Anda di halaman 1dari 19

DAUN HIDRYLLA

Klasifikasi
Kingdom

: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom

: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi

: Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi

: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)

Sub Kelas

: Alismatidae

Ordo

: Hydrocharitales

Famili

: Hydrocharitaceae

Genus

: Hydrilla

Spesies

: Hydrilla verticillata (L. f.) Royle

Nama umum

: Hydrilla verticillata (L. f.) Royle

Indonesia

: Ganggang, Ganggeng ( Jawa )

Inggris

: Water thyme

MORFOLOGI

Hydrilla (rumput air) adalah jenis tanaman air yang hanya terdiri dari satu spesies. Meskipun
beberapa ahli botani membaginya menjadi beberapa spesies yaitu : H. asiatica,
H. japonica,H.lithuanica, dan H.ovalifolica. Hydrilla verticillata memiliki rimpang putih
kekuningan yang tumbuh di sedimen bawah air sampai dengan kedalaman 2 m. Panjang
batang yang tumbuh sekitar 1-2 m. Hydrilla adalah tanaman produktif dalam air yang dapat
tumbuh dengan cepat dan dapat berkembang dalam air dari beberapa sentimeter sampai 20
meter. Daun kecil (1 / 2 - 3 / 4 inci) berbentuk segitiga-lancip yang berada di ulir dari 4-8
daun di sepanjang batang dengan lebar masing-masing daun 5-20 mm dan panjang lebar 0,72 mm. Tidak seperti tanaman air asli, daunHydrilla memiliki tepi bergerigi atau duri kecil
menonjol dan seperti gundukan di sepanjang pelepah di bagian bawah. Hydrilla biasanya
hijau, tapi karena berada di bawah sinar matahari menjadi kuning atau coklat. Batang
bercabang banyak dekat permukaan dan tumbuh secara horisontal, membentuk tikar padat
vegetasi. Umbi kecil ada di dasar akar tanaman. Pelepah daunHydrilla sering kemerahan jika
segar. Tanaman air ini termasuk monoecious, yaitu bunga jantan dan betina diproduksi secara
terpisah di sebuah tanaman tunggal. Bunga-bunga kecil dengan tiga sepal dan tiga kelopak,
panjang kelopak 3-5 mm, transparan dengan garis-garis merah. Tetapi ada pula yang
termasuk dioecious, yaitu tumbuhan yang terdiri dari hanya tumbuhan androecious (bunga
hanya mempunyai stamen atau benang sari saja, dan disebut bunga jantan) dan Ginoecious
(bunga hanya mempunyai karpel atau putik saja dan disebut bunga betina).
Hydrilla adalah tumbuhan Spermatophyta yang hidup di air, sehingga ia memiliki
bentuk adaptasi yang berbeda dengan Spermatophyta darat. Dinding selnya tebal untuk
mencegah osmosis air yang dapat menyebabkan lisisnya sel. Sel Hydrilla berbentuk segi
empat beraturan yang tersusun seperti batu bata. Memiliki kloroplas dan klorofil yang
terdapat didalamnya. Pada daun Hydrilla, dapat pula diamati proses aliran sitoplasma, yaitu
pada bagian sel sel penyusun ibu tulang daun yang memanjang di tengah tengah daun.

Pada hydrilla juga terdapat trikoma yang berfungsi untuk mencegah penguapan yang
berlebihan.

Hydrilla merupakan tumbuhan tenggelam, biasanya berakar, hidup selamanya di air dengan
panjang batang mencapai 9 m (30 kaki). Berasal dari rimpang dan berujung dengan umbi
kecil. Hydrilla memiliki resistensi yang tinggi terhadap salinitas (> 9-10ppt) dibandingkan
dengan tanaman air lain yang terkait di air tawar. Hydrilla mirip beberapa tanaman air
lainnya, termasukEgeria dan Elodea.

