Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Sebagai pendidikan profesi, pendidikan keperawatan memiliki
landasan profesi yang kokoh yang selalu mengikuti perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi keperawatan dan ilmu-ilmu penunjang serta
menumduh kkembangkan keterapilan dasar dan kemampuan sebagai ahli
madya keperawatan. Memeiliki landasan profesi yang kokoh, bermakna
menumbuhkan dan membina sikap, tingkah laku, dan kemapuan
professional keperawatan untuk melakukan praktik keperawatan illmiah.
Masa pertumbuhan dan membina landasan profesi keperawatan ini
disebut sebagai sosialisasi professional (professional socialization) atau
adaptasi professional (professional adaptation), yaitu masa seorang peserta
didik menjadi perawat professional.
Adaptasi professional bagi peserta didik yang dilaksanakan dalam
bentuk pengalaman belajar klinik lapangan keperwatan, dilakukan dalam
tatanan nyata pelayanan/ asuhan keperawatan, dimana juga terdapat
komunitas professional keperwatan yang sarat dengan model peran dengan
suasana dan lingkungan yang kondusif untuk perubahan perilaku peserta
didik.
Metode pembelajaran merupakan slah satu metode mendidik
peserta didik di klinik yang memungkinkan pendidik memilih dan
menerapkan cara mendidik yang sesuai dengan objektif (tujuan), dan
karateristik individual peserta didik berdsarkan kerangka konsep
pembelajaran.
B. TUJUAN
1. Tujun Umum
Agar mahasiswa dan mahasiswi mampu memahami tentang pre dan
post conference
2. Tujuan Khusus
1

Agar mahasiswa dan mahasiswi mampu menjelaskan tentang:


a. pembahasan pre conference
b. pembahasan post conference
C. MANFAAT
1. Bagi Mahasiswa
Untuk menjadi bahan belajar dalam meningkat ilmu pengetahuan dan
dapat menerapkannya sesuai dengan profesi keperawatan.
2. Untuk Institusi Pendidikan
Untuk menilai pengetahuan pengalaman mahasiswa dalam menyusun
suatu makalah dengan mengambil tata cara dari berbagai sumber
literatur serta dijadikan sebagai sumber bacaan di perpustakaan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. PENGERTIAN CONFERENCE
Conference adalah diskusi kelompok tentang beberapa aspek klinik
dan kegiatan konsultasi. Conference dilakukan sebelum dan sesudah
melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien.

Konferensi merupakan pertemuan tim yang dilakukan setiap hari.


Konferensi dilakukan sebelum atau setelah melakukan operan dinas, sore
atau malam sesuai dengan jadwal dinas perawatan pelaksanaan.
Konferense sebaiknya dilakukan di tempat tersendiri sehingga dapat
mengurangi gangguan dari luar.
B. TUJUAN CONFERENCE
Secara umum tujuan konferensi adalah untuk menganalisa
masalah-masalah secara kritis dan menjabarkan alternatif penyelesaian
masalah, mendapatkan gambaran berbagai situasi lapangan yang dapat
menjadi masukan untuk menyusun rencana antisipasi sehingga dapat
meningkatkan kesiapan diri dalam pemberian asuhan keperawatan dan
merupakan cara yang efektif untuk menghasilkan perubahan non kognitif
(McKeachie, 1962).
Juga membantu koordinasi dalam rencana pemberian asuhan
keperawatan sehingga tidak terjadi pengulangan asuhan, kebingungan dan
frustasi bagi pemberi asuhan (T.M. Marelli, et.al, 1997).
C. KONFERENSI TERDIRI DARI PRE CONFERENCE DAN POST
CONFERENCE
a. Pre Conference
Pre conference adalah komunikasi katim dan perawat pelaksana
setelah selesai operan untuk rencana kegiatan pada shift tersebut yang
dipimpin oleh ketua tim atau penanggung jawab tim. Jika yang dinas
pada tim tersebut hanya satu orang, maka pre conference ditiadakan. Isi
pre conference adalah rencana tiap perawat (rencana harian), dan
tambahan rencana dari katim dan penanggung jawab tim (Modul
MPKP, 2006).
1) Tujuan pre conference adalah:
a) Membantu untuk mengidentifikasi masalah-masalah pasien,
merencanakan asuhan dan merencanakan evaluasi hasil
b) Mempersiapkan hal-hal yang akan ditemui di lapangan

c) Memberikan kesempatan untuk berdiskusi tentang keadaan


2)
3)
4)
5)

