Anda di halaman 1dari 18

BAB III

TINJAUAN KASUS
Pengkajian
Tanggal masuk

: 26 januari 2015

Tanggal Pengkajian

: 27 Januari 2015

A.

Data Demografi
1. Biodata Klien
Nama
: Sdr. A
Umur
: 19 tahun
Alamat
: Pringtali, Jogonegoro/ Magelang
Pendidikan
: SD
Agama
: islam
Suku
: jawa
Status
: Belum Kawin
No RM
: 234998
2. Penanggung Jawab
Nama
: Ny. F
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama
: Islam
Hubungan dengan Klien : Ibu

B.

Keluhan Utama
Klien mengeluh nyeri abdomen kuadran bawah (luka pasca laparatomy)

C.

Riwayat Kesehatan
1. Riwayat penyakit sekarang
Klien mengatakan 5 hari sebelum masuk rumah sakit merasakan nyeri perut,
mual muntah warna hitam, sulit kentut. Klien tidak bisa BAB selama 4 hari SMRS.
Klien mengatakan selama di rumah, klien jarang makan, minum kopi sebanyak kurang
lebih 6 gelas dalam sehari, memiliki kebiasaan merokok sehari kurang lebih habis 3
bungkus. Pada tanggal 27 januari 2015 dilakukan program laparatomy.
2. Riwayat Penyakit Dahulu
Ibu klien mengatakan klien pernah mengalami kecelakaan dan mengalami fraktur.
Klien belum pernah menderita suatu penyakit dan belum pernah dirawat di rumah sakit.
3. Riwayat Penyakit Keluarga
Klien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit seperti hipertensi,
DM, penyakit jantung dan penyakit hereditas dan penyakit menular lainnya.

D.

Riwayat Psikososial
1. Status emosi
Klien mengatakan sudah pasrah dirawat di rumah sakit karena merasakan nyeri yang luar
biasa.
2. Gaya komunikasi
Klien tampak hati-hati dan pelan-pelan ketika berbicara karena perut terasa sakit
jika banyak berbicara. Pola komunikasi klien spontan dan kooperatif, klien tidak
menolak untuk diajak komunikasi. Komunikasi klien jelas meski sesekali menggunakan
bahasa isyarat.
3. Pola interaksi
Klien dapat berespon kepada orang lain, keluarga, perawat maupun dokter. Klien
mengatakan orang yang paling dekat dan dipercaya adalah ibu. Tipe kepribadian klien
terbuka.
4. Pola pertahanan
Mekanisme koping klien untuk mengatasi masalah nyeri yang dirasakannya adalah
dengan menangis dan merintih.
5. Dampak dirawat di RS
Selama dirawat di rumah sakit klien mengatakan mengalami perubahan secara psikologis
yaitu lebih banyak berdoa dan bersyukur serta tidak meremehkan masalah kesehatan.

E.

Riwayat Spiritual
Sdr. A beragama islam, sebelum masuk rumah sakit jarang sholat dan selama sakit, klien
tidak pernah sholat tetapi berdoa terus-menerus agar cepat sembuh

F.

Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan Umum
- Kesadaran : composmentis
GCS : E4, M6, V5
- Tanda- tanda Vital
Tekanan Darah
: 90/60 mmHg
Nadi
: 79 x/menit
Suhu
: 37,5oC
RR
: 20 x/menit
2. Pemeriksaan Kepala
- Inspeksi : Bentuk Kepala mesochepal, tidak ada lesi, warna hitam lurus, tidak
berketombe, berminyak
- Palpasi : tidak ada nyeri tekan, tidak terdapat benjolan
3. Mata
- Inspeksi : Simetris kanan dan kiri, sclera tidak tampak ikhterik, pupil isokor,
konjungtiva anemis