Hibiscus tiliaceus
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Pohon waru atau Hibiscus tiliaceus termasuk tanaman tingkat tinggi yang dekat dengan kehidupan
kita sehari-hari, kita biasa menemuinya di pinggir jalan atau tumbuh liar di kebun dan lahan kosong
namun seringkali kita tidak mempedulikannya karena pohon tersebut sudah terlalu biasa kita lihat,
seakan-akan tidak berguna dan tidak bernilai ekonomis,seringkali kita juga berpikir bahwa pohon
waru hanya berfungsi sebagai pohon peneduh saja. Tetapi dibalik itu, pohon waru memiliki berbagai
manfaat dan khasiat yang luar biasa untuk menyembuhkan beberapa macam penyakit maupun untuk
keperluan sebagai bahan bangunan, tak hanya itu saja, ada mitos juga dibalik pohon waru ini.
Tanaman yang sebenarnya serbaguna ini tidak memerlukan perawatan khusus. Untuk mendapatkan
tanaman yang pertumbuhannya sehat dan bagus, media tanam atau lahan yang akan ditanami
sebaiknya yang harus subur, gembur dan drainase diatur dengan baik. Dengan perawatan,
penyiraman dan pemupukan yang teratur sesuai dengan kondisi dan kebutuhan tanaman pada setiap
fase pertumbuhan, tanaman akan tumbuh dengan baik, sehat dan tidak mudah terserang penyakit.
B.Rumusan Masalah
1.Bagaimana klasifikasi dari tanaman waru?
2.Bagaimana deskripsi dari tanaman waru?
3.Apa saja peranan dari tanaman waru bagi manusia?
C.Tujuan
1.Untuk mengetahui klasifikasi dari tanaman waru.
2.Untuk mengetahui deskripsi dari tanaman waru.
3.Mengetahui peranan dari tanaman waru.

BAB II
PEMBAHASAN
A.Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Famili : Malvaceae

