Anda di halaman 1dari 11

1

UJI KARBOHIDRAT
A. Teori
Karbohidrat merupakan salah satu zat gizi yang paling penting bagi proses
tubuh manusia. Proses katabolisme pada umumnya menggunakan glukosa untuk
dipecah menjadi energi yang berguna bagi keberlangsungan proses hidup makhluk
hidup.
Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh makhluk
hidup. Monosakarida, khususnya glukosa merupakan nutrien utama sel. Selain
sebagai sumber energi, karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan
asam basa didalam tubuh, berperan penting dalam proses metabolisme dalam
tubuh, dan pembentuk struktur sel dengan mengikat protein dan lemak.
Beberapa jenis karbohidrat sederhana merupakan gula pereduksi. Gula
pereduksi meliputi semua jenis monosakarida dan beberapa disakarida seperti
laktosa dan maltosa. Untuk mengetahui kandungan gula (karbohidrat) pereduksi
dapat digunakan uji Benedict. Pada uji Benedict, pereaksi akan bereaksi dengan
gugus aldehid, kecuali aldehid dalam gugus aromatik, dan alpha hidroksi keton,
maka fruktosa akan berubah menjadi glukosa dan mannosa dalam suasana basa
dan memberikan hasil positif dengan pereaksi benedict.
Pati merupakan polisakarida yang terdapat pada sebagian besar tanaman.
Pati terbagi menjadi dua fraksi yang dapat dipisahkan dengan air panas. Fraksi
terlarut disebut amilosa dengan struktur makromolekul linier yang dengan iodium
memberikan warna biru. Sebaliknya fraksi yang tidak larut disebut amilopektin
dengan struktur bercabang. Dengan penambahan iodium, fraksi memberikan
warna ungu sampai merah.
Pati dalam suasana basa bila dipanaskan akan terhidrolisis menjadi
senyawa-senyawa yang lebih sederhana. Hasil hidrolisis dapat diuji dengan
iodium dan menghasilkan warna biru sampai tak berwarna. Hasil akhir hidrolisis
ditegaskan dengan uji Benedict.

B. Tujuan
1. Mengidentifikasi/mengetahui bahan yang mengandung karbohidrat dan yang
tidak mengandung karbohidrat.
2. Membedakan karbohidrat yang mengandung monosakarida, disakarida dan

2.
a.
b.
c.
d.
3.
a.
b.
c.
d.
e.
D.
1.
-

polisakarida.
Mengidentifikasi hasil hidrolisis amilum.
Alat dan Bahan
Identifikasi karbohidrat dalam bahan makanan
Cawan uji
g. Tahu putih 1 iris kecil
Pipet 1 buah
h. Margarine seujung sendok kecil
Pisang 1 iris kecil
i. Biscuit 1 potong kecil
Apel 1 iris kecil
j. Tepung terigu 1 sendok kecil
Nasi 2-3 butir
k. Gula pasir 1 sendok kecil
Telur rebus (bagian putihnya)
l. Kentang 1 iris kecil
1 iris kecil
m. Kalium iodide / lugol 0,1 M 10 ml
Membedakan Monosakarida, disakarida dan polisakarida
Tabung reaksi
e. Larutan sukrosa (larutan gula)
Pipet 1 buah
f. Larutan laktosa (larutan susu)
Larutan Glukosa 10%
g. Larutan pati / tepung
Larutan fruktosa (larutan madu)
h. Reagen Fehling / Benedict
Mengidentifikasi hasil hidrolisis amilum
Larutan amilum 1%
f. Kertas lakmus
Larutan iodium
g. Tabung reaksi
Pereaksi benedict
h. Alat pemanas
Larutan HCl 2N
i. Penjepit tabung
Larutan NaOH 2%
j. Pipet ukur
Cara Kerja
Identifikasi karbohidrat dalam bahan makanan
Susun semua makanan dan beri nama bahan-bahan makanan yang akan diuji

diatas plat tetes


Tetesi satu persatu bahan makanan dengan dua sampai tiga tetes larutan iodium

3.
C.
1.
a.
b.
c.
d.
e.
f.

dalam KI/lugol. Perhatikan dan catat perubahan warna pada bagian makanan
yang ditetesi larutan iodium. Catatlah bahan yang diuji manakah yang
-

menunjukkan warna ungu-biru setelah ditetesi larutan iodium.