- Palpasi : tidak ada nyeri tekan, tidak terdapat benjolan


4. Hidung
- Inspeksi : tidak ada lesi, terdapat pernafasan cuping hidung, tidak ada perdarahan,
tidak ada penyumbatan hidung, pembengkakan (-), polip (-)
- Palpasi : tidak ada nyeri tekan, tidak terdapat benjolan
5. Mulut
- Inspeksi : mukosa bibir kering, tidak ada stomatitis, gigi berwarna kekuningan, lesi
(-), pembesaran tonsil (-), caries (+)
6. Telinga
- Inspeksi : simetris kanan kiri, tidak ada lesi/perdarahan, terdapat tindikan di telinga
kanan kiri, serumen (-)
- Palpasi : tidak ada nyeri tekan dan tidak ada benjolan
7. Leher
- Inspeksi : tidak ada lesi, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, jaringan parut (-)
- Palpasi : tidak terdapat nyeri tekan, pembesaran kelenjar limfe (+)
8. Thorax
- Inspeksi : bentuk thorax normal chest, tidak terdapat retraksi dada, pada saat
inspirasi dan ekspirasi pergerakan dada tidak ada yang tertinggal.
- Palpasi : Taktil fremitus kanan/kiri (+)
- Perkusi : terdengar sonor pada seluruh lapang dada
- Auskultasi : suara dasar paru vesikuler
9. Jantung
- Inspeksi : ictus cordis tidak tampak
- Palpasi : ictus cordis teraba di intercosta ke-5
- Perkusi :
batas atas
: ICS II mid sternalis
batas bawah : ICS V
batas kiri
: ICS V mid clavicula sinistra
batas kanan : ICS IV mid sternalis dextra
- Auskultasi : BJ 1 dan BJ 2 terdengar regular, bunyi jantung tambahan (-)
10. Abdomen
- Inspeksi : warna sama dengan area sekitar sawo matang, perut buncit, terdapat luka

pasca operasi di abdomen kuadran bawah, terdapat balutan luka pasca operasi.
Tanda-tanda infeksi :
Kalor (+), Rubor (-), dolor (+), tumor (-), Functiolaesa (-)
Auskultasi
: bising usus (+) 5 kali/menit
Perkusi
: timpani
Palpasi
:
terdapat nyeri tekan pada abdomen bagian bawah
P : nyeri semakin terasa jika digunakan bergerak, batuk dan tersentuh
Q : nyeri seperti diiris-iris

R : abdomen bagian bawah, di area bawah umbilikus di atas simfisis pubis.


Nyeri tidak menyebar ke area yang lain.
S: skala nyeri 6
T : nyeri terasa hilang timbul
11. Genitalia
- Inspeksi : jenis kelamin laki-laki, tidak ada lesi, terpasang kateter urin
- Palpasi : tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan, pembesaran kelenjar limfe
pada lipatan paha (+)
12. Rektum
- Inspeksi : tidak ada lesi, tidak ada hemoroid, tidak ada benjolan
13. Ekstremitas
- Ekstremitas atas : warna sama dengan kulit lainnya sawo matang, tidak ada lesi,
-

kekuatan otot kanan/ kiri 5/5 karena dapat mengangkat tinggi dan melawan gravitasi
Ekstremitas bawah : warna sama dengan kulit lainnya sawo matang, tidak ada lesi,

kekuatan otot kanan/kiri 5/5 karena dapat mengangkat tinggi dan melawan gravitasi
14. Kulit
Inspeksi : warna kulit sawo matang, tidak ada lesi, turgor kulit kering
Palpasi : CPR < 2 detik, suhu tubuh 37,50 C,
G.