Genus : Hibiscus
Spesies : Hibiscus tiliaceus
B.Deskripsi
Hibiscus tiliaceus termasuk family Malvaceae. Tanaman ini sering ditanam di pekarangan-pekarangan
rumah atau dipinggir-pinggir jalan sebagai tanaman peneduh. Banyak juga yang tumbuh secara liar
diantara semak-semak belukar.
Waru termasuk tanaman pohon besar dan tinggi, ketinggiannya dapat mencapai 5 sampai 15 meter.
Daunnya tunggal bertangkai helaian daun berbentuk jantung lingkaran lebar atau bulat telur, garis
tengah sekitar 19 cm,bertulang daun menjari, sebagian dari tulang daun utama berkelenjar berbentuk
celah pada permukaan daun bagian bawah pada pangkal, permukaan daun bagian bawah berambut
abu-abu rapat. Daun penumpu berbentuk bulat telur memanjang, panjang 2,5 cm, meninggalkan
bekas berbentuk cincin pada cabang.
Bunganya berwarna kuning, bagian tengahnya berwarna merah coklat. Bunga berdiri sendiri atau 2
sampai 5 dalam tandan. Daun kelopak bunga tambahan lebih dari separuhnya melekat, dan bertaju 8
sampai 11. Kelopak bunga panjangnya 2,5 cm, beraturan, bercangap 5. Daun mahkota bunga
berbentuk kipas, berkuku pendek dan lebar, panjang 5 sampai 7 cm, berwarna kuning dengan noda
ungu pada pangkalnya, kemudian warna berubah menjadi jingga dan akhirnya berubah warna
menjadi kemerah-merahan. Tangkai sari bentuk tabung membungkus tangkai putik, bagian atas
tangkai sari dan kepala sari bebas tumbuh ke samping berwarna kuning.
Buahnya kotak, bentuk bulat telur, terbagi menjadi 5 ruang, tiap ruang dibagi lagi menjadi dua
bagian oleh sekat semu; bakal biji pada setiap buah berjumlah banyak. Buah berbentuk telur,
berparuh pendek, panjang 3cm,berruang 5 tidak sempurna, membuka dengan 5 katup.
Waru banyak terdapat di Indonesia, di pantai yang tidak berawa, ditanah datar, dan di pegunungan
hingga ketinggian 1700 meter di atas permukaan laut. Banyak ditanam di pinggir jalan dan di sudut
pekarangan sebagai tanda batas pagar. Pada tanah yang baik, tumbuhan itu batangnya lurus dan
daunnya kecil. Pada tanah yang kurang subur, batangnya bengkok dan daunnya lebih lebar.
Kemampuan bertahannya tinggi karena toleran terhadap kondisi masin dan kering, juga terhadap
kondisi tergenang. Tumbuhan ini tumbuh baik di daerah panas dengan curah hujan 800 sampai 2.000
mm. Waru biasa ditemui di pesisir pantai yang berpasir, hutan bakau, dan juga di wilayah riparian.
Hibiscus tiliaceus tumbuh alami di pantai-pantai Asia Tenggara, Oceania dan Australia utara dan
timur. Diintroduksi ke Australia barat daya, Afrika bagian selatan, serta Hawaii; di mana menjadi liar di
sana.
C.Peranan
Hibiscus tiliaceus atau pohon waru mempunyai beberapa manfaat antara lain, Kayu terasnya agak
ringan, cukup padat, berstruktur cukup halus, dan tak begitu keras; kelabu kebiruan, semu ungu atau
coklat keunguan, atau kehijau-hijauan. Liat dan awet bertahan dalam tanah, kayu waru ini biasa
digunakan sebagai bahan bangunan atau perahu, roda pedati, gagang perkakas, ukiran, serta kayu
bakar. Dari kulit batangnya, setelah direndam dan dipukul-pukul, dapat diperoleh serat yang disebut
lulup waru. Serat ini sangat baik untuk dijadikan tali. Ini adalah peranan pohon waru sebagai bahan
bangunan dan bahan piranti bagi manusia.
Bunga waru dapat dijadikan jam biologi. Bunganya mekar di pagi hari dengan mahkota berwarna
kuning. Di siang hari warnanya berubah jingga dan sore hari menjadi merah, sebelum akhirnya gugur.
Ini adalah peranan pohon waru sebagai pertanda waktu alami.
Daunnya juga digunakan sebagai pembungkus ikan segar oleh pedagang di pasar dan pedagang
ikan keliling.
Legenda masyarakat penghuni Pulau Jawa menyatakan, kuntilanak menyukai pohon waru yang
tumbuh miring (waru doyong) sebagai tempat bersemayamnya.
Dalam pengobatan tradisional, akar waru digunakan sebagai pendingin bagi sakit demam, daun waru
membantu pertumbuhan rambut, sebagai obat batuk, obat diare berdarah/berlendir, amandel. Bunga