pasien
Waktu : setelah operan
Tempat : Meja masing masing tim
Penanggung jawab : Ketua tim atau Penanggung jawab tim
Kegiatan :
a) Ketua tim atau Penanggung jawab tim membuka acara
b) Ketua tim atau penanggung jawab tim menanjakan rencana
harian masing masing perawat pelaksana
c) Ketua tim atau Penanggung jawab tim memberikan masukan
dan tindakan lanjut terkait dengan asuhan yang diberikan saat itu
d) Ketua tim atau Penanggung jawab tim memberikan

reinforcement
e) Ketua tim atau Penanggung jawab tim menutup acara
6) Syarat pelaksanaan:
a) Pre conference dilaksanakan sebelum pemberian asuhan
keperawatan
b) Waktu efektif yang diperlukan 10 atau 15 menit
c) Topik yang dibicarakan harus dibatasi, umumnya tentang
keadaan pasien, perencanaan tindakan rencana dan data-data
yang perlu ditambahkan
d) Yang terlibat dalam conference adalah kepala ruangan, ketua tim
dan anggota tim (Jean, et.Al, 1973).
b. Post Conference
Post conference adalah komunikasi katim dan perawat pelaksana
tentang hasil kegiatan sepanjang shift dan sebelum operan kepada shift
berikut. Isi post conference adalah hasil askep tiap perawatan dan hal
penting untuk operan (tindak lanjut). Post conference dipimpin oleh
katim atau Pj tim (Modul MPKP, 2006).
1) Tujuan post conference adalah:
Untuk memberikan kesempatan mendiskusikan
2)
3)
4)
5)

penyelesaian

masalah dan membandingkan masalah yang dijumpai.


Waktu :Sebelum operan ke dinas berikutnya
Tempat : Meja masing masing tim
Penanggung jawab : ketua tim atau Pj tim
Kegiatan :
a) Ketua tim atau Pj tim membuka acara
b) Ketua tim atau Pj tim menanyakan kendala dalam asuhan yang
telah diberikan
4

c) Ketua tim atau Pj tim yang menanyakan tindakan lanjut asuhan


klien yang harus dioperkan kepada perawat shift berikutnya
d) Ketua tim atau Pj menutup acara
6) Syarat Post Conference
a) post conference dilakukan sesudah pemberian asuhan
keperawatan
b) Waktu efektif yang diperlukan 10 atau 15 menit
c) Topik yang dibicarakan harus dibatasi, umumnya tentang
keadaan pasien, perencanaan tindakan rencana dan data-data
yang perlu ditambahkan
d) Yang terlibat dalam conference adalah kepala ruangan, ketua tim
dan anggota tim

D. PEDOMAN PELAKSANAAN CONFERENCE


1. Sebelum dimulai, tujuan conference harus dijelaskan
2. Diskusi harus mencerminkan proses dan dinamika kelompok
3. Pemimpin mempunyai peran untuk menjaga fokus diskusi tanpa
mendominasi dan memberi umpan balik
4. Pemimpin harus merencanakan topik yang penting secara periodik
5. Ciptakan suasana diskusi yang mendukung peran serta, keinginan
mengambil tanggung jawab dan menerima pendekatan serta pendapat
yang berbeda
6. Ruang diskusi diatur sehingga dapat tatap muka pada saat diskusi
7. Pada saat menyimpulkan conference, ringkasan diberikan oleh
pemimpin dan kesesuaiannya dengan situasi lapangan
Panduan perawat pelaksanaan dalam melaksanakan konferensi
Adapun panduan bagi perawat pelaksana dalam melakukan konferensi
adalah sebagai berikut: (Ratna Sitorus, 2006).
1. Konferensi dilakukan setiap hari segera setelah dilakukan pergantian
2.

dinas pagi atau sore sesuai dengan jadwal perawatan pelaksana.


Konferensi dihadiri oleh perawat pelaksana dan PA dalam timnya

3.

masing masing.
Penyampaian perkembangan dan masalah klien berdasarkan hasil
evaluasi kemarin dan kondisi klien yang dilaporkan oleh dinas malam.
Hal hal yang disampaikan oleh perawat pelaksana meliputi :
a. Utama klien
5

b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
4.

Keluhan klien
TTV dan kesadaran
Hasil pemeriksaan laboraturium atau diagnostic terbaru.
Masalah keperawatan
Rencana keperawatan hari ini
Perubahan keadaan terapi medis
Rencana medis.

Perawat pelaksana mendikusikan dan mengarahkan perawat asosiet


tentang masalah yang terkait dengan perawatan klien yang meliputi :
a. Klien yang terkait dengan pelayanan seperti : keterlambatan,
kesalahan pemberian makan, kebisikan pengunjung lain, kehadiran
dokter yang dikonsulkan.
b. Ketepatan pemberian infuse.
c. Ketepatan pemantauan asupan dan pengeluaran cairan.
d. Ketepatan pemberian obat / injeksi.
e. Ketepatan pelaksanaan tindakan lain,
f. Ketepatan dokumentasi.