Pengkajian Kebutuhan Dasar Manusia


1. Kebutuhan aktivitas dan latihan
Indeks Barthel
No
1

Aktivitas
Makan (feeding)

Nilai
0 = tidak mampu
1 = butuh bantuan
memotong,

Mandi (bathing)

Perawatan diri (grooming)

Skor
0

mengoles

mentega, dll
2 = mandiri
0 = tergantung orang lain
1 = mandiri
0 = membutuhkan bantuan
orang lain
1 = mandiri

0
0

dalam

perawatan muka, rambut,


4

Berpakaian (dressing)

gigi dan bercukur


0 = tergantung orang lain
1= sebagian dibantu (misal
mengancing baju)

Buang air kecil (bowel)

2 = mandiri
0 = inkontinensia atau

pakai kateter dan tidak


terkontrol
1 = kadang inkontinensia
(maksimal 1x24 jam)
2= kontinensia (teratur
6

Buang air besar

untuk lebih dari 7 hati)


0= inkontinensia (tidak

teratur atau perlu enema)


1= kadang inkontinensia

Penggunaan toilet

(sekali seminggu)
2= kontinensia (teratur)
0= tergantung bantuan

orang lain
1= membutuhkan bantuan,
tapi

Transfer

Mobilitas

dapat

melakukan

beberapa hal sendiri,


2= mandiri
0= tidak mampu
1= butuh bantuan untuk

bisa duduk (2 orang)


2=bantuan kecil (1 orang)
3= mandiri
0=
imobilisasi
(tidak
mampu)
1= menggunakan
roda
2=

berjalan

kursi
dengan

bantuan 1 orang
3= mandiri (meskipun
menggunakan alat bantu,
10

Naik turun tangga

seperti tongkat)
0= tidak mampu
1= membutuhkan bantuan

(alat bantu)
2= mandiri
Total =

Interpretasi Hasil
- 20
- 12 19
- 9 11
- 58
- 04

: mandiri
: ketergantungan ringan
: ketergantungan sedang
: ketergantungan berat
: ketergantungan total

Kesimpulan

: berdasarkan Indeks Barthel, pemenuhan kebutuhan

ADL klien termasuk dalam kategori ketergantungan total ( total skor 1)


2. Kebutuhan Nutrisi dan Cairan
a.
Antopometri
BB = 43 kg
TB = 159 cm
IMT = 43 = 17,5 ( berat badan kurang)
b.

c.

d.

1,592
Biochemical
- Hemoglobin
- Hematokrit
- Leukosit
- Trombosit

= 19,4 gr/dL (high)


= 53,7% (high)
= 15,8 . 103/uL (High)
= 201. 103/uL

Clinical
- Turgor Kulit : kering
- Mukosa bibir : kering
- CPR < 2 detik
Diet (Pola Makan)
Keterangan
Frekuensi

Sebelum sakit
Selama sakit
Jarang makan nasi kira-kira Klien puasa sampai 24 jam
sehari sekali
pasca operasi
Minum kopi kurang lebih 6 Diet cair setelah operasi
gelas/hari
Merokok kurang lebih habis
3bungkus/hari

Makan

Nasi, sayur, lauk, minum kopi


kurang lebih 6 gelas setiap
hari,

Keluhan
Balance cairan

dan

merokok

sehari

kurang lebih habis 3 bungkus


Mual (-), muntah (-)

Mual (+)

Intake (output + IWL)

IWL
Bb x 15 = 43 x 15 = 26,87 cc/ jam,
24
24

Jadi IWL dalam 8 jam 26,87 x 8 = 214,96 cc/ 8 jam atau 644,88 cc/24 jam
Intake
Makan
Minum
Infus
Injeksi

Intake

: - (saat dilakukan pengkajian sedang puasa)


: - (saat dilakukan pengkajian sedang puasa)
:
500 cc
: metro
: 100 cc
Ranitdin
: 6 cc
Alinamin
: 10 cc
Ketorolac
: 2 cc
618 cc