digunakan untuk obat trakhoma dan masuk angin. Kandungan kimia daun dan akar waru adalah
saponin dan flavonoid. Disamping itu, daun waru juga paling sedikit mengandung lima senyawa fenol,
sedang akar waru mengandung tanin.
Daunnya dapat dijadikan pakan ternak, atau yang muda, dapat pula dijadikan sayuran. Daun yang
diremas dan dilayukan digunakan untuk mempercepat pematangan bisul. Daun muda yang diremas
digunakan sebagai bahan penyubur rambut. Daun muda yang direbus dengan gula batu
dimanfaatkan untuk melarutkan (mengencerkan) dahak pada sakit batuk yang agak berat. Kuncup
daunnya digunakan untuk mengobati berak darah dan berlendir pada anak-anak.
Pohon waru dapat mengisolasi beberapa senyawa dari kulit batang waru, yaitu : skopoletin baru
(hibiscusin), amida baru (hibiscusamide), bersama 11 senyawa yang telah dikenall yaitu asam fanilat,
P-hydroxybenzoic acid, syringic acid, P-hidroxybenzaldehyde, scopoletin, N-trans-feruloytyramine, Ncis-feruloytyramine, campuran beta-sitosterol dan stigmasterol, campuran sitostenone dan stigmasta4,22-dien-3-one. Dari uji sitotoksik senyawa-senyawa tersebut, terdapat tiga senyawa yang
mempunyai aktivitas antikanker sangat baik terhadap sel P-388 dan atau sel HT-29 secara in vitro
dengan nilai IC 50 < 4 < g/ml. Ini adalah peranan pohon waru sebagai anti kanker.
Berikut juga akan dijelaskan bagaimana cara pemakaian dan pengolahan bagian-bagian dari pohon
waru untuk dijadikan obat menurut Hembing Wijaya Kusuma,
CARA PEMAKAIAN
Untuk obat yang diminum, gunakan daun segar sebanyak 50-100 g atau 15-30 g bunga. Rebus dan
air rebusannya diminum.
Untuk pemakaian luar, giling daun waru segar secukupnya sampai halus. Turapkan ramuan ini pada
kelainan kulit, seperti bisul atau gosokkan pada kulit kepala untuk mencegah kerontokan rambut dan
sebagai penyubur rambut.
CONTOH PEMAKAIAN:
1. TB Paru
1) Potong-potong 1 genggam daun waru segar, lalu cuci seperlunya. Tambahkan 3 gelas minum air
bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa sekitar 3/4-nya. Setelah dingin, saring dan tambahkan air gula
ke dalam air saringannya, lalu minum, sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas minum.
2) Sediakan daun waru, pegagan (Centella asiatica L.), dan daun legundi (Vitex trifolia L.) (masingmasing 1/2 genggam), 1/2 jari bidara upas (Merremia mammosa Lour.), 1 jari rimpang kencur
(Kaempferia galanga L.), dan 3 jari gula enau. Cuci semua bahan-bahan tersebut, lalu potong-potong
seperlunya. Masukkan ke dalam periuk tanah atau panci email. Masukkan 3 gelas minum air bersih,
lalu rebus sampai airnya tersisa 3/4nya. Setelah dingin, saring dan air saringannya siap untuk
diminum, sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.
2. Batuk
Cuci 10 lembar daun waru segar, lalu potong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas minum air
bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa 3/4 bagian. Setelah dingin saring dan air saringannya
diminum, sehari 3 kali, masing-masing 1/3 bagian. Sebelum diminum, tambahkan madu secukupnya.
3. Batuk berdahak
Cuci 10 lembar daun waru yang masih muda sampai bersih, lalu tambahkan gula batu seukuran telur
burung merpati. Tambahkan 3 gelas air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa 3/4 bagian. Setelah
dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 3 kali minum, masing-masing 1/3 bagian.
4.Radang amandel
Cuci 1 genggam daun waru segar, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa
1 1/2 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya digunakan untuk berkumur (gargle), terus
diminum, sehari 3-4 kali, setiap kali cukup seteguk.
5.Radang usus
Makan daun waru muda yang masih kuncup sebagai lalap.
6.Berak darah dan lendir pada anak
Cuci 7 lembar daun waru muda (yang masih kuncup) sampai bersih. Tambahkan 1/2 cangkir air