Catat semua hasil pengamatan ke dalam lembar kerja dan buatlah kesimpulan

tentang zat-zat manakah yang mengandung amilum.


2. Membedakan Monosakarida, disakarida dan polisakarida
- Pipet 5 ml masing-masing larutan uji, masukkan ke dalam tabung reaksi
- Tambahkan 3-5 tetes reagent Bendict ke dalam tiap-tiap tabung, kemudian
-

panaskan selama 3-5 menit.


Amati perubahan warna yang ditimbulkan. Buat kesimpulan zat-zat yang mana

saja yang mengandung gula pereduksi.


3. Mengidentifikasi hasil hidrolisis amilum

5 ml larutan amilum 1% dimasukkan ke dalam tabung reaksi, kemudian

ditambahkan 2,5 ml HCl 2N


Campurlah dengan baik kemudian masukkan ke dalam penangas air mendidih.
Setelah 3 menit, ambillah 2 tetes larutan dan taruh di plat tetes. Tambahkan 2

tetes larutan iodium. Amati perubahan warna yang terjadi.


Lakukan uji iodium setiap 3 menit sampai hasilnya berwarna kuning pucat.
Lanjutkan hidrolisis selama lima menit, kemudian angkat larutan dan

dinginkan.
Ambil 2 ml larutan hasil hidrolisis dan netralkan dengan NaOH 2%. Uji

dengan kertas lakmus. (jika netral, warna kertas lakmus tidak berubah).
Tambahkan pereaksi benedict, panaskan beberapa saat. Amati perubahan warna

yang terjadi.
- Buat kesimpulan dari percobaan Anda.
E. Hasil Pengamatan
Tabel Pengamatan Hasil Uji Karbohidrat
No.

Warna
Sebelum diberi Sesudah diberi

Bahan Makanan

1
Pisang
2
Apel
3
Nasi
4
Telur rebus (bagian putih)
5
Tahu putih
6
Margarine
7
Biscuit
8
Tepung terigu
9
Gula pasir
10 Kentang
Keterangan :
-

yodium
Kuning
Kuning
Putih
Putih
Putih
Kuning
Coklat
Putih
Putih
Kuning

yodium
Kuning
Kuning
Biru Keunguan
Putih
Putih
Kuning
Biru keunguan
Biru keunguan
Putih
Biru keunguan

Keterangan
+
+
+
+

: tidak mengandung karbohidrat

+ : mengandung karbohidrat
Tabel Pengamatan Hasil Uji Benedict
No
.

Bahan Uji

Larutan glukosa

Warna setelah diberi reagent Benedict


Sebelum
Sesudah
pemanasan

pemanasan

Biru bening

Merah bata

Keterangan

Larutan fruktosa

Hijau

Merah bata

Larutan sukrosa

Biru bening

Merah bata

Larutan laktosa

Biru susu

Kuning

Larutan amilum

Biru susu

Biru bening

Larutan formalin

Biru bening

Biru bening

Keterangan :
-

: biru (bukan gula pereduksi)

+ : Merah bata, hijau dan kuning (gula pereduksi)


Tabel Pengamatan Hasil Hidrolisis Pati
Perlakuan

Hidrolisis

Hasil uji iodium

Hasil hidrolisis

(menit)
3
Biru
Amilosa
6
Ungu
Amilopektin
5 ml amilum 1% +
9
Ungu bening
Amilopektin
2,5 ml HCl 2N +
12
Ungu bening
Eritrodekstrin
pemanasan
15
Ungu bening
Eritrodekstrin
18
Kuning pucat
Maltosa
21
Kuning pucat
Glukosa
Hasil akhir dengan uji benedict : Menghasilkan endapan merah bata