Output
BAB
BAK
Muntah
IWL
Output

:: 400 cc
:: 214,96 cc
614,96 cc

Jadi hasil balance cairan pada sdr.A adalah Intake-output : 618-614,96 = +


4,96 cc (8 jam)
Kebutuhan cairan pada orang dewasa 35cc x kg BB/ hari
35cc x43 (kg) / hari
1.505 cc/hari
501 cc/ 8 jam
3. Kebutuhan Oksigenasi
Sebelum sakit maupun selama sakit klien dapat bernafas normal tidak menggunakan
bantuan oksigen

4. Kebutuhan Eliminasi
Sebelum sakit : klien mengatakan BAB sehari sekali konsistensi padat, warna
kuning. Klien BAK sehari lebih dari 2 kali
Selama sakit : Klien mengatakan selama sakit sulit kentut dan sulit BAB, perut terasa
nyeri, BAK melalui selang kateter urin sehari kurang lebih 1500cc
5. Kebutuhan Istirahat Tidur
Sebelum sakit : klien mengatakan tidak mengalami gangguan tidur selama sakit, tidur
malam jam 22.00 dan bangun jam 06.00 WIB
Selama sakit : klien mengatakan selama istirahat klien sering terjaga di malam hari
karena lingkungan yang ramai, panas dan klien sering merasakan nyeri pada bagian
perut post operasi. Klien mengatakan kadang-kadang bisa tidur di siang hari
6. Persepsi Sensori dan Kognitif
Klien mampu berespon dan berorientasi terhadap diri sendiri dan lingkungannya.
Klien tidak mengalami gangguan pada indera pendengaran, penglihatan, penciuman,
peraba dan pengecap.
7. Kebutuhan Termoregulasi
Sebelum sakit : Klien mengatakan sebelum sakit suhu tubuh klien tidak pernah
mengalami peningkatan atau penurunan.
Selama sakit : klien mengatakan, selama sakit suhu tubuh klien sering mengalami
peningkatan. Suhu tubuh klien 37,5 0C
8. Kebutuhan Hiegiene dan Integritas Kulit
Sebelum sakit : klien mengatakan sebelum sakit sehari mandi 2 kali yaitu pagi dan
sore hari menggunakan sabun mandi, dan gosok gigi sehari 2 kali sehari
menggunakan pasta gigi. Kulit lembab dan elastis.
Selama sakit : klien mengatakan sehari disibin 2 kali sehari dengan menggunakan air
hangat dan tidak pernah menggosok gigi. Turgor kulit kering.
9. Kebutuhan konsep diri
a. Identitas Diri
Klien mengatakan dirinya adalah seorang anak dan karyawan sebuah warung
makan.
b. Peran
Klien mengatakan sedih karena tidak dapat menjalankan peran sebagai seorang
anak yang seharusnya bisa bekerja dan merawat ibunya.
c. Citra tubuh
Klien mengatakan menyukai semua anggota tubuhnya
d. Ideal diri
Klien mengatakan ingin segera sembuh, pulang dan kembali bekerja sehingga
dapat mencukupi kebutuhan keluarga.

e. Harga diri
Klien mengatakan dirinya merasa sedih karena lama dirawat di rumah sakit.
10. Kebutuhan stres koping
Sebelum sakit : klien mengatakan biasanya merasa stres karena pekerjaan, koping
yang dilakukan adalah dengan merokok.
Selama sakit : klien mengatakan bahwa sumber stresor selama sakit adalah rasa nyeri
pada perutnya. Koping yang dilakukan adalah dengan berdoa dan mengeluh kepada
ibunya.
11. Kebutuhan seksual dan reproduksi
Klien mengatakan mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Klien tidak
memiliki masalah terkait sistem reproduksi.
12. Kebutuhan Komunikasi dan Informasi
Sebelum sakit : klien mampu berkomunikasi dan menerima informasi dengan baik
Selama sakit : klien mampu berkomunikasi aktif dan bertukar informasi dengan
keluarga maupun dengan perawat dan dokter.
13. Kebutuhan rekreasi dan spiritual
Sebelum sakit : klien memenuhi kebutuhan rekreasi dengan cara bermain bersama
teman-teman kerjanya.
Selama sakit : klien mengatakan tidak mampu memenuhi kebutuhan rekreasi
karena seluruh perhatiannya terfokus pada nyeri yang dirasakannya.
14. Kebutuhan Rasa aman dan nyaman
Sebelum sakit : klien mengatakan sebelum sakit tidak mengalami gangguan rasa
nyaman. Klien merasa aman jika berada di rumah.
Selama sakit : klien mengatakan mengalami gangguan rasa nyaman, yaitu rasa nyeri.
Pengkajian nyeri :
P : nyeri semakin terasa jika digunakan bergerak, batuk dan tersentuh
Q : nyeri seperti diiris-iris
R : perut bagian bawah, di area bawah umbilikus di atas simfisis pubis. Nyeri
tidak menyebar ke area lain.
S: skala nyeri 6
T : nyeri terasa hilang timbul