sambil diremas-remas sampai airnya mengental seperti selai. Tambahkan gula aren sebesar kacang
tanah sambil diaduk sampai larut. Peras dan saring menggunakan sepotong kain halus. Minum air
saringan sekaligus.
7.Muntah darah
Cuci 10 lembar daun waru segar sampai bersih, lalu giling halus. Tambahkan 1 cangkir air minum
sambil diremas-remas. Selanjutnya, saring dan tambahkan air gula secukupnya ke dalam air
saringannya, lalu minum sekaligus.
8.Rambut rontok
Cuci 301embar daun waru segar dan 20 daun randu segar ( Ceiba pentandra Gaertn.), lalu giling
sampai halus. Tambahkan 2 sendok makan minyak jarak dan air perasan 1 buah jeruk nipis, sambil
diaduk sampai rata. Saring ramuan tersebut menggunakan sepotong kain sambil diperas. Gunakan
air perasannya untuk menggosok kulit kepala sambil dipijat ringan. Lakukan sore hari setelah mandi,
lalu bungkus rambut dengan handuk atau sepotong kain. Selanjutnya, cuci rambut keesokan harinya.
Lakukan 3 kali seminggu.
9.Penyubur rambut
Cuci 15 lembar daun waru muda, lalu remas-remas dalam 1 gelas air bersih sampai airnya seperti
selai. Selanjutnya, peras dan saring menggunakan sepotong kain. Embunkan cairan yang terkumpul
selama semalam. Keesokan paginya, gunakan cairan tersebut untuk membasahi rambut dan kulit
kepala. Alhasil, kepala menjadi sejuk dan rambut akan tumbuh lebih subur.
Itu semua adalah peranan pohon waru sebagai obat atau khasiat pohon waru sebagai obat.
Betapa banyak kegunaan dari pohon waru bagi manusia jika ditelusuri secara lebih mendalam. Maka
dari itu, selayaknyalah umat manusia memanfaatkan pohon waru (Hibiscus tiliaceus) secara
bijaksana sehingga manusia memperoleh banyak manfaat dari pohon peneduh ini.
BAB III
PENUTUP
1.Kesimpulan
1)Klasifikasi dari Hibiscus tiliaceus adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Ordo
: Malvales
Famili
: Malvaceae
Genus
: Hibiscus
Spesies : Hibiscus tiliaceus
2)Deskripsi dari Hibiscus tiliaceus adalah sebagai berikut:
Pohon ini cepat tumbuh sampai tinggi 5-15 meter, garis tengah batang 40-50 cm; bercabang dan
berwarna coklat.
Daun merupakan daun tunggal, berangkai, berbentuk jantung, lingkaran lebar/bulat telur, tidak
berlekuk dengan diameter kurang dari 19 cm. Daun menjari, sebagian dari tulang daun utama dengan
kelenjar berbentuk celah pada sisi bawah dan sisi pangkal. Sisi bawah daun berambut abu-abu rapat.
Daun penumpu bulat telur memanjang, panjang 2.5 cm, meninggalkan tanda bekas berbentuk cincin.
Bunga waru merupakan bunga tunggal, bertaju 8-11. Panjang kelopak 2.5 cm beraturan bercangap 5.
Daun mahkota berbentuk kipas, panjang 5-7 cm, berwarna kuning dengan noda ungu pada pangkal,
bagian dalam oranye dan akhirnya berubah menjadi kemerah-merahan. Tabung benang sari
keseluruhan ditempati oleh kepala sari kuning. Bakal buah beruang 5, tiap rumah dibagi dua oleh
sekat semu, dengan banyak bakal biji. Buah berbentuk telur berparuh pendek, panjang 3 cm, beruang
5 tidak sempurna, membuka dengan 5 katup.
3)Hibiscus tiliaceus mempunyai peranan yaitu sebagai bahan bangunan, bahan piranti bagi manusia,
sebagai jam biologi, sebagai bahan ramuan obat dan pohon waru mempunyai mitos tersendiri di
masyarakat Pulau Jawa (waru doyong).

Hibiscus mutabilis L.
Hibiscus mutabilis L..png

Kroton (waru landak).jpg

kroton atau waru landak.jpg

Lokasi

Imagery 2015 NASA, TerraMetrics

Terms of Use

Map

Satellite

Nama Latin
Hibiscus mutabilis L.

Nama Lokal
Waru landak

Famili
Malvaceae

Nama Daerah
Waru landak, baru landak (Jawa); bunga waktu besar, saya ngali-ngali
(Maluku).