5.

Mengiatkan kembali standar prosedur yang ditetapkan.

6.

Mengiatkan kembali tentang kedisiplinan, ketelitian, kejujuran dan


kemajuan masing masing perawatan asosiet.
Membantu perawatan asosiet menyelesaikan masalaah yang tidak
dapat diselesaikan.
Tahap tahap inilah yang akan dilakukan oleh perawat perawat

ruangan ketika melakukan pre conference.


Tabel I Pedoman Pre Conference
PEDOMAN PRE CONFERENCE
Waktu Kegiatan
: setelah operan
Tempat
: meja masing-masing tim
Penanggung jawab : Ketua Tim/PJ tim
Kegiatan:
1.
Katim/PJ tim membuka acara dengan salam
2.
Katim/PJ tim menanyakan rencana harian masing-masing perawat
pelaksana
3.
Katim/PJ tim memberikan masukan dan tindak lanjut terkait dengan
6

4.
5.

asuhan yang diberikan saat itu.


Katim/PJ tim memberikan reinforcemen
Katim/PJ tim menutup acara

Tabel 2 Pedoman Post Conference

1.
2.
3.
4.

PEDOMAN POST CONFERENCE


Waktu Kegiatan
: sebelum operan ke dinas berikut
Tempat
: meja masing-masing tim
Penanggung jawab : Ketua Tim
Kegiatan:
Ketua tim membuka acara dengan salam
Ketua tim menanyakan hasil asuhan masing-masing pasien
Ketua tim menanyakan kendala dalam asuhan yang telah diberikan.
Ketua tim menanyakan tindak lanjut asuhan pasien yang harus dioperkan

5.

kepada perawat shift berikutnya.


Ketua tim menutup acara

ROLE PLAY
PRE DAN POST CONFERENCE
OLEH: KELOMPOK 3
7

Pemeran:
1. Suliaman Bakri sebagai kepala ruangan
2. Maulida Asma sebagai ketua Tim
3. Yulianti sebagai perawat pelaksana 1
4. Taufik Indrawan sebagai perawat pelaksana 2
5. Ina Zuurita Vonna sebagai perawat pelaksana 3
6. Rahmadhani sebagai perawat pelaksana 4
7. Novia Rizki sebagai perawat pelaksana 5
8. Maryani sebagai narator
Role play
Pre dan post conference
1). Pre conference
Waktu kegiatan

: setelah overan shift malam ke pagi

Tempat

: meja masing-masing tim

Penanggung jawab

: ketua tim

Kegiatan

1. Ketua tim membuka acara


2. ketua tim menanyakan rencana harian masing-masing perawat pelaksana
3. ketua tim memberikan masukan dan tindak lanjut terkait dengan asuhan yang
diberikan saat itu
4. ketua tim memberikan reinforcement
5. ketua tim menutup acara
Karu: assalamualaikum wr. Wb. Selamat pagi semua.
Puji syukur kita ucapkan kepada Allah swt. Yang telah memberikan kesehatan
kepada kita sehingga kita masih bisa menjalankan tugas kita sebagai seorang
perawat.
Baiklah untuk memulai aktivitas kita awali dengan basmallah.
Selanjutnya kepada katua tim ners Maulida Asma, seperti biasanya untuk bisa
memandu conference kita pagi ini, bisa dimulai sekarang..
Katim: Terimakasih kepada bapak Sulaiman Bakri selaku kepala ruangan,
8

Assalamualikum wr. Wb. Selamat pagi kepada rekan rekan semua,,, alhamdulillah
kita semua masih diberi kesehatan..
Ya pada kesempatan pre conference pagi ini tanggal 19 juni 2013, di ruang
bougenvile dengan jumlah pasien 10 orang dengan kategori perawatan sedang/
partial.
Disini saya kita akan bagi tugas untuk dapat melancarkan kegiatan kita pagi ini
sbb:
Nurse Denti:
Nama perawat : Yulianti Ruangan : Melati Tanggal :
Nama Pasien :
1. tn. doni 4. Ny. Rahm
2. ny. ani 5. tn. Adi
3. ny. Dewi 6. Ny. Dini

Shift pagi
WAKTU
07.30 13.30 20.30 Operan
08.00

KEGIATAN

Pre Conference
15.00 22.00 Perbeden TT
1. tn. doni 4. Ny. Rahmi
2. ny. ani 5. tn. Adi