H.

Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan Laboratorium tanggal 27 Januari 2015
Jenis Pemeriksaan

Hasil

Nilai Normal

Interpretasi

Rasional

Hematologi
Pemeriksaan Darah Lengkap
Hemoglobin
Jumlah Sel Darah
Leukosit

19.4 gr/dL

11.5 16.5

High

15.8

x 4.00 11.00

High

Eritrosit

103/uL
6,6

x 3.8 5.8

High

Hematokrit
Trombosit
Eosinofil
Basofil
Netrofil
Limfosit
Monosit
RDW- CV
RDW- SD
P- LCR

106/uL
53,7%
201.103/uL
0%
0%
88
27%
5%
13.1%
38.2 fL
31.2 %

Jenis Pemeriksaan

Hasil

37.0 47.0
150 450
1-6
01
40 75
20 45
2 10
11.7 14.4
36.4 46.3
9.3 27.9
Nilai

High
Normal
Low
Normal
High
Normal
Normal
Normal
Normal
High
Interpretasi

Rasional

Normal
Koagulasi CT BT
Massa Pembekuan/ CT
Massa Pendarahan/BT
GDS
Elektrolit
Natrium
Kalium
Klorida
Ureum
Kreatinin
Fungsi hati
SGOT
SGPT

430
200
80 mg/dL

1 - 10
27
70 - 140

Normal
Normal
Normal

142 mEq/L
3,7 mEq/L
102 mmol/L
42.7

13,6 146
3,5 5,1
98 106

Normal
Normal
Normal
Normal

17,3 u/L
7,2 u/L

Normal
Normal

2. Pemeriksaan USG Tanggal 27 Januari 2015


- Hepar : ukuran normal, chostructur parenchyma normal, permukaan rata, sudut
-

lancip tak tampak nodul


Pankreas : Tak tampak pelebaran duktus biller, ukuran dalam batas normal,
chostruktur parenkim homogeny, permukaan rata, tak Nampak nodul

Renal bilateral : ukuran dalam batas normal, chostruktur parenkim dalam batas

normal, batas kortikomedular tegas, tak tampak batu


Distensi small bowel
Tampak cairan bebas intraabdomen

Kesan : Subileus dengan Peritonitis

I.

Terapi
J.

Jeni K.

P.

s Terapi
MetrQ.

onidazole

Do L.
sis

Ru M.

Indikasi & Cara Kerja

N.

Kontraindikasi

O.

Efek samping

te
50 R.

Int S.

0 mg/ 8 ravena
jam

Metronidazole

obat T.