Deskripsi
Perdu tegak dengan tinggi 2-5 m. Batang dilapisi dengan rambut halus
dan memiliki beberapa percabangan. Daun tunggal, besar, letaknya
berseling, kedua permukaan daun dilapisi rambut halus dengan tangkai
daun yang panjangnya 5-8 cm, panjang daun 10-20 cm dan lebar 9-22
cm, bercangap menjari 3-5, pangkal berlekuk, ujung runcing, dan tepi
bergerigi. Bunga berdiameter 7-10 cm, keluar dari ketiak daun atau
berkumpul di ujung tangkai, pagi hari berwarna putih atau merah dadu
dan pada sore hari menjelang layu warnanya berubah merah. Buah
berbentuk bulat, panjang 2-5 cm, dan dipenuhi rambut kasar. Biji
berlekuk. Waru landak merupakan tumbuhan liar di hutan dan ladang
pada ketinggian tempat 1 - 900 m dpl. Jenis ini biasanya ditanam di
taman-taman dan halaman rumah sebagai tumbuhan pagar.

Budidaya
Tumbuhan ini dapat diperbanyak dengan menggunakan stek batang dan
biji.

Bagian yang digunakan


akar, bunga, daun, herba, kulit batang, dan pucuk daun

Habitus
Perdu

Manfaat
Akarnya berguna untuk mengobati bisul (furunkel), digigit ular, luka bakar,
luka terpukul, radang kelenjar limpa, radang kulit benanah (pioderma),
dan radang payudara (mastitis). Bunganya dapat digunakan untuk
mengobati batuk darah (hemoptisis), batuk kronis, bisul (furunkel), borok,
darah haid terlalu banyak (menorrhagia), digigit ular, gangguan paru-paru
konis, kanker payudara, keputihan (leukorea), koreng, luka bakar, luka
terpukul, luka tersiram air panas, muntah darah (hematemesis),
pendarahan rahim, radang kulit benanah (pioderma), dan radang
payudara. Daunnya berguna untuk mengobati batuk rejan, bisul
(furunkel), borok, cacar ular yang melingkari badan, demam, digigit ular,
koreng, luka bakar, luka terpukul, radang kulit benanah (pioderma),
radang payudara, radang vagina, rematik persendian, dan TBC. Herbanya
berguna untuk mengobati influensa, kanker kulit, dan pendarahan rahim.
Kulit batangnya dapat digunakan untuk mengatasi gangguan menstruasi.
Pucuk daunnya berguna untuk mengobati batuk (tusis), demam, dan
sariawan usus. Sedangkan tangkai bunganya dapat digunakan untuk
mengobati sakit waktu haid. Disamping itu jenis ini juga dapat digunakan
untuk mengobati infeksi paru-paru (pulmonary empyema), kanker
esophagus, kanker jantung (kardia), kanker lambung (stomak), kanker

paru-paru, mata merah dan bengkak (konjunstivitis), dan radang saluran


dan kelenjar limfa (limfadenitis).

Distribusi dan Lokasi


Jenis ini tersebar di Jawa dan Maluku.
Lokasi persebaran kampus IPB:

Sumber
Zuhud, E.A.M., Siswoyo, E. Sandra, A.Hikmat dan E.Adhiyanto. 2013. Buku
Acuan Umum Tumbuhan Obat Indonesia Jilid VI. Dian Rakyat. Jakarta.

Heliconia
Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas

Untuk kota Kolombia, lihat Heliconia, Antioquia .


Tidak menjadi bingung dengan heliconia , Heliconius , atau Helicon .
"Lobster-cakar" beralih ke halaman ini. Untuk embel crustacean, lihat Lobster cakar .

Heliconia

Heliconia

latispatha perbungaan

Klasifikasi ilmiah
Kingdom:

Plantae

(Berperingka Angiosperm
t):

(Berperingka Monokotil
t):
(Berperingka Commelinids
t):
Order:

Zingiberales

Keluarga:

Heliconiace
ae
Vines

Genus:

[1]

Heliconia
L.

Sinonim

[2]

Bihai

Heliconiopsis

Mill.

Miq.