09.00

3. ny. Dewi 6. Ny. Dini


16.00 23.00 Melakukan perawatan luka

10.00

1. tn. Doni
17.00 24.00 Kolaborasi pemeriksaan penunjang CTscan
1. tn. Doni

11.00

2. ny. Dewi
18.00 06.00 Pemeriksaan Tanda-tanda Vital
1. tn. doni 4. Ny. Rahmi
2. ny. ani 5. tn. Adi
3. ny. Dewi 6. Ny. Dini
9

KET

Memasang kateter
12.00

1. Ny. Dewi
19.00 07.00 memberi makan per oral
1. ny. Dewi
2. ny. Rahmi
3. tn. Adi
memberi makan melalui NGT

13.00

20.00

1. ny. Ani
memberi teraphy obat
1. ny. Ani (dexa, kalnex)
2. tn. Doni (monitol, farsix0
3. ny.dewi (farsix)
4. ny. Rahmi (ranitidin, ceftri)
5. tn. Adi (dexa)
6. ny. Dini (dexa)

14.00

Dokumentasi keperawatan
21.00 08.00 Operan
Post conference

( jika 1 tim > 1 orang )

Nama perawat : Taufik indrawan

Ruangan : bougenvile

Nama Pasien :
1. tn. rian 4. tn. paino
2. ny. marta 5. tn. darmanto
3. ny. linda 6. Ny. sukinah
WAKTU
07.30 13.30 20.30 Operan

KEGIATAN

Pre Conference
08.00

(jika 1 tim > 1 orang )

Memberi obat pasien


15.00 22.00 Perbeden TT
1. tn. rian 4. tn. paino
2. ny. marta 5. tn. darmanto
3. ny. linda 6. Ny. Sukinah
10

( pasien sendiri )

KET

09.00

16.00 23.00 Melakukan perawatan luka


1. Ny. Marta
2. tn. Darmanto

10.00

3. ny. Sukinah
17.00 24.00 Melakukan Rom Pasif
1. tn. Rian
2. ny. Linda
3. ny. Sukinah
melakukan EKG
1. tn. Paino

11.00

2. tn. Darmanto
18.00 06.00 pemeriksaan Tanda-tanda Vital
1. tn. rian 4. tn. paino
2. ny. marta 5. tn. darmanto

12.00

3. ny. linda 6. Ny. sukinah


19.00 07.00 memasang NGT
1. ny. Linda
2. tn. Rian
melakukan kumbah lambung

13.00

20.00

1. ny. Marta
pemberian terapi obat
1. tn. rian (ranitidin, ketorolac)
2. ny. marta (dexa, Ranitidin)
3. ny. linda (ketorolac, Ranitidin)
4. Tn. Paino (ranitidin, lasix)
5. Tn. Darmanto (dexa)
6. ny. Sukinah (dexa)

14.00

Dokumentasi keperawatan
21.00 08.00 Operan
Post conference

( jika 1 tim > 1 orang )

Nama perawat : Ina Zurita Vonna Ruangan : bougenvile


11

Nama Pasien :
1. tn. aryo 4. tn. cahyo
2. tn. budi 5. tn. dono
3. tn. tono 6. tn. romadi
WAKTU
07.30 13.30 20.30 Operan

KEGIATAN

Pre Conference
08.00

(jika 1 tim > 1 orang )

Memberi obat pasien


15.00 22.00 Perbeden TT

( pasien sendiri )

1. tn. aryo 4. tn. cahyo


2. tn. budi 5. tn. dono
09.00

3. tn. tono 6. tn. Romadi


16.00 23.00 Melakukan perawatan luka
1. tn. Aryo

10.00

2. tn. Tono
17.00 24.00 Melakukan Rom Pasif
1. tn. Aryo
2. tn. Tono
3. tn. Budi
melakukan EKG

11.00

3. 1. tn. Dono
18.00 06.00 pemeriksaan Tanda-tanda Vital
1. tn. aryo 4. tn. cahyo
2. tn. budi 5. tn. dono

12.00

3. tn. tono 6. tn. Romadi


19.00 07.00 memasang NGT
1. tn. Tono
melakukan kumbah lambung

13.00

20.00

2. tn. Dono
pemberian terapi obat
1. tn. Aryo (ranitidin, ketorolac)
2. tn. Budi (dexa, ranitidin)
3. tn. Tono (ketorolac)
12

KET

4. tn. Cahyo (ranitidin, lasix)


5. tn.dono (dexa)
6. tn. Romadi (dexa)
14.00

Dokumentasi keperawatan
21.00 08.00 Operan
Post conference

( jika 1 tim > 1 orang )

Nama perawat : rahmadhani Ruangan : bougenvile


Nama Pasien :
1. ny. Sari 4. Ny. Fatma
2. tn. Hamid 5. tn. dodi
3. tn. Sarif 6. Ny. Lita
WAKTU
07.30 13.30 20.30 Operan

KEGIATAN

Pre Conference
08.00

(jika 1 tim > 1 orang )

Memberi obat pasien


15.00 22.00 Perbeden TT

( pasien sendiri )

1. Ny. Lita
2. tn. Hamid
09.00

3. Ny. Fatma
16.00 23.00 Suction ny. Fatma
Rom pasif tn. Hamid
Mengambil sample urine ny. Sari
Mengambil sample darah tn. Sarif & ny.