Metronidazole

- Nafsu makan menurun


- Diare
antibiotic yang cukup baik karena tidak boleh diberikan
- Muncul infeksi jamur
bekerja untuk bakteri anaerob pada pasien yang pernah - Pusing
- Mual dan muntah
(bakteri
yang
hidup
tanpa mengalami
alergi
- Alergi
membutuhkan energi)
terhadap antibiotic ini. - Kejang
U.
Tidak
boleh
diberikan pada wanita

hamil dan menyusui


yang - Riwayat
alergi - Sakit kepala
- Sulit buang air besar
tidine
mg/24 jam ravena
diindikasikan untuk obat asam
terhadap ranitidin
- Diare
X.
(2
- Ibu yang sedang
lambung.
- Mual
amp)
AA.
Ranitidine akan menurunkan
menyusui
- Nyeri perut
- Pemberian ranitidine - Gatal-gatal pada kulit
produksi asam lambung dengan cara
juga perlu diawasi
memblok langsung sel penghasil
pada kondisi gagal
asam lambung
ginjal
AB.
Alin
AC.
10AD.
Int
AE.
Untuk
pencegahan
dan
AF.
AG.
Kadang-kadang bisa
V.

RaniW.

amin

50 Y.

mL/8 jam

Int Z.

ravena

Ranitidine

obat

pengobatan kekurangan vitamin B1

terjadi anafilaktik syok

& B2 membantu proses metabolisme


tubuh
AH.

KetoAI.
rolac

30AK.
mg/12 jam

Int
AL.
ravena

Untuk

mengatasi

jangka - Pasien

pendek terhadap nyeri akut sampai

yang

alergi - Diare, mual, dyspepsia


- Sakit
kepala,
pusing,
terhadap obat ini

AJ.

(2

berat

amp)
AM.

Ceft
AN.
riaxone

1 AO.
gr/12 jam

IntAP.
ravena

- Penyakit

mengantuk

cerebrovaskuler
- Anak < 16 tahun
- Ibu hamil dan menyusui
Ceftriaxone adalah golongan
AQ.
HipersensitifitasAR.

berkeringat
Gangguan

sefalosporin yang mempunyai waktu terhadap chepalosporin pencernaan,


paruh

jam.

efektif

untuk dan penicillin

negative.

Infeksi

diare

AS.

saluran

kulit : dermatitis
Gangguan

terjadi peningkatan SGOT

infeksi tulang dan jaringan

& SGPT
Ring
AU.

er laktat

50AW.

Int
AX.

0ml/ 8 jam ravena


AV.
20
tetes

Cara

kerja

komposisi
AZ.

Hipernatremia BA.

elektrolit dan konsentrasinya sangat kelainan


serupa dengan cairan ekstraseluler. kerusakan

per

Elektrolit

menit

ini

dibutuhkan

untuk asidosis

ginjal,
sel

hati,

laktat,

dan

mengganti kehilangan cairan pada preeklamsi


dehidrasi dan syok hipovolemik
AY.
Indikasi : mengembalikan

BB.

0 ml / 8 ravena

keseimbangan elektrolit
Indikasi : suplai elektrolit, glukosa dan asam amino pada kondisi

jam

dimana asupan oral tidak adekuat

Ami
BC.
nofluid

50BD.

IntBE.

fungsi

ginjal, gangguan fungsi hati:

pernafasan, infeksi saluran kemih,

AT.

mual,

muntah, stomatitis. Reaksi

mikroorganisme gram positif dan


gram

dan

sebelum dan sesudah operasi

Koma hepatic
Gangguan
gagal ginjal
berat/azotemia,
gagal

jantung,

Ruam kulit
Nyeri dada
Palpitasi
Edema serebral

asidosis berat
BF.
BG.
BH.
BI.
BJ.
BK.
BL.
BM.
BN.
BO.
BP.
BQ.
BR.
BS.
BT.
BU.

BV.

Asuhan Keperawatan

BW.

BX.

Data

BY.

No
CA. CB.
Data Subyektif :
CJ.
-Klien mengeluh nyeri abdomen kuadran
bawah (luka pasca laparatomy)
CC.
CD.

Masalah

BZ.

Nyeri akut CK.

Agen

(fisik) : kerusakan
laparatomy)

P : nyeri semakin terasa jika


bergerak,

batuk

dan

tersentuh
CE.