Heliconia Mariae perbungaan

Heliconia rostrata perbungaan

Kingdom

Plantae plantes, Planta, Vegetal, plants


Subkingdom
Infrakingdom

Viridiplantae
Streptophyta
land plants

Superdivision

Embryophyta

Division

Tracheophyta
vascular plants,
tracheophytes

Subdivision

Class

Spermatophytina

spermatophytes,
seed plants,
phanrogames
Magnoliopsida

Superorder

Order
Family
Genus
Species

Closeup Heliconia vellerigeraperbungaan

Lilianae
monocots,
monocotyledons,
monocotyldone
s
Zingiberales
Heliconiaceae
Heliconia L.
heliconia
Heliconia
rostrata Ruiz &
Pav. false bird
of paradise, false
bird-of-paradise

H. psittacorum H. cv spathocircinata. Emas Torch

Heliconia, berasal dari kata Yunanihelikonios, adalah genus dari tanaman berbunga di
Heliconiaceae. Sebagian besar spesies asli daerah tropis Amerika , tetapi sedikit yang asli ke
pulau-pulau tertentu dari barat Pasifik dan Maluku . [2]Banyak spesies Heliconia ditemukan di
hutan hujan atau hutan basah tropis daerah ini. Beberapa spesies secara luas dibudidayakan
sebagai tanaman hias, dan beberapa yang naturalisasi
di Florida, Gambia dan Thailand . [3] Nama-nama umum untuk genus termasuk lobster-cakar,
pisang liar atau burung-of-surga palsu. Istilah terakhir mengacu pada kemiripan mereka
dengan burung-of-surga bunga ( Strelitzia ). Secara kolektif, tanaman ini juga hanya disebut
sebagai heliconias.
Heliconia adalah monofiletik genus dalamkeluarga Heliconiaceae , tetapi sebelumnya termasuk
dalam keluargaMusaceae , yang meliputi pisang (misalnya, Musa, Ensete;. Judd et
al,2007). Namun, sistem APG 1998, dan penggantinya, sistem APG II tahun 2003,
mengkonfirmasi Heliconiaceae sebagai berbeda dan menempatkan mereka
diurutan Zingiberales , di commelinid cladedari monokotil .
Tanaman herba berkisar dari 0,5 sampai hampir 4,5 meter (1,5-15 kaki) tinggi tergantung pada
spesies (Berry dan Kress, 1991). Sederhana Daun dari tanaman ini 15-300 cm (6 di-10
ft). Mereka karakteristik panjang, bujur, alternatif, atau tumbuh berlawanan satu sama lain pada
petioles non-kayu sering lebih lama dari daun, sering membentuk gumpalan besar dengan
usia.Mereka bunga diproduksi pada panjang, tegak atau terkulai malai , dan terdiri dari bracts
lilin berwarna cerah, dengan bunga-bunga kecil yang benar mengintip keluar dari
bracts. Kebiasaan pertumbuhan heliconias mirip dengan Canna , Strelitzia, dan pisang , yang
mereka bunga related.The dapat warna dari merah, jeruk, kuning, dan hijau, dan subtended oleh
bracts berwarna cerah. Tanaman biasanya bunga selama musim hujan. Bracts ini melindungi
bunga; Bentuk bunga sering membatasi penyerbukan untuk subset dari Kolibri di wilayah
(Gilman dan Meerow, 2007)

Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa [L.] Lamk.)


Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa [L.] Lamk.) tumbuh rindang berserak, agak
lemah, tinggi 15 - 50 cm, tumbuh subur pada tanah lembab di sisi jalan, pinggir selokan,

mempunyai banyak percabangan. Batang bersegi, daun berhadapan bersilang, tangkal daun
pendek/hampir duduk, panjang daun 2 - 5 cm, ujung runcing, tulang daun satu di tengah. Ujung
daun mempunyal rambut yang pendek. Bunga ke luar dari ketiak daun, bentuknya seperti payung
berwarna putih, berupa bunga majemuk 2-5, tangkai bunga (induk) keras seperti kawat, panjangnya
5 10 mm. Buah built, ujungnya pecah-pecah. Rumput ini mempunyai khasiat sama seperti Hedyotis
diffusa Willd. = Rumput Iidah ular = Baihua she she cao.