10.00

Lita
17.00 24.00 Kolaborasi pemeriksaan CT-scan
Ny. Fatma & tn. Dodi

11.00

melakukan EKG ny. Lita


18.00 06.00 pemeriksaan Tanda-tanda Vital
1. ny. Sari 4. Ny. Fatma
2. tn. Hamid 5. tn. dodi

12.00

3. tn. Sarif 6. Ny. Lita


19.00 07.00 mengambil hasil cek darah tn. Sarif & ny.
lita
13

KET

mengambil hasil cek urine ny. Sari


pemberian makanan melalui sonde ny.
13.00

20.00

Fatma dan tn. Hamid


pemberian terapi obat
1. ny. Sari (ranitidin, cetorolax)
2. tn. Hamid (dexa, ranitidin)
3. tn. Sarif (cetorolax, dexa)
4. ny. Fatma ( cetorolax, dexa)
5. tn. Dodi (ranitidin, dexa)
6. ny. Lita ( dexa, ranitidin)

14.00

Dokumentasi keperawatan
21.00 08.00 Operan
Post conference

( jika 1 tim > 1 orang )

Nama perawat : novia rezeki Ruangan : bougenvile


Nama Pasien :
1. ny. Santi 4. tn. Abdul
2. ny. Imah 5. tn. Handoko
3. ny. Serly 6. tn. Salim
07.30

WAKTU
13.30 20.30 Operan

KEGIATAN

Pre Conference

(jika 1 tim > 1 orang )

08.00

Memberi obat pasien


( pasien sendiri )
15.00 22.00 Melakukan perawatan luka tn. Abdul dan

09.00

ny. Serly
16.00 23.00 Pemeriksaan darah lengkap tn. Handoko,

10.00

tn. Abdul dan ny. Santi


17.00 24.00 Kolaborasi pemeriksaan CT-scan

11.00

Ny. serly
18.00 06.00 pemeriksaan Tanda-tanda Vital
1. ny. Santi 4. tn. Abdul
2. ny. Imah 5. tn. Handoko

12.00

3. ny. Serly 6. tn. Salim


19.00 07.00 memberi makan melalui sonde tn. Salim
14

KET

13.00

20.00

dan ny. Imah


pemberian terapi obat
1. ny. Santi (ranitidin, cetorolax)
2. ny. Imah (dexa, ranitidin)
3. ny. Serly (cetorolax, dexa)
4. tn abdul ( calnex)
5. tn. Handoko (ranitidin, calnex)
6. tn. Salim (dexa)

14.00

Dokumentasi keperawatan
21.00 08.00 Operan

Post conference
( jika 1 tim > 1 orang )
Katim: ya, baiklah disini ada beberapa pasien yang memerlukan perhatian, dan
saya rasa kita semua sudah tahu, tapi untuk lebih mengingatkan kita akan saya
ulas lagi, bahwa:
1. Ny. Dewi akan di pasang kateter dilakukan segera
2. tn. Doni dan ny.dewi, ny. Fatma dan tn. Dodi srta ny. Serly akan dilakukan
pemeriksaan CT-Scan jadwal menyesuaikan
3. ny. Linda dan tn. Rian, tn. Tono akn dipasang NGT setelah visit dokter
4. ny. Marta dan tn. Dono harus dilakukan kumbah lambung
5. ny. Fatma harus dilakukan suction karena secret mulai menumpuk dilakukan
segera
6. dan pemberian Rom pasif penting Bagi pasien yang bedrest Total
Nah.. itulah tadi hal-hal yang harus kita beri perhatian lebih, bukan berarti kita
tidak memperhatikan pasien lain, tetapi itu tadi yang kita patut waspadai agar
tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Baiklah, terimakasih atas kerja sama rekan rekan sekalian, yang sudah bekerja
dengan semaksimal mungkin dan patut kita beri aplouse pertahankan terus
kinerja kita semua dan kalau bisa kita tingkatkan lagi menjadi lebih baik. Amiin.
Ada yang ingin disampaikan oleh rekan rekan???
Ya, sebelum kita memulai kerja kita hari ini, mari kita berdoa demi kelancaran
semua tindakan yang kita lakukan. Berdoa,,,,,, mulai,,,,, selesai.
Akhirul kata,,,, wassalamulaikum wr. Wb.
15