F. Pembahasan
1. Uji karbohidrat pada makanan
Berdasarkan percobaan uji makanan karbohidrat, kami menyiapkan
berbagai jenis bahan makanan yang akan kami uji cobakan. Dalam uji
karbohidrat, kami menyiapkan sampel berbagai jenis bahan makanan tersebut
diatas plate tetes, setelah itu kami pun menetesinya dengan larutan yodium kirakira 2-3 tetes. Dapat kami amati bahwa terjadi perubahan warna pada jenis zat-zat
makanan tertentu diantaranya, pisang sebelum diberi larutan yodium berwarna
kuning, setelah diberi larutan yodium 2-3 tetes kami mengamati tidak terjadi
perubahan warna menjadi ungu biru. Apel sebelum diberi larutan yodium
berwarna kuning, kemudian kami mengamati tidak terjadi perubahan warna
setelah diberi larutan yodium kira-kira 2-3 tetes menjadi ungu biru. Nasi berwarna
putih sebelum diberi larutan yodium kemudian kami mengamati terjadinya
perubahan warna menjadi ungu biru setelah diberi larutan yodium 2-3 tetes. Telur
rebus bagian putihnya berwarna putih sebelum diberi larutan yodium dan kami
mengamati tidak terjadi perubahan warna pada putih telur tersebut sehingga
warnanya tetap putih setelah diberi larutan yodium 2-3 tetes. Tahu putih berwarna
putih sebelum diberi larutan yodium dan kami mengamati tidak terjadi perubahan
warna pada tahu putih tersebut sehingga warnanya tetap putih setelah diberi
larutan yodium 2-3 tetes. Margarin berwarna kuning sebelum diberi larutan
yodium dan kami mengamati tidak terjadi perubahan warna pada margarin
sehingga warnanya tetap sama seperti semula setelah diberi larutan yodium 2-3
tetes. Biskuit berwarna cokelat sebelum diberi larutan yodium dan kami
mengamati terjadi perubahan warna pada biskuit tersebut menjadi ungu biru
setelah diberi larutan yodium 2-3 tetes. Tepung terigu berwarna putih sebelum
diberi larutan yodium dan dapat kami amati terjadi perubahan warna pada tepung
terigu tersebut menjadi warna ungu biru setelah diberi larutan yodium 2-3 tetes.
Gula pasir sebelum diberi larutan yodium berwarna putih dan dapat kami amati
tidak terjadi perubahan warna pada gula pasir tersebut sehingga warnanya tetap
sama seperti semula setelah diberi larutan yodium 2-3 tetes. Jenis bahan makanan
yang terakhir yang kami uji cobakan yaitu kentang yang berwarna kuning
sebelum diberi larutan yodium dan kami mengamati terjadi perubahan warna pada

kentang tersebut setelah diberi larutan yodium 2-3 tetes menjadi ungu biru. Jadi
pada nasi,coklat, tepung terigu dan kentang positif mengandung karbohidrat.
2. Uji Benedict
Uji benedict dilakukan untuk membuktikan adanya gula pereduksi. Larutan
uji dicampurkan dengan pereaksi benedict kemudian dipanaskan. Hasil positif
ditunjukkan dengan terbentuknya endapan berwarna biru kehijauan, merah, atau
kuning tergantung kadar gula pereduksi yang ada. Dalam uji ini, suatu gula
reduksi dapat dibuktikan dengan terbentuknya endapan yang berwarna merah
bata. Akan tetapi tidak selamanya warna larutan atau endapan yang terbentuk
berwarna merah bata, hal ini bergantung pada konsentrasi atau kadar gula reduksi
yang dikandung oleh tiap-tiap larutan uji.
Larutan glukosa, fruktosa, sukrosa, dan laktosa menunjukkan hasil yang
positif. Tapi kenyataan secara teori sukrosa bukanlah gula pereduksi, hal ini
dikarenakan sukrosa (gula pasir) tidak terdeteksi oleh pereaksi Benedict. Sukrosa
mengandung dua monosakrida (fruktosa dan glukosa) yang terikat melalui ikatan
glikosidic sedemikian rupa sehingga tidak mengandung gugus aldehid bebas dan
alpha hidroksi keton. Sukrosa juga tidak bersifat pereduksi. Terbentuknya endapan
merah bata ini sebagai hasil reduksi ion Cu2+ menjadi ion Cu+ oleh suatu gugus
aldehid atau keton bebas yang terkandung dalam gula reduksi yang berlangsung
dalam suasana alkalis (basa). Sifat basa yang dimilki oleh pereaksi Benedict ini
dikarenakan adanya senyawa natrium karbonat. Selain itu, amilum dan formalin
tidak membentuk endapan merah bata dan warna larutan setelah dipanaskan
menjadi biru. Hal ini membuktikan amilum dan formalin tidak mengandung gula
pereduksi, oleh karena itu amilum dan formalin memperlihatkan hasil yang
negatif. Berikut reaksi yang berlangsung:
O