Q : nyeri seperti diiris-iris

CF.

R : perut bagian

bawah, di area

bawah umbilikus, di atas simfisis


pubis. Nyeri tidak menyebar ke area
lain.
CG.

S: skala nyeri 6

CH.

T : nyeri terasa hilang timbul

-klien

mengatakan

tidak

mampu

memenuhi kebutuhan rekreasi karena


seluruh perhatiannya terfokus pada
nyeri yang dirasakannya
CI.

injury

jaringan (luka pasca

Pengkajian nyeri :
digunakan

Etiologi

Data Obyektif :

Terdapat luka pasca laparatomy pada

abdomen kuadran bawah


Terdapat balutan pada luka, balutan

tidak rembes
Klien tampak hati-hati dan pelanpelan ketika berbicara karena perut

terasa sakit jika banyak berbicara


- Klien tampak merintih kesakitan
CL. CM.
Data Subyektif :
CV.
Ketidakseimb
CW.
-Klien mengatakan 5 hari sebelum
angan volume cairan
masuk rumah sakit merasakan nyeri

perut, mual muntah warna hitam


-Klien
mengatakan
mendapatkan
program puasa pasca operasi.
-Klien mengatakan mual.
CN.
Data Obyektif :
- Tanda- tanda Vital
CO.

TD

: 90/60 mmHg

CP.

Nadi

: 79 x/menit

CQ.

Suhu

: 37,5oC

CR.

RR

: 20 x/menit

-Konjungtiva anemis
-Mukosa bibir kering
-Bising usus 5x/menit
-Turgor kulit kering
-IMT 17,5 (BB kurang)
-Hematokrit = 53,7% (high)
-Klien puasa sampai 24 jam pasca
operasi
-Balance Cairan (per 8 jam)
CS.
= Intake (output + IWL)
CT.
= 618-614,96 = + 4,96 cc
CU.
Jadi hasil balance cairan pada
sdr.A adalah + 4,96 cc/ 8 jam
CX. CY.
CZ.

Data Subyektif :
DD.
Ibu klien mengatakan, selama

sakit

klien

sering

mengalami

peningkatan suhu tubuh dan demam.


DA.
Data Obyektif :
- Terdapat luka pasca laparatomy pada
-

abdomen kuadran bawah


Terdapat balutan pada luka, balutan

tidak rembes
Terdapat pembesaran kelenjar limfe

pada leher dan lipatan paha


Leukosit : 15,8 x 103/uL (high)
Suhu tubuh klien : 37,5 oC
Prosedur invasif : klien terpasang

infus dan kateter urin


Tanda-tanda infeksi :

Resiko
Infeksi

DE.

DB.

Kalor (+), Rubor (-), dolor (+),


tumor (-), Functiolaesa (-)

DC.
DF. DG.
Data Subyektif :
DJ.
Hambatan DK.
DH.
Klien mengatakan sulit bergerak
4
mobilitas
fisik
karena nyerinya semakin bertambah
(00085)
saat digunakan untuk bergerak
DI.
Data Obyektif :
- Semua aktivitas klien dibantu oleh
-

ibunya dan perawat


Tekanan darah : 90/60 mmHg
Klien terlihat membatasi gerakannya

karena nyeri klien


Klien hanya berbaring

ditempat

tidur, klien belum bisa mengubah


posisinya dari berbaring ketelentang
DL.
DM.
DN.
DO.
DP.
DQ.
DR.
DS.
DT.
DU.
DV.
DW.
DX.
DY.
DZ.
EA.
EB.
EC.
ED.
EE.
EF.
EG.
EI.
EJ.
EK.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
EH.

Nama Klien : Tn. A


Ruang Rawat : Ruang Flamboyan
No

EL.

Diagnosa

EM.

EN.

Nyeri

EO.
ES.
EW.
FA.

EP.
ET.
EX.

EQ.
EU.
EY.

ER.
EV.
EZ.