2). Post conference


Waktu kegiatan : sebelum overan ke dinas sore
Tempat : meja masing-masing tim
Penanggung jawab : ketua Tim
Kegiatan :
1. Katim membuka acara
2. Katim menanyakan hasil asuhan masing-masing
3. Katim menanyakan kendala dalam asuhan yang diberikan
4. Katim menanyakan tindak lanjut asuhan pasien yang harus dioperkan ke shift
berikutnya
5. Katim menutup acara
Katim: assalamualaikum wr. Wb
Alhamdulillahirobilalamin, puji syukur kehadirat Allah swt. Kita masih bertemu
lagi dan berkumpul di penghujung tugas kita, seperti biasa kita akan melakukan
post conference sebelum di operkan ke shift berikutnya, baiklah langsung saja
bagaimana hasil asuhan keperawatan kita masing-masing?
Kendala selama asuhan keperawatan yang dilakukan, dan rencana tindak lanjut
untuk dapat dioperkan pada shift berikutnya,
Bisa dimulai dari nurse Denti:
yuli: baik terimakasih atas waktunya, asuhan keperawatan yang saya lakukan
berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana, namun ada beberpa hal kendala
dengan pasien:
Ny. Dewi yang tidak mau dipasang kateter karena pihak keluarga belum mengerti
prosedure medis, dan rencana akan dilakukan pndkes.
Evaluasi askep:
1. Ny. Ani : k/u lemah, GCS: 9 (somnolen), TTV (TD: 100/70, P: 18, N: 68, S:
36,5)
Rencana tindak lanjut untuk pasien:
injeksi IV kalnex pkl 21.00
kumbah lambung 16.00

16

2. Tn. Doni: k/u lemah, GCS: 14 (compos mentis), TTV (TD: 110/80, P: 20, N:
82, S: 37,2)
Rencana tindak lanjut
Pemberian monitol pukul 19.00 dan parasetamol pukul 20.00
3. Ny. Dewi: k/u baik, GCS: 14 (compos mentis), TTV (TD: 120/70, P: 22, N: 80,
S: 36,2)
Rencana tindak lanjut
Pemberian monitol pukul 20.00,ceftriaxon pukul 20.00 dan ganti kateter pukul
15.00
4. Ny. Rahmi:k/u lemah, GCS:14 (composmentis),makan hanya porsi mual
muntah TTV (TD: 100/80, P: 20, N: 80, S: 36)
Rencana tindak lanjut
Pemberian ranintidin pukul 21.00,infus dextrose pukul 15.00
5. Tn. Adi k/u baik, GCS: 14 (composmentis), TTV (TD: 120/90, P: 22, N: 84, S:
36,3)
Rencana tindak lanjut
Pemberian ceftriaxon pukul 20.00
6. Ny. Dini k/u lemah, GCS: 14 (composmentis),sesak+ TTV (TD: 110/70, P: 26,
N: 86, S: 36,1)
Rencana tindak lanjut
Pemberian Oksigen nasal kanul 3 liter/mnt pukul 14.30 dan ceftriaxson pukul
20.00
Katim: baiklah selanjutnya pada nurse vivi
Nurse taufik: sealama menjalankan asuhan keperawatan semua tindakan sesuai
rencana namun ada kendala pada Tn. Rian yang tidak mau di pasang NGT,
kasusnya sama dengan nurse denti yaitu keluarga dan pasien belum mengetahui
prosedur tindakan medis dan rencananya juga akan dilakukan penkes pada kelurga
tsb.
Evaluasi askep:
1. Tn. Rian: k/u lemah, GCS: 14 (compos mentis), TTV (TD: 100/70, P: 18, N:
68, S: 36,5)
17

Rencana tindak lanjut untuk pasien:


injeksi IV ranitidin,cetorolax pkl 20.00
rom pasif pukul 16.00
pasang NGT pukul 19.00
2. Ny. Marta: k/u lemah, GCS: 14 (compos mentis), TTV (TD: 110/80, P: 20, N:
82, S: 37,2)
Rencana tindak lanjut
Ganti balutan pukul 17.00
3. Ny. Linda: k/u lemah, GCS: 9 (somnolen), TTV (TD: 120/70, P: 22, N: 80, S:
36,2)
Rencana tindak lanjut
Rom pasif pukul 16.00
4. Tn. Paino:k/u lemah, GCS:14 (composmentis),makan hanya porsi mual
muntah TTV (TD: 100/80, P: 20, N: 80, S: 36)
Rencana tindak lanjut
Pemberian ranintidin, lasix pukul 20.00,EKG pukul 17.00
5. Tn. Darmanto: k/u lemah, GCS: 14 (composmentis), TTV (TD: 120/90, P: 22,
N: 84, S: 36,3)
Rencana tindak lanjut
Ganti balutan pukul 17.00
Rom pasif pukul 16.00
6. Ny. Sukinah :k/u lemah, GCS: 14 (composmentis),sesak+ TTV (TD: 110/70, P:
26, N: 86, S: 36,1)
Rencana tindak lanjut
Ganti balutan pukul 17.00
Rom pasif pukul 16.00
Katim : baiklah selanjutnya kepada ners arief di pesilakan
Ners ina: baiklah terimakasih atas waktunya, asuhan keperawatan yanga saya
lakukan alhamdulillah tidaj mengalami kendala apapun dan berjalan sesuai
rencana. Adapun evaluasi asuahan keperawatyan yaitu;

18

1. Tn. Aryo: k/u lemah, GCS: 14 (compos mentis), TTV (TD: 100/70, P: 18, N:
68, S: 36,5)
Rencana tindak lanjut untuk pasien:
rom pasif pukul 16.00
injeksi IV ranitidin,cetorolax pkl 20.00
2. tn. Budi: k/u lemah, GCS: 14 (compos mentis), TTV (TD: 110/80, P: 20, N: 82,
S: 37,2)
Rencana tindak lanjut
Pemberian ranitidin, dan dexametason pkl 20.00
ROM pasif pkl 16.00
3. Tn. Tono: k/u lemah, GCS: 9 (somnolen), TTV (TD: 120/70, P: 22, N: 80, S:
36,2)
Rencana tindak lanjut
Rom pasif pukul 16.00
Pemberian cetorolax pkl 20.00
4. Tn. Cahyo:k/u lemah, GCS:14 (composmentis),makan hanya porsi mual
muntah TTV (TD: 100/80, P: 20, N: 80, S: 36)
Rencana tindak lanjut
Pemberian ranintidin, lasix pukul 20.00
5. Tn. Dono: k/u baik, GCS: 14 (composmentis), TTV (TD: 120/90, P: 22, N: 84,
S: 36,3)
Rencana tindak lanjut
Pemberian dexametasone pkl 20.00
6. Tn. Romadi :k/u lemah, GCS: 14 (composmentis),sesak+ TTV (TD: 110/70, P:
26, N: 86, S: 36,1)
Rencana tindak lanjut
Rom pasif pukul 16.00
Pemberian dexametasone pkl 20.00
Katim: oke, terimakasih, selanjutnya ners Tina,,,,
Ners ani: terimakasih,,, selama melakukan tindakan keperawatan saya juga tidak
mngalami kendala dan sesuai dengan rencana,
19

Dan evaluasi askep dan rencana tindak lanjutnya yaitu:


1. Ny. Sari: k/u lemah, GCS: 14 (compos mentis), TTV (TD: 100/70, P: 18, N: 68,
S: 36,5)
Rencana tindak lanjut untuk pasien:
Bantu pasien BAB menggunakan pispot, anjurkan keluarga bila mungkin.
injeksi IV ranitidin,cetorolax pkl 20.00
2. tn. Hamid: k/u lemah, GCS: 14 (compos mentis), TTV (TD: 110/80, P: 20, N:
82, S: 37,2)
Rencana tindak lanjut
Pemberian makan melalui sonde pkl.17.30
Pemberian ranitidin, dan dexametason pkl 20.00
ROM pasif pkl 16.00
3. Tn. Sarif: k/u lemah, GCS: 13 (compos mentis), TTV (TD: 120/70, P: 22, N:
80, S: 36,2)
Rencana tindak lanjut
Rom pasif pukul 16.00
Pemberian cetorolax, dexametasone pkl 20.00
4. Ny. Fatma: k/u lemah, GCS:6 (stupor), TTV (TD: 100/80, P: 20, N: 80, S: 36)
Rencana tindak lanjut
Melakukan suction bila terjadi penumpukan sekret
Pemberian cetorolax, dexametasone pkl. 20.00
5. Tn. Dodi: k/u baik, GCS: 14 (composmentis), TTV (TD: 120/90, P: 22, N: 84,
S: 36,3)
Rencana tindak lanjut
Pemberian dexametasone dan ranitidin pkl 20.00
6. Tn. Romadi :k/u lemah, GCS: 14 (composmentis),sesak+ TTV (TD: 110/70, P:
26, N: 86, S: 36,1)
Rencana tindak lanjut
Suction ny. Lita karena terjadi penumpukan sekret.
Pemberian dexametasone, ranitidin pkl 20.00