RCH + Cu2+ 2OH- RCOH + Cu2O + H2O


Gula Pereduksi

Endapan Merah Bata

3. Uji Hidrolisis Pati


Berdasarkan hasil percobaan diatas, pada menit ketiga menghasilkan warna
biru, menit keenam menhasilkan warna ungu, menit kesembilan sampai menit
kelima belas menghasilkan warna ungu bening, menit kedelapan belas samapai
menit kedua pluh satu menghasilkan warna kuning pucat. Hal ini terjadi pati
terbagi atas dua fraksi yang dapat dipisahkan dengan air pans. Fraksi yang terlarut
disebut amilosa (20%) ,dengan struktur makro molekul linear dengan iodium
memberikan warna kehitaman. Sebaliknya, fraksi yang tidak larut disebut
amilopektin (80%) dengan struktur bercabang. Pati dalam suasana asam bila
dipanaskan akan terhidrolisis menjadi senyawa- senyawa yang lebih sederhana.
Percobaan ini dilakukan untuk membuktikan adanya polisakarida. Percobaan ini
dilakukan dengan memasukkan 3 tetes larutan uji . Pada percobaan ini dilakukan
hidroolisis karbohidrat menggunakan HCl 2N. Dalam hidrolisis karbohidrat, pati
akan mengalami proses pemutusan rantai oleh enzim atau asam selama
pemanasan menjadi molekul molekul yang lebih kecil. Ada beberapa tingkatan
dalam reaksi hidrolisis tersebut. Mula-mula pati pecah menjadi unit rantai glukosa
yang lebih pendek (6-10 molekul) yang disebut dekstrin. Dekstrin kemudian
pecah lagi menjadi maltosa yang kemudian pecah lagi menjadi glukosa.
Pada percobaan ini juga dilakukan penentuan titik akromatik. Titik
akromatik adalah titik dimana pati tersebut menunjukan warna yang lebih pudar
saat dilakukan penetesan iodium yang menandakan bahwa pati tersebut telah
terhidrolisis secara sempurna menjadi unit yang lebih kecil yaitu glukosa.
Berdasarkan hasil percobaan diatas, titik akromatik yang terjadi dalam pratikum
adalah pada saat menit kedua puluh satu yang ditandai dengan tebentuknya larutan
yang berwarna kuning pucat pada larutan yang di uji.
Kemudian hasil hidrolisis tersebut di lakukan penetralan dengan NaOH
yang dilakukan untuk menetralkan HCl yang ditambahkan pada proses pemutusan
rantai (hidrolisis). Setelah larutan tersebut netral, kemudian dilakukan kembali
dengan pengujian dengan diambil larutan yang telah dinetralkan, kemudian
direaksikan

