal pada masa
kehamilan. Jangan gunakan terhadap nyeri
perut yang belum didiagnosis penyebabnya.
Jangan digunakan secara internal selama lebih
dari 10 hari.