20

Katim: oke terimakasih kepada ners Tina yang tgelah menyampaikan hasilnya,
selanjutnya yang terakhir nurse suci,, monggo
Ners via: baik, terimakasih atas waktunya,, disini saya akan melaporkan bahwa
asuhan yang saya lakukan sesuai rencana dan alhamdulillah juga tidak mengalami
kendala.
1. Ny. Santi: k/u lemah, GCS: 14 (compos mentis),tonus otot 3, TTV (TD: 110/70,
P: 18, N: 68, S: 36,5)
Rencana tindak lanjut untuk pasien:
Rom pasif,mengambil sempel urine
2. Ny. Imah : k/u lemah, GCS: 11 (delirium),turgor jelek membran mukosa kering
TTV (TD: 110/80, P: 18, N: 60, S: 37,2)
Rencana tindak lanjut
Pantau intake cairan, batsi pergerakan, pasang kateter dilakukan segera
3. Ny. Serli : k/u lemah, GCS: 13 (compos mentis), TTV (TD: 120/70, P: 22, N:
80, S: 36,2)
Rencana tindak lanjut
Ganti baltan sore pukul 16.00
Konsul rencana oprasi dokter Rizal
Terapi obat lanjutkan
4. Tn. Abdul : k/u lemah, GCS:14 (compos mentis), TTV (TD: 110/80, P: 20, N:
80, S: 36)
Rencana tindak lanjut
Ganti balutan pukul 16.00
Terapi obat lanjutkan
5. Tn. Handoko : k/u buruk, GCS: 3 (koma), TTV (TD: 80/60, P: 28, N: 55, S: 39)
Rencana tindak lanjut
Obserfasi pasien TTV tiap 1 jam sekali
Terapi obat lajutkan
6. Tn. Salim :k/u lemah, GCS: 14 (composmentis), TTV (TD: 110/70, P: 26, N:
86, S: 36,1)
Rencana tindak lanjut
21

Ganti kateter karena sudah lima hari


Terapi obat ditambah ranitidin tiap 12 jam sekali
Katim: baiklah, terimakasih atas laporan hasil asuhan keperawatan rekan-rekan
sekalian, saya kembalikan kepada bapak agung
Karu: iya, terimakasih kepada ners Edy, alhamdulillah proses keperawatan yang
kita lakukan hari ini dapat berjalan dengan lancar, terimaksih kepada pihak yang
sudah terlibat disini,
Sebelum kita akhiri tugas kita, kita akhiri dengan berdoa.. berdoa,, mulai..
selesai
Akhir kata, wassalamualikum wr. Wb.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Conference adalah diskusi kelompok tentang beberapa aspek klinik
dan kegiatan konsultasi. Conference dilakukan sebelum dan sesudah
melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien.
Konferensi merupakan pertemuan tim yang dilakukan setiap hari.
Konferensi dilakukan sebelum atau setelah melakukan operan dinas, sore
atau malam sesuai dengan jadwal dinas perawatan pelaksanaan.
Konferense sebaiknya dilakukan di tempat tersendiri sehingga dapat
mengurangi gangguan dari luar.
Secara umum tujuan konferensi adalah untuk menganalisa
masalah-masalah secara kritis dan menjabarkan alternatif penyelesaian
masalah, mendapatkan gambaran berbagai situasi lapangan yang dapat
menjadi masukan untuk menyusun rencana antisipasi sehingga dapat
meningkatkan kesiapan diri dalam pemberian asuhan keperawatan dan
merupakan cara yang efektif untuk menghasilkan perubahan non kognitif.
22

Pre conference adalah komunikasi katim dan perawat pelaksana


setelah selesai operan untuk rencana kegiatan pada shift tersebut yang
dipimpin oleh ketua tim atau penanggung jawab tim.
Post conference adalah komunikasi katim dan perawat pelaksana
tentang hasil kegiatan sepanjang shift dan sebelum operan kepada shift
berikut. Isi post conference adalah hasil askep tiap perawatan dan hal
penting untuk operan (tindak lanjut).
B. SARAN
Agar mahasiswa dapat memahami manajemen keperawatan dengan
pre dan post conference sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan dan
dapat mengamalkannya sesuai dengan profesinya sebagai perawat.

23

DAFTAR PUSTAKA
Nursalam. (2002). Manajemen Keperawatan aplikasi dalam praktik keperawatan
professional. Salemba medika. Jakarta.
http://iwansaing.wordpress.com/2010/11/01/pre-dan-post-conference-dalammanajemen-keperawatan/
http://www.scribd.com/doc/82437322/Definisi-Pre-Dan-Post-Conference

24