dengan

pereaksi

benedict

dan

dilakuksan

pemanasan

kembali, hal ini menunjukkan adanya perubahan warna larutan menjadi merah
bata, yang menandakan reaksi positif mengandung gula pereduksi, dan glukosa
adalah contoh dari kelompok monosakarida yang memiliki kemampuan untuk
mereduksi. Pemanasan diatas hanya dilakukan untuk mempercepat terjadinya atau
jalannya reaksi antara benedict dan hasil larutan netral dari hidrolisis pati.
G. Kesimpulan
1. Pada uji karbohidrat pada makanan yang positif mengandung karbohidrat
adalah nasi, biskuit, tepung terigu dan kentang berwarna biru keunguan setelah
ditetesi KI.
2. Uji benedict dilakukan untuk membuktikan adanya gula pereduksi.
3. Gula reduksi dapat dibuktikan dengan terbentuknya endapan yang berwarna
merah bata. Akan tetapi tidak selamanya warna larutan atau endapan yang
terbentuk berwarna merah bata, hal ini bergantung pada konsentrasi atau kadar
gula reduksi yang dikandung oleh tiap-tiap larutan uji.
4. Larutan glukosa, fruktosa, sukrosa, dan laktosa menunjukkan hasil yang positif
(gula pereduksi).
5. Larutan amilum dan formalin menunjukkan hasil yang negatif (bukan gula
pereduksi).
6. Uji hidrolisis amilum pada menit kedua puluh satu amilum terhidrolisis
sempurna, hal ini ditandai dengan terbentuknya warna kuning pucat dan unit
lebih kecil yaitu glukosa. Dilanjutkan dengan uji menggunakan uji Benedict
terdapat endapan merah bata yang menandakan pati terhidrolisis sempurna
menjadi glukosa.
H. Jawaban Pertanyaan
1. Pada percobaan 1, bahan mana sajakah yang positif mengandung karbohidrat?
Jawab : Nasi, biskuit, tepung terigu dan kentang.

10

2. Pada percobaan 2, manakah yang menunjukkan hasil negative dengan uji


Benedict ? Mengapa?
Jawab : Pada uji benedict yang negative adalah larutan amilum dan larutan
formalin. Amilum menunjukkan negative karena pada amilum tersusun dari DGlukosa yang banyak. Sedangkan pada formalin tidak termasuk karbohidrat
sehingga tidak bereaksi dengan uji benedict, formalin adalah senyawa kimia
formaldehida merupakan aldehida yang terbentuk dari reaksi oksidasi katalitik
pada metanol.
3. Sebutkan jenis uji lain yan dapat digunakan untuk menguji adanya gula
pereduksi?
Jawab : Reaksi fehling dan pereaksi tollens.
4. Tuliskan reaksi antara gula reduksi dengan pereaksi benedict?
Jawab:
O

RCH + Cu2+ 2OH- RCOH + Cu2O + H2O


Gula Pereduksi

Endapan Merah Bata

5. Apa kelebihan menggunakan uji Benedict dibandingkan uji gula reduksi yang
lain?
Jawab : Larutan Benedict digunakan untuk menguji keberadaan gula
pereduksi dalam suatu sampel. Terdapat perbedaan dengan larutan Fehling
yang berkerja pada basa kuat karena mengandung kalium hidroksida,
sedangkan dalam larutan Benedict hanya terdapat natrium karbonat sehingga

11

tidak terlalu basa. Hasil positif yang ditunjukkan dari uji ini adalah terbentukan
endapan berwarna merah bata yang tidak larut. Endapan merah bata
diakibatkan reaksi dari ion logam tembaga(II) direduksi menjadi tembaga (I).
Uji gula reduksi menggunakan larutan Benedict sangat sensitif hingga dapat
mendeteksi kadar glukosa sebesar 0.1% dalam campuran, sehingga sangat
sering digunakan untuk sampel urin dan darah
Jawab:
6. Pada percobaan 3, bagaimana cara mengetahui bahwa hidrolisis amilum telah
sempurna?
Jawab: Hidrolisis pati sempurna jika hasil hidrolisis bereaksi positif dengan
pereaksi benedict membentuk endapan mrah bata. Hal ini menunjukkan bahwa
pemanasan dapat meningkatkan proses reaksi yang terjadi dibuktikan dengan
adnya endapan merah bata yang terjadi pada tabung reaksi yang dipanaskan.
Pada tabung reaksi terdapat endapan merah bata banyak karena dengan adanya
pendidihan menyebabkan terjadinya hidrolisis sehingga menghasilkan gugus
reduksi bebas yang lebih banyak. Tanpa pemanasan menyebabkan tidak
terjadinya hidrolisis sehingga hanya mempunyai sebuah gugus reduksi bebas.
7. Mengapa larutan hasil hidrolisis perlu dinetralkan terlebih dahulu?
Jawab: Larutan hasil hidrolisis dinetralkan terlebih dahulu agar pHnya sesuai
ketika akan diuji dengan pereaksi benedict, karena itu diuji dengan kertas
lakmus, agar menghasilkan hasil yang positif.